Sabtu, 20 Januari 2018

Bekerjasama#day17


Bismillah..

Cerita hari ini tidak hanya tentang kakak..namun untuk seluruh keluarga. Simak yuuk...

Bude hari ini tidak masuk kerja, sedang pulang kampung untuk takziyah.
Segera emak mengajak seluruh keluarga; Pak suami, emak, mamas, adik dan kakak berkumpul pagi ini. Tujuan berkumpul  itu untuk musyawarah, membentuk panitia yang berbagi tanggung jawab dengan kebersihan rumah selama bude tidak masuk kerja. Icak-icake bikin family project-lah..hehe

Mamas terpilih menjadi  manajer kebersihan, kakak menjadi wakilnya, adik menjadi stafnya. Pak suami menjadi pimpro, Emak bertanggung jawab di bagian dapur dan cuci baju.

Usai rapat ..emak segera pamit ke pasar untuk belanja bahan untuk masak hari ini. Pulang dari pasar, mereka sedang membersihkan teras dan hampir selesai. Mamas masih memegang alat pel lantai, begitu juga dengan kakak.

Alhamdulillah rumah sudah bersih dan rapi sekarang. Yes..team bekerja dengan baik. Teras yang semula kotor oleh tanah bekas ban kendaraan kini sudah bersih ...ruang tamu dan tengah sudah rapi, begitu pula dengan kamar tidur. Dapur sudah rapi, karena sebelum ke pasar emak udah bersihkan lebih dulu.

Kakak, mamas dan adik tidak mengeluh, wajah mereka terlihat sumringah. Alhamdulillah, Emak berterimakasih kepada Paksu dan anak-anak atas kerjasamanya. Mata emak pagi ini berbinar....
 

#tantangan_hari_ke17
#kelasbunsayiip3
#game_level_3

#kami_bisa

Kamis, 18 Januari 2018

SQ#Menyayangi Kucing


Bismillah ....
Day #16

Kakak merupakan anak pecinta hewan piaraan, terutama kucing. Waktu berkunjung ke tempat saudara di Jogja, tidak dapat kutolak pemberian sepasang kucing karena anak-anak memohon dengan sangat agar emak bersedia membawanya.

Alhamdulillah anak-anak bersedia merawatnya terutama kakak, sangat perhatian kepada kedua kucingnya. Kakak belajar bagaimana cara memandikan, apa saja makanannya dan sering mengajak kucing itu bermain. Kakakpun bisa merasa sangat sedih ketika kehilangan kucingnya, yang tidak pulang.  

Kakak pernah bilang kalau kita harus menyayangi kucing, karena kucing itu ciptaan Allah. Selain itu kucing merupakan hewan kesayangan Rasullullah SAW. Lengkap deeh...alasannya. 

Belum lama ini ada anak kucing berwarna kelabu dan garis-garis kuning, datang ke rumah. Kakak memohon kepada emak agar mengijinkan kucing itu tinggal di rumah. Selain alasan kasihan, juga biar si Putih kucing kami ada temannya. Emak tidak keberatan yang penting kucing itu tidak kakak mau bertanggung jawab memeliharanya, selain itu harus yakin kalau kucing itu bukan milik orang lain. Kuatir nanti dicari pemiliknya.

Namun kakak belum sanggup mendidik kucing tersebut, melihat kucing itu baung air besar sembarangan (dikasur kamar Mamas) dia jadi tidak mau merawatnya lagi. Namun dia berpikir kasihan juga ya kalau kucing itu tidak ada yang mengurusnya? Akhirnya Kakak dapat solusi, kucing tersebut tetap dipelihara, diberi makan, kadang dimandikan namun tidak boleh lama-lama didalam rumah. Makanan ditaruh di teras, tidurpun di teras. Sebenarnya justru mengkuatirkan dimana kucing itu BAB? Mungkin dikebun orang atau dipinggir sawah. Kalau sembarangan kan bisa menimbulkan penyakit. Itu yang belum bisa kakak lakukan mendidik kucing itu bab pada tempatnya. Setidaknya kakak tak lupa memberi makan dan ngajak bermain.

 Setiap pagi dan pulang sekolah , kakak ngecek tempat makan kucing, kalau sudah habis atau tinggal sedikit segera dia tambah makanan lagi. Alhamdulillah kakak sudah memiliki kecerdasan spiritual, paham bahwa kucing adalah ciptaan Allah, sehingga harus dipelihara dengan baik dan disayangi.
Seperti pagi ini kucing putih, meong-meong minta makan. Padahal kucing itu barusan makan. Mungkin masih lapar. Kakak sedang diruang depan..sehingga tidak tau. Emak segera memanggil kakak untuk memberi makan kucingnya.

Kucing putih itu rupanya sudah tidak sabar menunggu kakak menuangkan makanan kedalam wadah. Ketika kakak ambil makanan, justru kucing itu masuk kedalam kota penyimpanan makanan. ‘’iih...kok malah masuk sih’’ gerutu kakak, ‘’Ya udah aku kunci sekalian lho kamu’’ tambah kakak ngomong sama kucing.

‘’Jangan dong nak...kasihan kan, lagian nanti kalau dia BAB gimana?’’ kata emak yang berada didapur tak jauh dari tempat kakak dan kucing.

‘’Habisnya dia gak sabar sih, orang lagi diambilkan makanan malah ikutan masuk’’...kata kakak berargumen. Emak tau kakak hanya bercanda, setelah menuangkan makanan ke dalam wadah makan, kucing putih itu pun dikeluarkan dari kotak pakan yang terbuat dari bambu. Kotak penyimpanan itu dulu rumah si kucing waktu bayi, mungkin dia kangen sama rumahnya, hehe.

Terimakasih ya, love  Kakak...

#tantangan_hari_ke16
#kelasbunsayiip3
#game_level_3

#kami_bisa

Saling Menyayangi dan Memaafkan


Bismillah...

‘’Dik Ayla..jangan’’ teriak Kakak ‘’Itu punyaku..itu rumahku’’
Suara Kakak yang sedang bermain rumah-rumahan terdengar dari ruang keluarga. Pasti itu karena adik ingin ikut bermain tetapi tidak diizinkan, dengan alasan mengganggu.
‘’Kak..adik diajak main dong’’ pinta emak yang  segera mendekati mereka.

Bukan kakak kalau tidak punya argumen panjang kali lebar (niru siapa ini ya?..hehe). Dia beralasan bahwa adik sudah bikin rumah-rumahan sendiri, namun masih saja, mencoba ‘’ngrusuhi’’ milik kakak.

Emak menjelaskan bahwa adik berbuat begitu karena dia belum tau, tugas kakak untuk menjelaskan kepada adik, supaya adik paham. Adik belum paham tentang konsep kepemilikan, meskipun sudah sering di tunjukkan benda-benda itu ada pemiliknya, dan kalau ingin menggunakan harus izin terlebih dahulu.

Kakak sering protes, kerana adik masih sering menggunakan barang miliknya tanpa izin. Itu yang membuat kakak kesal kepada adik. Hemm, emak paham sekarang..berarti keduanya memang harus saling memahami bahwa kakak harus sayang kepada adik, sebaliknya adik harus menghormati kakak. Jika menggunakan benda milik kakak adik harus izin, begitu juga sebaliknya. Ketika ada yang bersalah ..harus minta maaf dan memaafkan. Seperti lagu Kak Nadia dan Syamil itu lho..
‘’Anak muslim itu..anak muslim itu..harus minta maaf bila bersalah’’
“Anak muslim itu..anak muslim itu, harus minta memaafkan kesalahan orang lain’’

Ya, hari ini kakak belajar mengenai pentingnya seorang kakak menyayangi adik, izin terlebih dahulu sebelum menggunakan benda miliki orang lain, meskipun itu saudara kandung, seorang adik harus menghormati kakak, saling memaafkan ketika bersalah. Semoga Allah memudahkan pemahamanmu ya kak? Aamin.

Setiap hari Selalu ada cerita tentang kakak...

#tantangan_hari_ke15
#kelasbunsayiip3
#game_level_3

#kami_bisa

Meningkatkan IQ dengan Porogapit


Bismillah..

Kakak sedang belajar Matematika bersama Pak suami dan Mamas. Kalau urusan belajar matematika diserahkan kepada Pak suami yang memang lebih menguasai ilmu tersebut.

Kegiatan belajar kali ini bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan intelektual. Tema yang dipelajari kali ini adalah pembagian dengan metode yang dikenal dengan nama ‘’Porogapit’’.

Metode ini sangat penting dikuasai kata Pak Suami karena metode tersebut sudah mencakup operasi hitung pembagian, perkalian, pertambahan, dan pengurangan. Sehingga ketika seorang anak mampu menguasai metode tersebut, insyaallah akan menguasai keempat operasi hitung tersebut.

Kakak tampak kurang bersemangat belajar porogapit, alasannya  baru kelas tiga, merasa  belum perlu. Ya sudah, tidak kami paksa anggap saja baru pengenalan, supaya nanti ketika tiba waktunya kakak tidak kaget, kalau bahasa kekiniannya ‘’roaming’’. Padahal sudah di sounding bahwa belajar ilmu ini penting, gak perlu nunggu nanti-nanti, namun begitulah kakak..kalau belum karep yo enggak bakal mau.

Biarlah Mamasnya dulu yang belajar menguasai ilmu tersebut. Siapa tau..mamas suatu saat nanti bisa menurunkannya kepada adik-adiknya (kak Alya & Adik Ayla).

Baiklah...pengenalan dulu ya Kak, tapi janji lhoo ya, kalau tiba saatnya harus lebih semangat ..

#tantangan_hari_ke14
#kelasbunsayiip3
#game_level_3

#kami_bisa

Selasa, 16 Januari 2018

Kornet Pemantik Semangat #13


Bismillah ...

Bismillah ..
Sepulang sekolah kakak istirahat sebentar dan belum berganti baju. Emak menyarankan untuk segera mandi dan ganti baju agar bisa segera bersantai, terserah mau apa, bermain, baca buku kesukaan atau makan.

Emak memperlihatkan sekaleng kecil kornet kepada kakak, tak disangka respon kakak luar biasa antusias. ‘’mau..mau, aku mau makan kornet’’ seru kakak bersemangat
‘’boleh, tapi mandi dulu’’ jawab emak santai...

Kakak segera mandi, sementara emak memasak kornet. Usai ganti pakaian kakak segera duduk dikursi makan, kornet beserta nasi putih yang masih mengepul asapnya sudah tersaji dimeja makan. Kakak memang penyuka kornet daging sapi, sejak pagi rekues menu kornet untuk makan sore sepulang sekolah. Kelihatan sekali binar matanya ketika menyantap menu itu.

Usai makan kakak bereskan piringnya. Dilanjutkan dengan bermain lego..bersama adik dan mamas. Mereka sedang suka membangun rumah-rumahan dari balok-balok plastik tersebut.

Jadilah, ruang keluarga menjadi riuh oleh suara-suara anak-anak membangun rumah impian masing-masing. Balok-balok kecil beraneka warna bertebaran dilantai. Emak berharap kali ini kakak tidak perlu diingatkan lagi untuk merapikan mainan setelah bermain.

Menjelang maghrib emak keluar dari kamar usai baca-baca. Masyaallah ...lantai sudah rapi dan bersih. Rupanya kakak sudah merapikan mainanya. Alhamdulillah.. sekarang sudah mengerti tanggung jawab. Apa yang harus dilakukan terhadap mainnya ketika selesai memainkannya.
Kakak sudah bersiap-siap ke masjid karena sudah ditunggu oleh teman-temannya diteras. Bersama adik, mamas dan teman-temannya kakak berangkat ke masjid. Mereka berunding sebentar mau ke masjid yang mana, karena ada dua masjid disekitar sini. Akhirnya mereka memutuskan pergi ke masjid Al-Barokah, jaraknya yang lebih dekat dibanding masjid yang satunya.


Itulah cerita tentang kakak hari ini...tentang tanggung jawab. Terimakasih 

#tantangan_hari_ke13
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Senin, 15 Januari 2018

Sepatu


Day 12

Bismillah ...

Sepulang sekolah Kakak menanyakan sepatu barunya yang dibeli kemarin malam. Sepatu itu belum sempat dia buka karena kemarin langsung pergi ke tempat Mbah dan pulang pagi langsung berangkat ke sekolah.

Tadi pagi sepatu itu ditaruh adik dikamar Mamas, namun sore ini sudah tidak ada. Saya cari kemana-mana tidak ketemu. Pak suami, Mamas juga ikut bantu mencari namun tidak ada.
Pak Suami berbisik ‘’pasti ini ulah adik’’...

Karena tadi pagi adik langsung mmenangis begitu tau kakak dibelikan sepatu sedangkan dia tidak. Alasan kamimtidak membelikan karena dia sudah beli terlebih dahulu, waktu itu kakak belum dapat sepatu yang sesuai ukurannya, jadi ditunda. Untung kakak mau bersabar..nah, baru kemarin malam itulah kakak dibelikan.

Kembali ke cerita sepatu yang raib tadi, orang serumah ikut sibuk mencari. Benar-benar hilang tanpa jejak, hanya kotak septu dan plastik bungkusnya saja yang ditemukan.
Saya panggil adik untuk dibujuk supaya mengaku, dia tetap keukeh bilang ‘’tidak tau’’
Sudah banyak kata dan cara kami lakukan untuk membujuk adik supaya mengaku dimana sepatu kakak ditaruh. Dia tetap bertahan dengan jawabannya.

 Ya sudah ..akhirnya hanya saya yang meneruskan pencarian, penasaran betul saya ini. Kaka saya suruh mandi, mengalihkan perhatian supaya dia tidak kesal. Dalam pencarian itu saya menemukan plastik-plastik yang tidak terpakai, namun nylempit dibeberapa tempat. Plastik itu kemudian saya ambil dan bermaksud saya buang ke temapt sampah.

Kotak sampah berwarna hijau itu saya buka tutupnya sedikit...hemm saya senyum-senyum melihat isi kotak sampah itu. Kemudian menemui suami, saya ajak melihat isi kotak sampah..kami berdua tertawa.

Alhamdulillah sepatunya sudah ketemu..
Adik tetap belum mau mengaku. Baiklah itu akan kami selesaikan diwaktu berikutnya. Kami bersyukur, kali ini kakak lebih bisa menahan diri, lebih sabar menghadapi perilaku adik. Biasanya dia akan lekas marah kalau tau adik mengganggu barang miliknya. Selain itu, roti yang kakak beli kemarin tadi buka adik lebih dulu sama adik, saya sudah sempat was-was, gimana kalau kakak nanti marah, karena adik belum izin. Saya bujuk adik, supaya nanti minta maaf sama kakak karena makan roti kakak tanpa izin. Alhamdulillah kakak kali ini biasa-biasa saja mengetahui rotinya dimakan adiknya.


Alhamdulillah, Terimakasih kakak...

Minggu, 14 Januari 2018

Sabaar ....

Bismillah ..

Mentang-mentang hari libur, kakak tidak mau mandi pagi. Dia asyiik bermain bersama teman-teman dan mamas. Mereka bermain rumah-rumahan yang dibuat dari balok-balok lego. Seru sekali mereka ini.

 Emak mengingatkan kakak untuk segera mandi, meskipun tidak sekolah mestinya tetap mandi pagi seperti biasa. Namun, entah mengapa si kakak ini entah sengaja atau lupa, dari pagi sampai siang diingatkan untuk mandi tetap tidak segera mandi. Hanya menjawab ‘’Iya bentar lagi..’’.


Menjelang Ashar, kakak masih saja belum mandi...mulailah emak ceramah. ‘’Nduk..mandilah, mandi itu untuk menjaga kebersihan dan kesehatan badan’’, Kudang emak dengan nada dilembut-lembutin. ‘’Kebersihan itu sebagian dari iman lhoo..’’, tambah emak gemegret.
‘’Iya bentar...’’

Ya Allah..ngelus dodo. Lha sudah dari pagi sampai sore jawabanny masih sama. Sepertinya amunisi kesabaran emak sudah mulai menipis ‘’Ayo nak...’’ kata emak sambil menuntun kakak kekamar mandi. Tanpa suara emak bantu melepas baju. Kakak kelihatan kesal sekali. Kakak sengaja  berlama-lama dikamar mandi.  Ya Allah mengapa ya anak ini...?


Kalau seperti ini kasusnya kecerdasan apa yang harus ditingkatkan ya?
 Sabar mak..sabaar , kali ini emaknya yang belajar melatih kecerdasan emosional dengan cara berusaha memahami perasaan kakak dan berusaha menahan emosinya sendiri.

Sedikit lega karena kakak tidak lupa sholat dzuhur meskipun belum mandi. 


#tantangan_hari_ke11
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa


Day 10, Tumis..tumis...sedaap

Day #10

Bismillah ...

Hampir setiap hari emak membeli sayuran sawi, seperti sawi sendok atau caisim.  Sayuran itu hanya diletakan di meja dapur, tidak segera dimasak. Karena kakak akan mengolah sawi tersebut ketika dia mau makan. Kalau dimasakin dia tidak mau. Padahal tinggal minta tolong emak atau bude untuk masakin, namun kakak tidak mau begitu. Dia memilih berusaha memasak sendiri. Kelihatan sekali dia menikmati prosesnya, sampai menjadi masakan yang sesuai seleranya.

Setelah matang, tumisan sawi itu langsung dinikmatinya tanpa nasi, sepiring bisa habis sendiri atau kadang dinikmati bersama adik dan mamas.

Emak masih ingat pertama kali kakak belajar menumis sawi. Kakak bertanya kepada emak mulai dari cara membersihkan, memotong, membuat bumbu iris, menumis dan waktu memasaknya.

Sekarang kakak sudah mahir menumis sawi atau sayuran hijau lainnya. Emak cukup menyiapkan saja tidak perlu memasaknya. Hari demi hari, bulan demi bulan kakak semakin terampil menumis sayuran. Rasanya juga enak, kami suka masakan kakak.


Alhamdulillah good job kakak..luv u 

#tantangan_hari_ke10
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Jumat, 12 Januari 2018

menuju sehat


Bismillah ...

Awalnya tidak tertarik dengan diet macam apapun, karena saya bukan tipe orang yang bisa menahan makan (kecuali puasa) dan tidak telaten mengukur, menakar jumlah setiap asupan makanan kedalam tubuh. Kebayang betapa ribetnya kalau harus ikut diet. 

Lagian, saya merasa tidak ada masalah yang berarti dalam tubuh ini. Makan sebanyak apapun saya tidak gemuk, paling cuma bagian perut saja. Sampai sering dibilang hamil, tapi saya tanggapi dengan  santai, wajarlah udah turun mesin tiga kali dengan bayi-bayi yang terbilang besar.. hehe. Padahla sih males diet tadi...untuk urusan itu sy bisa bilang cuek is the best.

Pola makan yang saya jalani selama ini saya anggap sudah cukup bagus. Saya penyuka sayuran, ngemil pun saya makan sayuran..bukan gegorengan atau kletikan. Saya juga tidak makan daging hewan berkaki empat, lebih sering makan daging unggas, ikan dan sea food. Saya anggap pola makan itu sudah bagus untuk kesehatan saya.

Namun, ketika saya menjadi mahasiswa program doktor, keluhan kesehatan mulai terasa. Mudah drop, masuk angin, maagh sering kambuh, pundak dan pinggang sering linu-linu, bahkan serasa mau patah pinggang ini. Jadilah saya pelanggan pijat tradisional, klinik kecantikan sampai pijat yang memadukan empat negara (Indonesia, Thailand, Barat dan Jepang) di suatu klinik di Surakarta. Saya menjaid petualang tempat-tempat pijat kesehatan di Solo Raya. Sebelumnya saya rutin pijet setiap bulan dengan tukang pijet tradisional, namun lama-lama pijetannya kurang bermanfaat. Pegel dan linu ditubuh tidak hilang bahkan bertambah. Akhirnya saya pindah ke salon, memilih pijit yang sepaket dengan perawatan tubuh(spa), sekalian perawatan kecantikan dan kesehatan niat saya waktu itu. 

Ada yang cocok pada awalnya, namun selnjutnya tidak ngefek sama sekali. Aaah...buang waktu dan suit nih. Ganti lagi ke salon lain...dapat yang mantabs, eeh ndilalah terapisnya yang cocok malah keluar. Duuh rasane kehilangan bangets..uhuks. Begitulah saya berganti dari tukang pijit ke tukang pijit lain, dari salon satu ke salon lain, dari klinik satu ke klinik lain. Dari salon yang biasa sampai yang ternama. Sebagai emak-emak sebenarnya eman-eman uangnya pijit ke salon ternama itu, namun demi kesehatan dan support dari suami saya lakukan juga. Sedihnya manfaatnya tidak terasa..hihi. Ya sudahlah legowoooo....hehe. Betapa mahalnya harga sebuah kesehatan...

Memang sejak bayu  saya terbiasa dipijit. Kata mamak saya kalau sakit apapun saya hanya bisa sembuh kalau dipijit waktu kecil, berobat ke dokter tidak mempan waktu itu. Maklum bocah ndeso kali ya...haha. Ternyata kebawa sampai dewasa eh tua ..ihiks..ihiks..betapa repotnya nyari tukang pijit yang cocok...cocok manfaatnya, cocok harganya maksudnya ..hehe.

Saya tidak berpikir merubah pola makan sebelumnya karena merasa sudah baik. Fokusnya hanya berobat ke tukang pijit, ke dokter juga sih, general check up, dll. Karena keluhan sakit yang saya rasakan ini luar biasa menggangu aktifitas saya. Memang saya tidak kelihatan sakit pada umumnya, tetap bisa nyetir, berkebun, masak, jalan-jalan bersama anak, ke kampus, ikut seminar, ngajar dll.  
Namun sebenarnya saya menahan linu,pegal-pegal di beberapa bagian tubuh yang sudah saya sebutkan tadi. 

Sempat disangka sakit ginjal, namun dari hasil genral check up ginjal saya sehat, seluruh organ dalam saya masih sehat. Hanya sedikit kolesterol saja, namun rasanya sudah luar biasa. Saya mudah drop, tidak bisa menulis dan berpikir jernihh, sedangkan saya harus membaca,belajar, mereviu jurnal setiap hari sebagai bahan menulis disertasi..Ya Allah berat sekali hadapi sakit ini. 

Saya tipe orang yang tidak bisa duduk diam, malah sakitnya makin terasa dalam posisi diam. JIka sedang tidak fit dan tidak bisa menulis penelitian, saya alihkan ke kegiatan yang banyak gerakan fisik. Seperti masak, berkebun, olahraga atau apalah yang bisa mengalihkan rasa sakit ini dan saya rasa nyaman. 

Saya kira kurang olahraga, karena saya emang termasuk kurang telaten berolahrga. Saran dari teman saya ikut olahraga, senanm, Yoga...alhamdulillah lumayan membantu. Saat itu leher saya kaku tidakbisa digerakan, pundak saya linuuu ...sekali seperti mau patah (sengkleh), pinggang saya nyeri kalau digerakan. Itulah menurut saya komndisi paling parah yang pernah saya rasakan. 

Dengan Yoga bisa berkurang sakitnya, namun  tidak menyembuhkan. Mungkin saya kurang teratur. Jika konsisi itu sedang ebrlangsung, benar-benar mager, tidak produktif...aah entah apa lagi kata yang sanggup menggamabrkannya. Pokoe tidak enak..seperti mayat hidup kalau menurut saya. Ketap ketip , bernyawa namun tidakbisa berbuat apa-apa. 

Itulah kondisi kesehatan saya, orang tidak akan pernah percaya kalau melihat keseharian saya yang tetap lincah bergerak dan tetap aktifitas. Itu karena saya tipe orang yang gak betah tiduran, duduk-duduk manis saja, sekalian untuk mengalihkan rasa sakit tak terkira itu. Sesengguhnya seringnya saya menderita sakit linu dan pegal luar biasa, maagh kambuh, hampir sertiap ahri masuk angin, kembung, tidak lancar bab (heran kan banyak makan sayuran dan buah kok bab maceet?). Semua itu sangat-sangat mengenggu aktifitas menulis saya, kadang saya beberapa minggu terpkasa tidak bimbingan karena sakit tersebut, saya jadi tidak bisa berpikir baik dan menulis. 


Secara psikologis saya terus berbenah, saya selalu mensugesti bahwa saya harus bahagia, tidak beolh stress, sela;u berusaha legowo atas apapun pencapaian ini. Ikhlas dan sabar ,menjalani semua walau tidak sesuai harapan. Misalnya bulan ini9 saya harius mencapai ttarget ini ..namun karena bebragai hal tidak bisa tercapai saya ikhlaskan...gak seperti awla-awla kuliah dulu, saya marah ekpada diri sendiri..heheh. Jadi, secara psikologis saya tidak ada masalah, begitupun sevcara spiritual. Tapii..emngapa sakit ini masih terasa?? Apakah faktor U? umur atau usia? laah kalau soal itu ya gak bisa diubah dong. Btw, dilihat dari usia saya termasuk mahasiswa yang masih muda kok..hehe. So, tidak bisa dong menyalahkan usia...

Kalau begitu apa dong masalahnya????
Doa dan usaha sudah, hanya bisa pasrah ..ikhlas menerima rasa sakit itu dan terus bergerak menjalani tugas yang sudah diamanahkan, walau berjalan lambat. Pernah suatu hari maagh saya kambuh, perut saya kembung keras, tensi darah saya turun, badan lemes, rasa badan sudah tidak karuan. saya tidak bisa menahan udara dingin. Duduk diruang tamu yang diseting jadi ruang kerja pun tidak tahan. Kahirnya saya menulis di kamar tidur, selonjoran dikasur, nyender dididinding yangsaya alasi bantal  supaya tidak dingin dan pake kaos kaki. Pegal dan linu menyerang...benar-benar dalam kondisi tidak baiklah saat itu. Namun apadaya saya sedang kejar deadline dengan salah satu pembimbing. saya tidak enak kalau tidak selesai tepat waktu. Saya berusaha melawan rasa sakit itu, badan sudah pucat, lesu...saya katakan kepada diri sendiri ''wahai sakit, sekarang kuat-kuatan ...mana yang lebih kuat, sakit ini atau semangatku untuk menulis?''. Alhamdulillah berkat Allah ..semangat menulis yang menang, targer selesai bisa ngadep dosen pembimbing dan dapat apresiasi dari pembimbing. bahagia dan bersyukur sekali atas karunia ini. 
 Setelah itu saya benar-benar drop...ambruk ...pijit lagi, kerokan lagi, minum madu ...perlahan alhamdulillah pulih, kecuali pegal dan linu. 


Maha Besar Allah yang telah memberi tanda-tanda. Tidak sengaja terlibat diskusi tentang makan dan pola makan dengan seorang teman di WA. Tapi dia tidak menyebutkan nama pola makan yang sedang dijalaninya. Saat itu saya pun tidak kepo, hanya menanggapi sekedarnya. Kemudia di grup IIP solo raya ada teman, Mba Kipty presentasi mengenai suatu pola makan. Saya malah tidak teratrik akren amenu-menu yang ditampilkan kebanyakan daging berkaki empat dan keju lumer..hiii, langusng mual perut ndeso saya. Kira-kira sebulan kemudian, saya kekampus ketemu mba Diah beliau cerita sedang menjalani diet atau puasa ..hasilnya sudah terlihat lebih kurus. Nah dari mba diah inilah saya dapat cerita yang lebih membumi, saya mulai tertarik tapi untuk Pak Suami yang juga memiliki keluhan kesehatan dan kelebihan berat badan dan doyan daging dan keju. Sama sekali tidak terpikir untuk saya sendiri. 

Mulailah saya browsing tapi sekdarnya saja. Lagi  males mbaca...kemudian saya ingat mba Kipty, kenapa gak tanya -tinyi beliau saja. Saya wapri beliau, namun maish snagat sibuk, hanya menajwab sekedarnya. Akhirnya saya dikasih nomer untuk belajr di grup pausa dan diet tersebut. Langsung saya share ke suami nomer tersebut., kebetulan untuk grup laki dan permpuan berbeda. Nah, mau gak mau saya harus ikut karena  yang bakal mengatuir pola makan suami nanti adalah saya. Ada kendala waktu itu ternyata sampai hari H nomer saya belum dimasukan ke grup, saya hubungi adminnya. Suami saya pun belum dimasukan ke grup ikhwan, tapi pak suami keburu dinas luar. Ya sudah akhirnya saya yang ikut grup itu, Suami belum dimasukan grup tapi beliau males konfirmasi. 

Setelah masuk grup ...saya malah pusing dengan materi yang banyaaak dan penih istilah asing. Kebanyakan baca jurnal perilaku konsumen bikin saya males meemhami bidang ilmu lain. 
Bingung, tapi tetap berusaha praktek karena sudah paham manfaatnya walau tidak paham prosedur dan ilmunya. Saya tanya ke teman yaitu Bunda Ririm yang gabung di grup tersebut berbarengan dengan saya. Dari beliau saya menjadi lebih paham, dan makin semangat. Selain itu saya disarankan untuk belajar dari Youtube tentang diet tersbebut, saya ikuti sarannya makin merasa paham dan semangat lagi.

Saya kekampus berdiskusi dengan mba Diah lagi, beliau kaget kok saya malah ikutan diet itu, karena menurutnya saya sudah kurus. Saya jelaskan tujuannyan utk sehat. Makins emangat lagisetelah diskusi dnegna mba Diah.

 ALhamdulillah segala keluhan yang sudah saya paparkan tadi hilang. Bersyukur dan bersyukur ...
Bonusnya saya perut saya menyusut ..senengnya, hehe.

Sudah aaah..sharingnya sudah panjang kali lebar nih...
mau kepasar belanja bahan masakan.

Oiya inin adalah menu-menu utnuk puasa itu. Saya simpan disini ya.
saya tidak perlu kuatir saya akan kehilangan menu-menu kesukaan. Semapat kuatir saya tidak bis amasak lagi...ternyata itu salah, Tetap bisa memasak hanya beda komposisi saja. Yeeeey ...malah ada peluang usaha kuliner khusus puasa dan diet itu. Yes.... 









    











Pentas Keluarga #9



Bismillah...


Usai maghrib kami mengadakan acara kumpul di ruang keluarga. Kakak menamainya ‘’Pentas Keluarga’’. Pentas untuk anak dan seluruh anggota keluarga, namun lebih seringnya anak yang tampil. Orang tua sebagai penonton dan pengarah acara saja. Acara ini sudah berjalan beberapa kali namun belum rutin.

Pentas keluarga menjadi sarana anak-anak melatih percaya diri untuk tampil di depan umum. Semacam panggung kecil untuk melatih mental anak-anak menyampaikan idenya, kreatifitasnya. Kakak kelihatan paling menyukai aksi panggung ini. Beberapa kali tampil dalam pentas keluarga dengan beberapa aksinya. Seperti membaca puisi karyanya sendiri, surat cinta untuk orang tua atau sekedar menceritakan isi cerita yang dia baca dari buku.

Malam ini Kakak tampil pertama, dia membacakan cerita dari buku yang berjudul ‘’Sepatu Roda Vira’’. Dia bersemangat membaca cerita itu sampai akhir. Kelihatan sekali dia sangat antusias tampil dipentas ini.


Tanpa bermaksud membandingkan, mamas tampak kurang percaya diri tampil di pentas ini. Namun, dengan latihan terus menerus dan sungguh – sungguh insyaallah kepercayaan dirinya akan meningkat. Sedangkan adik  cuek saja, percaya diri membaca surah kesayangan ‘’At-tin’’ dipanggung ini dengan lancar. Kamipun bertepuk tangan meriah dan berterimakasih kepada, kakak, mamas dan adik.

Saya dan Pak Suami tersenyum bahagia ..melihat pertunjukan sederhana anak-anak kami tadi.
Semoga bisa menjadi ajang belajar bagi anak-anak meningkatkan percaya diri tampil didepan umum. Kedepan mudah-mudahan kegiatan ini bisa lebih rutin dan lebih baik.aamiin.

#tantangan_hari_ke9
#kelasbunsayiip3
#game_level_3

#kami_bisa

Kamis, 11 Januari 2018

Daster Emoticon #8




Sad emoticon

Bismillah

Dari membaca suatu artikel majalah Intisari online, bahwa salah satu cara meningkatkan kecerdasan anak adalah mengenali perasaan yang sedang dirasakan. Misalnya, perasaan sedih, marah, dan senang. Cara mengenalinya itu dengan cara menunjukkan gambar yang menunjukkan ekspresi perasaan tersebut. Bisa menggunakan kartu kreasi sendiri, namun kali ini saya gunakan gambar baju saya yang kebetulan bergambar emoticon senyum dan sedih.

Dalam artikel itu tidak disebutkan cara tersebut untuk usia berapa, namun ternyata cukup efektif mempengaruhi perasaan Kakak.

Ceritanya Kakak tidak mau membacakan buku cerita untuk adik, padahal adik sangat ingin tau isi buku yang kakak pinjam dari perpustakaan sekolah. Sudah saya bujuk namun kakak tetap keukeh tidak mau mbacain, kalaupun mbacain ..tidak jelas, dibuat main-main.  Tentu Emak tidak tinggal diam melihat pemandangan itu.

Berusaha dibujuk dengan komprod sampai mengeluarkan (menyitir) hadist dan ayat suci, yang intinya membacakan buku kepada adik itu perbuatan mulia, amal baik, dapat pahala. Allah telah memberikan ilmu kepada kakak, memberi kemampuan kakak membaca maka, harus diamalkan supaya berkah. Salah satunya membacakan buku cerita kepada adik. Apalagi adik maunya dibacain kakak.


Bukan menjadi mau, justru kakak ngambek tutup pintu kamar. Ya sudahlah...mungkin emak yang kurang ilmu untuk meluluhkan hati kakak. Emak minta tolong Mamas, alhamdulillah mamas bersedia membacakan buku untuk adik.

Emak masuk kamar kakak, berusaha ajak bicara kakak. Emak ingin mengenalkan cara mengenali perasaan kakak. 

Emak : ‘’Kak..sebenarnya apa sih yang kamu rasakan?’’.
Kakak Cuma diam saja...masih mendung masih menggelayuti wajahnya.
Emak : ‘’ kok kamu gak mau baca buku untuk adik, mengapa kamu susah berbuat baik kpd adik?’’. Lanjut emak makin kepo ..
Kakak masih diam aja, anak ini emang betah kalau ngambek..
Aha...emak punya ide, kemudian Emak minta tlg mamas ambilkan baju emoticon.

Lalu menunjukkan kepada Kakak...gambar yang ada didaster.

Emak : ‘’Kak..coba lihat gambar ini’’ kata emak menunjukkan gambar emoticon senyum, ‘’Kalau kakak sednag senang ini gambarnya’’.

''Namun kalau kakak sekarang sedang sedih dan marah ini lho gambarnya''. Kakak mulai bereaksi, walau masih malu-malu.

Adik yang sudah mulai mau tidur sampai bangun dan ikutan lihat gambar emoticon itu. 

Emak melnjutkan aksinya ''Jelek ya kak...gambarnya kalau sedih dan marah?''.

Berulangkali emak bujuk kakak...akhirnya wajah itu berubah dari emoticon sedih ke emoticcon senang ..senyum.

Mamas tertawa melihat polah kakak ‘’ bar kemis minggu, bar nangis ngguyu’’

Kakak tak mampu menahan senyum lebar ...(menahan tawa tepatnya, tapi masih gengsi) demi mendengar candaan mamas.

Alhamdulillah berhasil 
Baju daster kumel ini turut berjasa, hehe. Sayang belum bisa menampilkan foto daster emoticon. 

#tantangan_hari_ke8
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa


Rabu, 10 Januari 2018

Tantangan Sederhana, Bermakna #7



Makan malam menjadi ajang kumpul dan bercerita, namun tetap berusaha mengikuti adab makan ala Rasulullah.

Anak-anak makan dengan lahap, adik ayla yang biasanya gak nambah nasi kali ini minta tambah nasi lagi. Tumben juga nih ..adik yang biasanya mandiri, kali ini minta tolong diambilkan. Sebenarnya minta tolongnya sama Emak, selanjutnya emak mendelegasikan kepada Kak Alya. Bukan karena emaknya males ngambilin, tapi disengaja.

Adik : ‘’mau nasi lagi..tolong ambilin Mak’’

Emak : ‘’Iya ..bentar ya’’ jawab Emak...’’Kak ..tolong dong ambilin nasi untuk adik ya?’’

Kakak : ‘’ Kok aku sih yang disuruh ambil, kan Emak yang dimintai tolong’’ kata kakak dengan nada protes.

Emak : ‘’Kak..membantu orang tua itu kan perbuatan mulia, ayo gih..tolong ambilin ya anak sholihah’’.

Alhamdulillah Kakak bersedia ambilin nasi untuk adik.

Emak dan Adik : ‘’Terimakasih ya Kak..’’.

Kami kembali meneruskan makan dengan perasaan bahagia.

Kakak berhasil mengalahkan ego dan rasa malasnya. Kan, lagi asyik makan..eeh tetiba dia dimintai tolong ambilin nasi sama emak. Kebayang kan, gak asyik, gak nyaman...lha wong lagi Pewe (posisi uenaak).

Emak ingin Kakak bersedia menolong saudaranya, meskipun itu dapat mengganggu kesenangannya, kenyamanannya. Dia harus berani mengalahkan egonya, kepentingannya demi membantu saudaranya dan patuh kepada orang tua.

Dalam kehidupan sehari-hari, hal seperti itu sering sekali terjadi. Tantangan seperti itu tentu tidak mudah, karena pada dasarnya manusia itu tidak mau diganggu kesenangannya, kenyamanannya, kepentingannya demi orang lain. Bisa-bisa Ia akan marah karena merasa sudah diganggu kesenangannya.

Bersyukur dan bersyukur..walau kakak sempat protes, namun Ia berhasil mengalahkan dirinya, melakukan kebaikan untuk adiknya. Alhamdulillah  

#tantangan_hari_ke7
#kelasbunsayiip3
#game_level_3

#kami_bisa

Selasa, 09 Januari 2018

Kegiatan setelah subuh


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓



Bismillah..

Usai sholat subuh saya mengajak anak-anak untuk membaca Al-quran. Kakak membaca surah An-Naba', mamas membaca surah Al-Muzadallah, Adik Ayla membaca surah kesayangannya; At-Tin dan Emak membaca dua lembar surah Al-Baqoroh.

Membaca dan mendengarkan ayat-ayat suci Al-quran diyakini dapat meningkatkan kecerdasan spiritual. Membuat hati tenang dan tentram.  Oleh karena itu di rumah ini berusaha selalu diperdengarkan bacaan ayat suci Al-quran. Kalau tidak membaca, minimal mendengarkan dari  Boneka hafidz terutama ketika anak-anak tidur. Jadi, Sepanjang malam tidur kami diiringi  lantunan ayat suci.

Anak-anak juga belajar mengenal Allah melalui kitab-Nya. Mengetahui bahwa kitab suci ini adalah ciptaan Allah. Membaca kitab suci dan mengamalkan isinya adalah perintah dari Allah SWT. Anak-anak juga belajar mengenal dirinya, bahwa Allah yang menciptakan dirinya. Allah yang memberi rezeki seperti makanan, pakaian, udara dan lain-lain. Segala sesuatu diciptkan oleh Allah SWT. Allah menciptkan segala sesuatu. Begitu kesimpulannya. Semoga anak-anak semakin paham siapa dirinya, siapa Tuhan-Nya. Ada ungkapan (maaf saya lupa ini hadist atau apa) ''Barang siapa mengenal diri maka akan mengenal Tuhan-nya, dan barang siapa mengenal Tuhan, maka dia akan binasa''.

Maknanya adalah ketika seseorang atau kita paham siapa diri kita, kita akan paham bahwa kita adalah makhluk ciptaan Allah yang Maha Kuasa. Kalau seseorang itu sudah paham segala sesuatu itu diciptkan oleh Allah, dan tidak ada yang Kuasa selain Allah, maka manusia merasa dia ''tiada daya upaya selain pertolongan Allah SWT''. Kalau sudah begitu...berarti manusia itu tidak bisa apa-apa, tidak punya kuasa apa-apa. Itu yang kurang lebih maksud kelimat diatas. Materi itu saya tulis hanya utnuk melengkapi narasi ini, belum saatnya disampaikan kepada anak-anak. Mereka belum nyandak nggih..hehe.

Ba'da maghrib nanti insyaallah kami akan bersama-sama membaca kembali.
Selain itu, emak menyimak setoran hafalan dari anak-anak.
Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran.Aamiin.

Maaf kalau menulisnya kurang relevan atau apalah..mungkin begini ya, emak2 mahasiswa ki...hehe.

Maturnuwun

#tantangan_hari_ke6
#kelasbunsayiip3
#game_level_3

#kami_bisa




Senin, 08 Januari 2018

Apa kabar hari ke-5?


Bismillah ...



Kakak masih belum bisa mengendalikan emosinya ketika menghadapi adiknya. Masih belum bisa berkata lembut, meskipun tidak seketus sebelumnya. Emaknya nyaris putus asa mencari cara bagaimana mendidik kakak kembali lembut dan sayang kepada adiknya.

Ada beberapa perilaku Kakak yang kurang baik kepada adik hari ini. Namun, saya mau menuliskan yang baik-baik, walau sedikit. Tadi Adik Ayla mainan kipas tangan dekat rambutnya, sehingga ada ujung rambut yang tergulung dikipas dan tidak bisa dilepas. Ia tunjukan kepada Emak, dan emak segera paham kalau rambut yang tergulung itu tidak bisa dilepas lagi. Satu-satunya cara adalah dengan memotongnya. Saya minta Adik untuk mengambil gunting ditempat biasa, namun rupanya si gunting sudah tak di sana lagi. Oleh karena itu Emak berinisiatif meminta tolong kak Alya untuk bantu adik mengambil gunting. Alhamdulillah Kakak mau bantu ambilkan, tanpa drama protes seperti biasanya.

Itu kebaikan pertama, ada lagi kebaikan kedua. Emak tadi beli baju untuk Adik, Kakak dan Mamas. Namun ketika emak sampai rumah sepulang beli baju dan jemput kakak sekolah, adik sedang tidur. Kakak dan Mamas segera saja mencoba baju barunya dengan gembira. Kakak tidak sabar memberitahu adik. Dilihatnya adik yang sedang tidur di kamarnya. Kata kakak adik sudah bangun, maka kakak berikan baju milik adik dengan kata-kata yang lembut. '' Ayla...kita dibelikan baju baru lho..''. Mata adik mengerjap indah..tanda masih ngantuk. Kakak berusaha membujuknya agar adik mau sama-sama mencoba baju.

Setelah melihat baju kakak berbeda dengan miliknya, adik yang semula merasa senang, berubah jadi tantrum. Menangis keras...wealah piye tho, kok malah nangis. Emak sengaja pilihkan warna dan model yang berbeda karena kakak tidak mau sarimbitan dengan adik. Jebule malah adik yang gak mau berbeda dengan kakak..Ealaah. Sabar ya Maak...yang belajar sabar gak cuma anak-anak, tapi emaknya harus lebih kenceng belajarnya.

Satu hal lagi, kakak tadi emak minta menunggu go-jek diujung jalan, karena dari tadi go-jeknya  nyasar. Go-jek tersebut mau anter susu almond dari teman. Ketika driver-nya telpon sudah saya beri petunjuk untuk belok diujung jalan itu. Perkiraan sebentar lagi sampai. Supaya gak nyasar lagi, saya minta Kakak berdiri diujung jalan. Namun kakak menolak dengan alasan tidak berani. Tidak berani karena didekat ujung jalan itu, banyak orang sedang bongkar muat barang bekas. Ujung jalan itu kelihatan dari teras rumah, pikir saya mengapa mesti takut dan malu, toh saya mengawsi dari teras?. Aah..namanya juga  anak-anak. Sudah dibujuk-bujuk namun tidak mau, malah ngajak Mamas untuk menemani. Akhirnya malah Mamas yang berangkat...

Itu sekelumit cerita tentang perhatian dan kepedulian kakak kepada Adik. Kakak mulai bersikap baik kepada adik meskipun dimulai dari hal kecil, seperti membantu mengambil gunting dan mengajak adik mencoba baju baru. Juga, cerita bagaimana kakak merasa takut dan malu hadapi banyak orang yang tidak dikenal. Itu dulu ya cerita tentang kakak dan adik hari ini. Terimakasih

Solo Raya, 08 Januari 2018
.
.

#tantangan_hari_ke5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3

#kami_bisa


Minggu, 07 Januari 2018

Ketemu Inti Masalahnya


Bismillah..

Hujan turun sejak siang, rencana untuk bermain di taman pun urung dilakukan. Emak jadi sedih karena gagal mengajak anak bermain di taman sambil kulineran. Namun, tidak patah semangat untuk menyenangkan anak, dihari terakhir libur sekolah. Kebetulan Mamas sedang ingin makan  jenis makanan tertentu, dia sedang tidak berselera dengan  makanan yang tersedia dirumah.Oleh karena itu kami berniat keluar untuk membeli makanan tersebut sambil jalan-jalan, kali ini No, Go-food dulu deeh..hehe  

Saya telpon warung langganan untuk pesan makanan, agar ketika kami datang tinggal ambil saja.
Seperti biasa, dalam perjalanan selalu menjadi ajang anak-anak untuk bercerita sambil bercanda ceria. Emak tetap fokus dengan sikap Kak Alya terhadap Adik. Kebetulan Adik Ayla yang sedang sangat rajin hafalan surah At-Tin, bertanya dan terjadi dialog sebagai berikut:


Ayla :  ‘’ Mi..surah At –Tin itu artinya buah Tin ya?’’.

Emak : ‘’Iya nak,  buah At-Tin adalah salah satu buah yang namanya tertulis di dalam Al-quran’’.

Ayla : ‘’Kalau AL-Fill itu burung Ababil ya Mi?’’

Sebelum Emak sempat menjawab tiba-tiba Kak Alya menjawab dengan suara kurang enak.

Kak Alya : ‘’Bukan..Al-Fill itu artinya pasukan Gajah, huuuu..gitu aja gak ngerti’’

Emak terkejut dengan jawaban Kakak itu dan istighfar berkali-kali dalam hati. Ya Allah kenapa ya anak yang lembut dan baik hati itu sekarang berubah menjadi anak yang maaf ‘’Ketus’’?.

Emak : ‘’Kak, kenapa menjawab begitu?, cobalah kak jawab dengan kata yang lebih lembut?’’
Lalu, emak menambahkan ‘’Bukan de...tapi artinya Pasukan Gajah, jawab begitu kan enak Kak’’.
Kakak mesam mesem saja. Emak meminta kakak segera minta maaf kepada adik. Kakak menurutinya.


Sebenarnya emak kasih ceramah banyak saat itu, tapi mungkin tidak perlu ditulis semua disini. Lagian emak tidak pandai menulis cerita dialog, gak paham aturannya juga..hehe.
Kami ambil pesenan makanan dan membeli berbagai snack kesukaan kemudian melanjutkan  perjalanan keliling kota dalam guyuran hujan (Seru ternyata). Puas menyusuri jalan ..kami kembali kerumah dengan perasaan yang lebih segar.

Momen makan bersama kali ini menjadi ajang curhat Mamas dan Kakak. Mereka cerita banyak hal yang menjadi curahan hati mereka selama ini. Intinya mereka menganggap kedua orang tuanya ini lebih perhatian kepada adik dibanding mereka. Mak Jlebb..bbbbb....


Sebenarnya saya tau sih ..dan sudah sering diutarakan kepada saya dan suami. Saya dan suami pun, sudah memberi pengertian. Namun rupanya itu belum tuntas. Saat ini suami sedang dinas di pulau Seberang, jadi hanya saya sendiri yang bisa menjelaskan kepada mereka semampu saya. Tapi saya segera kirim pesan melalui watshap ke suami tentang curahan hati tersebut.

Sharing sore itu diakhiri dengan berbagai permintaan dari Mamas dan kakak terhadap kami Emak dan Bapaknya. Baiklah..terimakasih sudah mau terbuka kepada kami ya Nak..kita kan berubah menjadi lebih baik. Insyaallah


Ketemu ...inti masalahnya, perbaiki komunikasi, perbaiki hubungan orang tua dan anak, perbaiki hubungan adik dan kakak. Agar bisa saling memahami, tiada kesalahpahaman lagi. Bismillah...Kita BISA.


#tantangan_hari_ke4
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa


Sabtu, 06 Januari 2018

Sayang Adik ya Kak....


Bismillah ...

Kak Alya dan teman-temannya mau bikin kejutan untuk Mas Asryad yang sedang ulang tahun. Dari kemarin sudah berbisik ditelinga Emak, minta uang untuk beli hadiah.

Kakak dan kedua temannya; Mamad dan Gresia pergi ke Toko  tetangga di belakang rumah untuk membeli sesuatu. Persiapan bungkus kado dilakukan dirumah gresia supaya Mamas tidak tau.
Adik menyusul ke rumah Gresia untuk ikut bungkus kado, dari jauh saya lihat, Kakak melarang adik untuk ikut. Segera saya teriakan (teriakannya lembut kok ..hehe). ‘’ Kakak Adik boleh ikut ya?, adik diajak ya ..’’.
Alhamdulillah tanpa drama dan teriakan berikutnya Kakak mau ajak adiknya.

Hadiah yang sudah dibungkus rapi dimasukan lewat jendela kamar, kemudian mereka masuk lewat pintu depan. Ada lima balon dan dua bungkus kado, entah apa isinya. Tak lama kemudian, Kak Alya memanggil Mamas diajak masuk kamarnya, tapi rupanya Mamas gak mau, terpaksa Kakak geret.

Saya yang sedang masak didapur dengan Bude, segera membantu Kakak nggeret mamas.
Kado sukses diberikan ....yeeey, Mamas tampak senang sekali dan berterimakasih. Bukan kadonya yang mengharukan tetapi ide dan kepedulian mereka yang layak diacungi jempol. Alhamdulillah...kecerdasan emosi yang ini sudah terbangun.

 Segera kue Tart yang Emak sediakan siap dipotong dan dimakan bersama.
Usai makan kue, saya menyuruh Adik antar kue ke tetangga yang punya anak kecil. Adik menawarkan diri untuk antar kue tapi minta ditemani. Emak minta Kak Alya yang  menemani Adik.
Kakak ngomel-ngomel entah apa yang dikatakan. Saya melihat dari pintu rumah segera ..
‘’Kak..sayang adik kak, sayang adik..yuuk dianter sama-sama ya’’

Ya Allah..Kakak ini kalau sama Adiknya kok begitu amat sih. Kalau adik salah dikit aja..marahnya pasti seriusan (Ya Allah sedih sekali...).
Beda sekali jika sama temannya..baik dan lembut sikapnya.


Hari ke-3 belum berhasil, tetap semangaat ya Maak.. berjuang sampai berhasil. Aamiin.

Meningkatkan kecerdasan, untuk kebahagiaan hidup

Solo Raya, Sabtu 06 Januari 2018.

#tantangan_hari_ke3
#kelasbusayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Jumat, 05 Januari 2018

Yuuk Sayangi Adik

Bismillah ..

Hari ini Kak Alya  masih libur sekolah, dia ingin ikut Emak  ke pasar belanja sayuran. Kebetulan adik Ayla juga ingin ikut, ''Aha! wah kesempatan bagus ini'' pikir emak. Kesempatan untuk melatih kakak lebih sayang kepada adik.

Kak Alya dan Adik Ayla rupanya tidak ingin ikut belanja, mereka mau main di Taman dekat tempat belanja. Maka, oleh si Emak mereka di turunkan di Taman bermain yang insyaallah aman, jadi emak tidak kuatir meninggalkan mereka berdua. '

Tak lupa emak berpesan ''Kak tolong jaga adik ya, main bersama dan  jangan berjauhan''
''Iyah ..'' jawab Kakak sambil berlari masuk taman, diikuti adi Ayla.

Saya segera lanjutkan perjalanan menuju kearah timur taman untuk belanja bahan masakan.  Belanja di satu tempat saja, sehingga tidak butuh waktu lama dan segera menjemput kedua anak gadisku.

Alhamdulillah tidak susah menemukan kedua gadisku itu, mereka bermain ditempat yang tidak jauh dari saat saya turunkan tadi. Kakak sedang main ayunan begitupun dengan adik, namun mereka bermain di ayunan yang berbeda.

Saya panggil Kak Alya, mendengar namanya dipanggil kakak segera berlari ke arah saya. Saya sedikit kecewa ''Kok Adik gak diajak'' Saya tarik nafas.
''Kak, adik diajak kesini ya''
Kakak berlari memanggil adik

Sebelum beranjak pulang saya katakan kepada kakak..
''Kak, kudune adik tadi digandeng kesini ya, adik disayang ya''
''hehe iyah ..'' jawab kakak pendek

Hemm ....saya hanya bisa mbatin,kenapa ya ini anak kok masih belum bisa lembut dan perhatian sama adiknya, seperti saat adik masih bayi??. Apa ini yang dinamakan ''sibling rivalry?'' .

Sabarr ya Mak...pelan-pelan dicari solusi. Tadi sudah berusaha memberikan tanggung jawab menjaga adiknya, saat saya belanja, ini merupakan salah satu cara menjaga hubungan antara kakak dengan adik. Juga termasuk salah satu indikator kecerdasan emosi yaitu membina hubungan dengan orang lain (ketrampilan sosial). Benar enggak ya, ''Orang lain'' disini maksudnya orang selain dirinya kan?. hehe...

Belum terlalu berhasil...besok dilanjutkan lagi. Insyaallah...
Tetap semangaat ya Mak...memang hubungan antara Kakak dan adik tidak ada yang berjalan mulus. Dibutuhkan kesabaran dari orang tua, mendidik mereka.

"Tidaklah termasuk golonganku orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak menyayangi yang muda'' (HR. Imam Ahmad dan ath-Thabrani).

Dari Hadist Nabi SAW tersebut ada beberapa hal  penting yang bisa kita ambil yaitu:

  • Hak seorang kakak adalah mendapatkan penghormatan dari adiknya
  • Seorang kakak berkewajiban menyayangi  adiknya.
  • Saling membantu dalam kesusahan dan saling mengingatkan tentang kebaikan.
  • Memberikan support (dukungan) karena berasal dari ayah dan ibu yang sama.       
Berdasarkan hadist tersebut sudah jelas bahwa seorang kakak harus mencurahkan kasih sayang kepada adiknya, seorang adik harus menghormati kakaknya, saling membantu dan memberikan support. Namun hubungan antara Kak Alya dan Adik Ayla belum mampu seperti itu. 
Kakak masih suka jutek sama adik, adik belum mengerti bagaimana menghormati Kakak. 
Yuuup...tugas emak nih...hehe, Meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual.

Pentingnya Meningkatkan Kecerdasan Anak Demi Kebahagiaan Hidup  

Bismillah ..tetap semangaat ..semoga berhasil, Aamiin. 

Solo Raya, 05 Januari 2018 


#tantangan_hari_ke2
#kelasbusayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Kamis, 04 Januari 2018

Camilan game sesi 3

🎒 Camilan 1, level 3 🎒

Rabu, 3 Januari 2018


MELATIH KECERDASAN EMOSI DAN SPIRITUAL

IQ tinggi bukanlah jaminan seseorang agar dapat sukses, melainkan harus pula didukung  EQ dan SQnya.

Apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosi (EQ) dan SQ?

KECERDASAN EMOSI

💡 Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu untuk mengenal emosi diri sendiri, emosi orang lain, memotivasi diri sendiri, dan mengelola dengan baik emosi pada diri sendiri dalam berhubungan dengan orang lain (Goleman, 1999).
Emosi adalah perasaan yang dialami individu sebagai reaksi terhadap rangsang yang berasal dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. Emosi tersebut beragam, namun dapat dikelompokkan kedalam kategori emosi seperti; marah, takut, sedih, gembira, kasih sayang dan takjub (Santrock, 1994)

Manusia dengan EQ yang baik, mampu menyelesaikan dan bertanggung jawab penuh pada pekerjaan, mudah bersosialisasi, mampu membuat keputusan yang manusiawi, dan berpegang pada komitmen.

Dalam teorinya Robert K.Cooper, Ph.D. menjawab bahwa
“Kecerdasan Emosi adalah kemampuan merasakan,memahami dan secara efektif menerapkan daya serta kepekaan emosi sebagai sumber energi,informasi,koneksi dan pengaruh yang manusiawi.”

MELATIH KECERDASAN EMOSI (EQ)

1. Selalu hidup dengan keberanian.

Latihan dan berani mencoba hal-hal baru akan memberikan beragam pengalaman dan membuka pikiran dengan berbagai kemungkinan lain dalam hidup.

2. Selalu bertanggung jawab dalam segala hal.

Ini akan menjadi jalan untuk bisa mendapatkan kepercayaan orang lain dan mengendalikan kita untuk tidak mudah menyerah. “being accountable is being dependable”

3. Berani keluar dari zona nyaman.

Mencoba keluar dari zona nyaman akan membuat kita bisa mengeksplorasi banyak hal.

4. Mengenali rasa takut dan mencoba untuk menghadapinya.

Melakukan hal ini akan membangun rasa percaya diri dan dapat menjadi jaminan bahwa segala sesuatu pasti ada solusinya.

5. Bersikap rendah hati.

Mau dan berani mengakui kesalahan dalam hidup justru dapat meningkatkan kualitas nilai diri kita.

Karena mengendalikan emosi merupakan salah satu faktor penting yang bisa mengendalikan Anda menuju sukses dan juga menikmati warna-warni kehidupan.

Seperti yang diungkapkan oleh Stephen R. Covey,yaitu
”Taburlah gagasan, petiklah perbuatan, taburlah perbuatan, petiklah kebiasaan, taburlah kebiasaan, petiklah karakter, taburlah karakter, petiklah nasib.”

KECERDASAN SPIRITUAL (SQ)
💡 Kecerdasan spiritual berhubungan dengan perlindungan dan pengembangan jiwa, yang dalam Kamus Bahasa Inggris Oxford didefinisikan sebagai “identitas moral dan emosional” serta intensitas dari “energi intelektual dan emosional”.

Kecerdasan spiritual (SQ), pertama kali dicetuskan oleh Danah Zohar dari Harvard University dan Ian Marshall dari Oxford University yang diperoleh berdasarkan penelitian ilmiah yang sangat komprehensif.

Pada tahun 1977, seorang ahli syaraf, V.S. Ramachandran bersama dengan timnya dari California University, menemukan keberadaan God Spot dalam jaringan otak manusia dan ini adalah pusat spiritual (spiritual center) yang terletak di antara jaringan syaraf dan otak.

Kemudian dari spiritual center ini akan menghasilkan suara hati yang memiliki kemampuan lebih dalam menilai suatu kebenaran bila dibandingkan dengan pancaindra.Begitu hebatnya kekuatan dari suara hati yang berada di dalam God Spot, tetapi bagaimana bentuk dan jenisnya itu, belum ada satu orang penulis barat yang dapat mengidentifikasi suara hati tersebut.

Dilihat dari sejarahnya,antara EQ dan SQ memiliki jalan yang bertolak belakang, di mana pendukung aliran spiritual mencoba untuk menghalangi realitas ilmu.Walaupun keduanya berbeda, namun sebenarnya antara EQ dan SQ mempunyai kemampuan yang sama pentingnya dan saling mengisi antara satu dengan yang lainnya, yang kemudian terangkum ke dalam ESQ (Emotional and Spiritual Quotient), yaitu tingkat pemikiran baru yang dapat mengatasi permasalahan dalam hal pengembangan emosi dan spiritual berdasarkan prinsip.

Adanya penggabungan ini dapat membentuk pribadi yang optimis, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, berkreativitas, memiliki ketahanan mental, berintegrasi dan sebagainya yang kemudian dapat memberikan kesuksesan dalam kehidupan.

MELATIH KECERDASAN SPIRITUAL (SQ)

Seorang pakar spiritual mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kemampuan menggunakan spiritualisme sebagai cara untuk mencapai tujuan dan memecahkan masalah.

Menurutnya kecerdasan spiritual terdiri dari empat kemampuan berikut:

✅ Mampu mengendalikan tubuh dan benda di sekitar.
✅ Mampu mengambil manfaat dan makna dari pengalaman sehari-hari.
✅ Mampu memanfaatkan sumber daya spiritual untuk memecahkan masalah.
✅ Berbudi luhur.

Tiap orang punya cara berbeda untuk mencapai kecerdasan spiritual, misalnya melalui doa, meditasi, afirmasi, musik, dan hingga bisa bersifat alam.

Temukan cara Anda sendiri untuk melatih kecerdasan spiritual, antara lain dengan cara-cara berikut:

1. Ambil waktu tiap hari untuk meningkatkan kesehatan spiritual, misalnya dengan berdoa, meditasi, menyanyi, membaca, berlibur di alam terbuka, ataupun melakukan kegiatan kerelawanan.

2. Biasakan berdoa dan bersyukur kepada Tuhan sesuai yang Anda yakini di waktu yang sama tiap hari.

3. Berkomunikasi dengan diri sendiri melalui menulis ataupun membaca.

4. Membaca banyak hal membuat Anda dapat memandang dan menilai dari segala sisi.

5. Bermeditasi dan berlatih menarik napas panjang. Bermeditasi dapat dilakukan sesederhana dengan mematikan perangkat elektronik selama beberapa waktu, seperti mematikan TV atau telepon genggam.

6. Lakukan kegiatan yang dapat membuat Anda tertawa dan rileks, seperti berbincang dengan teman atau bernyanyi.

7. Berikan waktu atau lakukan sesuatu untuk kebaikan orang lain, seperti memberikan donasi atau sekadar membantu ibu Anda membawa barang belanjaan.

Selain meningkatkan kecerdasan spiritual, jangan lupa untuk senantiasa meningkatkan IQ dan EQ. Terus tingkatkan kualitas kehidupan Anda dengan berusaha menjadi manusia yang lebih baik dan selalu berdoa kepada yang Maha Kuasa. Sebagai pelengkap, syukuri apa pun yang telah dimiliki demi bisa mendapatkan ketenangan spiritual.




Sumber:
1. http://putusutrisna.blogspot.co.id/2011/02/hubungan-antara-kecerdasan-intelektual.html?m=1
2. https://www.google.co.id/amp/s/bramardianto.com/bagaimana-mengasah-kecerdasan-emosi-anda.html/amp
3.http://www.alodokter.com/melatih-kecerdasan-spiritual-untuk-menjadi-orang-yang-lebih-baik
[08:19, 1/3/2018] +62 878-3842-4221: Masya Allah 7 poin terakhir sukaaaaak
temukan cara Anda sendiri utk melatih kecerdasan spiritual

💌📕✏  Bintangin

Boleh nanya yaaa buun ika?  Tapi tar sy tak amankan kondisi sekitar rmh dl 😁😅
[18:44, 1/3/2018] Ika Pradina: Assalamualaikum teman.teman...maaf sempat menghilang. Tadi ga ada sinyal blass. Alhamdulilah sudah di jogja.

Untuk camilan kali ini, memang difokuskan pada EQ dan SQ. kita sudah banyak 'pengalaman' akan IQ, kita hidup banyak mengedepankan IQ. maka saat ini kita akan fokus ke EQ DAN SQ yuuk. Tak hanya itu, Karena akan berkaitan dg game yang akan kita lakukan nanti😘.

Saya share sebentar lagi ya.

Saya melihatnya justru saling melengkapi antara materi dan camilan kali ini. Kalau materi ttg banyaknya kecerdasan yg ada, camilannya melengkapi pada EQ dan SQ nya.
[18:46, 1/3/2018] Ika Pradina: Assalamualaikum ibu profesional.

Selamat datang di tantangan game level 3 dalam kelas bunda sayang batch #3 ya

Kali ini, kita akan mengamati dan melatih kecerdasan Anda dan salah satu anggota keluarga melalui proyek bersama.
.
❓❓ Bagaimana caranya?

1⃣ Pilih partner proyek Anda

💡 Bagi Anda yang belum menikah, libatkan keluarga inti Anda untuk melakukan proyek bersama.

💡 Bagi Anda yang sudah menikah namun belum dikaruniai buah hati, libatkan pasangan Anda.

💡Bagi Anda yang sudah menikah dan memiliki buah hati, maka;

👧🏻 pilih salah satu anak untuk melakukan proyek bersama dalam tantangan minimal 10 hari ke depan.

2⃣ Setelah Anda memilih partner projek, pilih satu kecerdasan yang akan Anda latih dalam proyek bersama .

3⃣ Buatlah tema unik proyek Anda.

4⃣ Lakukan, giatkan, narasikan dan dokumentasikan perjalanan Anda dalam melakukan proyek bersama.

5⃣ setorkan link tulisan, video atau foto bernarasi Anda pada : _____

6⃣  Tulisan, video atau foto bernarasi proyek Anda bisa disetorkan sejak tanggal 4-20 Januari 2018.

💡Sertakan hashtag dan kategori tulisan :

#tantangan_hari_ke...
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

❓❓❓

💡 Satu proyek satu hari dengan satu kecerdasan? Boleh😊

💡 Satu proyek 10 hari dengan satu kecerdasan? Boleh banget ☺

💡Satu kecerdasan sudah baik, lalu berpindah ke kecerdasan lain dengan proyek baru? Juga boleh 😉

💡Inti permainan ini adalah melatih satu kecerdasan Anda dan partner Anda untuk berubah menjadi lebih baik sesuai dengan target yang Anda sepakati bersama.


Selamat melakukan kegembiraan bersama.
[19:04, 1/3/2018] Ika Pradina: Assalamualaikum ibu profesional.

Selamat datang di tantangan game level 3 dalam kelas bunda sayang batch #3 ya

Kali ini, kita akan mengamati dan melatih kecerdasan Anda dan salah satu anggota keluarga melalui proyek bersama.
.
❓❓ Bagaimana caranya?

1⃣ Pilih partner proyek Anda

💡 Bagi Anda yang belum menikah, libatkan keluarga inti Anda untuk melakukan proyek bersama.

💡 Bagi Anda yang sudah menikah namun belum dikaruniai buah hati, libatkan pasangan Anda.

💡Bagi Anda yang sudah menikah dan memiliki buah hati, maka;

👧🏻 pilih salah satu anak untuk melakukan proyek bersama dalam tantangan minimal 10 hari ke depan.

2⃣ Setelah Anda memilih partner projek, pilih satu kecerdasan yang akan Anda latih dalam proyek bersama .

3⃣ Buatlah tema unik proyek Anda.

4⃣ Lakukan, giatkan, narasikan dan dokumentasikan perjalanan Anda dalam melakukan proyek bersama.

5⃣ setorkan link tulisan, video atau foto bernarasi Anda pada :

http://bit.do/leVel3

Cek rekapan setorannya :

http://bit.do/rekaprespon


6⃣  Tulisan, video atau foto bernarasi proyek Anda bisa disetorkan sejak tanggal 4-20 Januari 2018.

💡Sertakan hashtag dan kategori tulisan :

#tantangan_hari_ke...
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

❓❓❓

💡 Satu proyek satu hari dengan satu kecerdasan? Boleh😊

💡 Satu proyek 10 hari dengan satu kecerdasan? Boleh banget ☺

💡Satu kecerdasan sudah baik, lalu berpindah ke kecerdasan lain dengan proyek baru? Juga boleh 😉

💡Inti permainan ini adalah melatih satu kecerdasan Anda dan partner Anda untuk berubah menjadi lebih baik sesuai dengan target yang Anda sepakati bersama.

Selamat melakukan kegembiraan bersama.

Misal, project menghias kamar.

Saat menghias kamar anak, pilih kecerdasan apa tang mau dilatihkan bersama. Misal kecerdasan emosional mulai dari bisa melakukan dan memotivasi diri sendiri sampai bertanggung jawab menyelesaikan tugas menghias kamar yang disepakati saat membuat project.




Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...