Assalmmualaikum Bunda Hebaat dan Semangaaat...
Selamat sore..apakabar ..semoga sehat selalu ya
disini cuaca mendung ..tanda musim penghujan sudah dimulai
oiya ..kali ini saya mau cerita nih kalau beberapa waktu yang lalu didapuk oleh IIP SoloRaya untuk berbagi di program Mom story ..dengan Tema Serba - Serbi dapur, terutama memasak.
Wah..wah...sbeenarnya gak pede ya, secara saya kan bukan ahli maemasak, bukan chef, bleum pernah kurusus memasak...apalagi sekolah chef ...hehe
Ya udah deh...karena udah sering turun ke dapur dan mencoba berbagai resep..dikit2 taulah ya tentang ilmu memasak dan perdapuran...
gpplah walau sedikit ..mudah2an bermanfaat..aamiin
Acara tersebut diawali dengan share Profil Narsum
kemudian share materi
NArsum buka salam dan say hello ..
kemudian ngobrol santai dengan teman2 grup member
diskusi, tanya jawab...gitulah hehe
Terakhir ...closing statement oleh narsum
dan pembagian sertifikat ..
Ternyata diskusi masih bersambung hingga larut malam dan keesokan harinya..wajar ya karena memasak itu kan hal yang biasa dilakukan oleh semua Ibu dan perempuan...(kalau bisa sih..kan gak wajib hehe). Beberapa hari kemudian ada yang wapri minta resep...ya Allah seneng sekali rasanya bisa berbagi. Alhamdulillah
Ini materi yang dulu saya bagi ke teman2 member IIP Solo Raya...cekidot >>>
⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓
Assalammualaikum Wr.Wb.
SELAMAT MALAM...
Hallo Bunda dan Jofisa Sholihah ..yang dicintai Allah
Selamat malam...selamat menikmati makan malam bersama keluarga tercinta, semoga bahagia dan Barokah..aamiin
Kali ini saya didapuk untuk berbagi mengenai dunia perdapuran, namun sejak pindah ke Solo manajemen perdapuran saya kurang mendapat perhatian, karena situasi dan kondisi yang berbeda pada saat kami tinggal di Lampung. Oleh karena itu sharing kali ini saya fokuskan ke aktifitas MEMASAK saja.
Sebenarnya saya sih gak pede berbagi tentang dunia memasak, secara saya bukan ahlinya hehe, tapi dipede2in, diberani-beranikan saja ya...? walau hanya sekedar suka dan punya sedikit pengalaman. Gak apa2 ya Bunda..hehe
Baiklah ..sebelum berbagi tentang dunia masak memasak, lebih dulu saya mau mengucapkan puji syukur kehadirat Allah yang telah mempertamukan saya dengan IIP. Karena setelah bergabung di IIP khususnya IIP Solo raya, saya semakin mengenal diri saya dari berbagai sisi, salah satunya adalah berdasarkan hasil test sidik jari saya dinyatakan bakat memasak. Kaget banget waktu itu...jadi selama ini saya bakat masak tho?? Pantesan ketika melakukannya saya merasa enjoy, bersemangat, mata saya berbinar dan gak ada capeknya deeh..hehe. Nyambung alias Valid..antara hasil tes dengan realita yang ada. Sebelumnya aktifitas memasak ya saya anggap sebagai suatu hal yang biasa yang harus dilakukan oleh seorang istri dan seorang ibu. kalau selama ini saya merasa senang, enjoy dan bahagia itu ..saya anggap sebagai bonus saja. Ternyata ada kaitannya dengan potensi yang diberikan Allah SWT pada diri ini..Masyaallah, makin bersyukur.
Aha! ternyata ohh ternyata memasak itu bisa jadi terapi lhoo...,menurut sejumlah riset ilmiah menemukan bahwa hobi yang disyukuri atau ditekuni dapat berdampak pada relaksasi jiwa dan penurunan stress, dalam hal hobi memasak konon efeknya termasuk pada aromaterapi. Hal tersebut didukung oleh artikel yang dimuat di Majalah New York Daily yang menyatakan bahwa memasak itu adalah bagian dari terapi. Sebagai terapi, memasak dapat bermanfaat sebagai aktivitas yang dapat mengurangi stress, mengurangi kesedihan dan mengobati rasa sakit hati. Lebih jauh, ditemukan juga bahwa orang yang melakukan aktivitas fisik dengan sepenuh cinta hanya 20 menit seminggu dapat membuat orang tersebut tidak cepat letih. Kereeen kan? Tidak hanya itu yang akan kita dapatkan jika kita optimal mensyukuri hobi, termasuk hobi memasak. Ternyata Luar Biasaa...manfaat memasak yaa ?
Saya memasak bukan karena bakat atau hobi, semua berawal ingin bisa menyediakan makanan yang sehat dan menarik bagi keluarga, itulah tujuan saya memasak waktu itu. Jadi, sebisa mungkin menu-menu yang disukai suami dan anak-anak saya pelajari dan praktekan. Misalnya, suami suka garang asem, saya cari resepnya kemudian saya praktekan, anak-anak suka cilok, saya coba buat cilok dan sebagainya. Maksud lainnya, biar gak sering-sering jajan makanan diluar, karena saya kurang yakin dengan kebersihan dan kesehatannya. Selain itu, lidah saya agak sensitif, sepertinya gak marem kalau bukan masakan sendiri, padahal rasa masakannya ya gak enak juga..hihi. Intinya memasak karena alasan kesehatan diri dan anggota keluarga saja.
Dalam menyajikan makanan untuk keluarga, menurut saya tidak cukup hanya sehat dan matang saja, namun penampilan saat disajikan pun perlu mendapat perhatian. Agar makanan yang disajikan tidak hanya lezat, tapi juga menarik serta menggugah selera. Oleh karena itu, saya suka menyajikan makanan dengan hiasan garnis dengan bahan2 sederhana yang tersedia didapur, seperti tomat, selada, cabe. Kalau kue ya saya hias dengan daun pandan, kreasi daun pisang dll. Membuat garnis, dan menghias makanan Itu sangat menyenangkan sekali...
πππΏπΏπ³
![]() |
| masakanku |
Adapun makanan yang sudah pernah saya buat untuk kategori sayur dan lauk pauk yaitu: sayur asem, lodeh, Soup ayam, berbagai tumisan sayuran, garang asem, bandeng presto (presto sendiri lho ya), sate ( daging ayam, kambing, sapi), Semur daging sapi, semur daging ayam, ayam goreng lengkuas, Gurame Bakar, ikan balado, rendang, pindang patin, pindang serani, steak ayam krispi, Steak ikan, MIE AYAM,tekwan palembang, mie godog, kwitiew siram, olahan sea food dsb.
Sedangkan kategori camilan, Cilok, pempek. Sementara itu untuk kategori Kue : Blackforest, Brownies ketan hitam, Bolu gulung, Cake, kue kering, lapis singkong pelangi, agar-agar daun suji, jadah, wajik, getuk dsb. Sambal : lombok ijo, sambal terasi. Ya Allah..sudah banyak juga ya, menu yang sudah saya buat, baru nyadar ketika nulis ini ...
Minuman : es buah, aneka jus buah
Pengalaman bisnis makanan : Kripik Bayam dan terima pesanan Blakcforest.
Menu favorit keluarga, Mie ayam, Mie Godog, Garang Asem
Menu Favorit pengajian, arisan : Mie Ayam, Brownies ketan hitam.
ππππ
![]() |
| Aneka masakan yang pernah kubuat |
‘’Ya Allah..kalau semua gak mau, trus siapa dong yang melakukannya?’’ jawab saya balik nanya.
Saat ini saya tidak bisa setiap hari memasak, karena berbagai kesibukan. Saya memasak ketika ada waktu senggang saja, mungkin seminggu 4 kali, selebihnya makan diluar, atau pesen via go-food. Saya masak pagi untuk sarapan mulai jam 5an. Kalau masak untuk makan siang jam 7.30an - selesai.
π¦π©π§
Kesukaan saya memasak rupanya menurun kepada tiga anak saya. Mba Alya sejak usia 6 tahun memaksa untuk diizinkan masak sendiri. Begitu juga dengan Mamas dan adiknya. Sekarang dua anak saya tersebut sudah bisa diandalkan untuk masak telur, mie, nasi goreng. Kaku anak paling kecil usia sekarang 5 thn, belum berani saya lepas masak sendiri...masih harus didampingi.
Demikian Bunda Sholihah sharing panjang saya..
Terimakasih
❤❤❤ππππ
Nah..seperti biasa ,,,diakhir acara, narsum kudu memberikan closing statement
Inilah statement yang saya buat :
Demikian bunda hebat..sharing tentang masak dan dapur kali ini. Semoga bermanfaat
Terimakasih
Sekian dulu ya..Wassalammualaikum wr.wb.






