Akhir-akhir ini saya seperti disadarkan eh tepatnya ditabok (tapi gak sakit kok). Di tabok soal apa nih? ''Tentang mendidik anak atau ilmu parenting". Ya aku merasa bekal ilmuku untuk menjadi orang tua sangat kurang bahkan tidak ada persiapan matang menjadi orang tua. Sebelumbergelar sebagai istri dan orang tua sejatinya aku sudah sering baca-baca artikel yang berkaitan dengan mendidik anak. Namun itu hanya sebatas angan dan cita-cita tidak tertulis, boro-boro bikin konsep atau kurikulum seperti Bu Septi Wulandani ..hehe, jauuuh sekaleeee...
Saya heran ..padahal BU SEpti itu sudah memulai debutnya sebagai inspirator sejak tahun 2000an kalau gak salah. Tapi mengapa ya baru sekarang 2017 saya seperti baru dipertemukan, dikenalkan? terlambat sekali ya...kadung anak pertama saya usianya 10 tahun sekarang. Haa...kebiasaan burukku kambuh...suka nyesali ngaoa gak dari dulu ya kenal BU Septi Peni W.? Kemana aja aku selama ini??
aah sudahlah ..sesuatu itu diberikan tepat waktu oleh Allah. Mungkin menurut Allah baru sekarang kamu siap belajar parenting, setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan kependidikan anak-anakmu? Ya bisa jadi...kalau sejak dulu tau dan kenal siapa Bu Peni itu..belum tentu juga terinspirasi. Semua ada masanya...
Ya ..berkat gabung dengan IIP Solo Raya, kini sangat pengaruhi aktifitasku dalam belajar. Kini fokus belajarku gak cuma ilmu metode penelitian. Tentang parenting mendapat porsi yang cukup banyak. Aku ingin seiring sejalan saja, tanpa saling mengorbankan. Sekarang aku juga lumayan rajin mengisi blog ini yang lama kosong tanpa goresan pikiranku. Ya ..semua karena IIP Solo Raya, yang membernya terus saling mengalirkan rasa. Rasa yang positif untuk terus belajar dan berkarya.
Mengingatkan aku bahwa Allah menitipkan suatu karakter unikku yang sejak dulu aku lakukan, kini nyaris aku lupakan. yaitu menulis. Kemudian menamparku untuk membuka bacaan parenting lagi, yang lama kutinggalkan dengan alasan sedang studi. Sehingga tentang opendidikan anak sedikit terabaikan bahkan jadi menymipang dari fitrah. Mengikuti emosi diri dalam mendidik mereka, ketika lagi happy ya bis asabar sama anak, namun ketika lagi suntuk, bete...ya jadi kasar sama anak, main teriak. Aah..benar2 menyimpoang nih. Gak boleh dong...stress karena disertasi anak-anak jadi sasaran ?? Maafkan aku ya Naak....peluk bertiga ya ..
Bu Septi Peni Wulandani ..sosok Ibu profesional yang sangat menginspirasiku. Berawal dari permasalahan anak-anak, sepeertinya merasa tidak bahagia dan tidak bersemangat untuk sekolah dan belajar. BUkankah anak itu memiliki fitrah sebagai pembelajar? kulihat mereka semakin melemah semangat belajarnya, banyak ngeluh dan tidak bahagia. Aku ajdi berpikir, pastia da yang salah dengan pola didik kami. Ingin rasanya aku didik snediri dengan adopsi h]HS atau HE, apadaya ilmunya belum punya. Belum sempat mengenal dan mempelajarinya dengan seksama. Baru pesan buku HE tapi belum ada, saking panjang list pemesanan buku itu.
AKu juga merasa mulai mengkhianati cita-cita luhurku sejak remaja, bahwa aku ingin tumbuh menjadi wanita yang oke, bermanfaat utnuk diri, keluarga dan masyarakat sekitar. Aku ingin kelak jika telah menikah dan punya anak, aku ingin mengasuh anakku sendiri tapi tetap punya penghasilan alias mandiri secara finansial. Saat ini aku merasa sudah mulai tidak seimbang, waktu bermain bersama anak-anak ajdi berkurang. Tubuhku di rumah tapi aktifitasku sendiri-sendiri. Ini tak boleh dibiarkan lama-lama, aku berusaha emncari apa akar masalahnya. OO..ternyata manajemen waktu.
Ya..karena aku masih mengandalkan mood dalam melakukan tuigas-tugasku. Walau sudah dibuat jadwal tapi masih sering keteteran dan gak disiplin, sehingga ketika waktunya bersama anak-anak malah digunakan untuk nggarapa tugas menulis. Kalau ini dibairkan berlangsung lama,,,bisa mengngganggu stabilitas hubungan anak dan orangtua.
Kini, aku ingin kembali mewujudkan cita-cita luhurku, menjadi ibu yang cerdas mendidik anak sesuai fitrah, menjadi istri dan Ibu produktif dan sholiha. Konsep yang dibangun oleh Bu Septi Peni itu sejalan dengan cita-citaku. Bahkan aku anggap konsep itu membantuku merumuskan kurikulum yang dulu tercecer, tidak tertib dan berantakan. KIni berusaha sedikit demi sedikit aku kumpulkan, rapihkan dan praktekkan. Aku ingin benar-benar mewujudfkan bahwa ''Antara peran domestik dan publik bukan sesuatu yang terpisah, justru harus bisa bersinergi''.
Bnyak aku baca tentang apa sih yang dilakukan oleh IBU hebat itu, dalam banyak hal, sehingga bisa seeprti sekarang? Saya ambil poin-poin yang beliau lakukan kemudian pake rumus ATM, amati, tiru, modifikasi...eh salah gak ya? Dari situ saya berusaha menggali potensi , bakat dan passion saya sesuai fitrah saya. Dengan mengenal diri, fitrah diri, maka akan mengenal dengan mudah fitrah anak. Karena kita juga seajtinya seorang anak bukan? itu yang aku lakukan saat ini. hasilnya saya tunagkan dalam setiap NHW.
Sejauh ini aku merasa konspe Bu Peni itu cocok dan sejalan dengan misi hidup aku. Suami juga setuju. Jadilah semnagat utnuk belajr parenting ala bu Peni makin seru, bikin penasaran dan ingin segera praktikkan. Sekarang aku mulai terbiasa menuliskan ide, tidak hanya disimpan diangan-angan saja atau hanya diceritakan saja kepad aorang2 terdekat. Kemudian seiring waktu menguap terbawa udara.
Selain itu aku juga harus lebih percaya diri, bahwa diri mampu dan bisa mendidik anak-anak, dan mencapai cita-citaku. Siapapun berhak sukses tak peduli kondisi saat ini speerti apa. Mental blok ini yang harus didobrak ..dihancurkan smapai halus sepreti debu. Tapi hati-hati karen adebu bisa bikin mata kelilipan..hehe.
Ya Allah...kok jadi nulis gak teartur gini..aah ini kebaisaan menulis gak pake konsep...gak apoke rumus atau grand design dulu. Waton nulis...alasannya kan lagi belajar nulis..hehe. Ya dimaafkan ya..kan new blogger. hehe
Sampai disini dulu ya...mau ganti gawean nih. Menulis penelitian...yang dua minggu krg pesat progressnya. Mumlung anak-anak sehat, dua minggu ini merawat anak sakit bergantian...semog ajdi amal ibadah dan berkah. Bismillah...ya Allah berikan kesehatan dan kemampuan menulis yang bagus dan benar dalam penelitianku. Semoga segera maju ke tahap selanjutnhya dan segera lulus, aamiin.
Jumat, 16 Juni 2017
Rabu, 14 Juni 2017
Komunikasi Produktif??
Hari ini anak-anak sudah mulai libur sekolah. Nanti sore tinggal rapotan sekalian bukber acaranya.
Praktis pagi ini aktifitas anak-anak berbeda dari hari biasanya, lebih santai dan boleh menunda mandi. Mamas dan Ayla sih sudah mandi tanpa disuruh..tapi entah mengapa mba Alya nih tumben malas mandi. Padahal dia tergolong anak yang rajin mandi lho. Ya sudahlah ..mungkin karena pagi ini cuaca dingin jadi males mandi.
Sampai jam 10 ..mba Alya tetap nggak mau mandi malah asyik bermain atau beraktifitas lain tanpa merasa risih. Sudah saya ingatkan berkali-kali hanya menjawab ''nanti ya Mi..''
Kalau sudah begitu mau diapakan lagi. Kenal betul dengan karakter anakku yang satu ini, kalau udah bilang enggak..gak bisa dipaksa berubah menjadi iya. Saya kembali tenggelam dalam kesibukan lagi.
Satu jam kemudia mba Alya masih belum mau mandi, dia sedang nonton kartun sambil tiduran. Saya kebetulan lewat diruang tengah mau kekamar mandi. Tetiba ada ide terlintas
Ummi : ''mba..main air sana''
Alya : ''main air apa mandi?'' tanyanya tak percaya
Ummi : ''main air"
Alya : ''beneran Mi?, boleh main air?''
Ummi: ''Iya..main air tapi jangan lupa cuci badan dan rambut yang bersih ya..'' Jelasku " tapi jangan lama-lama ya dan jangan sampai keminum ya, kan puasa''
Alya : ''iyalah Mi..masak mau minum air mentah''
Ummi: "..30 menit aja''
Tak perlu menunggu lama..langsung ambil handuk dengan riang kemudian masuk kamar mandi. Lebih dari 30 menit dia baru kelaur dari kamar mandi. Setelah berpakaian dia cerita dengan ceria kalau tadi mencampur 3 macam sampo kemudian dia gunakan untuk mencuci rambutnya yang mulai memanjang.
Hemm...hanya beda kata tapi lebih efektif walau maknanya sama. Jadi ibu emang kudu kreatif dan belajar komunikasi produktif. Aah aku ini masih piyik kalau soal ilmu parenting..harus banyak belajar dan praktik. Apalagi anak-anak sudah bisa diajak komunikasi semua, bahkan sering ngajak debat atau berantem. Ya..semoga bisa menjadi Bunda Sayang..aamiin.
Minggu, 11 Juni 2017
Tentang Emosi
Membiasakan menulis setiap ahri agar diri tetat waras eh sehat lahir dan batin. Pernah sepintas lihat tayangan A. Fuadi penulis novel negeri 5 menara .." menulis itu seperti memberi vitamin pada tubuh''. Iyakah? iya juga sih karena setelah menulis berasa jiwa lebih sehat begitu juga dengan raga. Boleh percaya atau tidak, lebih afdol kalau mau mencoba..ehhe.
Sepagi ini rasanya pikiran sudah ndak nyaman, aliran negatif masuk kedalam pikiran, mana badan sedang lemah karena flu. Biasa sih..karena sedang menstruasi hormon gak setabil jadi suka nggak karuan pikiran ini. Harus waspada kalau sudah begini, kurangi bertemu dengan orang banyak, terutama dengan orang yang sudah pernah bikin ilfill atau jengkel bin marah. Karena dalam kondisi sensitif begini peluang berbuat kesalahan melalui sikap dan kata sangat besar. Jadi sangat perlu berhati-hati.
Lebih aman ngendon dirumah aja, bagus lagi kalau mau menulis baik di blog atau media lainnya. teteeep perlu hati-hati juga bermedsos ria, ntar baca status orang ..jadi emosi, uring-uringan. Masih mending kalau jari jemari ini masih sanggup menahan untuk tidak pencet keypad menulis komen yang pedas. Kalau sampai itu terjadi makin ndak nyaman deh suasananya, bakal panjang tuh kondisi negatif dalam pikiran. Kudu bijak dan berhati-hati sekali, harus pandai mengelola pikiran.
Ya ..pikiran memang harus dikelola dengan baik dan benar. bahasa kekiniannya adalah cerdas emosional atau Emotional Intelligent karena secerdas apapun seseorang dalam kondisi emosi tidak stabil maka akan berubah seperti orang bodoh , nggak ngerti apa2. Makanya banyak tuh buku-buku yang khusus membahas itu ..sangat populer hingga kini, contohnya Daniel Golman salah satunya.
Saya setuju dengan pendapat bahwa faktor-faktor untuk sukses itu tidak cukup hanya cerdas intelektualnya saja, tapi kudu cerdas emosional dan satu lagi cerdas spiritual. Yang terakhir itu temuan Bapak Ary Ginanjar dengan metode ESQ-nya yang pernah booming pada tahun 2000-an.
Mengelola pikiran dan emosi itu merupakan PR besar bagi saya pribadi. Mungkin sudah bawaan lahir atau karakter sejak lahir saya emosian, bisa juga karena pola didik orang tua pada masa lalu, yang jelas kadang saya masih kecolongan berubah menjadi makhluk mengerikan dengan mengeluarkan taring dan bersuara keras penuh amarah ketika merngahdapi orang atau masalah.
Sebenanya sih gak mau kayak gitu, tapi ya itu pertahanan diri kadang masih jebol. Berusaha sekuat tenaga untuk bisa mengelola pikiran dengan baik, dalam keadaan apapun tetap cool dan calm. Belum berhasil nih..kadang oengen putusin asa, tapi gimana ..hidup terus berjalan. Artinya pasti akan selalu ada masalah atau ketemu orang yang bikin sebal dan mancing emosi. Kita kan gak bisa mengatur emosi orang dan menyuruh mereka untuk tidak bikin kita sebeeel...yang bisa kita lakukan adalah mengelola diri dan pikiran kita sendiri.
Banyak tips tentag menahan emosi, seperti ajaran Islam, seperti berwudhu, duduk atau berbaring ketika emosi membara. Juga banyak lagi cara lkainnya. Pernah saya ceritakan kepada seorang pembicara di suatu seminar yang masih berkaitan dengan semosi. katanya ya hindari tempat atau orang yang sekiranya bikin emosi. Sekarang itu yang saya ikuti, saya mulai memilah dan memilih grup pertemanan yang harus saya ikuti. Termasuk bermedsos ria..mendelete pertemanan di fb terhadap akun yang hobi nulis status yang bikin panas dan tujuan gak baik. Hindari berinteraksi dengan orang-orang yang tidak membawa manfaat kebaikan, misalnya nenangga ujung-ujungnya ngrasanin orang. Kalau bertemu seperlunya, kepada siapapun, dimanapun dan kapanpun. Ngobrol berlama-lama ditelpon maupun di dunia nyata dikurangi juga. Ikuti komunitas yang selalu bis amengalirkan rasa yang baiok dan positif.
Rasa yang positif itu seperti apa sih? Ini dikenal dengan metode vibrasi ..(maaf lupa nama sebenarnya). Intinya kita harus menstimulasi kepada diri pada hal-hal, pikiran yang baik yang dikenal dengan zona power (bersemangat dll.). Hindari zona yang buruk (aah lupa apa ya istilahnya) ..seperti malas, marah, tidak semangat..pokoe yang buruk-buruk gitu deh. Alhamdulillah terbukti efektif.
Memang tidak boleh kita hadapi dengan tegar hal-hal buruk itu? boleh saja asal sudah kuat dan gak bakal terkontaminasi atau terpengaruh oleh hal-hal buruk tersebut. Saya merasa belum sekuat itu. Imun emosionalnya masih lemah, sehingga mudah terpancing emosi ketika hadapi hal yang tidak kita sukai atau tidak menyenangkan. walau setelahnya bisa dipastikan menyesal. Akhirnya saya memilih menghindari dulu kepada hal-hal yang bisa membuat saya jadi orang yang gak baik.
Dalam jiwa manusia terdapat dua unsur sifat yaitu sifat malaikat dan sifat syaiton. Dalam diri saya juga terdapat keduanya, jadi walau kalau marah saya bisa seperti monster yang menakutkan tapi ada juga sifat malaikat. Yang ini ndak usah disebutkan deh..ntar dikira ujub, riya' kan dosa. Maunya jiwa malaikat saja yang terus keluar dan tampak..emang jiwa malaikta itu seperti apa sih..malaikat itu kan tidak diberi nafsu oleh Allah jadi isi jiwanya ya selalu berbuat kebaikan gak ada keburukan sama sekali. kalau begitu mana bisa manusia sepereti malaikat? Ya gak bisalah. tapi paling tidak sifat yang dominan itu sifat malaikatnya dibanding sifat syaitonnya, begitu kira-kira.
Belajar sepanjang hayat itu yang harus saya lakukan terkait apapun tidak hanya soal mengelola emosi saja. Intinya terus belajar perbaiki diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang banyak manfaatnya bagi orang lain. Semoga Allah meridhoi saya menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.aamiin
Sepagi ini rasanya pikiran sudah ndak nyaman, aliran negatif masuk kedalam pikiran, mana badan sedang lemah karena flu. Biasa sih..karena sedang menstruasi hormon gak setabil jadi suka nggak karuan pikiran ini. Harus waspada kalau sudah begini, kurangi bertemu dengan orang banyak, terutama dengan orang yang sudah pernah bikin ilfill atau jengkel bin marah. Karena dalam kondisi sensitif begini peluang berbuat kesalahan melalui sikap dan kata sangat besar. Jadi sangat perlu berhati-hati.
Lebih aman ngendon dirumah aja, bagus lagi kalau mau menulis baik di blog atau media lainnya. teteeep perlu hati-hati juga bermedsos ria, ntar baca status orang ..jadi emosi, uring-uringan. Masih mending kalau jari jemari ini masih sanggup menahan untuk tidak pencet keypad menulis komen yang pedas. Kalau sampai itu terjadi makin ndak nyaman deh suasananya, bakal panjang tuh kondisi negatif dalam pikiran. Kudu bijak dan berhati-hati sekali, harus pandai mengelola pikiran.
Ya ..pikiran memang harus dikelola dengan baik dan benar. bahasa kekiniannya adalah cerdas emosional atau Emotional Intelligent karena secerdas apapun seseorang dalam kondisi emosi tidak stabil maka akan berubah seperti orang bodoh , nggak ngerti apa2. Makanya banyak tuh buku-buku yang khusus membahas itu ..sangat populer hingga kini, contohnya Daniel Golman salah satunya.
Saya setuju dengan pendapat bahwa faktor-faktor untuk sukses itu tidak cukup hanya cerdas intelektualnya saja, tapi kudu cerdas emosional dan satu lagi cerdas spiritual. Yang terakhir itu temuan Bapak Ary Ginanjar dengan metode ESQ-nya yang pernah booming pada tahun 2000-an.
Mengelola pikiran dan emosi itu merupakan PR besar bagi saya pribadi. Mungkin sudah bawaan lahir atau karakter sejak lahir saya emosian, bisa juga karena pola didik orang tua pada masa lalu, yang jelas kadang saya masih kecolongan berubah menjadi makhluk mengerikan dengan mengeluarkan taring dan bersuara keras penuh amarah ketika merngahdapi orang atau masalah.
Sebenanya sih gak mau kayak gitu, tapi ya itu pertahanan diri kadang masih jebol. Berusaha sekuat tenaga untuk bisa mengelola pikiran dengan baik, dalam keadaan apapun tetap cool dan calm. Belum berhasil nih..kadang oengen putusin asa, tapi gimana ..hidup terus berjalan. Artinya pasti akan selalu ada masalah atau ketemu orang yang bikin sebal dan mancing emosi. Kita kan gak bisa mengatur emosi orang dan menyuruh mereka untuk tidak bikin kita sebeeel...yang bisa kita lakukan adalah mengelola diri dan pikiran kita sendiri.
Banyak tips tentag menahan emosi, seperti ajaran Islam, seperti berwudhu, duduk atau berbaring ketika emosi membara. Juga banyak lagi cara lkainnya. Pernah saya ceritakan kepada seorang pembicara di suatu seminar yang masih berkaitan dengan semosi. katanya ya hindari tempat atau orang yang sekiranya bikin emosi. Sekarang itu yang saya ikuti, saya mulai memilah dan memilih grup pertemanan yang harus saya ikuti. Termasuk bermedsos ria..mendelete pertemanan di fb terhadap akun yang hobi nulis status yang bikin panas dan tujuan gak baik. Hindari berinteraksi dengan orang-orang yang tidak membawa manfaat kebaikan, misalnya nenangga ujung-ujungnya ngrasanin orang. Kalau bertemu seperlunya, kepada siapapun, dimanapun dan kapanpun. Ngobrol berlama-lama ditelpon maupun di dunia nyata dikurangi juga. Ikuti komunitas yang selalu bis amengalirkan rasa yang baiok dan positif.
Rasa yang positif itu seperti apa sih? Ini dikenal dengan metode vibrasi ..(maaf lupa nama sebenarnya). Intinya kita harus menstimulasi kepada diri pada hal-hal, pikiran yang baik yang dikenal dengan zona power (bersemangat dll.). Hindari zona yang buruk (aah lupa apa ya istilahnya) ..seperti malas, marah, tidak semangat..pokoe yang buruk-buruk gitu deh. Alhamdulillah terbukti efektif.
Memang tidak boleh kita hadapi dengan tegar hal-hal buruk itu? boleh saja asal sudah kuat dan gak bakal terkontaminasi atau terpengaruh oleh hal-hal buruk tersebut. Saya merasa belum sekuat itu. Imun emosionalnya masih lemah, sehingga mudah terpancing emosi ketika hadapi hal yang tidak kita sukai atau tidak menyenangkan. walau setelahnya bisa dipastikan menyesal. Akhirnya saya memilih menghindari dulu kepada hal-hal yang bisa membuat saya jadi orang yang gak baik.
Dalam jiwa manusia terdapat dua unsur sifat yaitu sifat malaikat dan sifat syaiton. Dalam diri saya juga terdapat keduanya, jadi walau kalau marah saya bisa seperti monster yang menakutkan tapi ada juga sifat malaikat. Yang ini ndak usah disebutkan deh..ntar dikira ujub, riya' kan dosa. Maunya jiwa malaikat saja yang terus keluar dan tampak..emang jiwa malaikta itu seperti apa sih..malaikat itu kan tidak diberi nafsu oleh Allah jadi isi jiwanya ya selalu berbuat kebaikan gak ada keburukan sama sekali. kalau begitu mana bisa manusia sepereti malaikat? Ya gak bisalah. tapi paling tidak sifat yang dominan itu sifat malaikatnya dibanding sifat syaitonnya, begitu kira-kira.
Belajar sepanjang hayat itu yang harus saya lakukan terkait apapun tidak hanya soal mengelola emosi saja. Intinya terus belajar perbaiki diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang banyak manfaatnya bagi orang lain. Semoga Allah meridhoi saya menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.aamiin
Toleransi di Bulan Suci
Pulang dari bandara anter Abi, aku kaget kok ada sisa nasi goreng di piring? diatas kompor juga masih ada wajan bekas bumbu nasi goreng. Kan anak-anak puasa? apa mereka batalkan ketika saya tinggal ke bandara tadi? Bergegas saya memanggil bude yang biasa bantu-bantu dirumah kami, menanyakan apakah anak-anak tadi batalkan puasa.
'' mboten bu, itu tadi mb Alya yang nggoreng nasi untuk temannya'' jawab bude.
Alhamdulillah legaa.. iya tadi ada teman mb Alya yang main kerumah. Kebetulan temannya itu tidak berpuasa, jadi pas lapar mba Alya berinisiatif membuatkan nasi goreng. Masyaallah..peluuk anakku sayaang 💚💚💚💚. Terharu ....
Mungkin ini ya yang disebut toleransi bagi anak-anak seusia mba Alya (8 tahun). Alhamdulillah kecil-kecil sudah belajar toleransi. Meski dia puasa tetap menghormati temannya yang tidak berpuasa dengan menyediakan makanan tanpa tergoda untuk batal kan puasanya. Ya Allah ..semoga anakku tetap istiqomah menjaga ibadahnya, Aamiin. Walau lingkungan sekitar kadang tidak mendukungnya.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Belajar Puasa
Ya ..lingkungan ditempat kami tinggal sekarang memang banyak anak-anak yang tidak berpuasa. Tepatnya belum diajarkan berpuasa oleh orang tuanya. Mereka bilang tidak tega dan kasihan kalau anak sekecil itu disuruh puasa. Saya bisa memahami dan memilih tidak berkomentar apa-apa, tapi tetap berusaha melatih anak saya berpuasa sejak dini. Minimal Tk A atau usia sekitar 4.5 tahun anak-anak kami sudah kami latih berpuasa.
''Kok ndak kasihan tho mba, masih kecil kok sudah disuruh puasa'' kata salah satu ibu menegur saya. ''Tega amat sih'' tambahnya.
''udah sih mba, kasih makan aja daripada nangis begitu'' ibu yang lain bersimpati pada anak saya.
Clees...saya jadi gimanaa ..dibilang begitu. Ingin rasanya menjelaskan pentingnya melatih pausa pada anak sejak dini. Hal seperti ini adalah wajar, tapi sebagai orang tua harus tega, harus berani melihat anaknya menangis, merengek pada awal belajar puasa. Saya yakin lama-lama mereka terbiasa. Persis seperti waktu ngajari kakaknya dulu. Tapi itu hanya ada dibatin saya saja 😊 tidak enak mau menjelaskannya. saya pikir itu tidak perlu..biar sajalah, mereka mau ngomong apa, mungkin mereka belum paham..hehe.
Kebetulan waktu itu ada acara rewangan di belakang rumah, masak-masak untuk acara selamatan Mbahnya. saya ikut bantu-bantu masak dan Mba Alya malah ikutan. Padahal sudah saya minta dirumah saja, biar aman. Saat itu mba Alya sedang belajar puasa menangis minta batal puasa, mungkin karena banyak makanan di acara tersebut. Walau salah tingkah saya berusaha tetap tenang sambil mmebujuk anak saya, tak lama kemudia saya pamit pulang.
Mendidik anak untuk berlatih puasa memang tidak mudah. Apalgi kalau lingkungan sekitarnya kurang mendukung. Sebagai orangtua tetap mengajarkannya, dengan penuh kesabaran, ketegasan dan ketegaan. Orang tua harus berani berkorban, berkorban perasaan maksudnya, saat melihat anak menangis, merengek minta batal puasa. Ya kasihan memang ...ketika lihat anak merengek..minta makan, minum dan teriak laper..laper...huhu. Hampir jebol deh benteng pertahanan 😂
Pernah lho..suatu hari dipanas yang terik, teman-teman anak saya bermain kerumah, sambil mbawa es jeruk instan yang sueegeeer banget kelihatannya. Es itu digantung di setir sepedanya, warna kuningnya itu lho... 😂😂saya tertawa dalam hati ..ya Allah tabahkan anakku, kuatkan puasa anakku..Alhamdulillah saat itu anakku gak terpengaruh dengan pemandangan itu. hehe..ada-ada saja ya...
Itulah sekilas cerita tentang gado-gado belajar puasa, toleransi atau apalah namanya...
Dimaklumi ya emak yang satu ini sedang belajar menulis. yang bener sih sedang mumet nulis penelitian, makanya nulis beginian...untuk jaga keseimbangan. kalau tulisannya rada kabuur...(asal jangan ngawur bin nglantur) gakj teratur gaj runut atau keluar dari tema dimaklumi ya. Kebetulan lagi flu juga ini...hehe.
Terimakasih
#belajar_nulis
Sabtu, 10 Juni 2017
Amandel Mamas ..
"Ummi badanku demam" lapor mamas, sesaat ketika saya baru tiba dari bepergian.
Saya raba badannya, iya panas " sabar ya Mas, tinggal sebentar lagi berbuka".
Ealah Mas, baru kemarin sore aku mbatin, tiap berbuka kamu begitu semangat minum es buah nanti nek amandelmu radang lagi piye..kataku membatin. Sore ini kejadian beneran, mamas demam. Usai berbuka mamas saya minumkan parasetamol. Berharap segera sembuh dan bisa lanjut puasa lagi. Untung pas libur hari sabtu, mudah-mudahan senin sudah sehat dan bisa ikut UKK disekolah.
Ini sudah kesekian kalinya mamas kambuh radang amandelnya. Sejak usia 6 tahun mamas kena radang amandel sekarang usia mamas 10 tahun, sudah tidak terlalu sering namun belum sembuh juga ternyata. Kasihan mamas padahal dia anak yang aktif, semangat belajarnya tinggi. namun semenjak kena radang amandel semnagat belajarnya jadi melemah. Ternyata radang amandel sangat mengganggu belajar, karena menghambat aliran udara ke otak. Sebenarnya kalau mamas bisa menghindari pantangannya yaitu minum es bisa lama ndak kambuh. Ya seminggu ini karena puasa saya tidak tega melarangnya, apalagi sudah lama tidak kambuh.
radang amandelnya kali ini lumayan parah, mamas sampai gak bisa makan, untuk minum air putih saja dia merasa sakit tenggorokannya. Kalau makan merasa mula dan muntah. Badannya jadi tambah kurus. Kami sedih sekali melihatnya. Biasanya ke dokter umum lekas membaik, tapi kali ini tidak ngefek sama sekali. Akhirnya kami bawa ke dokter spesialis anak. Hubungi berbagai rumah sakit di Solo, dokter anak sedang tidak ada yang praktek. Kalau menunggu besok rasanya gak tega. ALahmdulillah di RS. PKU Muhamadiyah ada dokter praktek malam pkl. 18.30. Usai sholat maghrib kami bergegas kesana. Mamas sudah tidak kuat berjalan...sedih saya lihatnya. Tak henti berdoa untuk kesembuhan mamas.
Sambil menunggu dokter datang saya berusaha menghibur mamas dan menyuapi puding yang saya bawa dari rumah. Tapi cuma sedikit yang dia makan, hanya minum air putih saja yang lumayan banyak. Masyaallah mamas tampak lebih baik, walau belum bertemu dokter. Waktu mau ke toilet pun dia bisa berjalan sendiri. Beda sekali dengan waktu berangkat tadi. Alhamdulillah..
Perawat yang ramah melayani pendaftaran kami, dan memenita maaf karena dokter agak terlambat datang. Saya bilang tidak apa-apa kami akan menunggu. ''Ibu, dokter sudah datang tapi njenengan dapat antrian nomer 5, gimana Bu?'' tanya perawat cantik itu sangat sopan dan hati-hati.
''Iya mba, ndak apa-apa''
Kami duduk diruang tunggu yang disediakan. Tak lama kemudian perawat memanggil kami, masuk keruang praktek dokter. Eh saya kok lupa namanya ya..dokternya ramah dan telaten menerangkan kepada kami. Saya jadi tau kalau amandel itu sebelum anak usia 12 tahun tidak boleh dioperasi.
Dalam kesempatan ini saya juga menanyakan hal-hal terkait amandel ini. AKhirnya kami pulang dengan lega, mamas juga nampak semakin baik dan mengatakan lapar ingin makan. padahal biasanya dia mengaku mual kalau membayangkan makanan. Terimakasih dokter, segaka puji bagi Allah.
Kami bergegas pulang, karena mamas tidak mau diajak makan diluar. Mamas minta dibuatkan kwitiaw. Walau capek dan ngantuk saya tetap semangat untuk memasak untuk mamas, mumpung dia mau makan. Usai makan, mamas minum obat dan saya minta segera tidur. Semoga lekas sembuh ya Mas..aamiin.
Begitulah cerita mamas radang amandel kali ini. Berikut ada beberapa tips menangani anak amandel sesuai pengalaman saya merawat anak.
Gejala radang amandel dan Tips menanganinya:
1. Kompres dengan air hangat
Gejala yang paling umum ketika anak terkena radang amandel adalah demam. Segera kompres dan Itu pertolongan pertama ketika radang amandel anak saya kambuh. Kenakan pakaian yang tipis supaya tidak pengap.
2. Berikan Obat penurun Panas
langkah kedua adalah berikan anak obat demam, Saya biasa gunakan Sanmol.
3. Oles parutan bawang merah
parutan bawang merah yang diberi beberapa tetes minyak kayu putih sangat membantu menurunkan demam anak. caranya ambil 2 butir bawang merah, cuci bersih kemudian parut. Letakan pada sendok makan lalu panggang diatas api kompor. Alasi gagang sendok dengan kain supaya tangan tidak terkana panas saat memenggang. Jika sudah mengeluarkan bau harum..angkat, taruh dimangkok kecil. Teteskan minyak kayu putih secukupnya, seteklah agak dingin oleskan ke seluruh badan anak kecuali muka.
4. Ke Dokter
Jika panas tidak turun dan kondisi anak tidak membaik dalam 2 hari, segera bawa anak ke dokter.
Pengalaman saya biasanya saya bawa ke dokter umum, namun karena tidak ada perubahan yang baik, akhrinya saya bawa ke dokter spesialis anak. Dari dokter nanti akan mengetahui kondisi amandel anak dan apa tindakkan yang pas dengan kondisi anak tersebut. Waktu saya sudah pasrah kalau memang ahrius dioperasi yang penting sembuh. Oleh dokter disarankan tidak operasi sebelum usia 12 tahun, apalagi menurutnya kondisi anak kami masih bagus. Setelah 12 tahun kalau tidak kambuh lagi tiudak perlu operasi, alhamdulillah lega rasa hati kami.
5. Hindari Minuman dingin
Hindari minuman atau makanan yang dingin, mengandung pemanis buatan, MSG. Jaga anak dari makanan dan minuman tersebut. Anak saya tidak kambuh radang amandelnya kalau dia disiplin mematuhi aturan yang saya tetapkan terkait makanan dan minuman. Misalnya boleh makan mie instan hanya 1 bulan sekali, minum es buah atau es krim seminggu sekali dengan porsi 1 gelas saja. Hindari makanan yang mengandung MSG. Kalau dia patuhi insyaallah tidak kambuh dalam waktu cukup lama (3 bulan).
6. Jaga Kebersihan
Radang amandel disebabkan oleh virus, oelh akrena itu wajib menjaga kebersihan badan dan lingkungan. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Cuci kaki, sikat gigi sebelum tidur. Lingkungan rumah ahrus bersih dan sebagainya. Intinya harus selalu menjaga kebersihan. Sebenarnya saya cukup ketat terhadap asupan makanan dan minuman juga kebersihan diri anak dan lingkungan. makanya saya heran kok anak saya kena amandel. Mungkin saja anak saya yang suka main kotor, lumpur, tanah dan kadnag main disawah jadi penyebabnya. Ya sudah, kalau iskhtiar sudah ditunaikan masih saja terkena sakit, terima takdir saja sambil berusaha untuk kesembuhannya.
7. Obat alternatif
hasil browsing internet dan saran dari orang tua, teman dan saudara, ada beberapa obat alami yang dipercaya dapat mengobati amandel. Namun saya hanya berani menggunakan madu. Jadi selain obat dan vitamin dari dokter, saya berikan juga madu kepada anak saya. Madu dapat memebantu memperkuat daya tahan tubuh. Sekarang saya berikan rutin setiap hari minimal dua kali.
Demikian tips mengatasi anak yang terkena radang amandel, semoga bermanfaat. Terimakasih 💚
Sabtu, 03 Juni 2017
Tantang Mamas dan Puasa Ramadhan
Assalammualaikum...
Tak terasa ramadhan sudah memasuki hari ke-7. Alhamdulillah masih diijinkan bertemu lagi dengan ramadhan tahun ini. Ada yang istimewa ramadhan kali ini, bisa menjalani shaum bareng Abi, setelah beberapa tahun kami LDM (long married distance). Bersyukur, bersyukur dan bersyukur...
Ada yang membuat saya sedih hari ini, Mamas demam sejak kemarin sore, ''Semoga Allah segera memberikan kesembuhan ya Mas''. Aamiin. Sakitnya mamas kali ini tidak mengherankan, secara mamas kalau berbuka puasa minum es buah nggaak kira2 alias kebanyakkan. Dia ini penyuka minuman dingin, apalagi es buah. Bisa lupa makan yang lainnya kalau sudah minum es buah, kalau tidak diingatkan. Bisa lupa makan makanan pokok, nasi beserta lauknya.
Mamas sejak kecil sudah divonis dokter punya radang amandel, sehingga kalau minum terlalu banyak es akan kambuh. Kebetulan selama puasa 7 hari ini mamas memang kebanykan minum dingin. Saya tidak melarangnya, karena sya pikir sudah sembuh, karena sudah lama tidak kambuh. Tadi sebelum sahur sudah ke dokter, dan sudah minum obat. Kami minta hari ini tidak usah puasa dulu, tapi dia menolaknya. Wajahnya tampak sedih karena di larang puasa. '' Ya sudah nak, kamu boleh memilih puasa atau tidak puasa" kata saya memberi saran. Jadi tadi pas sahur tetap kami ajak makan sahur kemudian minum obat. Sampai pagi ini masih ingin berpuasa ketika saya tanya. Semoga Allah menguatkan jiwamu, ragamu nak.
Anak kami yang mbarep ini memang suka berpuasa sejak usia 5 tahun. Saat itu dia sudah sekolah di Taman kanak-kanak (TK) Qurrota A'yyun kela A di Bandar Lampung. Dia ingin belajar puasa senin-kamis waktu itu, walau belum bisa fullday dan belum bisa rutin setiap hari senin atau kamis. Namun sejak itulah menurut catatan saya dia mulai tertarik dengan ibadah puasa di bulan Ramadhan kala itu.
Hari pertama puasa sampai hari ke-4 dia hanya puasa setengah hari, Selanjutnya dia kuat puasa sehari penuh walau tidak sampai akhir bulan ramadhan. Masih selang seling, kadang bisa penuh kadang hanya setengah hari. Kami tidak memaksa, karena dia mau latihan puasa saja sudah sangat bersyukur. Mamas terhitung lebih mudah belajar dan latihan ibadah puasa dibanding ibadah lainnya.
Seperti belajar sholat, baca Al-quran dan lainnya. Bisa jadi karena sejak usia 5 tahun dia mulai berubah jadi kurang suka makan. Padahal waktu usia 1 tahunan, sangat suka makan.
Apapun alasannya kami tetap bersyukur karena mamas tumbuh keinginan berpuasa murni dari keinginan dia sendiri tanpa paksaan. Yang kami lakukan waktu itu sejak setiap sahur dia kami ajak makan sahur. Ditambah sounding dari gurunya di sekolah juga, mungkin itulah sebab dia tumbuh minat berpuasa.
Alhamdulillah, usia 6 tahunan atau tahun kedua dia latihan puasa ramadhan mamas sudah puasa penuh sehari, walau belum genap 1 bulan penuh. Tidak bisa penuh sebulan karena waktu itu sedang dalam perjalanan mudi ke Jawa, terjebak macet. Sehingga kami harus menempuh perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 24 jam atau sehari menjadi 3 hari. Biasanya bisa lewat pantura, kali itu dialihkan ke jalur tengah, yang jalannya muter-muter di Jawa Barat saja, melalui jalan pegunungan yang berkelok-kelok dan sempit. Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan. Oleh karena itu kami sarankan mamas tidak berpuasa dulu.
Proses mamas latihan berpuasa tidaklah berjalan mulus, tetap saja tantangan yang membutuhkan kesabaran. Seperti pernah dia lupa ambil kue kemudian dimakan, setelah kami ingatkan untungnya mau lanjutkan lagi. Pernah juga merengek minta berbuka ketika waktu menunjukkan pukul 3.00 wib. Saat -saat seperti itulah kami sebagai orang tua, harus sabar dan telaten memberikan pengertian kepada anak. Caranya kami bujuk, kalau nanti mamas bisa sampai maghrib puasanya maka akan kami beri hadiah, berupa mainan kesukaannya. Seeperti mobil-mobilan, buku atau sejumlah uang seharga mainan yang mamas idamkan. Bisa juga dengan menjanjikan akan diajak ke tempat bermain yang mamas idamkan, seperti ke waterboom setelah lebaran. Pokoknya apa sajalah yang bisa membuat mamas semangat lagi melanjutkan puasanya. Namun, kalau sekiranya sudah tidak mempam lagi jurus-jurus yang kami tawarkan, ya sudah kami ijinkan berbuka dengan syarat besok tidak boleh diulangi lagi.
Ramadhan ke-3 sampai ke-4 mamas bisa berpuasa sehari penuh selama satu bulan. Ini ramadhan ke-5 bagi mamas bisa berpuasa sehari penuh. Tapi sayang hari ke-7 ramadhan kali ini mamas malah sakit. Saya mengerti betapa mamas merasa sedih kalau terpaksa cuti berpuasa selama sakit ini. Walau sudah disaranklan oleh dokter untuk cuti puasa, nyatanya mamas masih niat puasa. Dia meminta kepada saya untuk diijinkan berpuasa hari ini. Saya anjurkan dicoba setengah hari dulu puasanya, nanti kalau masih kuat ya teruskan sampai sore. Dia setuju dengan saran saya itu. Alhamdulillah.
Syafakallah ya mamas sayang..peluk erat.
Surakarta, 04 Juni 2017.
#mamas_puasa
#rahayu
#latlis
#ramadhan2017
Langganan:
Postingan (Atom)
Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog
Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...
-
Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...
-
Bismillah .... SHOPEE saya m,au review aplikasi yang disajikan oleh mba Uli. Sejatinya saya tidak punya akun belanja ini tapi gak apa y...