Sabtu, 22 Juli 2017

Bu Septi Peni W....


Begitu beliau hadir di hadapan kami (walau via WA) rasanya saya jadi terpaku, kudu nanya apa? Akhirnya cuma nyimak dan bertanya yang ringan-ringan saja. Setelah usai acara, tetiba saya ada ide menulis puisi tentang BU Septi..mengalir begitu saja. Kemudian saya kirim ke grup See..malah Mba Yani sebagai Fasil memiliki ide untuk mengirim puisi tersebut ke Bu Septi. Tak disangka..langsung direspon oleh Bu Septi dan berkenan membalasnya. Ya Allah..rasane kepiyee...ngunu. Alhamdulillah..

Profil Bu Septi



Ajaib, saya yang tak biasa menulis puisi dan merasa tak bisa menulis puisi, tetiba jadi bisa..alhamdulillah.Inilah puisi yang saya tulis itu...















πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’₯πŸ’₯

Bu Septi Peni W...

😍😍berbinar -binar mataku karena kehadiranmu..
Tiada kata yang dapat mewakili kekagumanku padamu Bu...
Engkaulah panutan, teladan bagiku dan seluruh perempuan dimuka bumi ini.

Bu...tolongi ajari aku cara menjadi diri sendiri..
Cara mendidik amanah-Nya
Cara menjadi istri sholihah kesayangan suami
Cara menjadi anak yang berbakti..
Cara menjadi Ibu kebanggaan putra-putriku
Cara menjadi orang yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan orang lain.

Tolong ajari aku  bagaimana fokus ..
Bagaimana mengelola waktu
Bagaimana bahagia..
Agar sehat jiwa raga
Dan bisa terus berkarya..

Bu..Engkau adalah bukti bukan teori
Engkau berani tampil beda dalam kesamaan (kurikulum pendidikan)
Engkau berkarya tanpa banyak bicara


Ibu..
Engkaulah istri idaman
Engkau ibu kebanggaan 
Engkau warga panutan

Terimakasih Bu..telah
Sudi berbagi denganku, dengan kami..
Para perempuan dan Ibu yang sedang mencari jati diri
Doaku, doa kami..semoga Allah memberkahi ibu dan keluarga di dunia dan akhirat..aamiin yra.

Surakarta, Rahayu 2017

🌟🌟🌟🌈☀❤πŸ’–πŸ’–

Balasan dari Bu Septi: 


Sabtu, 08 Juli 2017

Bulek dan Setampah Tiwul



‘’Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama,’’ pepatah itu mengingatkanku pada sosok wanita sederhana yang hidup sekitar 30 tahun yang lalu. Beliau sudah lama tiada, tapi namanya masih tetap harum bagai bunga melati. Semasa hidupnya senang berbuat kebaikan, meskipun kondisi ekonomi yang tidak terlalu berlebih, tak menghalanginya untuk berbagi dengan orang-orang di sekitarnya.   

Kami memanggilnya Bulek, karena usianya lebih muda dari ibu kami. Rumahnya hanya berjarak satu rumah dengan rumah kami. Meskipun Bulek berbeda keyakinan dengan sebagian besar warga disini, tetapi hal itu tidak menjadi tirai untuk bersilaturahmi, kami hidup rukun dan saling menghormati. Hampir setiap pagi Bulek memasak tiwul dan  sayur serta lauk sederhana berupa tempe goreng atau ikan asin. Setampah besar nasi tiwul hangat beserta sayur dan lauknya disajikan di atas meja yang ada di teras depan rumah. Satu teko besar teh manis tak lupa disediakan untuk minum. Siapapun boleh menikmatinya, karena makanan dan minuman itu memang disediakan secara cuma-cuma. Aktifitas itu rutin dilakukan oleh Ibu muda dengan tujuh anak itu setiap hari, kecuali bulek sedang pergi ke rumah orangtuanya atau ada acara hajatan di tempat saudaranya.

Pemandangan setiap pagi diteras rumahnya, banyak orang berkerumun, makan sambil ngobrol, bercanda bersama layaknya di warung kopi. Walaupun makanan yang disajikan sangat sederhana, tapi terasa nikmat, terlihat dari wajah-wajah orang yang kelihatan bahagia saat menikmatinya. Orang-orang itu adalah tetangga sekitarnya saja yang sudah saling kenal, sehingga tempat itu juga menjadi ajang untuk saling silaturahmi sebelum mereka berangkat ke ladang untuk bekerja. Kalau Bulek tidak sempat masak pagi-pagi, biasanya makanan itu baru tersedia sekitar pukul 10 atau 11. Jam segitu biasanya orang-orang yang sejak subuh ke ladang sudah pulang, mereka menyempatkan diri mampir untuk menikmati sajian Bulek sebelum pulang ke rumah melepas lelah.   

Masa itu di desaku belum ada irigasi untuk mengairi sawah, sehingga warganya yang sebagian besar bermata pencarian sebagai petani hanya bisa menanam padi di rawa yang luasnya terbatas. Ladang yang luas, biasanya ditanami jagung, sayuran dan singkong. Namun tanaman yang umum ditanam adalah singkong, kalau panen sangat melimpah. Hasil panen itu kemudian diolah menjadi tiwul, gogik, dan oyek. Gogik adalah tiwul yang dikeringkan supaya awet dan tahan lama untuk disimpan. Sedangkan oyek juga hasil olahan singkong yang mirip dengan tiwul tapi berbeda proses pembuatannya. Tiwul masih menjadi makanan pokok kala itu dan nasi putih masih menjadi makanan istimewa yang tidak setiap hari bisa dinikmati oleh sebagian besar warga. Kalau sedang ada rezeki lebih biasanya tiwul dicampur dengan nasi putih sehingga warnanya menjadi hitam putih.    
  
Suatu hari aku melihat banyak orang berkumpul dirumah Bulek, tapi kali ini lebih banyak dari biasanya. Semakin lama orang yang datang semakin banyak, halaman rumahnya yang luas tidak mampu menampung lagi, ramai sekali bahkan sampai memenuhi jalan. ‘’Ada apakah gerangan?’’ tanyaku dalam hati  ‘’Kenapa semua orang yang ada disana menangis? Aku semakin penasaran. Air mata ini tak dapat dibendung ketika mengetahui sebabnya, ternyata Bulek meninggal karena melahirkan anak ke-8, bayinya kembar. Ya Allah, semoga arwah beliau diterima disisi-Nya, Aamiin. Duka mendalam menyelimuti kampung kami, semua merasa kehilangan sosok Bulek yang dermawan dan baik hati.

Tiada lagi kerumunan di teras rumah itu, sepi tanpa canda tawa warga lagi, Bulek hanya tinggal kenangan. Kebaikanmu tak akan pernah mati, Bulek, semoga engkau tenang disana dalam pelukan Yang Maha Memberi. Bulek, engkau hadir ditengah kami hanya sekejab, tapi engkau telah mengajarkan kepada kami, bahwa memberi tidak harus dengan sesuatu yang mewah, tidak harus menunggu kaya, dan memberi tidak perlu melihat keyakinan orang yang diberi. Terimakasih Bulek.

Surakarta, 29 April 2017
Sri Rahayu-Istri dari Budi Kadaryanto dan Ibu dari tiga anak (Arsyad, Alya dan Ayla) yang saat ini sedang belajar menjadi hamba Allah yang suka ‘’memberi’’.

#NBB2017
#IIPSoloRaya

#NulisBukuBareng

Pasca Idul Fitri

Assalammualaikum semuanya...
Taqoballahu minna wa minkum..barokallahu fiikum
mohon maaf lahir dan batin atas segala salah dan khilaf


Sudah lumayan lama ndak nulis di blog ini..karena berbagai kesibukan yang rutin maupun yang dadakan. Ceritanya awal puasa sedang semangat menulis penelitian dan bimbingan, alhamdulillah lancar. Semakin semangat untuk menulis..tetiba penyakit lama kambuh lagi, galau ..muter2 karena ragu ..terlalu ingin sempurna, menganggap semua salah..akhrinya browsing, searching ..sampai pusing 😁😁 ..tak terasa dua minggu berlalu. Ketika tumbuh kepercayaan diri dan semangat ingin menulis ..eeh tetiba bungsuku demam, suami sedang keluar pulau Jawa, Ya Allah ..kejadian begini lagi. Akhirnya fokus merawat tugas utama membersamai anak, sampai benar-benar tidak sempat menulis. Setelah bungsu sembuh .,gantian Mbarepku yang demam, amandalnya kambuh karena kebanyakan minum dingin..pas buka puasa. Ya sudah pasrah..lupakan sejenak dunia tulis menulis ilmiah.

Alhamdulillah anak-anak sudah sembuh.. ee gantian emaknya ini yang tetiba tenggorokan sakit dan gatal, hidung meler, otot rasanya pegel-pegel semua. ya Allah...begini maning, udah biasa begini mah,..makanya antara pengen nangis atau tertawa..hehe. Satu-satunya jalan bijak adalah ikhlas..pasrahkan semua kepada Allah SWT, semua sudah diatur oleh-Nya.

Akhirnya target sebelum lebaran bisa ngadep pembimbing lagi ..buyar, hehe. Alasan utamanya bukan hanya soal anak dan emak sakit ding...tapi ada yang mengalihkan perhatian "hibah heboh''. Apaan itu? Ceritanya masa pengajuan hibah penelitian di perpanjang sampai 6 Juli 2017. Di semnagati oleh teman-teman dan suami untuk mengajukan, akhirnya tergeraklah diri yang masioh awam mengenai hibah itu. Hubungi pihak kampus temoat aku sekolah saat ini dan kampus tempat aku ngajar sebagai homebase ..alhamdulillah respon bagus. Makin semangat, walau awalnya kurang berminat.

Tinggal persiapkan segalanya, abstrak, proposal dan syarat lainnya. Support suami sangat besar pengaruhnya karena beliau sudah banyak pengalaman dalam hal penelitian hibah begini, walau beda yang saya ajukan. Namun pada dasarnya skema pengajuannya sama.  Alhamdulillah bersinergi memeprsiapkan penelitian, beliau juga mengajukan penelitian bersama dosennya. Sehari sebelum penutupan ..alhamdulillah sudah upload semua ke simlitabmas, semoga semua dilancarkan dan dikabulkan pengajuan hibah disertasi. aamiin. Pengajuan hibah ini adalah pengalaman baru bagiku, masih minim pengalaman dalam bidang beginian..hehe.  Pengalaman ini akan menambah jam terbangku sebagai penulis ilmiah.

Tadi pagi sudah menghadap dosen lagi..alhamdulillah lancar dan segera selesaikan agar bisa seminar dan ujian proposal. Beliau akan pergi haji bulan agustus nanti, jadi mesti ngebut sebelum beliau berangkat. Ini flu makin menjadi saja, kepala sampai kliyengan..kudune istirahat, namun aku memilih melawan flu ini dengan menulis dan menulis ...harus semangat agar senin bisa mengahdap dosen lagi.

Semoga Allah berikan kesehatan lahir dan batin..aamiin yra.

Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...