Kamis, 30 November 2017

Game Level #2, Tantangan 10 Hari


Bismillah..

Hari pertama telah tiba, di game level #2 ‘’’Melatih Kemandirian’’. Pada tantangan kali ini saya berusaha untuk mengajak seluruh anggota keluarga terlibat. Saya, suami, dan ketiga anak kami yaitu Mas Arsyad (10 tahun, 11 bulan), Kak Alya (9 tahun, 2 bulan), dan Mba Ayla (5 tahun, 2 bulan) semua ikut berlatih menjadi pribadi yang mandiri.

Melatih kemandirian anak-anak maupun  keluarga memang tidak ada hentinya. Meskipun anak-anak sudah kami anggap cukup mandiri dalam banyak hal mendasar seperti toilet training, makan, mandi, memilih baju sendiri, masak, menyiapkan perlengkapan sekolah, dan lain-lain. Namun, tetap saja ada banyak hal yang masih perlu dilatihkan. Sedikit cerita ke belakang ya..Alhamdulillah anak-anak kami tumbuh menjadi pribadi yang mandiri tanpa banyak kesulitan. Bahkan boleh dikata tumbuh secara alami, dengan kemauan sendiri ingin bisa ini dan itu. Ada hal yang belum siap saya latihkan namun mereka sudah meminta diajari dan dilatih duluan. Sebagai contoh Kak Alya pada usia 6 tahunan minta diizinkan masak mie instan dan goreng telur. Padahal niat saya akan melatih masak ketika dia berusia 10 tahun.


Kemarin saya sudah sampaikan kepada seluruh anggota keluarga mengenai tantangan 10 hari ‘’Melatih Kemandirian’’. Saya juga sudah memetakan hal-hal yang masih perlu dilatihkan baik untuk anak-anak maupun untuk saya dan suami. Seperti yang saya rangkum dalam tabel berikut. 


Game level #2 tantangan 10 Hari Budi’s Family 

Peserta
Hari Ke -
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Mamas Arsyad

Meletakan tas dan sepatu di tempatnya
Ѵ









Merapikan kamar tidur
Ѵ









Kak Alya

Meletakan Tas dan sepatu di tempatnya
Ѵ









Merapikan buku yang selesai dibaca
Ѵ









Mba Ayla

Meletakan Tas dan sepatu pada tempatnya
Ѵ









Umi Rahayu

Minum Air putih 8 gelas sehari
Ѵ









Meletakan Bros pada tempatnya
Ѵ









Abi Budi

Minum air putih 8 gelas sehari
Ѵ









Meletakan Handuk pada tempatnya
Ѵ















































Hasilnya, Alhamdulillah hari ini kami berhasil menaklukan tantangan yang telah kami sepakati. Mas Arsyad mau merapikan kamarnya, tas diletakan pada tempatnya. Mba Alya, buku-buku yang selesai dibaca kini tertata rapi di meja belajarnya. Tidak seperti biasa berserakan dimana[un dia membaca, kadang ditempat tidur, dilantai, di meja kerja saya atau Abinya. Tas sekolah, dan sepatu Mba Ayla juga sudah diletakan ditempatnya.  Oleh karena itu kami berhak memberi Cek list (Ѵ) pada kolom yang disediakan. 

Bagaimana dengan kami orang tuanya? Hari ini saya berjuang untuk bisa minum 8 gelas sehari. Alhamdulillah berhasil walau hal ini tidak mudah. Saya terbiasa minum teh untuk teman kerja atau lembur, kadang sampai lupa minum air putih. Saya malas minum air putih karena setelahnya pasti harus sering ke toilet untuk buang air kecil. Sudah lama berniat mengurangi minum teh dan perbanyak minum air putih, namun belum berhasil. Keberhasilan hari ini menjadi motivasi keberhasilan selanjutnya. Semoga bisa konsisten..aamiin.

Suami juga berhasil minum 8 gelas sehari dan menaruh handuk di jemuran handuk setelah digunakan.
Alhamdulillah kami berhasil hari ini. Awal yang baik, semoga esok dam seterusnya lebih baik dari hari ini. Aamiin YRA.

Demikian cerita kami hari ini dalam berlatih Kemandirian.
Terimakasih.


#GameLevel2
#KelasBunsay
#Tantangan10hari

Rabu, 29 November 2017

Camilan Sehat Ala Bunda Sayang

hah  ?? mie ayam kok ccamilan tho yoo?? haha...itu mah makanan berat..abis hujan-hujan gini enaknya yang berkuah hehe..

Nggak lah ya Bunda..maaf cuma becanda kok..ntar yang sedang diet, mrengut lhoo..hihi.
Monggo terserah bunda mau nyamil apa yang penting sehat dan disukai seluruh keluarga. Kalu kami sih..sukanya nyamil cilok gitu...enak dinikmatin pas panas-panas...hemm...

Ehem...maaf ya BUnd, camilan kali ini bukan makanan lho..tapi insyaallah manfaatnya tak kalah dengan makanan yang hangat-hangat tadi. Monggo disimak camilan dari kelas Bunda Sayang ini...
Semoga bermanfaat...aamiin.

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇


🍙 Camilan 1 Kemandirian

Rabu, 29 November 2017

Kemandirian Merupakan Aspek Penting yang Berkembang pada Setiap Orang

Ketika anak dilahirkan ke dunia, sesungguhnya ia sudah memiliki fitrah untuk belajar dan fitrah berkembang.

Bayi yang tadinya tidak bisa tengkurap maka di usianya yang ke 4 bulan ia akan dengan sendirinya bergerak gerak berusaha untuk tengkurap tentu akan semakin cepat dan baik jika orangtua terus menstimulusnya dengan berbagai arahan, rangsangan agar bayi mau tengkurap.

Begitu juga ketika kita mendengar kata mandiri atau kemandirian maka yang terbesit dalam pikiran adalah bahwa anak bisa makan sendiri, mandi sendiri, mengerjakan PR sendiri dan sebagainya.

Banyak orangtua yang menginginkan anak untuk mandiri namun banyak orangtua pula yang gagal menjadikan anak mandiri karena tidak peka, tidak jeli dan malas untuk mengamati pola tingkah anak masa kini yang akhirnya memberikan apa pun keinginan anak tanpa berpikir panjang dengan alasan cinta.

Padahal sesungguhnya tindakan tersebut tergolong pada cinta tanpa logika, cinta yang tidak jelas arah tujuannya, tidak jelas makna bagi anak karena sebetulnya orangtua yang meluluskan keinginan anak telah menghancurkan fitrah belajar mandiri anak sejak dini karena anak menjadi bergantung kepada orangtua, dan oranglain.

Pola prilaku anak saat ini adalah bekal untuk kehidupannya di masa yang akan datang, dimana kelak anak dituntut untuk membuat sebuah keputusan untuk hidup sendiri bahkan hidup orang lain.

Kemandirian inilah yang berbeda beda setiap orang tergantung dari proses belajar dan perkembangan yang dialami masing-masing orang.

Kemandirian pun memiliki makna:

🍉Memiliki suatu penghayatan/ semangat untuk menjadi lebih baik dan percaya diri.

🍉Mengelola pikiran untuk menelaah masalah dan mengambil keputusan untuk bertindak.

🍉Disiplin dan tanggungjawab

🍉Tidak bergantung kepada oranglain.


Pengertian ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Havighurst (1970) yang menyatakan bahwa kemandirian memiliki beberapa aspek yaitu:

🏆 Aspek Intelektual ,yang merujuk pada kemampuan berpikir, menalar, dan memahami beragam kondisi.

👜 Aspek sosial , berkenaan dengan kemampuan berani aktif membina relasi sosial, namun tidak bergantung pada orang lain di sekitarnya.

👓 Aspek emosi , menunjukan kemampuan individu untuk mengelola serta mengendalikan emosi dan reaksinya, dengan tidak bergantung secara emosi dengan orangtua.

💰 Aspek ekonomi , menunjukan kemandirian dalam hal mengatur ekonomi dan kebutuhan kebutuhan ekonomi dan tidak bergantung pada orangtua.


Lalu sejauh mana peran orangtua terhadap kemandirian anak?

Dalam tahapannya yang harus dilakukan oleh orangtua adalah melakukan pengenalan diri dan pengenalan anak.

Tanpa kedua hal tersebut, peluang terbentuk sebuah sikap mandiri yang diinginkan dalam diri anak sangat kecil.

Membicarakan usaha mengembangkan kemandirian anak harus diorientasikan pada peningkatan kemampuan anak dalam hal intelektual,sosial, emosi dan ekonomi.

Mereka mandiri berdasar kekuatan pribadi, berdasarkan kebutuhan diri-sendiri untuk bisa tidak tergantung pada orang lain, bukan berdasarkan kemauan dan keinginan orang tua.

Lalu Bagaimana?

Agar anak mau belajar mandiri, berlatih melakukan pekerjaan sehari-hari sendiri maka ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh orangtua:

💎 Beri kesempatan anak untuk memilih. Anak yang sudah terbiasa dihadapkan dengan situasi yang ditentukan orang lain maka ia akan malas memilih. Namun jika anak sudah terbiasa dihadapkan dengan berbagai situasi dan kondisi maka anak terbiasa membuat keputusan sendiri.

♥ Hargailah usahanya .Apresiasi atau menghargai usaha kecil anak untuk mengatasi kesulitannya dengan mandiri.

🚫 Hindari banyak bertanya. Orangtua yang terlalu banyak bertanya dapat diartikan oleh anak ingin banyak tahu sehingga anak merasa terkekang.

⁉ Jangan langsung menjawab pertanyaan . Berikan anak kesempatan untuk berpikir dengan tidak langsung menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan anak.

🔥 Dorong untuk melihat alternatif .Sebaiknya anak pun tahu bahwa orangtua bukanlah satu satunya sumber yang dapat mengatasi masalah namun masih banyak sumber sumber lainnya.

❌ Jangan patahkan semangatnya .Dorong terus anak untuk melakukan apa yang ingin ia lakukan, jangan mematahkan semangatnya karena tidak ingin melihatnya kecewa.


Selamat berlatih
🍃 Tim Fasilitator Bunsay 3

-----------
Referensi:

Psikologi anak dan pendidikan (kumpulan artikel web-dirangkum oleh Zainul Muttaqin)-pdf

Resume seminar parenting bersama Elly Risman-Mendidik anak dengan Cinta dan logika.

Materi Kelas Bunda Sayang IIP , Matrikulasi Batch #3


Assalammualaikum wr.wb.

Alhamdulillah sudah masak, sudah sarapan, anter anak ke sekolah dan Yoga.  Biasa ya emak rempong ..kalau pagi suka sibuk dengan urusan domestik, sampai lupa me time kadang-kadang. Kini saatnya nengok pekerjaan menulis, eits tetapi kok ingin mbuka blog dulu ya..

Hemm..ternyata saya belum saya posting materi bunsay, game level #2 nih.  Sebentar ya, saya ngoprek WAG bunsay dulu ya...
Tujuan posting materi ini tak lain adalah untuk arsipisasi ..halah bener gak ya istilah itu? ya...bahasa mudahnya untuk nyimpan supaya suatu waktu dibutuhkan tinggal klik.

Nah..ini dia materi kecenya...
Silahkan disimak, dikunyah-kunyah ..sampai bisa dicerna dengan baik.

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Institut Ibu Profesional
Materi Bunda Sayang Sesi #2


MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?

Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.

Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.

Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.

Kapan kemandirian mulai dilatihkan ke anak-anak?

Sejak mereka sudah tidak masuk kategori bayi lagi, baik secara usia maupun secara mental. Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, secara mental bisa jadi pola asuh kita membiarkan anak-anak untuk selalu dianggap bayi meski usianya sudah lebih dari 12 bulan.

Bayi usia 0-12 bulan kehidupannya masih sangat tergantung pada orang lain. Sehingga apabila kita masih selalu menolong anak-anak di usia 1 th ke atas, artinya anak-anak tersebut secara usia sudah tidak bayi lagi, tetapi secara mental kita mengkerdilkannya agar tetap menjadi bayi terus.

Apa saja tolok ukur kemandirian anak-anak?

☘ Usia 1-3 tahun
Di tahap ini anak-anak berlatih mengontrol dirinya sendiri. Maka sudah saatnya kita melatih anak-anak untuk bisa setahap demi setahap meenyelesaikan urusan untuk dirinya sendiri.
Contoh :
✅Toilet Training
✅Makan sendiri
✅Berbicara jika memerlukan sesuatu

🔑 Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak-anak di usia 1-3 th  adalah sbb :
👨‍👩‍👦‍👦 Membersamai anak-anak dalam proses latihan kemandirian, tidak membiarkannya berlatih sendiri.
👨‍👩‍👦‍👦 Mau repot di 6 bulan pertama. Bersabar, karena biasanya 6 bulan pertama ini orangtua mengalami tantangan yang luar biasa.
👨‍👩‍👦‍👦Komitmen dan konsisten dengan aturan

Contoh:
Aturan berbicara :
Di rumah ini hanya yang berbicara baik-baik yang akan sukses mendapatkan apa yang diinginkannya.

Maka jangan pernah loloskan keinginan anak apabila mereka minta sesuatu dengan menangis dan teriak-teriak.

Aturan bermain:
Di rumah ini boleh bermain apa saja, dengan syarat kembalikan mainan yang sudah tidak dipakai, baru ambil mainan yang lain.

Maka tempatkanlah mainan-mainan dalam tempat yang mudah di ambil anak, klasifikasikan sesuai kelompoknya. Kemudian ajarilah anak-anak, ambil mainan di tempat A, mainkan, kembalikan ke tempatnya, baru ambil mainan di tempat B. Latih terus menerus dan bermainlah bersama anak-anak, jadilah anak-anak yang menjalankan aturan tersebut, jangan berperan menjadi orangtua. Karena anak-anak akan lebih mudah mencontoh temannya. Andalah teman terbaik pertama untuknya.

☘ Anak usia 3-5 tahun
Anak-anak di usia ini sedang menunjukkan inisiatif besar untuk melakukan kegiatan berdasarkan keinginannya
Contoh :
✅ Anak-anak lebih suka mencontoh perilaku orang dewasa.
✅Ingin melakukan semua kegiatan yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya

🔑 Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia 3-5 th adalah sbb :
👨‍👩‍👦‍👦Hargai keinginan anak-anak
👨‍👩‍👦‍👦Jangan buru-buru memberikan pertolongan
👨‍👩‍👦‍👦 Terima ketidaksempurnaan
👨‍👩‍👦‍👦 Hargai proses, jangan permasalahkan hasil
👨‍👩‍👦‍👦 Berbagi peran bersama anak
👨‍👩‍👦‍👦 Lakukan dengan proses bermain bersama anak

Contoh :
✅Apabila kita setrika baju besar, berikanlah baju kecil-kecil ke anak.
✅Apabila anda memasak, ajarkanlah ke anak-anak masakan sederhana, sehingga ia sdh bisa menyediakan sarapan untuk dirinya sendiri secara bertahap.
✅Berikanlah peran dalam menyelesaikan kegiatannya, misal manager toilet, jendral sampah dll. Dan jangan pernah ditarget apapun, dan jangan diberikan sebagai tugas dari orangtus. Mereka senang mengerjakan pekerjaannya saja itu sudah sesuatu yang luar biasa.

☘ Anak-anak usia sekolah
Apabila dari usia 1 tahun kita sudah menstimulus kemandirian anak, maka saat anak-anak memasuki usia sekolah, dia akan menjadi pembelajar mandiri. Sudah muncul internal motivation dari dalam dirinya tentang apa saja yang dia perlukan untuk dipelajari dalam kehidupan ini.

⛔Kesalahan fatal orangtua di usia ini adalah terlalu fokus di tugas-tugas sekolah anak, seperti PR sekolah,les pelajaran dll. Sehingga kemandirian anak justru kadang mengalami penurunan dibandingkan usia sebelumnya.

🔑 Kunci orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia sekolah
👨‍👩‍👦‍👦Jangan mudah iba dengan beban sekolah anak-anak sehingga semua tugas kemandirian justru dikerjakan oleh orangtuanya
👨‍👩‍👦‍👦Ijinkan anak menentukan tujuannya sendiri
👨‍👩‍👦‍👦Percayakan manajemen waktu yang sudah dibuat oleh anak-anak.
👨‍👩‍👦‍👦Kenalkan kesepakatan, konsekuensi dan resiko

Contoh :
✅Perbanyak membuat permainan yang dibuatnya sendiri ( DIY = Do It Yourself)
✅Dibuatkan kamar sendiri, karena anak-anak yang mahir mengelola kamar tidurnya, akan menjadi pijakan awal kesuksesan ia dalam mengelola rumahnya kelak ketika dewasa.

📌 Ketrampilan-ketrampilan dasar yang harus dilatihakan untuk anak-anak usia sekolah ini adalah sbb:
1⃣Menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya
2⃣Ketrampilan Literasi
3⃣Mengurus diri sendiri
4⃣Berkomunikasi
5⃣Melayani
6⃣Menghasilkan makanan
7⃣Perjalanan Mandiri
8⃣Memakai teknologi
9⃣Transaksi keuangan
🔟Berkarya

📌 3 Hal yang diperlukan secara mutlak di orangtua dalam melatih kemandirian anak adalah :
1⃣Konsistensi
2⃣Motivasi
3⃣Teladan

Silakan tengok diri kita sendiri, apakah saat ini kita termasuk orangtua yang mandiri?

📌 Dukungan-dukungan untuk melatih kemandirian anak
1⃣Rumah harus didesain untuk anak-anak
2⃣Membuat aturan bersama anak-anak
3⃣Konsisten dalam melakukan aturan
4⃣Kenalkan resiko pada anak
5⃣Berikan tanggung jawab sesuai usia anak

Ingat, kita tidak akan selamanya bersama anak-anak. Maka melatih kemandirian itu adalah sebuah pilihan hidup bagi keluarga kita


Salam,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

Sumber bacaan:
Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, antologi, gaza media, 2014
Septi Peni, Mendidik anak mandiri, pengalaman pribadi, wawancara
Aar Sumardiono, Ketrampilan dasar dalam mendidikan anak sukses dan bahagia, rumah inspirasi






Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...