Rabu, 28 Maret 2018

Mengenal Konsep Besar-Kecil # Day 1





Bismillah ...

Alhamdulillah game level #6 hari ini dimulai. Rencana mau membuat kegiatan kemarin, sehari sebelum hari-H, namun karena berbagai kesibukan, maka kegiatan tersebut baru pagi ini bisa dimulai. 

Tantangan dalam game ini adalah Menstimulasi Matematika Logis Pada Anak.  Umumnya anak atau Bunda, begitu mendengar matematika, hemm..langsung hoorrorrr ya Bund? hehe. Ya, matematika masih menjadi momok bagi sebagian anak bahkan orang dewasa. Padahal apa yang salah dengan matematika?

Pada tantangan kali ini kita akan bermain sambil belajar matematika logis bersama anak. Tujuannya adalah agar Matematika tidak menjadi momok lagi, tapi menjadi mamak (rahayu, 2018). Ciee ..nemu istilah baru . Kalau momok itu menakutkan, ingin dijauhi, coba kalau mamak? menyenangkan, inginnya deket-deket terus kan? (kecuali pas mamak sedang jadi momster, hee...). Naah...asyik kali ya, kalau setiap anak atau setiap kita menganggap matematika seperti mamak?

Oke Bund, kembali kepada matematika logis tadi, mengacu pada pendapat para pemerhati pendidikan dan kecerdasan anak, pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan. Hal tersebut dapat diartikan juga sebagai kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya


Masih menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematika logis  dan kecerdasan bahasa. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan bahasa diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa. 

Hemm....mungkin ini ya yang membuat anak menjadi mudah baper kalau mengahdapi suatu persoalan, karena kecerdasan bahasa dan matematika logis belum seimbang. Bisa jadi karena orang tuanya ini salah menstimulasi..hehe. Ngacung deh kalau soal ini...(sambil tutup muka).


Hari ini, Kamis, 29 Maret 2018, Pukul 6.15 WIB, berlokasi diruang keluarga kami bermain sambil belajar. Partisipan dalam kegiatan kali ini terdiri dari Saya, adik, dan kakak. Abi sedang keluar pulau Jawa, sedangkan Mamas sedang tidak mood untuk bermain bersama. Jadilah kami bertiga menjadi satu team yang berbagi tugas, Saya sebagai manajer kegiatan, Kakak sebagai Penanggung Jawab Dokumentasi dan Adik sebagai Murid. 

Usia Adik saat ini adalah 5 y, 6 m, 14 d. 
Adik sudah bersekolah TK, kelas Nol Kecil. 

Tema kegiatan kali ini adalah mengenal konsep besar - kecil. 
Alat yang digunakan, gelas berbagai ukuran, kamera HP untuk dokumentasi. 

Saya mengajak anak-anak berkumpul di ruang keluarga. Ada 5 gelas berbagai ukuran saya siapkan. Kemudian saya menyampaikan kepada adik, kalau kami akan bermain tentang konsep besar - kecil. Kita akan membandingkan mana gelas yang lebih besar, mana yang lebih kecil. Saya mulai bertanya kepada adik, mana gelas yang lebih besar? mana yang lebih kecil. Adik menjawab dengan menunjuk, ''Yang ini..''. Adik masih belum paham membedakan gelas yang lebih besar dan yang lebih tinggi. Masih sering keliru, menunjuk gelas yang tinggi dianggap lebih besar. Saya berusaha untuk mengoreksinya. Jadi kegiatan ini berkembang dari tema semula hanya mengenalkan konsep besar - kecil meluas menjadi konsep tinggi - rendah (pendek).  Baiklah ..tidak apa-apa ya nak, besok kita lanjutkan lagi. Yang penting sekarang adik mulai mengenal konsep itu dengan lebih baik. 
Dalam permainan ini, sejatinya untuk bersama, namun fokus utama stimulasi pada adik. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada video berikut. 






Oiya, tadi sempat membuka buku portofolio anak, dan menemukan gambar kegiatan mengenai apa saja yang perlu dicatat dalam suatu permainan bersama anak. Gamabr tersebut menjadi acuan saya dalam mencatat dan mengalisa serta melaporkan kegiatan dalam tantangan game level #6 ini.

Harta karun atau temuan kali ini adalah bahwa adik belum bisa membedakan ukuran gelas besar dan gelas tinggi. Masih menganggap gelas yang lebih tinggi itu ukurannya lebih besar dari gelas yang pendek tapi besar. 

Gagasan atau ide: alat yang digunakan ukurannya harus jelas, kalau bisa tingginya sama, yang berbeda hanya ukuran besar-kecilnya. Hal tersebut untuk menghindari kesalahpahaman adik mengenai konsep besar dan tinggi.  Oke..Noted 




Referensi :

- Materi Game Level #6
- Andita W.Aryoko dan W. Syamsudin, Buku Portofolio Anak, 2017.

Surakarta, Kamis 29 Maret 2018


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...