Surakarta, Sabtu, 31 Maret 2018
Bismillah ..
Long weekend telah tiba..hatiku gembira, (sambil loncat-loncat) halaaah...padahal mau long weekend or enggak samo be kata wong Plembang, hehe. Lah buktinya masih kerja walau dirumah aja, nyambi masak, nyambi ngetik. Bisakah?? bisa ..karena sebagian kerjaan saya delegasikan ke bude. Misalnya ulek bumbu, nanti kalau dah ready baru saya yang ngolah. Sekarang bude udah bisa ngulek bumbu sehalus yang saya ajarkan. Alhamdulillah
Eeh ..kok malah mbahas soal dapur dan kerjaan sih, apa hubungannya dengan stimulasi matematika logis?. Ada kok, karena kegiatan di dapur pun bisa dijadikan tempat belajar matematika bersama anak. Karena dari dapur anak-anak bisa belajar memasak sekaligus belajar matematika logis, misalnya: menakar bumbu, bahan makanan yang mau dimasak, juga bisa memotong bahan masakan menjadi berbagai bentuk geometri; segitiga, segiempat, persegi panjang, lingkaran dll. Selain itu bisa belajar matematika dengan cara ,mengelompokan bahan makanan berdasarkan warna.
Nah..seperti kali ini adik ikut turun ke dapur membantu Emak memasak. Tema kegiatan kali ini adalah mengelompokan bahan masakan berdasarkan warna. Namun, melihat saya sedang memotong wortel adik ingin ikut memotong juga. Saya serahkan pisau kepada adik. Adik mulai memotong wortel setelah lebih dulu saya berikan contoh. Kemudian dia ingin memotong tahu. " Tahu ini bentuknya kotak dik, mau dipotong jadi berapa?''. Adik tidak menjawab tapi terus melanjutkan pekerjaan memotong tahu. Dia potong tahu menjadi 4 bagian. Adik lebih mudah memotong tahu daripada wortel. Saya Bude dan Kakak melihat aktifitas adik tersebut.
Sementara adik memotong tahu, saya memotong tempe mnejadi bentuk segitiga.
''Dik ini tempenya bentuknya segitiga ya dik?''
''Coba lihat sudutnya ada tiga kan?'' tanya saya ...
Adik meletakan pisaunya, kemudian memegang sudut tempe yang saya tunjukan tadi. Dengan memegang atau meraba benda yang ditunjukan maka anak bisa merasakan dan lebih mudah memahami suatu bentuk daripada hanya mendengar saja atau melihat gambar di buku.
Selesai memotong tahu, adik saya ajak mengelompokan bahan masakan berdasarkan warna. Saya tanyakan terlebih dahulu, kategori warna sayuran dan bahan masakan yang ada di meja dapur saat ini. ''Wortel warnanya apa dik?''. ''Orange atau kuning'' jawab Adik.
''Iya, pinter ...''
''Kalau ini (saya menunjuk bayam) warna apa dik?''
''Hijau''
''Hebat''
'' Kalau tahu, ayam dan tempe ini,, warna apa ya dik?''
''Warna putih''
''Kalau jagung ini warnanya apa ya?
''Hijau dan kuning'' Jagungnya belum dikupas.
''Iya, kalau begitu yuk kita taruh di wadah yang sesuai warnanya ya dik''
Kegiatan mengelompokan warna termasuk matematika logis, ternyata luas sekali matematika itu. Tidak melulu terdiri dari angka-angka saja. Alhamdulillah hari ini telah belajar matematika logis sambil bermain didapur. Melalui benda-benda yang ada didapur kita dapat mengajarkan matematika logis kepada anak kita. Proses belajar seperti ini tentu lebih menyenangkan daripada hanya menghafal angka dari buku atau kertas. Matematika ada disekitar kita ....
Eh iya..sungguh sayang, ketika mau diabadikan kedalam video ternyata HP saya lowbat. Lupa persiapan nih...akhirnya kegiatan hari ini tidak didokumentasikan, hanya dapat saya ceritakan melalui narasi saja.
Demikian Bunda-Bunda ...stimulasi matematika logis dari dapur emak. Terimakasih
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Tidak ada komentar:
Posting Komentar