Jumat, 30 Maret 2018

Day#3, Belajar Matematika dari Dapur



Surakarta, Sabtu,  31 Maret 2018

Bismillah ..


Long weekend  telah tiba..hatiku gembira, (sambil loncat-loncat) halaaah...padahal mau long weekend or enggak samo be kata wong Plembang, hehe. Lah buktinya masih kerja walau dirumah aja, nyambi masak, nyambi ngetik. Bisakah?? bisa ..karena sebagian kerjaan saya delegasikan ke bude. Misalnya ulek bumbu, nanti kalau dah ready baru saya yang ngolah. Sekarang bude udah bisa ngulek bumbu sehalus yang saya ajarkan. Alhamdulillah


Eeh ..kok malah mbahas soal dapur dan kerjaan sih, apa hubungannya dengan stimulasi matematika logis?. Ada kok, karena kegiatan di dapur pun bisa dijadikan tempat belajar matematika bersama anak. Karena dari dapur anak-anak bisa belajar memasak sekaligus belajar matematika logis, misalnya: menakar bumbu, bahan makanan yang mau dimasak, juga bisa memotong bahan masakan menjadi berbagai bentuk  geometri; segitiga, segiempat, persegi panjang, lingkaran dll. Selain itu bisa belajar matematika dengan cara ,mengelompokan bahan makanan berdasarkan warna. 

Nah..seperti kali ini adik ikut turun ke dapur membantu Emak memasak. Tema kegiatan kali ini adalah mengelompokan bahan masakan berdasarkan warna. Namun, melihat saya sedang memotong wortel adik ingin ikut memotong juga. Saya serahkan pisau kepada adik.  Adik mulai memotong wortel setelah lebih dulu saya berikan contoh. Kemudian dia ingin memotong  tahu.  " Tahu ini  bentuknya kotak dik, mau dipotong jadi berapa?''. Adik tidak menjawab tapi terus melanjutkan pekerjaan memotong tahu. Dia potong tahu menjadi 4 bagian. Adik lebih mudah memotong tahu daripada wortel. Saya Bude dan Kakak melihat aktifitas adik tersebut. 

Sementara adik memotong tahu, saya memotong tempe mnejadi bentuk segitiga. 
''Dik ini tempenya bentuknya segitiga ya dik?''
''Coba lihat sudutnya ada tiga kan?'' tanya saya ...
Adik meletakan pisaunya, kemudian memegang sudut tempe yang saya tunjukan tadi. Dengan memegang atau meraba benda yang ditunjukan maka anak bisa merasakan dan lebih mudah memahami suatu bentuk daripada hanya mendengar saja atau melihat gambar di buku. 


Selesai memotong tahu, adik saya ajak mengelompokan bahan masakan berdasarkan warna. Saya tanyakan terlebih dahulu, kategori warna sayuran dan bahan masakan yang ada di meja dapur saat ini. ''Wortel warnanya apa dik?''. ''Orange atau kuning'' jawab Adik.  
''Iya, pinter ...''
''Kalau ini (saya menunjuk bayam) warna apa dik?''
''Hijau''
''Hebat''
'' Kalau tahu, ayam dan tempe ini,, warna apa ya dik?''
''Warna putih'' 
''Kalau jagung ini warnanya apa ya?
''Hijau dan kuning'' Jagungnya belum dikupas. 
''Iya, kalau begitu yuk kita taruh di wadah yang sesuai warnanya ya dik''



Kami berdua sibuk meletakan wortel, bayam, sawi, jagung, tahu, tempe dan daging ayam ke dalam wadah terpisah sesuai kelompok warna. Wortel masuk kelompok sayuran warna orange, bayam dan sawi masuk kelompok warna hijau, tempe, tahu dan ayam masuk kedalam kelompok warna putih, sedangkan jagung masuk warna kuning. Selain itu adik juga bisa belajar mengenai bentuk dari tahu dan tempe.


Kegiatan mengelompokan warna termasuk matematika logis, ternyata luas sekali matematika itu. Tidak melulu terdiri dari angka-angka saja. Alhamdulillah hari ini telah belajar matematika logis sambil bermain didapur. Melalui benda-benda yang ada didapur kita dapat mengajarkan matematika logis kepada anak kita. Proses belajar seperti ini tentu lebih menyenangkan daripada hanya menghafal angka dari buku atau kertas. Matematika ada disekitar kita ....

Eh iya..sungguh sayang, ketika mau diabadikan kedalam video ternyata HP saya lowbat. Lupa persiapan nih...akhirnya kegiatan hari ini tidak didokumentasikan, hanya dapat saya ceritakan melalui narasi saja. 

Demikian Bunda-Bunda ...stimulasi matematika logis dari  dapur emak. Terimakasih  


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...