Bismillah ...
Alhamdulillah masuk hari ke-17, menurut jadwal ini adalah hari terakhir menulis laporan di game Level 5 kuliah Bunda Sayang. Saya berharap ini bukan menjadi hari terakhir jari jemari ini menulis. Karena biasanya selesai satu game saya berhenti menulis, dan kembali menulis setelah game level selanjutnya dimulai. Hal tersebut menunjukkan bahwa menulis parenting belum menjadi kebiasaan saya, juga mengindikasikan bahwa komitmen menulis masih rendah. Hanya sebatas kewajiban menyelesaikan tugas laporan. Nah..mind set ini yang harus dirubah, menulis bukan sekedar gugurkan kewajiban namun menulis harus dijadikan suatu kebiasaan, dan menjadi kebutuhan. Butuh komitmen diri yang kuat untuk mencapainya, berlatih, berlatih dan terus berlatih. Lakukan, lakukan, lakukan....hehe. Bukankah jika ingin merubah sesuatu ''sayalah'' yang harus berubah lebih dahulu. Saya harus mampu menjadi teladan yang baik untuk anak-anak.
Baiklah selanjutnya saya akan membahas mengenai hasil stimulasi yang saya amati selama mengikuti game ini. Karena hari ini adalah hari terakhir maka saya akan melaporkan hasil amatan, analisa dan kesimpulan tentang kegiatan stimulasi anak suka membaca. Apa yang terjadi setelah anak distimulasi?
Indikator
Di laporan hari ke-16 saya sudah menyinggung soal ini, bagaimana keadaan anak dalam hal membaca setelah distimulasi? Apakah anak menjadi suka membaca? tentu saja itu yang diharapkan. Dikatakan suka, jika sebelumnya tidak suka membaca buku sekarang menjadi suka, yang semula sudah suka sekarang makin suka, semula anak membaca 1 buku dalam seminggu sekarang menjadi dua atau lebih, anak minta dibacakan, anak suka beraktifitas dengan buku-buku, anak membaca buku setiap hari tanpa disuruh. Itu diantara indikator anak suka membaca yang berhasil saya amati dari anak-anak kami. Kalau menggunakan grafik ya diharapkan meningkat minat membaca anak.
Indikator-indikator tersebut sudah terlihat dalam diri kakak sehingga saya dapat menyimpulkan bahwa kakak suka membaca. Bagaimana dengan adik dan mamas? Adik lumayan sudah mulai tumbuh minat membaca dan belajar menulis. Sedangkan Mamas masih stagnan , biasa-biasa saja, Mamas lebih suka membuat video kemudian upload ke Youtube. Mamas tidak suka membaca buku. Kecuali buku komik.
Hal lain yang saya amati adalah pohon literasi, pada awalnya mampu menjadi motivasi anak dalam membaca dan merasa senang kalau berhasil menempelkan daun dipohon literasinya. Mereka berlomba mengumpulkan banyak daun dengan membaca buku lebih banyak dari saudaranya. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena memasuki hari ketiga anak-anak sudah tidak perhatian lagi dengan pohon literasi.
Uniknya meskipun kakak tidak care lagi dengan pohon literasi, tetapi tetap membaca buku koleksinya setiap hari. Sebelum tidur dia membaca buku bahkan saat dia tidur ditemani buku-buku yang bertebaran dikasurnya. Jika terbangun dia membaca lagi tidak peduli jam berapa dia terbangun.
Beberapa kali saya menemukan dia sedang abca buku dinihari.
Kesimpulan
Dari hasil pengamatan tersebut, maka saya dapat menyimpulkan bahwa kakak suka membaca, adik mulai suka, mamas biasa-biasa saja. Dengan kata lain, kakak meningkat aktifitas membaca, adik juga namun belum signifikan.
Evaluasi
Kegiatan yang kami lakukan dalam rangka menstimulasi anak suka membaca masih banyak kekurangan dan keterbatasan. Kekurangan tersebut antara lain; Family reading belum berjalan dengan baik karena susah menyamakan waktu untuk berkumpul seluruh anggota keluarga, orang tua sering sudah lelah ketika membersamai anak, begitu pula dengan anak-anak. Kesibukan saya dan Pak Suami akhir-akhir ini semakin meningkat, sehingga kegiatan membaca bersama tidak bisa dilakukan di jam dan waktu yang sama. Intinya belum teroganisir dengan baik dari segi waktu, tempat, aktifitas dan kesiapan orang tua. Oleh karena itu kegiatan membaca bersama belum bisa menjadi aktifitas yang teratur meskipun sudah dilakukan.
Kami secara tidak sengaja insyaallah sudah memberikan contoh aktifitas membaca kepada anak-anak. Karena setiap hari kami membaca buku baik buku kuliah maupun buku selain buku materi kuliah. Koleksi buku kami pun sudah cukup banyak. Secara berkala kami mengajak anak membeli buku ditoko buku. Menyediakan tempat untuk membaca di rumah. Mungkin semua itu masih perlu dimanage dengan baik dan lebih ditingkatkan lagi. Contoh saja tidak cukup, fasilitas saja tidak cukup, namun harus ditambah dengan kebersamaan atau membersamai anak-anak dalam membaca.
Kami ingin anak-anak kami menjadi manusia yang membaca dan menulis. Minat baca orang Indonesia masih rendah. Kami tidak ingin anak kami menajdi salah satu penyumbang rendahnya minat baca anak Indonesia. Kami ingin anak kami turut berperan dalam upaya meningkatkan minat baca anak Indonesia. Selain itu ada hadist yang menyatakan bahwa ''Ikatlah ilmu dengan tulisan''. Semoga anak-anak kami menjadi manusia yang gemar membaca dan menulis. Aamiin
1. Orang tua harus lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca bersama anak-anak.
2. Menambah koleksi buku yang disukai anak
3. Menyediakan tempat membaca dirumah yang lebih menarik
4. Mengajak anak mengunjungi perpustakaan
5. Membaca buku dengan suara nyaring
6. Berdoa supaya anak gemar dan suka membaca
7. dan lain sebagainya
Sekian tulisan kali ini, mohon maaf apabila banyak kekurangan, karena kurangnya ilmu dan waktu.
Terimakasih
#GameLevel5
#IbuProfesional
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Tidak ada komentar:
Posting Komentar