Senin, 17 April 2017

Review GFOS DAY IIP SOLO RAYA - Kegiatan Bersama Keluarga Hari Ahad



1⃣ Nama Tim:  Happy Team

2⃣ πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘§ Peserta Kegiatan :  Ayah, Ibu, 3 Anak

3⃣ Judul dan Timeline Kegiatan Keluarga Hari Ahad
 Antara Bandara dan Ciblon

4⃣ πŸ›€ Foto /Dokumentasi Kegiatan
5⃣ Catatan

Dari subuh anak-anak sudah antusias mau mandi karena hari ini mau jemput Abinya di Bandara,padahal kami mau berangkat jam 9.00 wib. Sementara anak2 menyiapkan perlengkapan mandi saya menyiapkan sarapan. Usai mereka mandi dan berpakaian..saya minta anak2 menyiapkan pakaian ganti juga perlengkapan lainnya..seperti handuk, sabun, shampoo dll. Si kecilpun sudah bisa menyiapkan perlengkapannya sendiri. Eh..ngapa sih maunke bandara kok bawa perlengkapan begituan segala? Rencana mau ciblon di kolam dekat bandara, setelah jemput Abi. Oo...πŸ˜ƒπŸ™

Pukul 6.00 anak-anak sudah selesai sarapan, bude yang bantu2 juga sudah datang. Saatnya aku buka laptop teruskan kerjaan.. sembari menunggu waktu berangkat. Lumayan dapat sedikit2..hehe. Tak lupa manasi mesin kendaraan dulu..agar tidak buru-buru saat bergkat nanti.

Tibalah saat berangkat..anak-anak dibantu bude memasukan tas - tas berisi perlengkapan renang.
Tak lupa cek n ricek, supaya tidak ada yang ketiggalan. Bude ndak mau ikut alasannya mau ada acara sama keluarganya.

Rupanya kami tiba lebih awal, Abi belum sampai. Jadwal kedatangan pesawat yang ditumpangi Abi mundur beberapa menit, anak2 jadi punya waktu untuk mengeksplor lobi bandara dan nyicipi jajanan disana. Mereka berlarian kesana, kemari ..kadang mendekatiku, untuk bertanya sesuatu yang kiranya menarik bagi mereka. Dalam hati tak henti berdoa, semoga Allah melindungi keselamatan Abi..aamiinπŸ˜‡πŸ˜‡

Jadwal kedatangan sudah tiba, tapi kenapa Abi belum kelihatan juga. Kami clingak -clinguk mencarinya dari balik dinding kaca..depan pintu kedatangan. Anak-anak tak sabar mau ketemu Abinya. Seorang petugas memberitahukan kalau penumpang pesawat dari Jakarta di alihkan ke pintu timur. Oalah..segera kami dan beberapa orang penjemput lainnya pindah ke pintu kedatangan sebelah timur.

Alhamdulillah Abi tlah tiba dengan selamat πŸ˜‡. Anak-anak riang berlarian berebut memeluk Abinya..emaknya juga ikutan ding tapi belakangan aja..😁    


Seperti rencana semula kami mampir ke sebuah resto tak jauh dari bandara, Bunda2 pasti dah pada tau ya nama restonya.." Ayam-ayam Resto", Klodran.
Pengunjung sangat ramai, semoga masih kebagian tempat. Sebelum renang anak-anak kami minta makan dan sholat dhuhur terlebih dahulu karena waktu sholat dhuhur hampir tiba.


Naah...tibalah saatnya ciblon πŸ˜ƒyeaay...anak- anak sangat gembira kalau sudah nyemplung air. Mereka bertiga memang sangat suka aktifitas yang berhubungan dengan air, sampai dibilang hantu air. Sama gak sih...dengan anak2 lainnya?πŸ€”

Awalnya saya hanya ingin mengawasi saja, nggak mau ikutan nyemplung..toh kedua kakaknya sudah bisa diminta ngawasi adiknya. Kali ini kok ndak tega ya..akhirnya ikutan nyemplung deh. Abinya bertugas jaga barang bawaan, ee..malah ketiduran karena kecapean. Biasane kl renang gini saya dan abinya duduk dibangku pinggir kolam sambil ngetik..😣. Nemen amat ya..itulah cara kami memanfaatkan dan membagi waktu yang rasanya selalu tak cukup..hiks. Harapannya anak-anak senang, emak -bapak kerjaan kelar..πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ™πŸΌ

Tengah hari kok ciblon ..apa ndak panas? Disekitar kolam ada pepohonan jadi gak terasa panas. Sudah 2 jam lebih anak2 ciblon tapi belum mau mentas juga. Si kecil sampai kebiruan bibirnya, kubujuk untuk mentas dan bilasan, alhamdulillah dia mau. Sementara yang dua meneruskan ciblonnya, kadang lompat2 ...dan minta difoto, halaah virus era digital πŸ˜ƒπŸ˜†

Menjelang Ashar kami meninggalkan resto tersebut. Diperjalanan anak-anak masih saja segeeer dan ceria..gak kelihatan capek atau ngantuk, jadilah sepanjang perjalanan diisi dengan bercanda tawa. Mb alya anak kedua tetiba mengingatkan kalau harus beli sepatu hitam untuk upacara senin. Mas Arsyad ngajak mampir ke Mall...halaah ya kejauhan. Kami bujuk beli di toko tak jauh dari rumah aja, legaa..alhamdulillah mereka manut padahal dah kuatir pada ngambek atau nangis.

Sepatu yang diidamkan sudah dapat, kami segera lanjut perjalanan pulang ke rumah..sholat ashar dan istirahat. Alhamdulillah..πŸ˜‡πŸ˜‡

Mekaten Bunda2..kegiatan ahad FGOS kami kemarin. Terimakasih

Salam dari kami :
Ayah : Budi Kadaryanto
Ibu : Sri Rahayu
Anak : Muh. Arsyad Kadaryanto
 Alya Muthmainnah Kadaryanto
            Ayla Zhafira Kadaryanto⁠⁠⁠⁠

Antara Bandar dan Ciblon

Sejak gabung di IIP Solo Raya, saya jadi seneng nulis nih..karena di komunitas ini setiap hari senin, kami diminta sharing acara hari ahad bersama keluarga. Mungkin karena kebiasaan sejak kecil suka ocret-coret nulis apa saja..sekarang jadi enteng menuliskannya, walau masih ahrus banyak belajar tata bahasa yang sesuai EJAaan Bahasa Indoensia (EBI).
 Ini tulisan kedua #GFOS ..MOnggo disimak...😍





Review GFOS DAY IIP SOLO RAYA - Kegiatan Bersama Keluarga Hari Ahad


1⃣ Nama Tim:  Happy Team

2⃣ πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘§ Peserta Kegiatan :  Ayah, Ibu, 3 Anak

3⃣ Judul dan Timeline Kegiatan Keluarga Hari Ahad
 Antara Bandara dan Ciblon

4⃣ πŸ›€ Foto /Dokumentasi Kegiatan

5⃣ Catatan


Dari subuh anak-anak sudah antusias mau mandi karena hari ini mau jemput Abinya di Bandara,padahal kami mau berangkat jam 9.00 wib. Sementara anak2 menyiapkan perlengkapan mandi saya menyiapkan sarapan. Usai mereka mandi dan berpakaian..saya minta anak2 menyiapkan pakaian ganti juga perlengkapan lainnya..seperti handuk, sabun, shampoo dll. Si kecilpun sudah bisa menyiapkan perlengkapannya sendiri. Eh..ngapa sih maunke bandara kok bawa perlengkapan begituan segala? Rencana mau ciblon di kolam dekat bandara, setelah jemput Abi. Oo...πŸ˜ƒπŸ™

Pukul 6.00 anak-anak sudah selesai sarapan, bude yang bantu2 juga sudah datang. Saatnya aku buka laptop teruskan kerjaan.. sembari menunggu waktu berangkat. Lumayan dapat sedikit2..hehe. Tak lupa manasi mesin kendaraan dulu..agar tidak buru-buru saat bergkat nanti.

Tibalah saat berangkat..anak-anak dibantu bude memasukan tas - tas berisi perlengkapan renang.
Tak lupa cek n ricek, supaya tidak ada yang ketiggalan. Bude ndak mau ikut alasannya mau ada acara sama keluarganya.

Rupanya kami tiba lebih awal, Abi belum sampai. Jadwal kedatangan pesawat yang ditumpangi Abi mundur beberapa menit, anak2 jadi punya waktu untuk mengeksplor lobi bandara dan nyicipi jajanan disana. Mereka berlarian kesana, kemari ..kadang mendekatiku, untuk bertanya sesuatu yang kiranya menarik bagi mereka. Dalam hati tak henti berdoa, semoga Allah melindungi keselamatan Abi..aamiinπŸ˜‡πŸ˜‡

Jadwal kedatangan sudah tiba, tapi kenapa Abi belum kelihatan juga. Kami clingak -clinguk mencarinya dari balik dinding kaca..depan pintu kedatangan. Anak-anak tak sabar mau ketemu Abinya. Seorang petugas memberitahukan kalau penumpang pesawat dari Jakarta di alihkan ke pintu timur. Oalah..segera kami dan beberapa orang penjemput lainnya pindah ke pintu kedatangan sebelah timur.

Alhamdulillah Abi tlah tiba dengan selamat πŸ˜‡. Anak-anak riang berlarian berebut memeluk Abinya..emaknya juga ikutan ding tapi belakangan aja..😁

Seperti rencana semula kami mampir ke sebuah resto tak jauh dari bandara, Bunda2 pasti dah pada tau ya nama restonya.." Ayam-ayam Resto", Klodran.
Pengunjung sangat ramai, semoga masih kebagian tempat. Sebelum renang anak-anak kami minta makan dan sholat dhuhur terlebih dahulu karena waktu sholat dhuhur hampir tiba.

Naah...tibalah saatnya ciblon πŸ˜ƒyeaay...anak- anak sangat gembira kalau sudah nyemplung air. Mereka bertiga memang sangat suka aktifitas yang berhubungan dengan air, sampai dibilang hantu air. Sama gak sih...dengan anak2 lainnya?πŸ€”

Awalnya saya hanya ingin mengawasi saja, nggak mau ikutan nyemplung..toh kedua kakaknya sudah bisa diminta ngawasi adiknya. Kali ini kok ndak tega ya..akhirnya ikutan nyemplung deh. Abinya bertugas jaga barang bawaan, ee..malah ketiduran karena kecapean. Biasane kl renang gini saya dan abinya duduk dibangku pinggir kolam sambil ngetik..😣. Nemen amat ya..itulah cara kami memanfaatkan dan membagi waktu yang rasanya selalu tak cukup..hiks. Harapannya anak-anak senang, emak -bapak kerjaan kelar..πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ™πŸΌ

Tengah hari kok ciblon ..apa ndak panas? Disekitar kolam ada pepohonan jadi gak terasa panas. Sudah 2 jam lebih anak2 ciblon tapi belum mau mentas juga. Si kecil sampai kebiruan bibirnya, kubujuk untuk mentas dan bilasan, alhamdulillah dia mau. Sementara yang dua meneruskan ciblonnya, kadang lompat2 ...dan minta difoto, halaah virus era digital πŸ˜ƒπŸ˜†

Menjelang Ashar kami meninggalkan resto tersebut. Diperjalanan anak-anak masih saja segeeer dan ceria..gak kelihatan capek atau ngantuk, jadilah sepanjang perjalanan diisi dengan bercanda tawa. Mb alya anak kedua tetiba mengingatkan kalau harus beli sepatu hitam untuk upacara senin. Mas Arsyad ngajak mampir ke Mall...halaah ya kejauhan. Kami bujuk beli di toko tak jauh dari rumah aja, legaa..alhamdulillah mereka manut padahal dah kuatir pada ngambek atau nangis.

Sepatu yang diidamkan sudah dapat, kami segera lanjut perjalanan pulang ke rumah..sholat ashar dan istirahat. Alhamdulillah..πŸ˜‡πŸ˜‡

Mekaten Bunda2..kegiatan ahad FGOS kami kemarin. Terimakasih

Salam dari kami :
Ayah : Budi Kadaryanto
Ibu : Sri Rahayu
Anak : Muh. Arsyad Kadaryanto
 Alya Muthmainnah Kadaryanto
            Ayla Zhafira Kadaryanto

Jumat, 14 April 2017

Proses Hadirmu, Sang Buah Hati πŸ’–πŸ’–πŸ’–



Membicarakan buah hati memang taida habisnya dibahas, mulai dari kehamilan sampai masa anak-anak bahkan remaja. Masa kehamilan ketiga buah hati kami memiliki banyak kesamaan, terutama saat tri wulan pertama, saya mengalami masa nyidam, teler atau mabok istilah lainnya. Gejalanya pusing, mual, muntah. Gejala itu muncul mulai pagi hari sampai jam 12 siang. Kalau sudah bisa keluar isi perut biasanya penderitaan berkurang , dan sedikit demi sedikit bisa diisi makanan lagi. Masa – masa penuh penderitaan itu berlangsung sekitar 3 – 4 bulan, setelah itu kembali normal, bisa menyantap makanan apa saja walaupun kadang malah sebaliknya gak punya selera makan sama sekali. Setiap mau makan, kudu dipancing dulu, dengan melihat gambar makanan dari majalah, iklan tivi atau cerita tetangga tentang menu makanan yang enak-enak, serba salah ya πŸ˜€πŸ˜„


Uniknya saat hamil, kalau makan dirumah biasanya langsung keluar, tapi kalau makan ditempat orang, bukan di restoran atau warung makan lhoo..bisa lahap dan habis banyak. Kadang aku kerumah teman bawa bekal makanan, nanti di makan sama-sama dirumahnya. Selain itu ada keanehan lain, pas hamil anak pertama..kalau pagi sebelum berangkat kerja, diajak jalan dulu sama suami naik motor menyusuri kota, istirahat kalau sudah hilang mualnya kemudian diajak pulang. Masih ada lagi, waktu itu aku masih studi master, kuliah hari senin – kamis mulai pukul 4 sore sampai 10 malam. Kalau dirumah, dari pagi sampai siang lemes aja bawaanya, ibaratnya menyangga kepala aja gak kuat, kudu rebahan atau duduk, ajaibnya kalau sudah dikampus sampai jam 22 malam tetap segeer aja. Itulah berbagai cara unik menghilangkan mabok hamil, aneh tapi nyata, ndak bisa  sembuh sebelum usia kehamilan 4 bulan lebih.


Itu kehamilan anak pertama, anak kedua sedikit berbeda..gak bisa suami ngajak keliling kota sebelum berangkat kerja, karena ketika kandungan berusia dua bulan beliau berangkat studi ke benua yang lain. Sejak itu raga kami berjarak ribuan mill alias LDR (Long Distance Relationship) kalau sekarang dikenal juga dengan LDM (Long Distance Marriage). Subhanallah, Allah memberi ujian sesuai kemampuan hamba-Nya, mungkin karena LDM, kehamilan kali ini masa maboknya hanya 3 bulan, itupun gak separah kehamilan pertama. Bagaimana dengan anak ketiga? Hampir 4 bulan masa maboknya, mungkin lagi karena abinya sudah kembali bersama kami jadi kambuh lagi seperti hamil anak pertama hehe, bedanya suami sudah mulai lebih sibuk banyak tawaran pekerjaan sehingga gak bisa sering – sering menemani kami.


Proses kelahiran ketiga buah hati kami, masing – masing  memiliki kesan tersendiri. Anak pertama lahir normal , anak ketiga lahir dengan operasi sesar (SC) karena plasenta previa dan posisi sungsang, terlalu berisiko kalau memilih lahir normal. Kami anggap paling Istimewa adalah proses kelahiran anak kedua, ptidak bisa ditunggui oleh abinya, hanya ditunggui kakak-kakakku dan ibuku saja. Sore itu aku mau ambil wudhu untuk sholat ashar, ternyata aku melihat ada bercak darah, aku tau itu salah satu tanda mau melahirkan. Kusampaikan kepada ibuku dan anggota keluarga lainnya, segera aku diantar ke klinik yang sudah aku pilih. Semua perlengkapan ibu dan bayi sudah kususun rapi di dua tas yang berbeda, agar mudah nanti membawanya. Sampai di klinik diperiksa oleh Bu Bidan, tampaknya baru bukaan dua, aku sempatkan menulis sms kepada suamiku.


Tak lama kemudian beliau telpon  suarane terdengar panik..aku coba tenangkan bahwa aku baik – baik saja,minta didoakan saja prosesnya lancar dan selamat semuanya. Telpon ditutup karena mau sholat jumat, di sana saat itu masih siang. Rasa sakit yang tak terkira semakin terasa..aku menyebut asma Allah, sambil mencoba gerak – gerak untuk mengurangi rasa sakit, rasa cemas menyusup dihatiku, karena suamiku tidak bisa dihubungi, rupanya  jaringan sinyal seluler sedang rusak diseluruh daerah sekitarku, praktis handphone (HP) tidak bisa digunakan untuk komunikasi dalam bentuk apapun. Rasa nyeri semakin sering, ketuban sudah pecah ..ya Allah warnanya kehijauan, semoga tidak apa-apa, aku jadi takut karena anak pertama dulu warna ketubannya putih bening. Terus berdoa mohon yang terbaik, sambil meringis menahan nyeri yang hebat..sudah bukaan delapan, tapi belum ada kontraksi. 


Detik – detik menjelang kelahiran, HP disampingku berdering, aku raih segera alhamdulillah jaringan sudah kembali normal dan ternyata Abi yang telpon, terdengar tangis diseberang sana, ya Allah kasihan suamiku, sampai seperti itu mencemaskanku karena usai sholat jumat tidak bisa hubungi kami.  Beliau terus memberiku semangat..aku menjawab dengan suara patah – patah  menahan nyeri yang semakin kuat, beliau terus memotivasi dengan kata indah yang berusaha menguatkanku ...namun saat nyeri semakin tak tertahan HP kuletakkan tanpa sempat pamitan...terdengar suara suamiku haloo..haloo...Mi..Miii...Miiii....tut..tut..sambungan telepon putus


Entah apa yang dipikirkan bidan yang menolongku saat itu, melihat adegan dramatis dan romantis seperti  di sinetron. Alhamdulillah setelah menunggu kurang lebih dua jam, bayi kami lahir dengan selamat, masyaaallah benar perkiraan Bu Bidan..bayiku berat badannya 4 kg!, lahir normal, pantes saja tadi aku merasa badanku seperti mau pecah saat mengeluarkannya, beda banget dengan kelahiran anak pertama yang bobotnya hanya 3, 1 kg.  Saat dijahit,  rasa sakit tak kurasakan lagi, padahal kata bidan bukan dijahit lagi mbak, ini mah diobras, haha, rasa sakit hilang saat melihat bayiku yang montok, sehat dan cantik ...

HP berdering lagi..dari Abi, aku pakewuh sama bu bidan mau nerima telpon itu, tapi mereka maklum jadi menyarankanku untuk menerima telpon, padahal aku masih dalam kondisi sedikit lemas, belum dibersihkan, nafas yang masih tersengal, keringat membanjiri seluruh tubuhku,basah. Bu Bidan masih menekan – nekan perutku, sepertinya ada sesuatu yang masih harus dikeluarkan. Kuterima telpon dari suamiku, adegan dramatis plus romantis kembali dimulai hehe😊. Bidan yang menolongku tiga orang, diklinik ini tidak ada perawat, satu bidan menekan perutku, membersihkan tubuhku, satu lagi menolong bayiku, sedangkan satu lagi memberi pengarahan, beliau bidan senior. Telpon ditutup kembali, dan akan menelpon lagi jika bayi kami sudah dibersihkan untuk di adzani.


Ba’da maghrib aku dan bayiku sudah dipindah ke ruang perawatan, sudah bersih, rapih dan wangi. Bayi sudah bisa ngAsi, walau kudu berdebat dulu dengan bidannya, yang meminta diberi sufor, sedangkan aku berusaha meyakinkannya bahwa aku bisa, karena Asi juga sudah keluar sejak usia kandungan 6 bulan. Suami menelepon lagi, untuk mengadzani anak kami, karena kondisi berjarak jauh..maka diadzani lewat handphone..ya Allah menetes air mata ini, antara bahagia sekaligus haru. Alhamdulillah ..bersyukur meskipun berjauhan, bayi kami masih bisa diadzani langsung oleh abinya. Beberapa tahun kemudian ada iklan salah satu provider seluler nasional yang tayang di stasiun televisi seperti adegan itu, iklan itu bercerita tentang pasangan yang LDM, melahirkan tak ditunggui dan bayinya di adzani via handphone, mirip kisah kami...😊

#NBB
#NulisBukuBareng               
#IIPSoloRaya
#Buahhati

Rabu, 12 April 2017

Ph.D Emak



Ph.D Emak..


‘’ Menuntut ilmu itu dari buaian sampai ke liang lahat” ( HR. Ibnu Adi, Abu Nu’aim, Ibnu Abdil Barr, Al-khotib, Al-Baihaqi).

Itu salah satu hadist yang menyatakan kewajiban menuntut ilmu bagi setiap manusia. Kewajiban menuntut ilmu yang didasarkan pada hadist tersebut bermakna luas, menuntut ilmu disini tidak harus di lembaga formal seperti sekolah atau perguruan tinggi, tetapi bisa juga di majelis taklim, organisasi kemasyarakatan, membaca buku dan lain-lain.

Alhamdulillah aku diberikan kesempatan oleh yang Maha Kuasa, Yang Maha berilmu, untuk menuntut ilmu di lembaga formal. Walaupun usiaku tidak muda lagi..namun semangat menuntut ilmu tidak bisa lekang dari kalbuku..ciyeee. Aku percaya, bahwa setiap manusia lahir ke dunia sudah dibekali dengan berbagai alat dalam dirinya agar kelak ketika dewasa bisa berperan dalam kehidupannya baik bagi diri, orang lain dan lingkungannya. Alat itu berupa sifat, kemampuan, bakat dan rasa yang kuat yang bersemayam didalam diri. Aku tidak tau alat apa yang dititipkan Allah kepadaku, yang paling aku tau sejak kecil aku senang sekolah dan bermimpi bisa sekolah setingi-tingginya. Sejak kecil aku juga ingin bersekolah di Jawa, tepatnya di Yogyakarta karena aku lahir disana. Rasanya ada kesenangan tersendiri memikirkan hal itu, rasa yang tidak bisa diungkap dengan kata dan hanya aku yang bisa merasakannya. Ya iyalaah..πŸ˜„πŸ˜„

Dari cerita itu jadi tau kan mengapa sampai setua ini masih semangat sekolah. Semangat studiku bukan karbitan, tapi sudah ada sejak masih kanak-kanak, saat belum ngerti apa2..ngertinya pokoe sekolah. Halah itu kan duluuu...kalau sekarang paling karena tuntutan profesi sebagai pengajar,hehe..itu ada benarnya juga sih, tapi motivasi terbesar ya ingin menuntut ilmu, karena masih semangat dan alhamdulillah diberikan kemudahan dalam mendapatkan kesempatan itu. Menuntut ilmu itu kan salah satu bentuk ibadah dan jihad, ''jihad melawan kebodohan''. Harapannya, semoga ilmu itu akan membuatku menjadi orang yang lebih baik dan lebih banyak manfaat.Aamiin.

 Suamikulah orang yang bisa melihat semangatku untuk studi lagi, beliaulah yang memotivasi agar aku lanjut studi. Alhamdulilah dikarunia Allah seorang suami yang sangat mendukungku untuk untuk terus bisa mengembangkan diri, meskipun anak-anak masih kecil bahkan ada yang masih menyusu Asi. Kegiatanku mengajar disela-sela mengasuh anak - anak kulakukan seminggu sekali diakhir minggu, mengajar di salah satu perguruan tinggi di Lampung Timur. Walaupun aku sendiri punya semangat setinggi langit, namun Allah juga memberiku  rasa minder dan takut setinggi awan. Takut sekali hijrah ke Jawa dengan 3 anak kecil, pastilah sangat repot, selain itu kemampuan diri yang pas-pasan, merasa diri tidak mampu, takut gagal dan kecemasan lainnya sangat menghantuiku. Berkat dorongan suami tercinta dan teman-teman sevisi ..aku beranikan diri hijrah ke Jawa untuk studi, padahal saat itu anakku yang paling kecil baru berusia 8 bulan, anak kedua usia 5 tahun dan anak pertama 7 tahun. Bismillah ..nekad bedol desa, boyongan sekeluarga. Seperti mimpi rasanya bisa tinggal di pulau Jawa, ini benar-benar karunia Allah yang tiada tara, tanpa kehendak Allah aku tak akan bisa sampai di bumi Jawa, Solo Raya khususnya. 

Sesampai di Jawa aku mempersiapkan segalanya, termasuk mencari sekolah untuk anak-mbarep dan kedua. Setelah urusan anak-anak beres, barulah aku mempersiapkan diriku untuk mendaftar di salah satu PTN Surakarta. Singkat cerita, setelah melalui serangkaian tahapan tes yang melelahkan lahir dan batin alhamdulillah aku bersama ke 15 temanku dinyatakan di terima di salah satu perguruan tinggi negeri di Surakarta, sujud syukur kepada Allah atas karunia ini. Selanjutnya kehidupan baru yang penuh berjuangan ada didepan mata...taaraaa...eng ing eng..πŸ˜ƒ

Menjalani hari-hari sebagai mahasiswa baru di rantau orang tanpa didampingi suami tercinta alias LDR atau LDM (long distance marriage), dengan tiga anak yang masih kecil dan jauh pula dari sanak saudara, bukan hal yang mudah. Kalau dibayangin rasanya aku nggak sanggup, tapi aku punya prinsip bahwa hidup itu jangan di bayangkan, tapi dijalani, disyukuri dan  dinikmati..hehe. Bersyukur dari pengalaman itu aku menjadi tau kekuatan yang Allah titipkan kepada diri ini...ooh ternyata aku bisa yaa..hee. Pernah aku tanya sama suamiku. ’’ Abi kok berani sih melepas istrinya di tempat sejauh ini, tanpa keluarga cuma sama anak-anak?’’. ‘’Karena aku percaya ..kamu itu bisa’’..suit..suit...jawabannya bikin GR dan pengen nangis trus mukul bahunya pake bantal, sayange nun jauh disana ..hiks 😒

Dikelas Aku merasa menjadi mahasiswa paling gak pinter, walau aku bekerja sebagai dosen, aku masih minim pengalaman dibandingkan dengan teman-temanku di kelas yang notabene memiliki pengalaman keilmuan segambreng, menulis, membaca jurnal internasional juga pengalaman menjabat dan lain-lain. Itu sangat berpengaruh pada perjalanan studiku di awal semester, justru itu yangvmembuatku makin semangat untuk lebih giat belajar. Meskipun kawan-kawan dikelas pinter-pinter tetapi, aku merasa nyaman karena mereka tidak ada yang merasa paling pinter, mereka sangat rendah hati, tidak pelit untuk berbagi ilmu yang sebagian besar masih buta bagiku. Lagi-lagi aku sangat bersyukur..πŸ’š

Tahun pertama kulalui dengan sangaaat berat, kuliah hanya dua hari per minggu, tapi tugasnya seabrek, kudu digarap tiap hari. Jadilah setiap malam aku begadang nggarap tugas, membaca jurnal seabrek yang semuanya berbahasa inggris, sedangkan bahasa inggrisku nggratul2...huaa. Aku tidak menyerah, malah makin penasaran bagaimana membaca jurnal yang efektif dengan banyak membaca dan bertanya kepada teman-teman juga suami. Terjemahanku masih kasar, segala alat dicoba..kamus, google translit atau tanya teman dan suami, itupun gak bisa sering-sering, karena  suami  sangat sibuk. Kalau gak kepepet gak berani ganggu pekerjaaanya, lagian jauuh di seberang sana. Kalau pas datang berkunjung gak tegalah ngasih kerjaan, masak dah lama gak ketemu, begitu ketemu diminta terjemahkan jurnal...haha. Ada lagi..alasan gak mau minta tolong ke suami pertama ingin melatih kemandirian belajar dan mengasah kemampuan, kedua aku gak mau dituduh ngandelin suami..mentang – mentang suami dosen bahasa inggris.

Tantangan studiku bukan hanya LDM, gagap ilmu namun, saat tugas menumpuk, khadimat ijin berhari-hari, sedangkan anak-anak sakit bareng bertiga dan banyak lagi tantangan lainnya. Sering sekali aku hadapi hal-hal yang tak terduga seperti ini misalnya, pernah suatu hari aku sudah siap-siap berangkat kekampus, baru keluar pintu rumah, tetiba khadimat minta ijin karena dikabari anaknya mau melahirkan, sedangkan aku hari itu dapat tugas presentasi. Rasanya ingin marah..kenapa mendadak, tapi ya sudahlah, aku coba kalem bersabar, sambil mikir anakku mau dititipkan siapa, akhirnya aku titipkan di TPA di sekolah kakaknya. Dengan hati agak dongkol kugendong si bungsu, naik sepeda motor mampir TPA sekalian kekampus. 

Ijin khadimatku ternyata sampai dua minggu, otomatis semua aku kerjakan sendiri, menjaga si bungsu, kerjakan tugas review jurnal dan bahan presentasi, menyediakan makanan, baju seragam, memandikan si bungsu, bantu isi PR, menemani mengaji dan antar jemput kakak ke sekolah, juga beberes rumah . Sering aku baca jurnal atau ngetik sambil menyusui anakku, sampai tertawa melihat diriku sendiri πŸ˜„ untung gak difoto waktu itu, walhasil, belajar siang malam, sering lembur ,  makan jadi tidak teratur, akhirnya badan rasanya kuyuu sekali..nglemprek. Pernah juga saat dikejar deadline..anak-anak sakit bareng bertiga, tengah malam aku bawa salah satu anakku ke dokter, yang dua aku tinggal dirumah karena sedang tidur.  Ya Allah...kalau sudah begitu, rasanya nyesek dada ini, ingin menjerit dan menangis sejadi-jadinya 😭, terus  telpon suami, beliau dengan telaten membesarkan hatiku, menyabarkan aku, ngepuk puk aku sampai aku lega dan semangat lagi. Seringnya aku ndeprok di sajadah sambil nangis sesenggukan mengadukan semuanya sampai lemes dan lega. 

Ya Allah beri aku kekuatan, ridhoilah jalan yang aku pilih ini, berkahilah..aamiin. Kadang diri yang masih lemah iman ini protes Ya Allah ..gini amat sih lakon hidupku, terselip perasaan menyesal dihatiku, salahkah jalan yang kupilih ini? pertanyaan yang sangat melemahkan semangatku apalagi Syaiton gak mau ketinggalan peran untuk menggodaku dengan berbisik..''salahmu dewe, wes urip enak disana ..malah petakilan sekolah di rantau orang''. Huaa...tidaaaak, seperti tersengat lebah, muncul kembali semangat dalam diriku, aku berazzam tidak akan menyerah, aku pasti bisa, Allah pasti akan menolongku, menguatkan aku. Basah wajah ini, sajadah, mukena...tapi buru - buru kulap karena ada yang teriak memanggil ”Ummi..” ooh bungsuku nglilir ingin ngAsi. Bergegas aku lipat mukena seadanya, kemudian lari kekamar tempat bungsu tidur..menunaikan tugas utama, sampai ikut terlelap. Dalam lelapku, aku melihat diriku sedang membaca jurnal yang penuh istilah sangat asing bagiku..

Tobe continued..

#NBB
#NulisBukuBareng
#IIPSoloRaya
#Bundaraha­_U

#StudentMom

Senin, 10 April 2017

Ketika Raga Berjarak Part 1


Cerita ini sudah berlangsung 9 tahun yang lalu. Sudah cukup lama...namun rasanya masih bisa kurasakan 😊. Kenangan itu kembali mengisi benakku, gegara ada kegiatan NBB (Nulis BUku Bareng) di komunitas IIP Solo Raya. nah..salah satu temanya adalah LDR atau LDM ..
Awalnya gak mau ikutan NBB, tapi berkat dorongan salah satu teman ..jadi minat juga. Bismillah ..ikut, yaa..anggap aja latihan. apalgi gak panjang kok tulisannya, minimal 400 kata per tema. Pendek kaaan???. Minimal dua tema...duuh bingung mau pilih tema yang mana dari 6 tema pilihan. hiks
Eits..ini mau cerita tentang LDR atau NBB sih?😁

Oke deh...kembali ke tema asal...

Suamiku berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Lampung. Tau kan..kalau profesi seorang dosen itu ..wajib sekolah sampai sampai S3? Yaa..karena kewajiban itulah yang membuat kami terpaksa berpisah jarak. Ini sebenarnya yang aku takutkan sekaligus mendorong untuk di segerakan, karena mau gak mau..suka tidak suka kudu..wajib dilaksanakan. Selain tuntutan profesi juga memenuhi keinginan pribadi yang masih semangat belajar. Mumpung masih muda, mumpung anak masih kecil...

Alhamdulillah bersyukur karena suamiku diterima di salah satu perguruan tinggi di Belanda, tepatnya Utrecth University, sekaligus mendapat beasiswa dari Aminef. Namun, di sisi lain aku begitu galau..artinya  itu kami akan berpisah ribuan mill..sedangkan anak kami masih kecil?
Lebih aneh lagi suami memintaku untuk program hamil, alasannya biar hemat waktu..nanti kalau abi pulang anak sudah dua ..logis sih,,,,tapi???

Menjelang keberagkatannya suami terus merengek memintaku untuk lepas KB dan program hamil, aku hanya senyum2 aja...laah suami mau pergi jauh kok siduruh hamil. apa kata orang..disangka aku nanti apa kali...hihi.
Aah...rasanya gak tega juga kalau menolak perintah suami, ya udah deeh,...aku gak KB lagi. Pikirku gak akan berhasillah program kehamilan ini...karena apa? Secara waktunya dah mepet, mana aku belum dapat haid selepas KB. Biasanya aku haid setelah 6 bulan lepas KB.
Itu pemikiran manusia..namun, apa kata Allah...beda. Subhanallah...saya baru dua bulan lepas KB, belum haid ..Qodarullah positif hamil. Aku bahagia, takjub akan kekuasaan Allah..sekaligus cemas , bagaimana aku mejalani hidup di masa depan tanpa suami disisiku? sementara ada anak usia 11 Bulan dan Janin 2 bulan di rahimku.

Untuk menghindari fitnah, aku meminta kepada suamiku, untuk menceritakan kehamilanku ini kepada orangtua, saudara dan teman - teman yang kami temui. Sebelum berangkat kami silatruhmi , pamitan ke saudara2, tak lupa bercerita tentang ekahmilanku. Semua saudara terkejut dan mengatakan...lhoo..gimana tho, womg mau ditinggal jauh kok malah hamil lagi?, apa ndak KB, apa ndak di cegah? Opo ora mesakke? apalgi anak pertama masih kecil, belum bisa berjalan...
Suamiku menjelaskan dengan tenang...aku diam saja, hehe

Waktu tunggu terus berjalan...ajaib, aku tidak peduli lagi dengan keadaanku, tak peduli bagaimana kami nanti menjalani hidup ini. Aku hanya fokus , bagaimana suamiku bisa berangkat studi lagi. Melihatnya sibuk mengurus ini -iotu sebagai persyaratannnya , rasanya aku tak tega membuatnya lemah motivasi untuk berangkat. Jadilah aku orang yang selalu support dan berusaha tegar tak sedikitpun aku tampakkan kesedihan dan kecemasan seperti dulu.  Yang ada hanya semangat mengdorong suami segera berangkat dan segera lulus, kembali berkumpul bersama kami. aamiin

Hari keberangkatan pun tiba, jadwal keberangkatan ke Belanda ditetapkan tanggal 1 Februari 2008. Suami berangkat lebih awal ke Jakarta, untuk mempersiapkan semuanya. Sementara aku dengan diantar kakak ipar dan keponakanku menyusul ke Jakarta. Bis Damri mengantarkan kami sampai stasiun Gambir, Abi menjemput kami disana. Di Jakarta kami menginap di rumah salah satu saudara suami, tepatnya di Blok M. Saat menginap di rumah saudara itulah, terjadi peristiwa yang selama ini hanya kulihat lewat tayangan TV, bencana banjir. Rumah yang kami inapi saudara terkena banjir, lantai 1 penuh dengan air, untungnya kami tinggal dilantai dua jadi tidak kebanjiran.Demi keamanan dan keselamtan, pagi itu kami diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman dan tidak banjir.  Kami mengungsi di Masjid yang letaknya tidak terlalu jauh. Jadilah, kami dari pagi sampai siang tinggal di masjid Blok M, aku lupa nama masjidnya. Ternyata sebagian besar wilayah di Jabodetabek terkena banjir, tak terkecuali Bandara Soekarno - Hatta, juga jalan tol menuju bandara. Bandara Soekarno di tutup, sehingga jadwal keberangkatan suami di tunda juga. Sedianya berangkat tanggal 1 Februari, dimajukan tanggal 2 ..ada legaa, karena ada tambahan waktu 1 hari lagi kumpul bersama suami.

Hari keberangkatan telah tiba, dengan naik taksi kami berangkat menuju Bandara, sambil terus memantau informasi kalau- kalau terjadi pergantian jadwal peenrbangan karena Banjir. Bencana banjir tersebut, memicu kemacetan di mana-mana, sehingga perjalanan kami jadi lambat. Untunglah kami bernagkat lebih awal agar tidak terlamabta sampai bandara. Suami terus terhubung komunikasi dengan teman-teman seangkatan yang mau berangkat ke Belanda.

Alhamadulillah akhirnya sampai juga di Bandara.  Inilah detik-detik yang tidak bisa kulukiskan dengan apapun tentang perasaanku...waktu berangkat semakin mepet, karena kelamaan di eprjalanan tadi. Sambil menggendong anak pertama kami, aku salami suamiku, kami berpelukan lamaa sekali..kakak iparku yang perempuan ikutan angis, smenetara adik ipar lelakiku senyum2 aja melihatku meneteskan air mata. Aku tak sanggup membendung air mata ini...sesak nafasku menahan tangis ini. Anak yang ku gendong belum ngerti apa2 ..saat kami melambaikan tangan melepas kepergian Abinya...😒. Entah apa perasaan yang kurasakan saat itu, seperti ada yang hilang dari diriku...didukung cuaca mendung, gerimis...kelabu, ya Allah rasanya ingin pingsan, lemas..tapi anak yang kugendong ini? Janin dalam rahim ini??. Aku harus kuat..aku harus kuat. Ya Allah kuatkan aku. Aku hanya bisa memanjatkan doa ..semoga Allah melindungi keselamatan suamiku, betah di negeri kincir angin, sekolahnya lancar dan lepas lulus...aamiin. Aku tak memikirkan diriku lagi..aku mencemaskan suamiku , bagaimana kalau dia skait disana nanti..karena aku tau beliau tidak tahan cuaca dingin. Ya Allah lindungi suamiku..

Kami keluar dari bandara..bermaksud mencari bis Damri ke Gambir baru pulang ke Lampung. Namun, bis Damri tak kunjung datang...menurut info, bis tidak beroperasi karena banjir. Ya Allah..apa lagi ini? Banyak sekali orang yang menunggu bis seperti kami, jadilah kami terlantar di bandara. Aku berpikir, untuk menginap saja di Bandara, sampai keadaan lebih baik, namun adik iparku yang sudah pengalaman tinggal di Jakarta memiliki pemikiran yang berbeda. Rupanya ada mobil bantuan yang disediakan oleh pihak bandara yaitu mobil milik angkatan darat, berupa truk bak terbuka...aku hanya mengamati orang2 yang berebut naik ke bak truk, tak peduli tua, muda, anak-anak, orang bule juga yang bermata sipit juga nekad naik truk. Adik iparku mengajak untuk ikut mobil bantuan itu, awalnya aku sneyum2 saja, tapi kupikir gak apa2lah..akhirnya aku setuju saja. Setelah menunggu lamaa...kami akhirnya dapat truk yang disedikan pemerintah itu. Anggota TNI membantu kami naik truk tersebut. Kami diantar sampai gambir ...waktu sudah malam, bis Damri yang menuju Bandar Lampung sudah berangkat. Ingin  istirahat di masjid istiqlal ternyata sudah tutup, rupanya sudah larut malam..hehe. Adik iparku mengajak untuk terus jalan saja, mencari bis putus - putus, karena gak ada bis langsung.  Kami berjalan cukup jauh...namun gak aku rasakan. Berisitirahat, makan dan lanjutkan perjalanan.  Sesekali aku coba hubungi suamiku, namun hp sudah gak aktif. Sampailah ke tempat menunggu bis, lamaa sekali kami nunggu , tapi bis tak kunjung datang. Hujan turun, kami lari ke bawah jembatan layang untuk berteduh. hei...ada sms masuk, aku buka ..dari Abi, aku memekik dalam hati..Alhamdulillah, seperti nyawaku kembali lagi. Beliau sudah sampai di Malaysia..transit disana. Aku coba bals smsnya tapi gak nyambung lagi..aah mungkin sedang terbang lenjutkan perjalanan.

Alhamdulillah bis yang ditunggu datang juga akhirnya. Meski tengah malam , ehh dini hari ding...tapi tetap ramai saja jakarta ini. kami sampai di suatu terminal..entah dimana ya..aku benar2 lupaa. Sambi menunggu bis  yang menuju Pelabuhan Merak datang kami berbicang untuk emngisi waktu. Nah..saat menunggu bis itulah kami panik, karena ponakanku ..yaitu anak ayuk iparku tiba2 gak ada di sekitar kami..kami bingung..aku ikut teriak mangil2 namanya...cemas bukan kepalang. Akhirnya ditemukan sedang duduk di bis yang sedang ngetem menunggu penumpang..Ya Allah, bersyukur dia gak ikut terbawa bis itu. Dua mengira kami akan anik bis itu...haha.

Setelah menunggu sangat lama..kami dapat juga bis yang akan menuju Merak, ALhamdulillah dapat tempat duduk semua. Arsyad terlelap dalam gendonganku, dia gak rewel selama perjalanan tadi, yang penting dia ngAsi, amanlah dunia..hehe. Tertidur dalam bis ..walau gak nyaman karena bis ngebut sekali, sesekali kepala ini terbentur dengan kepala penumpang sbeelahku, tapi kami maklum..tersenyum dan terlelap lagi. Menjelang subuh kami sampai di pelabuhan Merak.. Alhamdulillah. Kami berjalan ke Dermaga...yang cukup jauh, rasanya pundakku mau patah...seharian gendong anakku, dia gak mau di gendong Om maupun budenya, jadilah seharian aku gendong dia. Gak apa2lah ..yang penting gak rewel ..sudah bersyukur. Begitu dapat kapal kami segera mencari tempat yang nyaman didalam kapal untuk bisa istirahat dan tidur. Dua jam kemudian kami kembali menapaki bumi Sai Wawai. Dengan naik travel kami pulang menuju tempat tinggal kami yang sangat sederhana. Sambil menunggu kabar dari Abi. Pandangku menerawang...menatap masa depan...sperti apa ya tanpa Abi disisi kami?? 😒

Sampai disini dulu yaa.. to be continue







Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...