Jumat, 30 Maret 2018

Day#3, Belajar Matematika dari Dapur



Surakarta, Sabtu,  31 Maret 2018

Bismillah ..


Long weekend  telah tiba..hatiku gembira, (sambil loncat-loncat) halaaah...padahal mau long weekend or enggak samo be kata wong Plembang, hehe. Lah buktinya masih kerja walau dirumah aja, nyambi masak, nyambi ngetik. Bisakah?? bisa ..karena sebagian kerjaan saya delegasikan ke bude. Misalnya ulek bumbu, nanti kalau dah ready baru saya yang ngolah. Sekarang bude udah bisa ngulek bumbu sehalus yang saya ajarkan. Alhamdulillah


Eeh ..kok malah mbahas soal dapur dan kerjaan sih, apa hubungannya dengan stimulasi matematika logis?. Ada kok, karena kegiatan di dapur pun bisa dijadikan tempat belajar matematika bersama anak. Karena dari dapur anak-anak bisa belajar memasak sekaligus belajar matematika logis, misalnya: menakar bumbu, bahan makanan yang mau dimasak, juga bisa memotong bahan masakan menjadi berbagai bentuk  geometri; segitiga, segiempat, persegi panjang, lingkaran dll. Selain itu bisa belajar matematika dengan cara ,mengelompokan bahan makanan berdasarkan warna. 

Nah..seperti kali ini adik ikut turun ke dapur membantu Emak memasak. Tema kegiatan kali ini adalah mengelompokan bahan masakan berdasarkan warna. Namun, melihat saya sedang memotong wortel adik ingin ikut memotong juga. Saya serahkan pisau kepada adik.  Adik mulai memotong wortel setelah lebih dulu saya berikan contoh. Kemudian dia ingin memotong  tahu.  " Tahu ini  bentuknya kotak dik, mau dipotong jadi berapa?''. Adik tidak menjawab tapi terus melanjutkan pekerjaan memotong tahu. Dia potong tahu menjadi 4 bagian. Adik lebih mudah memotong tahu daripada wortel. Saya Bude dan Kakak melihat aktifitas adik tersebut. 

Sementara adik memotong tahu, saya memotong tempe mnejadi bentuk segitiga. 
''Dik ini tempenya bentuknya segitiga ya dik?''
''Coba lihat sudutnya ada tiga kan?'' tanya saya ...
Adik meletakan pisaunya, kemudian memegang sudut tempe yang saya tunjukan tadi. Dengan memegang atau meraba benda yang ditunjukan maka anak bisa merasakan dan lebih mudah memahami suatu bentuk daripada hanya mendengar saja atau melihat gambar di buku. 


Selesai memotong tahu, adik saya ajak mengelompokan bahan masakan berdasarkan warna. Saya tanyakan terlebih dahulu, kategori warna sayuran dan bahan masakan yang ada di meja dapur saat ini. ''Wortel warnanya apa dik?''. ''Orange atau kuning'' jawab Adik.  
''Iya, pinter ...''
''Kalau ini (saya menunjuk bayam) warna apa dik?''
''Hijau''
''Hebat''
'' Kalau tahu, ayam dan tempe ini,, warna apa ya dik?''
''Warna putih'' 
''Kalau jagung ini warnanya apa ya?
''Hijau dan kuning'' Jagungnya belum dikupas. 
''Iya, kalau begitu yuk kita taruh di wadah yang sesuai warnanya ya dik''



Kami berdua sibuk meletakan wortel, bayam, sawi, jagung, tahu, tempe dan daging ayam ke dalam wadah terpisah sesuai kelompok warna. Wortel masuk kelompok sayuran warna orange, bayam dan sawi masuk kelompok warna hijau, tempe, tahu dan ayam masuk kedalam kelompok warna putih, sedangkan jagung masuk warna kuning. Selain itu adik juga bisa belajar mengenai bentuk dari tahu dan tempe.


Kegiatan mengelompokan warna termasuk matematika logis, ternyata luas sekali matematika itu. Tidak melulu terdiri dari angka-angka saja. Alhamdulillah hari ini telah belajar matematika logis sambil bermain didapur. Melalui benda-benda yang ada didapur kita dapat mengajarkan matematika logis kepada anak kita. Proses belajar seperti ini tentu lebih menyenangkan daripada hanya menghafal angka dari buku atau kertas. Matematika ada disekitar kita ....

Eh iya..sungguh sayang, ketika mau diabadikan kedalam video ternyata HP saya lowbat. Lupa persiapan nih...akhirnya kegiatan hari ini tidak didokumentasikan, hanya dapat saya ceritakan melalui narasi saja. 

Demikian Bunda-Bunda ...stimulasi matematika logis dari  dapur emak. Terimakasih  


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Kamis, 29 Maret 2018

Day #2 Belajar Konsep Panjang - Pendek dan Bermain Musik

Surakarta, Jumat, 30 Maret, 2018, Pukul 13 : 04


Adik dan Mini Gamelan

Bismillah ...


Sejauh ini matematika masih menjadi momok bagi saya maupun anak-anak saya. Mungkin karena belajar matematika dengan cara konvensional dan membosankan. Jangan suka, untuk menjadi bisa saja tidak mudah, karena sudah tertanam dalam pikiran bahwa matematika itu pelajaran yang tidak menyenangkan. Padahal dengan metode belajar yang tepat akan lebih mudah untuk bisa matematika bahkan menjadi suka matematika. Oleh karena itu kita harus meninggalkan metode pengajaran  yang membosankan hanya dengan menggunakan kertas dan pensil yang cenderung membuat anak merasa bosan. 

Ya..belajar matematika sejatinya menjadi sebuah aktifitas yang menyenangkan jika paham metode yang tepat. Metode tersebut memadukan kegiatan belajar dan bermain, karena setiap anak pasti suka bermain. Jadi alangkah baiknya jika kegiatan bermain anak juga dijadikan momen untuk belajar. 


Kegiatan belajar dan bermain dengan tujuan stimulasi matematika logis hari kedua berjalan lancar dan menyenangkan. Permainan kali ini mengambil tema membandingkan konsep panjang - pendek. Partisipan pada permainan ini hanya saya dan adik saja. Saya mmenjadi guru sekaligus kameramen, hehe.  Alat yang digunakan adalah gamelan mini, sendok, dan handphone untuk merekam kegiatan tersebut. Adik kelihatan senang dengan permainan ini, sehingga dia bisa mengikuti permainan ini dengan penuh semangat. Sambil memukul gamelan dengan sendok saya menanyakan kepada adik mana bagian gamelan yang panjang dan pendek, kemudian membandingkan keduanya, mana yang lebih penmdek, mana yang lebih panjang. Selengkapnya bisa dilihat pada video berikut. 




Stimulus yang kreatif dan menyenangkan anak  diharapkan dapat membuat Adik suka matematika dan paham mengenai konsep matematika. Matematika ada disekitar kita, kita lakukan dan temui sehari-hari namun tidak pernah saya sadari. Fakir ilmu nih..hiks. 



Apa temuan hari ini? Alhamdulillah Adik sudah bisa membedakan konsep panjang dan pendek. Adik juga suka belajar dengan bermain alat musik.  Demikian cerita Adik hari ini, terimakasih. 



#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Rabu, 28 Maret 2018

Mengenal Konsep Besar-Kecil # Day 1





Bismillah ...

Alhamdulillah game level #6 hari ini dimulai. Rencana mau membuat kegiatan kemarin, sehari sebelum hari-H, namun karena berbagai kesibukan, maka kegiatan tersebut baru pagi ini bisa dimulai. 

Tantangan dalam game ini adalah Menstimulasi Matematika Logis Pada Anak.  Umumnya anak atau Bunda, begitu mendengar matematika, hemm..langsung hoorrorrr ya Bund? hehe. Ya, matematika masih menjadi momok bagi sebagian anak bahkan orang dewasa. Padahal apa yang salah dengan matematika?

Pada tantangan kali ini kita akan bermain sambil belajar matematika logis bersama anak. Tujuannya adalah agar Matematika tidak menjadi momok lagi, tapi menjadi mamak (rahayu, 2018). Ciee ..nemu istilah baru . Kalau momok itu menakutkan, ingin dijauhi, coba kalau mamak? menyenangkan, inginnya deket-deket terus kan? (kecuali pas mamak sedang jadi momster, hee...). Naah...asyik kali ya, kalau setiap anak atau setiap kita menganggap matematika seperti mamak?

Oke Bund, kembali kepada matematika logis tadi, mengacu pada pendapat para pemerhati pendidikan dan kecerdasan anak, pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan. Hal tersebut dapat diartikan juga sebagai kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya


Masih menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematika logis  dan kecerdasan bahasa. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan bahasa diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa. 

Hemm....mungkin ini ya yang membuat anak menjadi mudah baper kalau mengahdapi suatu persoalan, karena kecerdasan bahasa dan matematika logis belum seimbang. Bisa jadi karena orang tuanya ini salah menstimulasi..hehe. Ngacung deh kalau soal ini...(sambil tutup muka).


Hari ini, Kamis, 29 Maret 2018, Pukul 6.15 WIB, berlokasi diruang keluarga kami bermain sambil belajar. Partisipan dalam kegiatan kali ini terdiri dari Saya, adik, dan kakak. Abi sedang keluar pulau Jawa, sedangkan Mamas sedang tidak mood untuk bermain bersama. Jadilah kami bertiga menjadi satu team yang berbagi tugas, Saya sebagai manajer kegiatan, Kakak sebagai Penanggung Jawab Dokumentasi dan Adik sebagai Murid. 

Usia Adik saat ini adalah 5 y, 6 m, 14 d. 
Adik sudah bersekolah TK, kelas Nol Kecil. 

Tema kegiatan kali ini adalah mengenal konsep besar - kecil. 
Alat yang digunakan, gelas berbagai ukuran, kamera HP untuk dokumentasi. 

Saya mengajak anak-anak berkumpul di ruang keluarga. Ada 5 gelas berbagai ukuran saya siapkan. Kemudian saya menyampaikan kepada adik, kalau kami akan bermain tentang konsep besar - kecil. Kita akan membandingkan mana gelas yang lebih besar, mana yang lebih kecil. Saya mulai bertanya kepada adik, mana gelas yang lebih besar? mana yang lebih kecil. Adik menjawab dengan menunjuk, ''Yang ini..''. Adik masih belum paham membedakan gelas yang lebih besar dan yang lebih tinggi. Masih sering keliru, menunjuk gelas yang tinggi dianggap lebih besar. Saya berusaha untuk mengoreksinya. Jadi kegiatan ini berkembang dari tema semula hanya mengenalkan konsep besar - kecil meluas menjadi konsep tinggi - rendah (pendek).  Baiklah ..tidak apa-apa ya nak, besok kita lanjutkan lagi. Yang penting sekarang adik mulai mengenal konsep itu dengan lebih baik. 
Dalam permainan ini, sejatinya untuk bersama, namun fokus utama stimulasi pada adik. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada video berikut. 






Oiya, tadi sempat membuka buku portofolio anak, dan menemukan gambar kegiatan mengenai apa saja yang perlu dicatat dalam suatu permainan bersama anak. Gamabr tersebut menjadi acuan saya dalam mencatat dan mengalisa serta melaporkan kegiatan dalam tantangan game level #6 ini.

Harta karun atau temuan kali ini adalah bahwa adik belum bisa membedakan ukuran gelas besar dan gelas tinggi. Masih menganggap gelas yang lebih tinggi itu ukurannya lebih besar dari gelas yang pendek tapi besar. 

Gagasan atau ide: alat yang digunakan ukurannya harus jelas, kalau bisa tingginya sama, yang berbeda hanya ukuran besar-kecilnya. Hal tersebut untuk menghindari kesalahpahaman adik mengenai konsep besar dan tinggi.  Oke..Noted 




Referensi :

- Materi Game Level #6
- Andita W.Aryoko dan W. Syamsudin, Buku Portofolio Anak, 2017.

Surakarta, Kamis 29 Maret 2018


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Minggu, 25 Maret 2018

Tips Menulis Laporan /Portofolio Anak





 Bismillah ..

Ini kumpulan tips mengneai menulis portofolio Anak dari Mba Chusna.

Sengaja saya simpan disini untuk acuan saya dalam emlusi laporan game kelas bunda sayang berikutnya.

Ini mungkin petunjuk untuk bisa menulis laporan yang berkualitas.

Memacu diri, menantang diri untuk bisa terus menulis, berarti harus bisa mengatur waktu, membuatb jadwal membersamai anak, bermain sambil belajar.

Semangaat ya Maak...kita pasti bisa. Demi anak-anak yang terus tumbuh. Mereka gak selamanya bersama kita. mereka akan tumbuh besar dan dewasa, akan meninggalkan kita. Manfaatkan waktu sekarang sebelum waktu itu tiba...


Materi Game Level #6 kelas BundSay


Bismillah ...

Tidak terasa sudah sampai game level #6 kelas BundSay..
semangaaat yuuk bangun komitmen dan konsisten
Saya udah berniat level ini harus belajar menulis yang berkualitas 
Bismillah semoga bisa..aamiin



Institut Ibu Profesional
Kelas Bunda Sayang sesi #6

MENSTIMULUS  MATEMATIKA LOGIS  PADA ANAK

Semua anak lahir cerdas, masing-masing diberikan potensi dan keunikan yang menjadi jalan mereka untuk cerdas di bidangnya masing-masing.  Dua macam kecerdasan dasar yang memicu munculnya kecerdasan yang lain adalah kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematis logis. Dimana di dua kecerdasan ini banyak orangtua yang salah menstimulus, tidak paham tujuannya untuk apa, ingin anak-anaknya segera cepat menguasai dua hal tersebut, sehingga banyak diantara anak-anak BISA menguasai dua kecerdasan tersebut tetapi mereka TIDAK SUKA.  Sebagaimana kita ketahui di materi sebelumnya bahwa

" Membuat anak BISA itu mudah, membuatnya SUKA baru tantangan "


📌 MATEMATIKA LOGIS

Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan.

Dapat diartikan juga sebagai kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya


Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematika logis  dan kecerdasan bahasa. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan bahasa diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.


📌 CIRI-CIRI ANAK DENGAN KECERDASAN MATEMATIKA LOGIS

a.  Anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut

b. Mengamati benda-benda yang unik baginya

c.  Hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba

d. Sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan. 

e. Suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung

Yang sering salah kaprah di dunia pendidikan dan keluarga saat ini adalah buru-buru menstimulus matematika logis anak dengan cara memberikan pelajaran berhitung sejak dini. Padahal berhitung adalah bagian kecil dari sekian banyak stimulus yang harus kita berikan ke anak untuk merangsang kecerdasan matematika logisnya.Dan harus diawali dengan berbagai macam tahapan  pijakan sebelumnya.

Yang perlu kita pelajari di Ibu Profesional adalah Bagaimana kita merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini? Bagaimana kita menanamkan konsep matematis logis sejak dini? bukan buru-buru mengajarkan kemampuan berhitung ke anak.

📌 STIMULASI MATEMATIKA LOGIS DI SEKITAR KITA

🍂 Bermain Pasir
Dengan bermain pasir anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuang atau menakar yang kelak semua itu ada dalam matematika.

🍂 Bermain di Dapur

a.Saat berada di dapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan konsep logika matematika, misalnya dengan cara anak diminta mengelompokkan sayuran berdasarkan warna.

b. Mengasah kemampuan berhitung dalam pengoperasian bilangan sederhana, misalnya ketika tiga buah apel dimakan satu buah maka sisanya berapa.

c. Membuat bentuk-bentuk geometri melalui potongan sayuran. 

d. Membuat kue bersama, selain dapat menambah keakraban dan kehangatan keluarga, anak-anak juga dapat belajar matematika melalui kegiatan menimbang, menakar, menghitung waktu.

🍂 Belajar di Meja Makan
Saat dimeja makan pun kita bisa mengajarkan pembagian dengan bertanya pada anak, misalnya supaya kita sekeluarga kebagian semua, roti  ini kita potong jadi berapa ya? Lalu bila roti sudah dipotong-potong, angkat satu bagian dan tanyakan seberapa bagiankah itu? Hal ini terkait dengan konsep pecahan.


🍂 Belajar Memahami  Kuantitas

a. ketika melihat akuarium, tanyakan berapa jumlah ikan hias di akuarium tersebut?

b.Ketika duduk di depan rumah atau sedang jalan-jalan, tanyakan berapa jumlah sepeda motor yang lewat dalam jangka waktu 1 menit?

🍂 Belajar mengenalkan konsep perbandingan, kecepatan, konsep panjang dan berat

a. Menanyakan pada anak roti mana yang ukurannya lebih besar, roti bolu atau  donat?

b. Mengenalkan dan menanyakan pada anak, mana yang lebih cepat,  mobil atau motor?

c. Mengenalkan dan menanyakan ke anak mana yang lebih tinggi  pohon kelapa atau pohon jambu?

d. Menanyakan ke anak mana yang lebih berat, tas kakak atau tas adik?


🍂 Kegiatan di Luar Rumah

a.Mengajak anak berbelanja
ketika kita mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga semakin melatih keterampilan pengoperasian seperti penjumlahan dan pengurangan. 

b. Bisa juga dengan permainan toko-tokoan atau pasar-pasaran dengan teman-temannya. 

c. Kita juga dapat memberikan anak mainan-mainan yang edukatif seperti balok-balok, tiruan bentuk-bentuk geometri dengan dihubungkan dengan benda-benda disekitar mereka  Ada bentuk-bentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi panjang dan lain-lain. Pengenalan bentuk geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. Saat melihat roda mobil misalnya anak akan tahu kalau bentuknya lingkaran, meja bentuknya segiempat, atap rumah segitiga dan sebagainya.

d. Permainan Tradisional
Permainan-permainan tradisional pun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti permainan congklak atau dakon sebagai sarana belajar berhitung, permainan patil lele, permainan lompat tali, permainan engklek dll.

e.Belajar Memecahkan Masalah ( problem solving) melalui mainan
Menyusun lego atau bermain puzzle adalah cara agar anak berlatih menghadapi masalah, tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan yang membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah. Misalnya ketika sedang menalikan sepatu, anak akan berusaha menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikan hingga tuntas. 


Dengan memberikan stimulus-stimulus tersebut diharapkan anak akan menyukai pelajaran matematika karena matematika ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan belajar matematika. Dengan model stimulus ini anak-anak akan paham makna kabataku (kali, bagi, tambah, kurang) sebagai sebuah proses alamiah sehari-hari, bukan deretan angka yang bikin pusing. Mereka jadi paham bahwa :

Menambah ➡ proses menggabungkan

Mengurangi ➡ proses memisahkan

Mengalikan ➡ proses menambah/menjumlahkan secara berulang.

Membagi ➡ proses mengurangi secara berulang.


Tentu hal ini harus didukung dengan pola pengajaran matematika di  rumah dan di sekolah yang menyenangkan, kreatif, kontekstual, realistik, menekankan pada proses dan pemahaman anak dan problem solving (pemecahan masalah).

Kreatif dalam mengenalkan dan mengajarkan konsep matematika serta dengan berbagai macam permainan dan alat peraga yang menarik.

Dengan demikian matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu.



Salam Ibu Profesional



/ Tim Fasilitator Bunda Sayang/


📚Sumber bacaan:

Hernowo, Menjadi Guru yang Mampu dan Mau Mengajar dengan Menyenangkan, MLC, 2005

Howard Gardner, Multiple Intelligence,  Gramedia, 2000

Septi Peni Wulandani, Jarimatika, Mudah dan Menyenangkan, Kawan Pustaka, Agromedia, 2009

Jumat, 23 Maret 2018

Belajar dari Kandang Sapi

Bismillah

Proses belajar bisa dimana saja dan kapan saja. Pagi ini Adik ikut membantu saya menyapu halaman rumah Embah. Daun-daun nangka berjatuhan mengotori halaman. Didekat pohon itu kebetulan ada kandang sapi. Tiba-tiba Adik meletakan sapu dan berlari masuk kandang.

''Dik, sapinya ada berapa?'' tanya saya bermaksud mengajarkan matematika
''Ada dua...'' Jawab adik dari dalam kandang ''perempuan semua seperti sapi kita di Lampung'' tambah adik.
Hemm...saatnya mengajarkan membedakan jenis kelamin hewan nih. Sambil nyapu saya mikir ...cari ide bagaimana menyampaikan ke adik.

''Apa iya dik, coba tanya Embah sapinya perempuan atau laki-laki?''
''Enggak mau..'' jawab adik sambil terus mengamati sapi didalam kandang

''Sapinya perempuan, karena ada sungunya..'' kata adik kemudian...
Sungu itu adalah tanduk.
''Dik..semua sapi ada sungunya , baik laki atau perempuan'' ralat saya
Kemudian saya ikut masuk kandang setelah selesai menyapu.

''Dik..sapi perempuan itu ada susunya, kalau laki-laki tidak ada''


Akhirnya terucaplah kata-kata itu, mudah-mudahan adik bisa memahami apa yang saya maksud.



Dari hal sederhana kami bisa belajar tentang konsep jumlah dan cara membedakan jenis kelamin hewan. Alhamdulillah adik paham, kemudian dia menyebutkan kalau sapi embah perempuan dan laki-laki. Ehh ,malah lupa mengatakan kalau hewan itu menggunakan istilah betina (perempuan) dan jantan (laki-laki). Waalaah piye tho mak..kok yo lali ??

Kami masuk rumah menuju kamar mandi adik mau mandi setelah puas melihat sapi.







Kamis, 22 Maret 2018

Jejualan


Bismillah ..


Surakarta, 23 Maret 2018

Adik kemarin pulang lebih awal yaitu jam 13.00 WIB, karena usai piknik bersama ustadzah dan teman-teman sekolah di Sondokoro. Sampai dirumah saya kira dia akan tidur nyenyak ternyata malah main jejualan.

Nampaknya adik suka sekali berperan sebagai penjual atau pedagang. Mengapa saya katakan suka? karena hampir setiap hari adik bermain peran itu, baik sendiri maupun ada teman.

Kemarin sempat saya rekam video, namun entah saya cari-cari kok tidak ada, mungkin sudah dihapus Adik atau kakaknya.

Saya berperan sebagai pembeli, saya membeli makanan yang diberi sambel pecel dan saos, karena adik bilang dia berjualan tepung goreng dan pilihan topingnya sambel pecel dan saos..hehe

Kejadian kemarin itu hair Kamis, 22 Maret 2018, pukul 14.00....
Tempat di rumah (Ruang tengah).

Usia adik  : 5 tahun 6 bulan 18 hari.

Adik mungkin memiliki minat atau bakat menjadi pebisnis, walau saya belum berani menyimpulkan. Sampai saat ini masih terus berusaha mengamati perilakunya sehari-hari, sambil niteni.

Demikian cerita adik kali ini, terimakasih

Rabu, 21 Maret 2018

Imajinasi Adik



Bismillah ..

Malam ini saya dibuat terkesan oleh Adik. Apa sih yang dilakukan adik sampai emak terkesan? Sederhana saja sebenarnya, ketika saya duduk didepan laptop adik minta tolong kupasin jeruk. Oooh...cuma itu? apanya yang berkesan? Eit tunggu dulu..belum selesai ceritanya..hehe

Sesudah dikupas, adik berbisik dan memarik tangan saya, diajak masuk kekamar. Disana adik menunjukan gambar yang baru selesai dia buat. Dengan suara lembut dia mengatakan ''Mi..ini Kakak, ini Mamas, ini aku, ini Ummi, ini abi, ini Om imam, ini tante fara dan ini adik bhanu''.

Itu gambar adik bhanu pas sudah besar dan suka es krim, aplagi kalau sudah SMA dia pasti lebih suka es krim, tambah Adik sambil tersenyum geli. Mungkin dia membayangkan sepupunya yang baru berusia 6 bulan itu nanti bakal suka banget sama es krim seperti dirinya.

Heeem...tipe Visual gambar memang suka bercerita dan berimajinasi menggunakan metode gambar. Good job adik..luv u muaaah

Camilan Rabu , Game Level#5

💙💙💙💙💙💙💙💙

Camilan Rabu 

Materi #5 Menstimulasi Anak Suka Membaca

➖➖

📝 Menulis itu Bermanfaat dan Mudah 📝


Menulis adalah tingkatan keahlian terakhir dalam bidang bahasa setelah mendengar, berbicara, dan membaca.
Menulis merupakan kegiatan mental dalam menciptakan ide dan gagasan yang mempunyai nilai dan manfaat. 
Data beberapa penelitian menyebutkan betapa rendahnya budaya literasi di Indonesia, begitu pun dengan menulis.

Padahal, menurut penelitian Dr Pennebeker (1997), menulis mempunyai beberapa manfaat yaitu :


 1⃣ Menulis menjernihkan pikiranMenulis menjernihkan pikiran

Saat memulai sebuah tugas yang rumit, cobalah untuk menuliskan pikiran dan perasaan Anda. Para ahli hipnotis profesional sering menggunakan teknik ini untuk mempercepat proses hipnotis.Pada dasarnya, mereka meminta klien mereka untuk menuliskan pikiran dan perasaan mereka pada saat itu. Saat klien mereka selesai menulis, ahli hipnotis ini meminta klien untuk merobek kertas yang mereka pakai dan membuangnya. Hal ini merupakan sebuah tindakan simbolis bagi penjernih pikiran.


2⃣ Menulis mengatasi trauma yang menghalangi penyelesaian tugas-tugas penting

Sesudah terjadinya sebuah kemelut yang besar, orang- orang cenderung dihantui kejadian tersebut. Dalam memikirkan trauma tersebut, orang-orang akan menggunakan kapasitas pikirannya yang terbesar. Oleh sebab itu,mereka akan menjadi pelupa dan tidak bisa memusatkan perhatian mereka pada pekerjaan-pekerjaan batu yang besar .

Menulis tentang trauma akan membantu dalam mengelola trauma, dengan demikian membebaskan pikiran untuk menangani tugas-tugas lain.


3⃣ Menulis membantu dalam mendapatkan dan mengingat informasi baru

 Menulis catatan yang penuh pemikiran membantu  mendapatkan dan mengingat kembali gagasan-gagasan baru. Selain itu bisa membantu memberikan suatu kerangka yang bisa dipakai untuk memahami perspektif baru dan unik dari orang lain. Bahkan 
menulis tentang hal tersebut akan membuat gagasan-gagasan semakin jelas dan mudah untuk diingat.

4⃣ Menulis membantu memecahkan masalah

Menulis mendorong proses integrasi informasi, maka menulis bisa membantu memecahkan masalah-masalah yang rumit. Jika seseorang menulis dengan bebas tentang sebuah masalah yang rumit yang sedang ia hadapi, ia akan lebih mudah untuk mendapatkan pemecahannya.

Ada beberapa alasan untuk hal ini. Salah satunya adalah bahwa menulis memaksa orang-orang untuk memusatkan perhatian mereka lebih panjang pada satu topik tertentu daripada kalau mereka hanya memikirkannya. Menulis lebih lambat daripada berpikir. Setiap gagasan harus dipikirkan dengan lebih terperinci.

Menulis lebih bersifat "linier" daripada berpikir, yaitu bahwa menulis memaksa suatu gagasan untuk ditranskripkan sebelum gagasan lainya mulai dipikirkan.

5⃣ Menulis bebas membantu kita ketika kita terpaksa harus menulis

Menulis dengan bebas tentang apa yang Anda pikirkan dan rasakan, bisa membebaskan kemampuan menulis Anda. Bahkan, penulisan bebas bisa berguna sebagai landasan bagi sebuah rancangan kasar sebuah tulisan formal.

Menulis bisa menjadi sebuah kemampuan yang sangat berharga dalam mempelajari dan menghadapi dunia. Pada kesempatan yang tepat, menulis bisa meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Meskipun bukan suatu obat yang serba manjur, penggunaan kegiatan menulis secara bijaksana bisa memperbaiki kualitas kehidupan sebagian besar dari kita.


Memang disadari, menulis merupakan kata kerja aktif yang membutuhkan upaya lebih dibanding kemampuan literasi lainnya. Namun bukan menjadi alasan meninggalkan budaya menulis.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan agar menulis menjadi lebih mudah :

1. Mulai menulis dengan benar
2. Menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar
3. Membaca lebih banyak
4. Pelajari teknik menulis
5. Konsisten menulis

Tidak ada istilah terlambat dalam menulis. Andrea Hirata yang bukunya menjadi best seller misalnya, mulai menulis pada usia 40 tahun. 
Jadi, mulai menulis lah saat ini juga.


🌸 "Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi" Helvy Tiana Rosa

➖➖

Sumber bacaan :

Quantum Writing: Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Menulis. Hernowo. 2003.

Mengikat Makna Update : Membaca dan Menulis yang Memberdayakan. Hernowo 2009.

Cara Menulis Mudah. Saidulkarnain Ishak 2014.

https://www.goodreads.com/book/show/6454796-quantum-writing


🌴🌍🌴🌍🌴🌍🌴🌍🌴🌍

Semangat Belajar (membaca dan menonton)


Bismillah ...

Aktifitas belajar anak-anak selama tiga hari sedikit berbeda dari biasanya. Biasanya hanya membaca buku wajib dan sunah, sekarang diselingi nonton film. Film yang didownload kemudian disimpan di USB dan ditonton lewat televisi. Maka, hanya film yang ramah anak dan ada pesan edukasi, moral dan religi yang kami perbolehkan. Belajar memang tidak hanya bisa dilakukan melalui buku, melihat film pun bisa jadi salah satu aktifitas belajar yang menyenangkan. Terutama untuk anak yang memiliki tipe belajar visual.


Dua judul film yang disukai anak-anak yaitu Rumah Tanpa Jendela dan Hafalan Sholat Delysa. Dua cerita dalam film tersebut kami anggap cukup baik untuk diambil pelajaran dan hikmah.
Kakak sampai pinjam buku novelnya diperpustakaan setelah menonton hafalan sholat Delysa.
Ini sangat menarik bagi kami sebagai orang tua, ternyata kakak sudah mulai suka membaca novel. Dalam rencana kunjungan ke toko buku nanti kami akan bersama-sama mencari novel yang layak dibaca oleh kakak.


Adik juga senang menonton film Hafalan Sholat Delysa, setiap pulang sekolah dia minta diputarkan film tersebut. Adik duduk anteng didepan layar televisi bersama kakak dan mamas.
Menghibur sekaligus mendidik.



Senin, 19 Maret 2018

Moodbooster


Bismillah..




Hallo Bunda-bunda sholihah apa kabar siang yang terik ini?. Semoga tetap sehat dan semangat berkarya. Biasanya seorang bunda ini mudah sekali stress atau kehilangan mood atau semangat dalam menjalankan kesibukan baik di domestik maupun publik.

Nah..kalau sedang enggak mood, bete, lose semangat atau tress  biasanya apa yang bunda lakukan? Kalau istilah sekarang or zaman now adalah butuh me time  or mood booster atau pemantik semangat, whatever apapun istilahnya ya bund. Tapi intinya itu adalah usaha kita untuk keluar dari suasana tidak nyaman dan tidak enak agar bisa kembali semangat, ''waras'', sehingga bisa menjalankan aktifitas seperti sedia kala.

Seperti yang saya alami hari ini, saya bingung mau mulai dari mana, pekerjaan mana yang harus saya selesaikan lebih dahulu. Rasanya seperti dikejar-kejar deadline namun tak satupun pekerjaan dapat saya lakukan, boro-boro bisa diselesaikan.  Saya jadi mikir keras, bagaimana bisa keluar dari situasi ini, waktu terus berjalan, tidak bisa saya biarkan atau ikuti rasa tidak mood ini. Kira-kira apa ya mood booster  yang mampu menjadi solusi masalah ini? Ahaaa....dapat ide nih, saya seminggu ini lumayan keteter urusan manajemen dapur, stok kulkas abis, masak juga jadi males. Belum lagi sudah cukup lama dapur tidak ditata ulang. Mungkin ini saatnya berbenah lagi. Yess..alhamdulillah dapat ide.

Maka saya uraikan disini kegiatan yang mampu membangkitkan mood saya agar lebih semangat lagi. Uraiannya adalah sebagai berikut, cekidot:

1. Sholat Sunnah dan baca Al-quran
Ini yang perlu diperbanyak dan dipersering ..aamiin insyaallah. Aktifitas ruhiyah yang tidak boleh ditinggalkan. Dengan membangun kedekatan dengan Allah SWT, kesejukan jiwa akan tumbuh dan kemudian menaikan mood untuk kembali berjuang. Jangan lupa niatkan ibadah segala aktifitas kebaikan yang kita lakukan.

2. Membenahi Manajemen Dapur

Saya mulai memeriksa sudut-sudut dapur dan memilah barang-barang yang tidak digunakan lagi. Yess,,nemu sekardus barang-barang plastik tempat minuman, wadah bekal makan anak-anak yang saya tahu tidak digunakan lagi meskipun masih bagus. Oke...ambil kemudian saya tawarkan kepada bude yang bekerja dirumah kami, mau adopsi tidak, alhamdulillah bude mau.

3. Menata Stok Makanan

Saya periksa stock bahan makanan sudah menipis, sudah saatnya ke pasar. Namun sebelum kepasar saya sudah nyicil menata kulkas dengan mewadahi berbagai bahan makanan baik basah maupun kering ke dalam kotak-kotak yang baru tadi malam saya beli.

Aaahh rindu sekali saya melihat kulkas saya bersih dan rapi. Maka saya bersihkan, kemudian ditata ulang. Alhamdulillah rasanya semangat saya ikut terkerek melihat hasil kerja ini. Walaupun hasilnya belum sesuai harapan namun sudah lebih baik dari sebelumnya ini sudah cukupan untuk mengupgrade mood saya.

4. Menata Stock Bahan Makanan dan Minuman Kering

Bahan makanan dan minuman kering yang saya maksud disini adalah teh, gula, kopi, snack, krupuk dan lain-lain. Semua bahan tersebut saya letakan di lemari kaca bagian atas, bagian bawah untuk perlengkapan makan, sepetrti piring, sendok dan lain-lain.

Hemmm...rasakan sensasinya usai menata ulang bagian ini....Fresh .,....



5. Meracik Bumbu

Renacana mau meracik bumbu dasar, namun belum lengkap sih bumbu-bumbunya. Gak apa-apa...perlahan-lahan saja, nanti dilengkapi. Dari hasil sharing mba Chika kemarin saya jadi paham cara menyimpan bumbu semacam laos, daun bawang, salam dll.  (padahal udah lama dapat materi itu, namun baru kemarin saya perhatikan) hehe. 

Ketumbar, merica baisanya ngulek dadakan, namun sekarang ini sudah terasa ngoyo karena berbagai kesibukan, kadang sih pake yang kemasan mericanya, namun saat ini berpikir beda. Jika bisa disiapkan sendiri mengapa pilih yang instan? Saya tadi membeli ketumbar dan merica, mungkin besok baru bisa dikerjakan. Karena prosesnya cukup lama, mulai dari sangrai merica dan ketumbar, kemudian menumbuknya hingga halus, lalu disimpan diwadah kedap udara, terakhir tata dikulkas yang rapi. Tinggal ambil secukupnya jika mau memasak, praktis bukan??

6. Food Preparation

Yeey hari ini hanya berhasil menyiapkan makanan untuk dua hari, lumayanlah hehe. Tadi ke pasar sudah siang, alhasil sudah tidak banyak bahan makanan yang dibeli. Proses menyiapkan memotong, meniriskan, memasukan ke dalam kotak plastik. Misalnya bahan sayur bening terdiri dari bayam, wortel, tauge dijadikan satu wadah, bumbu iris disisipkan juga, nanti sore kalau Pak Suami mau makan tinggal cemplung-cemplung. Praktis ya Bund? yang jelas fresh juga, karena sayur bening kudu dadakan tidak boleh lebih dari 8 jam. Untuk besok menu yang disiapkan adalah sop ikan Nila merah kesukaan Paksuami juga.

Siang ini masih ada lauk sisa kemarin, tinggal nambahi sambel cukup deh sampai sore. Malam tinggal buat sayur bening aja...untuk Pak Suami, Anak-anak gorengin udang yang sudah diberi tepung dan disimpan dalam kulkas. Nanti malam tinggal goreng sreng -sreng....




7. Melihat tanaman di pekarangan


       Ini kegiatan yang gak boleh dilewatkan setiap pagi atau sore. Pagi setalah subuh atau sebelum beraktifitas saya menyempatkan diri untuk melihat-lihat tanaman didepan rumah. Tanaman sayuran, bunga dan lainnya. Tidak banyak dan tidak luas namun cukupan untuk membuat hati, pikiran ini jadi lebih segar. Selain hobi masak, nguprek dapur dan menulis saya suka menanam, maklum bawaan dari kecil ..wong ndeso senenge nandur-nandur hehe. Hasil panen kadang saya bagikan ke tetangga atau teman. Alhamdulillah bersyukur-bersyukur ...bahagia bisa berbagi meskipun hanya lewat sayuran. Ini mungkin yang mampu membuat mood jadi lebih baik. Bahagia dengan memberi ...




 8. Menulis

Hemm...yang dimaksud ini bukan menulis disertasi atau tugas menulis ilmiah lainya lho..hehe. Tapi hanya coret-coret seperti ini ya Bund..hiks. Seringnya untuk bangkitkan mood menulis disertasi itu butuh booster yang berbeda-beda setiap orang. Bisa faktor tempat, fasilitas, suasana, dan aktifitas penunjang.

Kadang untuk memancing semangat membuka file diisertasi saya mulai dengan menulis di blog macam ini. Karena menulis di blog hanya bisa saya lakukan di laptop, maka biasanya saya akan membuka file disertasi setelah lelah menulis di blog.. hihi kayak ikan ya kudu dipancing.



9. Menonton Film Korea atau ke Bioskop

Ini udah lama enggak dilakukan...tidak nemu tema cerita yang oke

10. Mendengarkan musik
Ini juga jaraaaang ....

11. Pergi ke Perpustakaan atau ke toko buku

12. Ngetik ditempat ramai, seprti stasiun, mall

13. Ngadem di Tawang Mangu
Saya sukaa ngadem disana suasanya benar-benar nyaman untuk merefresh jiwa raga ini. Pulang dari sana biasanya saya bisa tidur nyenyak, pikiran segar dan mood nulis kembali datang.

14. Bertemu dan berdiskusi dengan teman

Ini juga manjur untuk menaikan mood, sayangnya karena berbagai kesibukan susah untuk bertemu.
Namun dengan bantuan teknologi di zaman now, saya masih bisa diskusi dengan teman kuliah melalui telpon or WA. Manfaatnya sama walaupun lebih manjur kalau bisa bertemu.

Demikian cerita tentang berbagai booster  yang pernah saya lakukan untuk mendongkrak mood. Mungkin masih banyak lagi lainnya, nbamun untuk kali ini cukup itu dulu ya..
Naah ..itulah moodboosterku, kalau Bunda apa??

Bungaku Love it

Belajar konsisten

Bismillah ..

Adik sekarang sudah mulai mandiri membaca buku Iqro dan buku AISM, kalau buku cerita kadang minta dibacakan.

Saya tambahkan membaca apa saja yang ditemui seperti kotak susu, buku menu dan lain sebagainya. Adik senang sekali dengan metode membaca apa saja yang ada sekitarnya. Metode membaca seperti itu disebut dengan metode Imersi. Meskipun tidak saya labeli benda yang kami baca, apakah masih termasuk metode imersi ya? hehe. Metode tersebut memberi manfaat kepada nak agar terpapar pada tulisan disekitarnya dan terbiasa untuk kemudian dapat membaca.

Membaca nyaring tetap saya lakukan karena manfaatnya yang sangat baik bagi perkembangan kemampuan membaca anak. 

Belajar menjaga komitmen dan konsisten, Tiada hari tanpa membaca...

Oiya, untuk pertama kalinya mendapat badge cantik ini, ini buah dari komitmen dan konsisten. Badge ini bukan tujuan, hanya sebagai tanda saja. Ada tujuan mulia yang ahrus dicapai, yaitu ibadah kepada Allah SWT. Manfaatnya mendidik diri untuk selalu komitmen dan konsisten, tidak hanya dalam menulis dikelas BundaSay namun seluruh aktifitas kehidupan ini. Semoga bisa lebih baik dan tetap semangat menulis lagi.aamiin


Bonus dari Komitmen dan Konsisten

Refreshing


Bismillah..

Hari sabtu hari libur karena tanggal merah, anak-anak tidak ada kegiatan ekstra kulikuler. Adik Ayla merengek minta pergi jalan-jalan. Sayapun sebenarnya merasa penat nian....

Kami emmang kayak tahu bulat ..sukanya dadakan langusng cussss. karena sering mbuat planning tapi tetiba ada jadwal pekerjaan dadakan dari dosen atau tugas kampus akhirnya gak bisa. Intinya ini udah butuh piknik nih otak.

Setelah musyawarah sekeluarga dan tanya-tinyi sama teman yang pengalaman kami memutuskan pergi ke daerah wisata tawang mangu. Rumah makan Nova menajdi pilihan, karena memenuhi syarat, letak di Tawang Mangu, ada kolam pemancingan, kolam renang dan menu utama ikan.

Alhamdulillah sangat menikmati suasana di sana, rekomend bangets untuk acara keluarga. Mamas dan Kakak senang memancing apalagi ikannya besar-besar. Baru menjatuhkan kail kekolam , pancing mamas sudah disambar ikan dan kenaaa....kamis semua tertawa bahagia.

Makanan yang kami pesan semua enak, memuaskan deh pokoe.
Tempatnya juga bersih banget, secara berkala dibersihkan oleh mas-mas pelayan disana, jadi gak ada tuh kotoran sampah yang numpuk.


Ikan hasil pancingan boleh dimasak disana boleh dibawa dalam keadaan hidup atau sudah dibersihkan oleh pihak rumah makan hanya nambah biaya 5 rb rupiah. Sementara harga ikan per kilo untuk patin 25 ribu dan 30 ribu untuk ikan emas atau nila.

Pelayanan cepat dan ramah, Musholla bersih meskipun kecil,kamar mandinya bersih, tempat aprkir cukup luas, petugas parkir sigap. Over all memuaskan. Anak-anak sangat berkesan...ingin kesana lagi.

Sabtu, 17 Maret 2018

Aliran Rasa Game Level #5. KOMITMEN



Bismillah ..

Alhamdulillah tantangan game level #5 sudah dilalui.
Bersyukur ditengah kesibukan yang semakin meningkat baik di ranah domestik maupun publik, namun masih bisa menjaga komitmen untuk membersamai anak, mengamati, menulis dan melaporkan tepat waktu tanpa rapel. Kata kuncinya adalah ''komitmen''.

Komitmen itulah yang menjadi pemantik semangat saya untuk bisa konsisten dalam menulis dan melaporkannya, apapun yang terjadi sesibuk apapun dan dimanapun berada. Maka, ketika saya tidak bisa menulis di blog karena posisi sedang dalam perjalanan saya mencari alternatif lain. Alternatif tersebut adalah menulis di google doc. Seperti pada waktu menulis laporan ke -3, saya lakukan di dalam bis perjalanan Jogja-Solo.

Kalau melihat kesibukan waktu itu rasanya mudah bagi saya untuk tidak menulis dan melaporkan tepat waktu. Namun karena adanya komitmen itulah saya harus bisa mengalahkan ''Wegah, capek, ngantuk dll.''. Pokoe bisa ora bisa inyong kudu nulis dan setor laporan tepat waktu. 😂😂😂

Saya harus memiliki komitmen untuk menstimulasi anak suka membaca terutama membaca nyaring, meskipun dua anak lainnya sudah bisa membaca sendiri. Mengingat bahwa ''membaca'' itu sangat banyak menfaatnya, perintah Allah dalam firman-Nya. Ingin mendidik anak-anak yang melek literasi, gemar membaca dan bisa berkarya melalui tulisan nantinya. Karena membaca adalah ibadah, membaca adalah suatu kebaikan, maka  harus diperjuangan. 

Pernah saya menulis pada saat menunggu dosen untuk bimbingan, di stasiun saat menunggu kereta, di dalam kereta saat pulang mengajar atau di dalam bis. Komitmen membuat saya bisa dan sempat menulis dimanapun.

''Allah itu sesuai prangka Hamba-Nya'', pedoman ini juga berlaku pada saat mengikuti game level 5 ini. Ketika saya berpikir '' harus bisa'', kemudian memiliki komitmen untuk menulis dan setor laporan tepat waktu, Allah berikan jalan itu. Padahal kalau melihat kesibukan waktu itu, rasanya tidak mungkin sanggup mengikuti game ini, apalagi bisa setor laporan tepat waktu. Sering saya sudah kelelehan karena aktifitas yang begitu padat, dan butuh konsentrasi lahir batin. Belum lagi urusan rumah tangga, anak-anak dan lain sebagai ya. Namun ..sungguh Allah Maha Baik, telah memberikan saya kekuatan untuk menjaga niat dan komitmen itu.

Memang saya belum bisa menulis yang berkualitas pada setiap laporan. Karena kertebatasan waktu, tenaga dan pikiran yang sduah tercurah pada penulisan lainnya, saya tidak sempat membaca ulang laporan, dan mengeditnya. Laporan saya tulis spontan, mengalir begitu saja. Tak heran gaya tulisan belum bisa move on , masih seperti  orang curhat, 😃😃😃. Mohon dimaklumi ya..hehe.  Saat ini saya sedang membangun komitmen diri terlebih dahulu. Memperbaiki kualitas tulisan akan menjadi agenda berikutnya. Semoga dimudahkan.aamiin.

Demikian aliran rasa ini, maaf ..maaf kalau tulisannya tidak berkenan.
Terimakasih








Day#17 Semoga bukan menjadi Last Day


Bismillah ...

Alhamdulillah masuk hari ke-17, menurut jadwal ini adalah hari terakhir menulis laporan di game Level 5 kuliah Bunda Sayang. Saya berharap ini bukan menjadi hari terakhir jari jemari ini menulis. Karena biasanya selesai satu game saya berhenti menulis, dan kembali menulis setelah game level selanjutnya dimulai. Hal tersebut menunjukkan bahwa menulis parenting belum menjadi kebiasaan saya, juga mengindikasikan bahwa komitmen menulis masih rendah. Hanya sebatas kewajiban menyelesaikan tugas laporan. Nah..mind set ini yang harus dirubah, menulis bukan sekedar gugurkan kewajiban namun menulis harus dijadikan suatu kebiasaan, dan menjadi kebutuhan. Butuh komitmen diri yang kuat untuk mencapainya, berlatih, berlatih dan terus berlatih. Lakukan, lakukan, lakukan....hehe. Bukankah jika ingin merubah sesuatu ''sayalah'' yang harus berubah lebih dahulu. Saya harus mampu menjadi teladan yang baik untuk anak-anak.

Baiklah selanjutnya saya akan membahas mengenai hasil stimulasi yang saya amati selama mengikuti game ini. Karena hari ini adalah hari terakhir maka saya akan melaporkan hasil amatan, analisa dan kesimpulan tentang kegiatan stimulasi anak suka membaca. Apa yang terjadi setelah anak distimulasi?

Indikator

Di laporan hari ke-16 saya sudah menyinggung soal ini, bagaimana keadaan anak dalam hal membaca setelah distimulasi? Apakah anak menjadi suka membaca? tentu saja itu yang diharapkan. Dikatakan suka, jika sebelumnya tidak suka membaca buku sekarang menjadi suka, yang semula sudah suka sekarang makin suka, semula anak membaca 1 buku dalam seminggu sekarang menjadi dua atau lebih, anak minta dibacakan, anak suka beraktifitas dengan buku-buku, anak membaca buku setiap hari tanpa disuruh. Itu diantara indikator anak suka membaca yang berhasil saya amati dari anak-anak kami. Kalau menggunakan grafik ya diharapkan meningkat minat membaca anak.


Indikator-indikator tersebut sudah terlihat dalam diri kakak sehingga saya dapat menyimpulkan bahwa kakak  suka membaca. Bagaimana dengan adik dan mamas? Adik lumayan sudah mulai tumbuh minat membaca dan belajar menulis. Sedangkan Mamas masih stagnan , biasa-biasa saja, Mamas lebih suka membuat video kemudian upload ke Youtube. Mamas tidak suka membaca buku. Kecuali buku komik. 

Hal lain yang saya amati adalah pohon literasi, pada awalnya mampu menjadi motivasi anak dalam membaca dan merasa senang kalau berhasil menempelkan daun dipohon literasinya. Mereka berlomba mengumpulkan banyak daun dengan membaca buku lebih banyak dari saudaranya. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena  memasuki hari ketiga anak-anak sudah tidak perhatian lagi dengan pohon literasi.


Uniknya meskipun kakak tidak care lagi dengan pohon literasi, tetapi tetap membaca buku koleksinya setiap hari. Sebelum tidur dia membaca buku bahkan saat dia tidur ditemani buku-buku yang bertebaran dikasurnya. Jika terbangun dia membaca lagi tidak peduli jam berapa dia terbangun.
Beberapa kali saya menemukan dia sedang abca buku dinihari.

Kesimpulan



Dari hasil pengamatan tersebut, maka saya dapat menyimpulkan bahwa  kakak suka membaca, adik mulai suka, mamas biasa-biasa saja. Dengan kata lain, kakak meningkat aktifitas membaca, adik juga namun belum signifikan. 


Evaluasi

Kegiatan yang kami lakukan dalam rangka menstimulasi anak suka membaca masih banyak kekurangan dan keterbatasan. Kekurangan tersebut antara lain; Family reading belum berjalan dengan baik karena susah menyamakan waktu untuk berkumpul seluruh anggota keluarga, orang tua sering sudah lelah ketika membersamai anak, begitu pula dengan anak-anak. Kesibukan saya dan Pak Suami akhir-akhir ini semakin meningkat, sehingga kegiatan membaca bersama tidak bisa dilakukan di jam dan waktu yang sama.  Intinya belum teroganisir dengan baik dari segi waktu, tempat, aktifitas dan kesiapan orang tua. Oleh karena itu kegiatan membaca bersama belum bisa menjadi aktifitas yang teratur meskipun sudah dilakukan.


Kami secara tidak sengaja  insyaallah sudah memberikan contoh aktifitas membaca kepada anak-anak. Karena setiap hari kami membaca buku baik buku kuliah maupun buku selain buku materi kuliah. Koleksi buku kami pun sudah cukup banyak. Secara berkala kami mengajak anak membeli buku ditoko buku. Menyediakan tempat untuk membaca di rumah. Mungkin semua itu masih perlu dimanage dengan baik dan lebih ditingkatkan lagi. Contoh saja tidak cukup, fasilitas saja tidak cukup, namun harus ditambah dengan kebersamaan atau membersamai anak-anak dalam membaca. 

Kami ingin anak-anak kami menjadi manusia yang membaca dan menulis. Minat baca orang Indonesia masih rendah. Kami tidak ingin anak kami menajdi salah satu penyumbang rendahnya minat baca anak Indonesia. Kami ingin anak kami turut berperan dalam upaya meningkatkan minat baca anak Indonesia. Selain itu ada hadist yang menyatakan bahwa ''Ikatlah ilmu dengan tulisan''. Semoga anak-anak kami menjadi manusia yang gemar membaca dan menulis. Aamiin

Saran Kegiatan di Masa Depan

1. Orang tua harus lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca bersama anak-anak.
2. Menambah koleksi buku yang disukai anak
3. Menyediakan tempat membaca dirumah yang lebih menarik
4. Mengajak anak mengunjungi perpustakaan
5. Membaca buku dengan suara nyaring
6. Berdoa supaya anak gemar dan suka membaca
7. dan lain sebagainya

Sekian tulisan kali ini, mohon maaf apabila banyak kekurangan, karena kurangnya ilmu dan waktu.
Terimakasih

#GameLevel5
#IbuProfesional
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Jumat, 16 Maret 2018

Camilan Ke-3 Game Level 5



 Camilan ke 3


Rabu, 14 Maret 2018

Menumbuhkan Budaya Membaca

Budaya membaca adalah suatu sikap dan tidakan untuk membaca yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan. Seseorang yang memiliki budaya membaca, artinya ia telah terbiasa menggunakan sebagian waktunya untuk membaca dalam waktu yang lama.

Adapun kebiasaaan masyarakat Indonesia dalam membaca dan menulis terbilang sangat rendah. Berdasarkan studi “Most Literate Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat baca. Indonesia tepat berada di bawah Thailand.

Rendahnya budaya baca masyarakat Indonesia ini bisa dilihat dari jumlah buku baru yang terbit di negeri ini, yaitu sekitar 8000 judul/tahun. Bandingkan dengan Malaysia yang menerbitkan 15.000 judul/tahun, Vietnam 45.000 judul/tahun sedangkan Inggris menerbitkan 100.000 judul/tahun. Kesenjangan budaya baca ini akan semakin terlihat kalau dibandingkan dengan Jepang. 

Seperti disampaikan Adrianus, pada World Book Day , 23 April lalu, data Bank Dunia menunjukkan minat baca anak Indonesia sekitar 51,7 persen, lebih rendah dari Filipina 52,6 persen, Thailand 65,1 persen, Singapura 74 persen, dan Jepang 82,3 persen.



Apa yang menjadi penyebab budaya baca masyarakat Indonesia rendah?


🍀Membaca tidak dibiasakan sejak dini baik oleh orang tua maupun oleh guru yang akhirnya  membaca tidak menjadi budaya bangsa.



🍀Kurangnya tempat atau akses membaca. Kalaupun ada, fasilitas dan buku-bukunya kurang memadai dari segi kuantitas dan kualitas.


🍀Kurangnya komitmen dan keramahan dalam memberikan pelayanan.

🍀Mahalnya buku bacaan sehingga buku tidak menjadi prioritas.


Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Di setiap tempat mulai cafe, halte bus, stasiun kereta, bandara, taman dan area publik lainnya kita jarang melihat orang membaca, mereka lebih banyak ngobrol, main HP, atau bengong sambil melamun.  

Paparan di atas menunjukkan bahwa masyarakat kita lebih dekat dengan budaya tutur (oral tradition) daripada budaya baca. Di tengah kuatnya budaya tutur, tiba-tiba datang teknologi audio visual yang menyajikan berbagai macam hiburan yang tidak saja didengar tetapi juga dilihat. Kondisi ini semakin menjauhkan masyarakat terhadap budaya baca, karena budaya menonton dan mendengar jauh lebih mudah dan lebih menyenangkan daripada budaya baca.



Bagaimana membangun masyarakat agar senang dengan membaca sekarang dan ke depannya?

🌸Kita harus mengubah mind set  bahwa untuk membangun bangsa yang kuat dan cerdas kita harus memulainya dengan literasi, menumbuhkan minat membaca, yang akhirnya menjadi budaya baca. Mulai dari keluarga atau lembaga pendidikan.

Memulai kebiasaan 15 menit membaca buku nontext pelajaran di sekolah, sesuai dengan Peraturan Mendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti melalui kewajiban membaca buku nontext pelajaran 15 menit sebelum kegiatan belajar.

🌸Memperbanyak tempat–tempat baca baik yang dilakukan oleh komunitas atau pemerintah.

🌸Bagi pengelola tempat baca, harus mengedepankan pelayanan yang baik dan ramah. 3S senyum, sapa dan salam.

🌸Perlunya dukungan pemerintah dan penerbit untuk mempermudah ketersediaan buku-buku

Kebebasan memilih bahan bacaan. Penelitian menyebutkan,  anak-anak menyukai prosa dibandingkan puisi, dan fiksi dibandingkan non fiksi. Perempuan lebih suka fiksi dibandingkan laki-laki. Laki-laki membaca lebih banyak biografi dan sejarah dibandingkan perempuan. Perempuan menyukai kisah tentang dirinya, dan novel mengenai etika dan kehidupan sehari-hari (Clearly, 1939 p 120; Coxw 1932, p.11 dalam Stauffer, 2007).  



Bagaimana memulai budaya baca di rumah?

⭐Lakukan pada saat yang tepat. Terapkan waktu baca yang teratur tapi fleksibel. Bisa pada saat sebelum tidur atau saat waktu senggang.

⭐Tak usah lama-lama. Mulailah dengan 30 detik saja lalu pelan-pelan tingkatkan.

⭐Mengeksplorasi buku bacaan yang ada

⭐Pilih dengan bijak. Carilah buku sesuai dengan usia dan kebutuhan agar tidak merasa bosan.

⭐ Khusus untuk anak-anak, bisa memberikan buku yang sama setiap hari. Memberikan buku baru setiap hari bisa membingungkan. Jadi buatlah perpustakaan mini, tak lebih dari delapan buku yang dibaca berulang-ulang. Dia akan belajar mengenali buku, memilih buku favorit dan akhirnya Ibu bisa disodori buku untuk "reading aloud".

⭐Cobalah kreatif. Nyanyikan kata-kata di buku atau peragakan.

⭐Lupakan kata-kata. Untuk anak yang lebih kecil fokus saja pada gambarnya. Beri nama hewan-hewan di gambar itu. Jadikan waktu membaca menjadi seru.



Apa yang perlu disiapkan untuk mendirikan rumah baca?



💥Semangat dan komitmen karena kalau tidak, biasanya tidak bertahan lama (tidak sustainable)

💥Tempat. Tempat yang setidaknya bisa untuk duduk bercerita atau meletakan rak buku. Tidak harus besar untuk langkah awal.

💥Memulai dengan 10 buku pun cukup. Penambahan buku tidak harus langsung banyak tapi bertahap. Jika sebulan hanya mampu menambah 5 buku maka carilah cara yang menarik untuk menampilkan buku tersebut. Jangan langsung dipajang tapi bisa dengan menceritakan di depan anak satu buku per pekan agar terlihat selalu ada yang baru setiap pekannya.

 Tim Fasilitator Bunsay3
--------
Sumber  Pustaka 

Wawancara dengan Haerul Affandi, Duta cerita Solo (The Habibie Center) 2017

Parenting Indonesia, Masa Tumbuh 0-12 tahun, Irene Koesoetjahjo, PT Dinamika Media Internasional, Mei, 2010

Tulisan Ega Andina “ Memotivasi Minat Baca”, dimuat dalam Majalah Info Singkat (Vol. VIII No.22/II/P3DI/November/2016) . Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI .ISBN 2088-2351

http://gpmb.perpusnas.go.id/index.php?module=artikel_kepustakaan&id=42

K Kamsul ; Strategi  Pengembangan dan Minat Gemar Membaca : e-dokumen.kemenag.go.id/files/G4pKDLun1338123296.pdf

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/04/20/o5xr06282-minat-baca-anak-indonesia-jauh-lebih-rendah-dari-jepang

Day#16 Apa Indikator Anak Suka Membaca?

Bismillah ..


Memasuki hari ke-16 tantangan Game Level 5 saya belum melihat seberapa banyak daun dipohon literasi yang berhasil tumbuh (baca: ditempel). Karena pohon literasi itu fungsinya hanya untuk memotivasi anak suka membaca, membiasakan anak membaca agar suka membaca. Ehh bahasanya gimana sih..hehe.

Bagaimana grafik perkembangan anak-anak dalam membaca? meningkat, stagnan atau malah menurun? Kalau meningkat indikator  apa? begitu juga sebaliknya.

Tujuan menstimulasi anak suka membaca dalam game level 5 ini, apakah sudah tercapai di hari ke -16 ini? Apakah anak sudah mulai berminat membaca? menyukai buku? dan lain sebagainya.  Saya mencari literatur mengenai indikator anak suka membaca, namun tidak ketemu, mungkin penelusuran saya yang kurang. Nah, bagaimana perkembangan  adik, kakak, dan mamas dalam hal membaca setelah distimulasi selama 16 hari?. Alhamdulillah adik sudah lebih semangat membaca, kalau mau tidur minta dibacakan buku cerita, Mamas grafiknya datar -datar saja, memang dari dulu tidak suka membaca meskipun distimulasi dari usia 6 bulan dengan berbagai buku, tetap saja kurang suka membaca. Berbeda dengan kakak, yang dari kecil sudah suka membaca, setelah distimulasi semakin meningkat kesukaannya membaca. Seperti yang saya lihat tadi dinihari sekitar pukul 3.00 WIB, saya bangun. Ketika akan kekamar mandi betapa terkejutnya saya, melihat kakak sedang membaca sambil tiduran. Rupanya dia membaca majalah Bobo yang kami beli kemarin sore di toko perlengkapan sekolah.

''Kak..kok belum tidur?''
''Udah kok, tadi terbangun ..trus aku membaca'' jawabnya ketika saya tanya.
''Ooh...ya sudah anak sholihah, lanjutkan''

Dari ketiga anak saya yang sudah kelihatan suka membaca adalah kakak, sementara adik dan mamas menyukai hal yang berbeda. Tidak apa-apa, setiap anak memang memiliki kesukaan masing-masing, namun kami akan terus memberi stimulasi agar anak-anak suka membaca. Kami harus banyak belajar untuk itu. Bismillah ..tetap semangat. 



  
  

Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...