Senin, 09 April 2018

Day#12, Matematika di Sekitar kita, Bermain Kotak


Surakarta,, Senin, 09 April 2018

Bismillah ...

Usai mandi dan istirahat saya mengajak adik untuk bermain, ''Tapi mau main apa ya?''.  Saya mencari ide untuk  membuat permainan yang sekaligus bisa menstimulasi matematika logis. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya membeli sepaket kotak plastik untuk menyimpan makanan. Kotak tersebut masih terbungkus rapi belum dibuka. Saya mengeluarkan kotak plastik itu dan saya serahkan kepada adik.

''Dik mainan kotak ini yuuk..''
Segera saja adik menerima tawaran saya dengan gembira. Kotak itu diletakan dilantai dekat rak piring. Sengaja saya tidak membantu adik membuka kemasan, saya ingin melihat bagaimana adik mencari solusi menyelesaikan masalah itu. Adik mengambil sendok yang ujungnya agak lancip untuk membuka kemasan.

Lalu saya ajak pindah ke ruang depan dengan alasan ruangannya lebih terang. Padahal karena HP sedang saya charge di ruang depan, agar saya bisa ambil gambar pada saat adik bermain. Rupanya dik sedang tidak suka di foto atau di video, ketika dia tau saya ambil gambar dia meminta saya menghapusnya.




 Adik membawa kotak yang ukurannya besar, sedangkan saya membantu membawakan kotak yang lebih kecil.  Kotak-kotak itu kami letakan dilantai. Tutup-tutup kotak masih berserakan, kotak masih bertumpuk menjadi satu. Proses memisahkan kotak itu membutuhkan upaya yang cukup menantang bagi adik, karena tidak mudah memisahkan kotak satu dengan kotak lainnya.

 Saya ajak adik untuk menata dan  menutup kotak dengan tutup yang sesuai ukurannya. Kemudian adik meletkan kotak ukuran kecil disebelah kiri dan kotak ukuran besar disebalah kanan. Hemm..adik sudah bisa mengelompokan kotak berdasarkan ukurannya. Setelah itu  Adik mengajak saya untuk bermain jualan. Adik jadi penjual saya jadi pembeli.

''Oalah nduk..kok suka sekali main jejualan''.

Kali ini adik berjualan makanan, ada ayam goreng, ikan bakar, sambal, dan sayuran.  Saya pesan ayam bakar dan sambal. Adik pura-pura mengambil bumbu pada kotak sebelah kiri yang berukuran kecil. Tapi dia merasa kesulitan karena jaraknya terlalu jauh. Adik kemudian menyusun kotak-kotak kecil itu didekatnya, supaya mudah untuk mengambilnya. Adik melayani saya dengan cekatan, membakar ayam, ngulek sambal, mengelap piring dan menyerahkan makanan yang saya pesan.
Saya menirukan gaya orang yang sedang makan dengan lahap.

''Berapa harganya de?''
''10 ribu..'' jawab adik.

Namun sayangnya ketika saya tanya jumlah kotak kecil dan besar, adik tidak mau menghitung. ''Ya sudah gak apa-apa ya de...mungkin adik capek''. Adik justru fokus pada perannya sebagai penjual.
bercerita harga steak ayam, ikan goreng, sosis, dan lain-lain.

Tapi ..karena sudah mau maghrib saya  sudahi dulu permainan ini.
Manfaat permainan tadi adalah adik jadi bisa membedakan konsep besar dan kecil, berlatih mencari solusi untuk memecahkan masalah dan melatih motorik kasar.

Usai maghrib permainan bertambah seru karena Kakak dan Mamas ikut bermain,. Tapi tidak usah diceritakan ya keseruannya..hehe

Terimakasih



Minggu, 08 April 2018

Day#11 Padu padan warna, menyusun balok dan menggambar







Surakarta, 08 April 2018


Bismillah...

Stimulasi belajar matematika logis masih berjalan ..alhamdulillah. Seperti biasa Adik memilih kegiatan sendiri, saya hanya menemani dan mengarahkan saja. Kali ini adik memilih menggambar dan mewarnai. Saya berpikir apakah menggambar dan mewarnai bisa menjadi stimulan matematika logis? Kalau saya sih Iyess...Why?

Hemmm...setelah saya perhatikan, untuk menggambar (dalam hal ini pesawat) adik harus menghubungkan garis dan membentuknya menjadi gambar yang menurutnya mirip pesawat terbang. Selain itu, untuk mewarnai adik juga harus memilih warna dan memadukan warna tersebut menjadi warna yang serasi. Semua adik pilih sendiri. 






Usai bermain dengan pesawat karyanya, adik ingin membuat rumah tingkat, dari balok-balok plastik aneka warna. Kegiatan ini juga membutuhkan ketelitian dalam  memilih ukuran balok, menyusun dan memadukan warna yang sesuai. 

Kedua kegiatan tersebut bermanfaat untuk perkembangan motorik halus dan kasar. Adik telah belajar konsep matematika mengenai konsep menyusun, memilih warna yang berbeda dan memadukan warna yang dianggap sesuai atau serasi. Aaah..semoga saya tidak salah menganalisis dan menyimpulkannya. Good Job adik...



Jumat, 06 April 2018

Day#9 Berapa Harga?


Surakarta, 06 April 2018

Bismillah ...

Adik hari ini mengajak main peran jualan sate. Saya, mamas dan Abi sebagai pembeli.
''Beli sate bu..''
''Iya berapa bungkus?''
''Satu saja bu''
''berapa harganya?''
''lima ribu, dapat empat''
Maksudnya dapat empat tusuk sate.

Adik dengan sangat luwes  melayani pembeli, sesekali bertanya ''pake sambal kacang nggak?'', ''Pake kecap nggak?'', ''Pedas nggak?'', ''pake lontong nggak?''. Mungkin karena adik sudah sering beli sate pada Ibu penjual sate keliling, tak heran dia dapat menirukan dengan baik gaya penjual sate.

Kegiatan tersebut secara tak langsung adik sudah belajar matematika logis, mengenai harga dan komponen menu sate. Ada lontong, cabe, kecap, sambal kacang.
Adik belum paham tentang konsep pembagian, misalnya jika lima ribu dapat empat tusuk, harga satu tusuk berapa dik? hehe...ya iyalah usianya belum nyandak. Semangaat ... 


Memanggang Sate

Menyiapkan sate



Terimakasih satenya maknyuuss


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
 

Kamis, 05 April 2018

Day#8, Truk Merah


Surakarta, 05 April 2018


Bismillah...


Hari ini stimulasi belajar matematika dilakukan dalam perjalanan mau mengantar saya kekampus.
Adik menghitung jumlah truk warna merah yang melintas di jalan raya, ''Kegiatan yang sangat sederhana gak apa-apa ya dik?''.  Inilah video singkat mengenai semangat adik menghitung jumlah truk warna merah.

Rupanya sinyal sedang tidak baik, video tidak bisa diownload, insyaallah lain waktu. Terimakasih

Rabu, 04 April 2018

Day #7 Tiada Hari Tanpa Matematika

Bismillah ....

Tiada hari tanpa matematika ..hehe. Setiap ada kesempatan bersama anak-anak, ada saja kegiatan belajar matematuka sambil bermain. 


Usai sholat subuh kami ngruntel kamar, kebetulan kepala dipan ada motif lingkaran, garis dan kotak-kotak kecil. Langsung deh..kita bermain matematika logis bersama adik. Sayangnya lupa tidak siapkan HP kan tidak terduga permainan ini. Tapi jangan kuatir, sempat divideokan tapi sudah tidak lengkap lagi. 

Adik belajar menghitung jumlah kelopak bunga pada motif dipan, juga bentuk garis dan kotak. Selain itu membandingkan jumlah yang mulai dari yang sedikit kemudian jumlah yang banyak. menghitung jumlah bulatan kecil dan besar, kemudian membandingkannya. Masyaallah kita bisa belajar matematika dari media apa saja.  






Siang hari adik mewarnai gambar bunga, langsung saya ajak bermain matika logic.
berikut videonya. 





#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Camilan 3


 Camilan Rabu 

Rabu, 4 April 2018 

πŸ”’ Logika Matematika πŸ”’

πŸ‘«Fakta yg berkembang dalam masyarakat saat ini adalah kecerdasan  berhitung sering dikaitkan dgn kemampuan matematika. Kemampuan matematika yg diidentikkan dengan pemecahan soal secara kompleks menjadi tolak ukur kesuksesan anak di bangku pendidikannya. 

🚣🏻‍♀Lingkup matematika sebenarnya luas tak hanya sebatas angka dan rumus saja. Salah satunya keluasan mencakup cara bernalar (the way of thinking) membahas pola/keteraturan. Matematika sangat berperan dalam menata pemikiran manusia sebagai hasil yg dapat diperoleh dan dipertanggungjawabkan. 

πŸ‘©πŸ»‍🏫Banyak penelitian menunjukkan bahwa bagaimana matematika diajarkan di kelas dipengaruhi kuat oleh pemahaman guru tentang matematika yg telah diserapnya. Cara penyampaian guru mempengaruhi bagaimana anak akan menerima matematika sekaligus memberikan kesan dan pengalamannya. Tugas pengajar dalam mengajar matematika adalah bagaimana cara memfasilitasi anak untuk sampai pada ide  pemecahan soal menggunakan kemampuan logika matematika sebelum benar-benar menjelaskan dengan simbol dan konsep lainnya. 

🍬🍭🍫 Contoh soal : Sinta ingin membagi 36 permennya kepada Andi, Beni Dan Citra. Berapakah permen yg didapat masing2 anak?.  Anak yg terbiasa menghafal perkalian mungkin akan merasa sedikit terbantu, namun bagaimana dgn yg lain?. Soal tersebut memberi peluang kita mengajak anak berpikir logis. Terdapat 3 pemecahan soal :
1. Membagai dgn dasar geometris (bagi permen menjadi 3 daerah bagian yg sama)
2. Mendistribusikan 1 per 1 kepada 3 anak secara bergilir sampai habis
3. Mengelompokkan permen menjadi tiga-tiga. Setelah permen habis barulah diberikan sesuai jumlah yg sama. 
✅ Dari soal tersebut anak diajak memahami bahwa "bagi (:)" merupakan pengurangan berulang maupun bagi adil bahkan ide tentang kebalikan perkalian.

✒ Howard Gardner menyatakan seseorang dapat memiliki kemampuan matematika yg buruk namun memiliki kecerdasan logika matematika yg sangat baik. Kecerdasan logika matematika tidak hanya terbatas pada matematika saja, namun juga kemampuan ilmiah dalam berbagai bidang lainnya. 

☘Kecerdasan logika matematika merupakan kemampuan ilmiah untuk memahami suatu konsep dan secara prosedural menghubungkan pola-pola abstrak dalam pemecahan masalah. Mencakup 2 hal, yaitu :
1. Kemampuan seseorang untuk menggunakan dan memahami hubungan abstrak.
Kemampuan logika matematika ini berkembang secara bertahap seiring tumbuh kembang anak saat tak ada stres, tekanan dan bahaya. Anak membutuhkan ruang eksplorasi menggunakan anggota tubuhnya sebagai alat belajar. Saat mereka beraktivitas, mereka sedang membangun pengalaman kehidupan nyata yg dapat diklasifikasi dan simpan. Hal inilah yg membantu mereka menjadi logis dan mengerti realita kehidupan. 
2. Kecakapan dalam penggunaan angka dan logika berpikir. 

✒Menurut Armstrong (2013) Ada 5 strategi  utama untuk mengembangkan logika matematika :
1. Perhitungan dan kuantifikasi πŸ’―
2. Klasifikasi dan kategorisasi 🐢🐱🐭πŸ₯πŸ¦†πŸ³πŸ‹
3. Pertanyaan model Socrates (pertanyaan yg mengasah berpikir lebih dalam seperti filsafat) 🧘🏻‍♀🧘🏻‍♂
4. Heuristik (mencari tahu dan belajar mandiri bagaimana  menemukan sumber yg diperlukan) πŸ‘©πŸ»‍πŸ’»πŸ‘¨πŸ»‍πŸ’»
5. Berpikir ilmiah ✍🏻
Kelima strategi di atas memiliki aktivitas yg luas, tidak terbatas hanya pada mata pelajaran matematika. Oleh Karena itu diperlukan kolaborasi dan sinergi dari beberapa kecerdasan lain yg turut mempengaruhi kemampuan matematika anak, antara lain :
πŸ‘„πŸ‘…Verbal-linguistik : agar anak mampu menterjemahkan soal tertulis
πŸ‘€Visual-spasial : agar anak mampu memvisualisasikan soal
πŸ™‡πŸ»‍♀Intrapersonal : agar anak dapat merefleksikan diri dan berpikir mendalam. 

🧠 Tips menstimulasi kecerdasan logika matematika anak :
1. Bangun pola pikir melibatkan angka dan alasan πŸ”’πŸ—£
2. Kemas menggunakan hal yg disukai anak, seperti : eksperimen sains, bertanya, memecahkan teka-teki, bermain detektif, berhitung πŸ•΅πŸ»‍♀πŸ•΅πŸ»‍♂
3. Penuhi kebutuhan tersebut dengan bahan-bahan khusus eksperimen, kunjungan ke museum, planetarium, dll. πŸ°πŸ•


☀ Sumber Referensi : 

Gilang Zulfairanatama Dan Sutarto Hadi. Kecerdasan Logika-Matematika Berdasarkan Multiple Intelligences terhadap Kemampuan  Matematika Siswa  SMP di Banjarmasin.  EDU-MAT Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 1, Nomor 1, Oktober 2013, hlm 18-26

Eny Purwaningtyastuti. 2011. Surakarta. Meningkatkan Kecerdasan Logika-Matematika Anak Melalui Bermain Balok Kelompok A di TK An Nisa' Marditani Celep Kedawung Sragen Tahun Ajaran 2011/2012

Sumardyono. 2004. Karakteristik Matematika dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Matematika. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Pusat Pengembangan Penataran Guru Matematika Yogyakarta

Annie R. Hoekstra - de Roos. https://www.international-montessori.org/wp-content/uploads/2014/03/Logical-mathematical-intelligence-ENG-WEB.pdf

Selasa, 03 April 2018

Day#6 Mengukur Jarak


Surakarta, 04 April 2018

Bismillah ...


Belajar matematika logis bisa dilakukan kapan saja, dimana saja. Seperti pagi ini saat kami sedang berkumpul di ruang depan. Adik sedang bercanda dengan Abi dan Mamas, sementara saya nyambi ngeprint beberapa materi untuk acara hari ini. Adik berlarian kesana kemari, kadang ke arah Abi, setelah itu keluar masuk ruang depan dan tengah dengan ceria. 

Oiya..hari ini saya bakal seharian di Jogja, karena ada suatu pekerjaan. Rencana akan berangkat berdua dengan Pak Suami, jadi saya harus memanfaatkan kebersamaan pagi ini untuk menstimulasi Adik belajar matematika logis. Antisipasi nanti pulang sudah malam, Adik sudah tidur.

Hemm...ada ide nih, saya ajak adik mengukur jarak antara dinding dengan meja printer. Alhamdulillah adik tertarik dengan permainan yang saya tawarkan. Kemudian Saya memberi contoh dengan berjalan meniti garis ubin sambil menghitung jumlah langkah kaki. Adik menirukannya, namun kadang adik harus dipegangi supaya tidak oleng kekanan atau kekiri. Kami berhasil menghitung jarak antara dinding dengan meja printer dengan telapak kaki. Kami ulangi sampai beberapa kali. Adik tampak menikmati permainan ini. Sambil meniti garis ubin, adik menghitung, kadang sambil tertawa terutama pada saat dia akan jatuh, karena tidak seimbang. 

Ternyata jaraknya adalah 13 langkah kaki saya atau sama dengan 13 langkah kaki Adik. Setelah itu Adik saya ajak mengukur panjang tiap ubin dengan jengkal jari tangan. Setiap kotak ubin panjangnya adalah 2,5 jengkal tangan Adik atau 1,5 jengkal jari saya. 

Aktifitas tersebut bermanfaat untuk memahami konsep ukuran jarak antara dua benda dengan telapak kaki dan jengkal jari tangan, selain itu berjalan dititian  juga bermanfaat untuk melatih keseimbangan tubuh. 

Alhamdulillah ketika saya minta mengulangi ukuran jarak antara dinding dan meja printer, Adik bisa menjawab dengan lancar. 

''Berapa dik, jarak antara dinding dengan meja?''
''15 kakiku...tapi nek kaki Umi jadi 13''
'' Pinter, anak sholihah...alhamdulillah''

Matematika ada disekitar kita...

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs




Senin, 02 April 2018

Day5, Menghitung Anggota Tubuh



Senin, 02 April 2018



Pagi-pagi Adik udah ngambek gak mau mandi dan pergi sekolah. Dia tiduran dikasur depan TV yang tidak dinyalakan. Saya dekati dia ikut tiduran disampingnya, kenapa ya adik gak mau sekolah, biasanya rajinbatin saya. Ternyata alasan Adik karena dia sariawan, pantesan dari tadi megangi mulutnya terus. 

Mamas mulai cemburu kepada Adik karena adik boleh tidak berangkat sekolah hari ini. Adik menangis karena di bilang oleh mamas kalau adik bohong pura-pura sakit. AKu peluk adik untuk menenangkannya. Setelah adik diam Saya mulai ajak bermain sambil tetap tiduran.
Saya perlihatkan lima jari kanan saya ‘’Dik, jari ini ada berapa ya?’’
‘’Lima..’’jawab Adik
‘’Pinter …’’ saya memuji adik tulus
‘’Give me five dik…’’ Adik belum paham ‘’berikan lima jarimu dik?’’
Adik menunjukan lima jari sebelah kanan.
Jariku ada lima, dan jari adik ada lima juga. ‘’Kalau ini ditambah ini jadi berapa dik?’’
Saya menyandingkan jari kami. ‘’Sepuluh ‘’ jawab Adik
‘’wah hebaaat adik ya.., jawabannya benar
‘’Yuuk kita hitung yuuk sepuluh itu seperti apa sih..’’


Saya mengajak adik untuk menghitung jumlah jari kami, tujuannya agar adik bias merasakan secara kongkrit jumlah sepuluh jari, tidak hanya abstrak atau lambing saja.
Kami kembali bermain, mulai menghitung jumlah tangan, kaki, jari kaki, telinga, mulut, dan hidung. Adik mengulang jumlah anggota tubuh itu dengan lancar. Namun saya meminta menghitung ulang jumlah anggota badan yang disebutkan tadi dengan cara memegang langsung. Sebagai contoh ketika adik mengatakan jumlah telinga saya ada dua. Dia lalu memegang kedua telinga satu saya…
Saat itulah saya berteriak..’’aaa..aku dijewer oleh adik’’
Kami tertawa bersama…


Aaah serunya permainan matematika di sekitar kita…
Kakak yang sedang duduk didekat meja makan, ikutan memberi pertanyaan kepada adik. Kakak menunjukan 1 jarinya. ‘’Dik ..ini ada berapa’’
‘’Satu ‘’ jawab adik cepat
Lalu kakak bertanya sampai 5 jari …kemudian berseru ..’’Dadaa….’’
Adik tertawa …

Minggu, 01 April 2018

Day #4, Menakar Susu




Surakarta, Minggu 01 April 2018


Bismillah ...

Stimulasi matematika logis kali ini lebih mudah diikuti oleh anak-anak. Tanpa sadar mereka sudah belajar matematika melalui berbagai kegiatan sehari-hari di rumah. 

Diawali dari permintaan Mamas dibuatkan susu, ahaa.. jadi punya ide untuk bikin permainan yang menyenangkan. Saya berseru ''siapa yang mau dibuatkan susu?'' tanpa mengulang dua kali, kakak dan adik serta Abi menyatakan mau. Inilah kesempatan melakukan kegiatan bersama, belajar membuat susu yang enak dan belajar matematika. 

Peserta dalam permainan kali ini terdiri dari saya, adik, mamas, adik dan Abi, alhamdulillah komplit. Senang rasanya Mamas bersedia menjadi kameramen dalam permainan kali ini, walau sebelumnya ada sedikit drama,namun  dengan  komprod, akhirnya mamas bersedia. 

Saya siapkan susu untuk Abi dan satu lagi sekotak susu untuk anak-anak. Selain itu saya menyiapkan sendok, gelas, air panas, air dingin di meja. Setelah Adik dan Mamas berkumpul baru saya mulai tutorial membuat susu, dimulai membaca petunjuk dikemasan mengenai berapa sendok takar untuk membuat susu yang lezat. Takaran susu untuk orang dewasa tentu berbeda dengan takaran susu untuk anak-anak. Susu untuk Abi adalah 4 sendok makan, sedangkan susu untuk anak-anak adalah 3 sendok makan. 

Adik membantu saya menakar susu dan menuangkanya ke dalam gelas. Setelah itu saya tuangkan air panas sebanyak setengah gelas, kemudian diaduk sebanyak 8 kali. Susu yang diaduk 8 kali menjadi tercampur rata. Tambahkan seperempat air dingin biasa, aduk kembali sampai tercampur rata. hemmm ...segelas susu lezat dapat dinikmati. Eit tunggu dulu, anak-anak maunya minum susu dingin, maka mereka menambahkan es batu beberapa potong ke dalam susu. Kakak menambahkan 8 potong es batu, Adik ikut-ikutan demikian juga mamas. Adik minta diizinkan mengantarkan susu untuk Abi di ruang belajar.

Anak-anak menikmati susu tersebut dengan gembira. Sementara saya kembali menerangkan proses membuat susu lezat tadi. Susus 3 / 4 sendok, tambahkan air panasa setengah gelas, aduk rata, tambahkan seperempat air putih biasa, aduk lagi, bisa langung dinikmati atau ditambah es batu kira-kira 8 potong.  Keseruan kami membuat susu lezat bisa disaksikan pada video berikut. Inilah karya Mamas anak bujang tersayang ...





Hemm...dari kegiatan tersebut adik  belajar apa ya? iyak belajar menakar susu, dan urutan proses membuat susu. Matematika ada disekitar kita .....
Dari kegiatan sederhana tersebut, bisa menjadi ajang belajar matematika yang menyenangkan untuk anak-anak. Diharapkan kegiatan tadi dapat memberi pemahaman kepada adik dan kakak-kakaknya mengenai ukuran dengan cara menakar.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...