Rabu, 28 Februari 2018

Materi Game Level #5 Kelas Bunda Sayang



Bismillah ..

waah sudah sampai level 5 nih..cepet sekali
semangaaat


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ
Tantangan level 5

Iqra! Bacalah! Perintah Tuhan pertama kali ini mengingatkan bahwa membaca merupakan sebuah proses penting mengenal diri.

Membaca merupakan jembatan ilmu, makanan bagi otak, dan melatih imajinasi. Serta banyak lagi manfaat dari membaca.

Yuk jadikan diri kita teladan bagi anak dan keluarga!

πŸ€ Jadilah teladan

✅ Jadwalkan family reading time
Membacalah dengan anggota keluarga
✅ Buatlah pohon literasi untuk masing-masing anggota keluarga, rimbunkan pohon tersebut dengan judul buku yang telah dibaca.
✅ Diskusikan dengan anggota keluarga tentang buku yang telah dibaca, gunakan untuk menambah pengetahuan dan merekatkan hubungan dengan anggota keluarga yang lain.

πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘§‍πŸ‘¦ Bagi yang sudah memiliki anak

πŸ“–Jadilah ibu teladan, bacakan buku bersama anak (sesuai dengan tahapan usia anak)
πŸ“ΈDokumentasikan kegiatan membaca anda
πŸ—’Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi


πŸ‘« Bagi anda yang belum memiliki anak 

πŸ“– Membacalah!
πŸ“Έ Dokumentasikan kegiatan membaca tersebut.
Diskusikan dengan pasangan mengenai buku tersebut.
πŸ—’Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi.


πŸ‘©‍πŸ’Ό Bagi anda yang belum menikah

πŸ“– Membacalah!
πŸ“Έ Dokumentasikan kegiatan membaca tersebut
πŸ—’ Rimbunkan pohon literasi anda sesuai dengan judul buku yang telah dibaca.

❗Gunakan hastag
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

❗Bagi anda yang menggunakan blog, tambahkan label:

bunda sayang
ibu profesional
for things to change, I must change first

⏳ Periode tantangan :
1-17 Maret 2018

Link setoran dan rekapan real time nya, akan d share perangkat kelas yaa

Selamat menikmati keseruan bersama keluarga


Contoh Pohon Literasi 





LINK LAPORAN TANTANGAN LEVEL 5

πŸ’½πŸ’½πŸ’½πŸ’½πŸ’½
Setor tulisan Anda ke link berikut ini : http://bit.ly/LEveL5

πŸ“²πŸ“²πŸ“²
Lihat realtime rekapitulasi tulisan Anda di link berikut ini :

http://bit.ly/ReKaprespon


Selasa, 27 Februari 2018

Camilan Bunsay Game Level #5

Camilan 1 Materi 5☘

Rabu, 28 Februari 2018


Tahap Perkembangan Membaca Anak Usia Dini

πŸ“šMembaca adalah salah satu kemampuan bahasa yang penting bagi anak.

πŸ“šMembaca juga dapat meningkatkan daya imajinasi anak dan meningkatkan kosakata anak dan masih banyak manfaat membaca lainnya.

πŸ“œBerikut tahapan membaca yang dapat dilakukan oleh anak usia dini.


Tahapan Perkembangan Membaca Anak Usia Dini

πŸ“–1. Tahap fantasi (Magical Stage)
Anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berfikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikkan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukaannya.

πŸ“– 2. Tahap Pembentukan Konsep Diri Membaca (Self Concept Stage)

Anak memandang dirinya sebagai pembaca, dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku, memberi makna pada gambar atau pengalaman sebelumnya dengan buku, menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisan

πŸ“– 3. Tahap Membaca Gambar (Bridging Reading Stage)

Pada tahap ini anak menjadi sadar pada cetakan yang tampak serta dapat menemukan kata yang sudah dikenal, dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, dapat mengulang kembali cerita yang tertulis, dapat mengenal cetakan kata dari puisi atau lagu yang dikenalnya serta sudah mengenal abjad

πŸ“– 4. Tahap Pengenalan Bacaan (Take Off Reader Stage)

Anak tertarik pada bacaan, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan serta membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi atau papan iklan

πŸ“– 5. Tahap Membaca Lancar (Independent Reader Stages)

Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku yang berbeda secara bebas, menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya, dapat membuat perkiraan bahan-bahan bacaan. Bahan-bahan yang berhubungan secara langsung dengan pengalaman anak semakin mudah dibaca

Sumber:

https://yudhistira31.wordpress.com/2008/12/22/tahap-perkembangan-kemampuan-membaca-pada-anak/

www.paud.id/2015/09/5-tahapan-perkembangan-membaca-anak.html/amp

Musfiroh, Tadkiroatun. Mengembangkan Baca-Tulis Anak. 2008.  Jakarta: Grasindo.

Materi Game Level #5



Institut Ibu Profesional
Kelas Bunda Sayang
Materi ke #5


MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA


πŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”Ή


Mari  kita mulai dengan bermain peran terlebih dahulu. Bayangkan kita adalah seorang dewasa dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia,   belum pernah mengetahui bahasa mandarin  kemudian tiba-tiba kita diberi Koran berbahasa mandarin dengan tulisan mandarin semua. Apa yang kebayang di benak kita semua?

Pusing?  Tidak tahu maksudnya? Lalu kita hanya melihat-lihat gambarnya saja?

Hal tersebut akan sama halnya dengan anak-anak yang belum dibiasakan mendengarkan berbagai dialog bahasa ibunya, belum belajar berbicara bahasa ibunya dengan baik, tiba-tiba dihadapkan dengan berbagai cara belajar membaca bahasa ibunya tersebut yang berisi dengan deretan-deretan huruf yang masih asing di benak anak, diminta untuk mengulang-ngulangnya terus menerus dengan harapan anak bisa cepat membaca.

πŸ’ KETRAMPILAN BERBAHASA

Sebelum lebih jauh membahas tentang teknik menstimulasi anak membaca kita perlu memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dilalui anak-anak dalam meningkatkan ketrampilan berbahasanya.

Tahapan tersebut adalah sebagai berikut :
a. Keterampilan mendengarkan (listening skills)
b. Ketrampilan Berbicara (speaking skills)
c. Ketrampilan Membaca (reading skills)
d. Ketrampilan Menulis (writing skills)

Keempat tahapan tersebut di atas harus dilalui terlebih dahulu secara matang oleh anak. Sehingga anak yang BISA MENDENGARKAN (Menyimak) komunikasi orang dewasa di sekitarnya dengan baik, pasti BISA BERBICARA dengan baik, selama organ pendengaran dan organ pengecapnya berfungsi dengan baik.

Mendengarkan dan berbicara adalah tahap yang sering dilewatkan orangtua dalam menstimulasi anak-anaknya agar suka membaca. Sehingga hal ini mengakibatkan anak yang BISA MEMBACA, belum tentu terampil  mendengarkan dan berbicara dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya. Padahal dua hal ketrampilan di atas sangatlah penting.

Banyak orang dewasa yang menggegas anaknya untuk bisa cepat-cepat membaca, padahal Anak yang BISA BERBICARA dengan baik, pasti akan BISA MEMBACA dengan baik, tetapi banyak yang mengesampingkan 2 tahap sebelumnya.

Pertanyaan selanjutnya mengapa banyak anak bisa membaca tetapi sangat sedikit yang menghasilkan karya dalam bentuk tulisan, bahkan diantara kita orang dewasapun sangat susah menuangkan gagasan-gagasan kita, apa yang kita baca, kita pelajari dalam bentuk tulisan?

Padahal  kalau melihat tahapan di atas anak yang BISA MEMBACA dengan baik pasti akan BISA MENULIS dengan baik.

Mengapa? Karena selama ini anak-anak kita hanya distimulus untuk BISA membaca tidak SUKA MEMBACA. Sehingga banyak diantara kita  BISA MENULIS huruf (melek huruf) tetapi tidak bisa menghasilkan karya dalam bentuk tulisan (MENULIS KARYA)

Terbukti  berdasarkan survey UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya dalam seribu masyarakat hanya ada satu masyarakat yang memiliki minat baca. Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Padahal  program membaca  ini tidak hanya digencarkan oleh pemerintah dalam program literasinya, melainkan juga sudah diperintahkan di dalam salah satu kitab suci agama yang sebagaian besar dianut oleh bangsa Indonesia. Disana tertulis IQRA’(bacalah), perintah membaca adalah perintah pertama sebelum perintah yang lain turun.

Mengapa kita perlu membaca? Biasanya jawabannya klise yang muncul adalah agar kita bisa menambah wawasan kita, bisa membuka cakrawala dunia dll. Jawaban di atas baik, tapi ada yang kita lupakan tentang tujuan  membaca ini yang jauh lebih penting, yaitu agar anak-anak kita lebih mengenal pencipta-Nya, karena membaca akan lebih membuat anak-anak  mengenal “siapakah dirinya”, maka disitulah dia mengenal siapa Tuhannya.

πŸ’ MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA

Sekarang kita akan belajar bagaimana tahapan-tahapan agar anak-anak kita SUKA MEMBACA tidak hanya sekedar BISA. Agar ke depannya mereka SUKA MENULIS.

Kita akan memulai dengan berbagai tahap keterampilan Berbahasa.


πŸ‘‚πŸ» TAHAP MENDENGARKAN πŸ‘‚πŸ»

a.    Sering-seringlah berkomunikasi dengan anak, baik saat mereka di dalam kandungan, saat mereka belum bisa berbicara dan saat mereka sudah mulai mengeluarkan kata-kata dari mulut kecilnya.

b.    Buatlah berbagai forum keluarga untuk memperbanyak kesempatan anak mendengarkan berbagai ragam komunikasi orang dewasa di sekitarnya.

c.    Setelkan berbagai lagu anak, cerita anak yang bisa melatih keterampilan mendengar mereka.

d.    Bacakan buku-buku anak dengan suara yang keras agar anak-anak bisa melihat gambar dan telinganya bekerja untuk mendengarkan maksud gambar tersebut.

e.    Sering-seringlah mendongeng/membacakan buku sebelum anak-anak tidur. Jangan pernah capek, meski anak meminta kita mendongeng/membaca buku yang sama sampai puluhan kali. Begitulah cara menyimak.


πŸ—£ TAHAP BERBICARA πŸ—£

a.    Di tahap ini anak belajar berbicara, kita sebagai orang dewasa belajar mendengarkan. Investasikan waktu kita sebanyak mungkin untuk mendengarkan SUARA ANAK

b.    Jadilah pendengar yang baik, disaat anak-anak ingin membacakan buku untuk kita, dengan cara mengarang cerita berdasarkan gambar, apresiasi mereka.

c.    Jadilah murid yang baik, disaat anak-anak kita ingin menjadi guru bagi kita, dengan cara membuat simulasi kelas, dan dia menjadi guru kecil di depan.

d.    Ajaklah anak-anak bersilaturahim sesering mungkin, bertemu teman sebayanya dan orang lain yang di atas usianya bahkan di bawah usianya untuk mengasah keterampilan mendengar dan berbicaranya.


πŸ“– TAHAP MEMBACA πŸ“–

a.    Tempelkan tulisan-tulisan dan gambar-gambar yang jelas dan besar di sekitar rumah, terutama tempat-tempat yang sering di singgahi anak-anak

b.    Tempelkan tulisan/kata pada benda-benda yang ada, misalnya, tempelkan kata- “televisi” pada pesawat televisi

c.    Buatlah acara membaca bersama yang seru, misalnya perpustakaan di bawah meja makan

d.    Sekali waktu, ajaklah anak-anak ke pangkalan buku-buku bekas, pameran buku dan toko buku

e.    Siapkan alat perekam dan rekamlah suara anak kita yang sedang membaca buku

f.    Biasakanlah surat-menyurat dengan anak di rumah. Misalnya, dengan menempelkan pesan-pesan di kulkas atau buatlah parsi (papan ekspresi) di rumah

g.    Dorong dan ajak anak kita untuk membaca apapun label-label pada kemasan makanan, papan reklame dan masih banyak lagi

h.    Berikan buku-buku berilustrasi tanpa teks.  Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingin tahunya. Selanjutnya berikan buku full teks dengan ukuran huruf yang besar-besar.

i.    Komik juga menarik sebagai pemancing rasa ingin tahu dan gairah membaca anak (tentunya perlu selektif dalam memilih komik yang tepat)

j.    Ajaklah anak bertemu dengan pengarang buku, ilustrator, komikus, penjual buku, bahkan penerbit buku

k.    Dukung hobi anak kita dan sangkutpautkan dengan buku. Misalnya, buku tentang perangko untuk anak yang hobi mengkoleksi perangko, buku cerita tentang boneka untuk anak yang suka boneka dan sebagainya

l.    Budaya baca bisa ditumbuhkan dari ruang keluarga yang serba ada. Ada buku-buku yang mudah diambil anak,  ada mainan anak,  ada karya-karya anak dalam satu ruangan tersebut.

m.    Ajaklah anak untuk memilih bukunya sendiri, tapi tentunya dibawah bimbingan kita agar tidak salah pilih

n.    Contohkan kebiasaan membaca dan mengkoleksi buku dengan sungguh-sungguh dan konsisten

o.    Buatlah pohon literasi keluarga, dengan cara masing-masing anggota keluarga memiliki pohon dengan gambar batang dan ranting, tempelkan di dinding. Siapkanlah daun-daunan dari kertas sebanyak mungkin, setiap kali anak-anak selesai membaca, tuliskan judul buku dan pengarangnya di daun tersebut, kemudian tempelkan di pohon dengan nama anak tersebut. Cara ini bisa untuk melihat seberapa besar minat baca masing-masing anggota keluarga kita, hanya dengan melihat seberapa rimbun daun-daunan di pohon masing-masing.


πŸ“ TAHAP MENULIS πŸ“

a.    Siapkan satu bidang tembok di rumah kita, tempelkan kertas flipchart besar disana dan ijinkan anak-anak untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan atau coretan.

b.    Berilah kesempatan dan dorong anak kita untuk menulis  apapun yang dia lihat, dengar, pegang dan lain-lain

c.    Siapkan buku diary keluarga, masing-masing anggota keluarga boleh menuliskan perasaaannya di buku diary tersebut, sehingga akan membentuk rangkaian cerita keluarga yang kadang nggak nyambung tapi seru untuk dibaca bersama.

d.    Buat buku jurnal/ buku rasa ingin tahu anak dari kertas bekas,   ijinkan setiap hari anak menuliskan apa yang dia alami apa yang memunculkan rasa ingin tahunya di dalam buku tersebut.

e.    Hiraukanlah tanda baca, huruf besar, huruf kecil dll, saat anak-anak mulai belajar menulis. Biarkanlah anak merdeka menuangkan isi pikirannya, hasil bacaannya, tanpa terhenti berbagai kaedah-kaedah menulis yang harus mereka pahami. Setelah anak-anak lancar menulis baru setahap demi setahap ajarkanlah berbagai macam kaedah ini.


Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang /


Sumber  Bacaan :

Kontributor Anatalogi Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Gaza Press, 2014

Pengalaman Bunda Septi dalam mengembangkan ketrampilan berbahasa di keluarganya, Wawancara, Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, 2017

Andi Yudha Asfandiyar. Creative Parenting Today : Cara praktis memicu dan memacu kreatifitas anak melalui pola asuh kreatif. Bandung : Kaifa. 2012

_http://www.supernanny.co.uk/Advice/-/Learning-and-Education/-/4-to-13-years/Help.-My-child-doesn’t-like-reading.aspx_

Mruput Sinau

Bismillah ..

Adik Ayla bangun gasik jam 4 pagi ngikuti emaknya. Saya kira dia mau bobo lagi ternyata enggak mau. Malah mainan ...ambil kertas, pensil ..apa lagi yang dia lakukan kalau bukan menggambar. Dia bercerita melalui gambar.

Adik sedang Menggambar






































Namun ketika saya tanya..gambar apa itu de? dia gak mau njawab..terus asyik menggmbar. Setelah puas dengan aktifitas tersebut. Dia pinjam hp saya ...
Untuk apa ya? rupanya untuk memotret hasil nggambarnya.

Setelah mengabadikan gambarnya ...dia lanjutkan dengan menyanyi, ternyata dia rekam suaranya. Oalah kids zaman now....πŸ˜‚

Karya Adik


Adik pindah ke ruang keluarga ...disana dia menyiapkan meja belajar berwarna merah. Saya kira untuk belajar mbaca atau nulis. Rupanya dia sedang berperan menjadi penjual sayuran. Dia paham kalau pagi begini saatnya penjuala sayur buka lapak. Karena kadang-kadang dia saya ajak belanja sayuran di sekitar Mojosngo. Taukah Bunda..kalau adik mau ikut kepasar itu dari jam 5 pagi dia sudah mandi sendiri, pakai baju sendiri...supaya boleh ikut kepasar..masyaallah adik.

Kembali pada peran adik yang sedang jualan sayuran. Saya berperan menajdi pembeli. Adik beratnya Mau beli apa? saya jawab..saya mau beli cabe, sawi, telur, daging ayam dan bawang. Adikpun dengan sigap segra melayani pembelinya ini.
Sayang tidak sempat diabadikan

Setelah bermain jejualan sama Adik..emak lanjut ke dapur mau membuat sarapan pagi.





Demikian cerita adik pagi ini...terimakasih

Surakarta, Rabu 28 Februari 2018

Jumat, 23 Februari 2018

Ngelist soal Bebenah Rumah euyy .....#Bukan Konmari eh Belum ding...


Sejak kuliah S3 aku kehidupanku berubah total. masuk dunia baru, tempat baru, budaya baru, teman baru ...
Termasuk gaya hidup baru dirumah yang baru disewa..hehe

Meninggalkan rumah yang biasa kutata rapi di Lampung sana memang tidak mudah, apalgi aku menyukai aktifitas berbenah, jelas merasa kehilangan bangets. hiks...namiun demi sebuah asa dan cita-cita mulia aku harus relakan semua itu.

Kujalani kehidupan dirantau denagn openuh kesederhanaan, tanpa perabot...beda banget dengan rumah kami disana yang sudah lumayan lengkap perabotnya.
Hal yang tidak pernah bisa aku lupakan dan tingglakan adalah tetap ingin rumah bersih, rapi dan teratur luar dan dalam...artinya rumah gak hanya rapi didalam tapi juga rapi di luar...

Karena kebersihan dan kerapihan itu kebutuhan, gaya hidup dan dalam agama kami jelas aturannya.."Kebersihan sebagian dari iman''. So, sebagai umat Islam menjaga keebersihan itu adalah perintah Allah bukan sekedar gaya hidup. Mematuhi perintah Allah pasti kebaikan yang akan didapat, tidak diragukan lagi bukan??

Maka saya dan suami sepakat saling menjaga kebersihan dirumah dan lingkungan. Kalau kami tidak sempat melakukan bersih-bersih rumah ...kami mencari asisten. memang sih.,,kami ahrus mengeluarkan dana tambahan untuk itu, namun daripada rumah berantakan, kotor...malah membaut kami tidak nyaman, tidak bahagia, tidak produktif bekerja, karena pikiran jadi ikutan berantakan. Jadi kami memilih keluar uang demi kebaikan ..niat ibadah. Apalagi kalau asisten tersebut orang yang membutuhkan pekerjaan dan penghasilan ...wah ini ladang amal bagi kami. Insyaallah..

Soal bebenah..sekarang sudah ada metode Konmari ...baru tadi malam baca bukunya, kereen ya. Ternyata ide-idenya sudah ada yang saya praktikan, tinggal melengkapi yang belum saja.

Baiklah untuk memeprmudah kami mengorganisir benda-benda yang ada dirumah ini maka saya rangkum senbagai berikut :

1. Baju Anak 

Baju anak-anak..sudah saya sediakan lemari sendiri-sendiri, juga diletakan ditempat yang mudah dijangkau. Sehingga anak-anak tidak selalu tergantung kepada orang dewasa dalam memilih dan mengambil pakaiannya. Alhamdulillah dengan cara demikian, ketiga anak kami sudah mandiri sejak usia tiga tahun dalam hal berpakaian.

2. Pakaian dewasa

Pakian saya dan suami masih jadi satu lemari, tapi dipisahkan dispace yang berbeda. Dua space paling atas untuk pakaian suami, sementara dua space bawah untuk pakaian saya. Lemari gantung juga masih samaan. Sementara pakaian dalam milik saya dan suami saya sediakan lemari kabinet susun. Sama urutannya ...dua teratas untuk wadah pakaian dalam suami, dua bagian bawah untuk wadah pakaian dalam saya.


3. Ruang Kerja

Sebagai mahasiswa kami berdua harus memiliki ruang kerja yang nyaman. Ruang kerja, memanfaatkan ruang tamu. Saya memiliki meja kerja sendiri, begitupun dengan suami.  Meja kerja saya dan suami bersebelahan ...ehh saling membelakangi ding..hehe. Supaya ketika kerja yang waktunya bersamaan ..kami gak saling ngobrol..propfesional lah icak-icaknya. hehe
Lemari buku terletak didekat meja lerja masing-masing.

4. Kamar Anak 

Kamar untuk dua anak perempuan kami jadikan satu, karena rumah ini hanya dua kamar. tempat tidur kami pilih model sorong, agar ruangan ajdi lebih lapang. Adik dibagian atas, kakak dibagian bed bawah. Meja belajar mereka diletakan disampingnya.

Sedangkan utnuk anak laki-laki kamis satu2nya, kami buatkan kamar disebelah ruang kerja kami. Ruang mungil dan hanya disekat lemari belajar. Anak laki-laki kami sudah baligh jadi harus tidur terpisah dari saudara perempuannya.

5. Ruang Tamu

Untuk menerima tamu, kalau sudah sediakan kursi kayu diteras. Misalnya ada acara kumpul-kumpul kami gunakan ruang tengah atau ruang keluarga yang cukup lapang. Sejauh ini masih mencukupi...seperti untuk acara Home Visite ortu dan teman-teman Adik Ayla..masih muatlah utnuk 20 orang. Anak-anak main diteras ...dengan segala mainannya.

6. Dapur

Dapur mungil kami ..tidak banyak perabot, hanya secukupnya. Kami usahakan selalu tertata rapi usai diogunakan. Buide yang bantu-bantu kami alahmdulillah sudah bisa mengadopsi apa yang saya ajarkan.

7. Rak Piring

Piring, gelas dan lain-lain kami sediakan rak kaca tertutup. Sengaja saya pesan desai begitu, karena untuk emnghindari tikus waktu itu. Juga biar lebih rapi, saya tifdak suka lihat poemandangan perabotan yang acak-acakan. Jadi saya usahakan semua berada diwadah dan tempat yang tepat. Walau belum seperti yang diharapkan namun alahmdulillah sudah lebih baik. Sekarang tikus memang sudah tidak ada..namun rak etrtutup tetap terlihat lebih rapi utnuk penyimpan perkakas makan.

8. Penyimpan Beras

Wadah beras ..kami bawa dari lampung, kebetulan masih bagus. Wadah beras itu gak hanya berfiungsi sebagai penyimpan beras agar tidak kutuan dan terjaga kebersihannya, namun juga sebagai pemanis ruangan..hehe. Teteep rapi dan cantik itu penting...

9. Wadah Baju Kotor

Tempat baju kotor kami sediakan keranjang, jemuaran handuk kami letakan dekat mesin cuci. kalau pas sesi cuci-cuci..jemuran itu kami keluarkan, untuk dijemur ..sekaligus agar ruangan jadi jembar.

Apa lagi ya?
eeemm....Mainan anak-anak.

10. Mainan Anak-anak

Mamas suka main leggo ...saya kok merasa eman-eman kalau hasil karyanya hanya teronggok dipojokan. Ketika ada rezeki saya pesankan lemari display. Namun namanya anak kreatif ...tetap karyanya dibongkar pasang.

Lemari itu juga berfungsi menyimpan barang lain ...yang dianggap tidak menganggu pemadangan..karena semua transparan.

Mainan anak-anak yang lain, seperti boneka kami sediakan keranjang dan kotak. Keranjang dan kotak tersebut kami letakan diruang keluarga. Berusaha ditata rapi agar tidak merusaka pemandangan dan kenyamanan.

11. Meja belajar Anak

Meja belajar anak ada dikamar masing-masing, walau mereka tetap bisa belajar diruang mana saja mereka suka. Meja belajar itu berfungsi untuk meletakan buku dan perlengkapan sekolah mereka, supaya tetap rapi dan teratur.

12. Tempat sepatu

Aah benda ini letaknya masih ...ada dimana2..hehe. Niat mau beli rak sepatu yang permanen dari kayu dan terutup belum kesampaian. Kenapa kayu? selain suka bahan satu itu juga suapya kalau kami pindahan bisa dibawa dan tidak pecah. Kalau dari kaca emang cantik sih..tapi kan rawan pecah..hehe.
Semoga segera bisa berbenah dan dapat rak sepatu sesuai harapan dan kebutuhan.

13. Tempat helm

Memanfaatkan diruang kerja...rak serbaguna..hehe

14. Meja Rias 

Ini juga masuk daftar tunggu ..hehe. Belum pernah saya punya meja rias. Selama ini masih memanfaatkan kotak ...untuk menyimpan segala keperluan perawatan diri saya.

15. Ruang Cuci 

Alhamdulillah rumah ini ada ruang cuci yang letaknya sebelahan dengan kamar mandi. Lumayan luas..untuk mesin cuci, jemuran ahanduk, dan tempat peralatan lainnya.

16. Garasi

Teras untuk kendaraan roda 4. sedangkan roda dua numpang diruang kerja dan ruang keluarga yang kami atur sedemikian rupa sehingga tetap rapi dan enak dipandang mata.

17. Tempat Peralatan Ibadah

Kami tidak meiliki ruang sholat khusus namun tempat yang paling seriung kami gunakan adalah ruang keluarga. Untuk menyimpan mukena, sajadah, sarung dan lainnya..kamis sediakan lemari kabinet 4 susun. bagian paling atas untuk wadah sarung, rak kedua utk mukena anak, rak ketiga mukena dewasa dan paling bawah untuk sajadah.

18. Penyimpan Bahan Makanan

Untuk menyimpan stok bahan makanan kering termasuk snack anak, kami gunakan rak piring bagian atas. Dibagian tersebut juga kami letakan gula, teh, kopi..
Untuk menymipan bahan makanan basah se[rti daging , sayuran kami gunakan kulkas.

Eiya kami pernah lho hidup tanpa kulkas..karena listrik dayanya rendah. Setiap hari saya ahrus belanja bahan masakan..sampai para pedagang di sepanjang jalan jaya wijaya Mojosngo familiar dengan saya. malah banyak yang udah jadi langganan saking seringnya belanja. Capeek sih...tapi mesti gimana lagi ..gak ada tempat nyimpan. Ehh sekarang giliran ada tempatnya saya yang gak sempat belanja..haha...

Semangat deh ,meghidupkan keteraturan hidup...bikin menu 10 hari, kalau perlu bikin bumbu dasar walau jujur belum pernah ...masih semapt dan suka ngulek atau iris langsung.

Belanja bahan untuk lauk-pauk sekarang tidak tiap hari lagi. Cukup tiga hari atau 5 hari sekali. masak bisa mulai dari Subuh...karena bahan sudah tersedia. Anak-anak makannya jadi nambah lahap, senang bisa rekues menu kesukaaan. Selama saya sempat dan bisa ..saya buatkan makanan kesukaannya.

19. Jemuran Baju

Tempat njemur baju alhmdulillah dibelakang rumah, saya suka ini. Soale saya gak mau njemur baju didepan ...apalagi kelihatan pating slawir ra karuan ....haha..enggak banget deh. Walau dulu sempat njemur didepan tapi saya usahakan tidak berantakan. Cuma kalau hujan deras suka kebocoran atapnya da yang retak sengnya, kalau sudah sereprti itu kami pindah smenetara di teras depan. jemurannya warnanya ungu cantik kok...jadi insyaallah gak ganggu pemandangan..halaah..apa2 mesti cantik., rapi ya Bukkk...?? hehe. Sedang berusaha kearah sana....

20. Lingkungan Sekitar Rumah

Yang dimaksud lingklungan sekitar ini adalah halaman dan taman atau kebun ya..
Alahmdulillah dapat rumah kontrakan didesa yang halamannya luas. Malah ada space untuk ngebun. Kami manfaatkan wadah bekas untuk menanam sayuran, bumbu dan bunga. Semantara tanah kosong didepan kami tanami sayuran, cabe, tering, kemangi, sawi dll.

Se,antara pinggirnya kami tanami bunga kromot dan melati jepang. Lumayan segar pemandangan..apalagi meja kerja saya menghadap ke halaman dan taman...masyaallah dari jendela pemandangan krokot berbunga sungguh menyegarkan pikiran.
Dalam menanam dan merawatnya kami dibantu oleh bude, kebetulan bude juga suka menanam..sungguh beruntunglah kami. Saya dan bude kalo senggang suka nyabuti rumput berdua, atau menanam bunga dan sayuran bersama. Kerjasama yang baiklah pokoe...

πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž
Mungkin baru itu yang bisa saya tuang kedalam tulisan ini. Tulisan ini membantu saya untuk ngelist apa yang sudah dan pa yang belum. Semangat bebenah ya....rumah bersih rapi, teratur, nyaman itu sebagian dari iman. 
Jadikan kebutuhan dan gaya hidup sehingga hidup dimanapun akan sama ...tetap ,menjaga kebersihan..aamiin.

Metode Konmari belum dipraktikan ...insyaallah akan kami lakukan kedepan.
Masih mikir ..waktunya bisa gak ya...karena urusan studi sudah menanti. tahun ini luar baisa padat agenda. Bismillah ...semoga dimudahkan segalanya. Sukses studi, sukses bebenah, sukses rezeki dan Barokah..aamiin.

Terimakasih .....

πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š

 

Baca, Baca


Sabtu, 24 Februari 2018

Bismillah...


Pagi-pagi adik sudah minta dibacakan buku ...
Bersyukur adik yang minta bukan emak atau lainnya ...sebab kalau adik sendiri yang minta tentu semangatnya akan berbeda.

Aku membacakan buku itu sampai selesai, semoga adik bisa mengambil hikmah dari cerita buku itu.
Melihat semangat adik yang masih On, emak menawarkan untuk membaca Iqro dan buku belajar membaca dari sekolah. Alhamdulillah adik mau ....

Bismillah ..
Adik mengikuti ucapanku 
dan bersedia mengulangi bacaan itu
Biasanya adik hanya mau menriukan satu kali
Bersyukur kali ini mau mengulangi sampai beberapa kali.

Aku mencoba membaca dengan irama berbeda ...agar adik tidak bosan..syukurnya adik suka dan jadi tambah semangat.
Belajar sambil bercanda tapi serius ...

Aku terus berusaha mengeksplor gaya belajar Adik Ayla...
Menemani, memfasilitasi, menyediakan waktu bersamanya sebanyak mungkin dan sebisa mungkin...


Buku Adik Pagi ini

Alhamdulillah..selesai sesi belaajr pagi ini 
semoga selalu semangat dan ceria ya nak....



Sabtu, 17 Februari 2018

Day#17 Aksi Panggung Adik

Bismillah ...

Hari terakhir pengamatan gaya belajar adik diisi oleh aksi panggung. Saya dan Pak suami menjadi penontonnya. Adik akan menyanyi dipanggung yang tak lain adalah tempat tidur.

Adik mengenakan jilbab biru sebagai jubah yang dililitkan dileher.. ahaa, mirip jubahnya Elsa difilm Frozen nih. Adik menyiapkan gaun itu bersama kakak, kalo lagi begini mereka bisa kompak juga ..hehe.

Adik membuka aksi panggungnya dengan salam ...
Kemudian menyanyikan tiga lagu non stop ...masyaallah adik benar-benar menikmati aksi panggungnya itu. Matanya berbinar, suaranya merdu, gerak tubuhny luwes sekali. Aku terpesona oleh aksi adik itu. Dia sangat percaya diri membawakan lagu-lagu itu. Walaupun itu hanya didalam kamar yang disaksikan oleh kedua ortunya, namun itu sudah membuat hati kami bangga. Semoga adik tidak hanya berani tampil didalam rumah saja, namun berani tampil didepan umum. Tidak berharap dia tampil menyanyi, namun yang utama melatih  mentalnya agar berani tampil didepan umum. 

Saya dan Pak suami heran...darimana ide aksi panggung adik tadi? Dari kakaknya mungkin, tapi kami paham betul kalau adik tidak mudah meniru hal yang tidak disukainya. Intinya adik juga suka dan menikmati aksinya ini.

Njuk...hasil pengamatan kali ini apa makk? jika dikaitkan dengan gaya belajar Adik?
Ini hari terakhir game level 4 lho...
kesimpulan dong..hehe

Ya...menurut hasil pengamatan selama 17 hari ini, gaya belajar adik masih dominan visual dan kinestetis. Sedangkan auditorinya masih perlu dilatih lebih lanjut.

Alhamdulillah ..


Tabel Gaya Belajar Adik 17 Hari

Hari ke-
Stimulus/Kegiatan
Media Belajar
Gaya Belajar
Auditori
Visual
Kinestetis
1
Menggambar
Kertas, spidol
Ρ΄
2
Bermain sepatu Roda dan sepeda roda dua, ke toko elektronik
Sepatu roda, sepeda
Ρ΄
Ρ΄
3
Mewarnai
Kertas, Crayon
Ρ΄
4
Mengenal Bentuk
Es Krim KerucutΡ΄
5
Ke Toko buku
Buku, Troli, Tangga dll.

Ρ΄
Ρ΄
6
Menyambung Garis Putus
Buku, pensil


Ρ΄
7
Menyusun Angka
Fuzzle


Ρ΄
8
Konsep Angka
Sendok, Sumpit Fuzzle


Ρ΄
9
Ke Bandara
Troli


Ρ΄
10
Mengenal Huruf
Kertas , Pulpen

Ρ΄
Ρ΄
11
Perjalanan Solo - Jogja
Sawah, kendaraan

Ρ΄
Ρ΄
12





13
Mengukur Anggota Tubuh
Alat Ukur Jahit


Ρ΄
14
Benda baru
Kipas Elektrik


Ρ΄
15





16
Menyanyi
Tangan, Mulut


Ρ΄
17
Belanja Ke Minimarket
Troli, tangga, baju


Ρ΄




#harike17
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP





Day#16


Bismillah .....


Aktifitas yang sangat  disukai adik adalah belanja ke mini /supermarket/pasar tadisional, intinya belanja deh hehe. Sudah lama tidak belanja bulanan sampai stok kebutuhan abis, sibuk banget ya Makk..begitulah hehe. Oleh karena itu emak memanfaatkan waktu belanja untuk mengamati gaya belajar adik.

Abi bersama mamas memilih area belanja berbeda. Adik dan kakak ikut bersama saya. Kami mencari rak-rak tempat barang-barang kebutuhan kami. Adik dan kakak mulai sibuk memilih barang, sesekali bertanya apkah ini boleh dimasukan ke keranjang belanja. Mereka berdua sibuk memilih dan berargumen barang pilihannya yang paling baik dan perlu dimasukan kekeranang belanja. Emak sampai kewalahan memebrikan arahan kepada adik dan kakak yang suka berantem itu.


Sebagai jalan tengahnya, emak membeli dua merek untuk jenis barang. Satu merek pilihan adik, stu lagi merek pilihan kakak. Kalau kebetulan barang yang mau dibeli hanya satu bungkus, adik dan kakak pake jurus pingsut (inget buku BMP karya mba Anik) hehe.

Setelah lelah mengleilingi tempat belanja dan semua barng yang dibutuhkan sudah masuk keranjang belanja, kami bersiap antri membayar kekasir.

Adik dan kakak tidak bisa anteng dalam barisan antrian, mereka menunjuk ke lantai atas...
Emak tersenyum..paham apa yang mereka inginkan. Rupanya adik tertarik dengan deretan baju anak-anak dilantai dua. Emak berusaha membujuk adik, belanja baju tidak masuk daftar belanja hari ini. Tidak berhasil negosiasi dengan saya, adik gantian mendekati Abinya yang kebetulan sudah bersama kami. Mulailah adik negosiasi dengan Abinya, minta ditemani ke lantai dua.

Antrian masih cukup panjang, jadi saya tidak terlalu fokus ke adik lagi. Abi mengajak adi dan kedua kakaknya menunggu diluar, saya setuju.

Saya kira mereka menunggu saya dimana gitu, rupanya adik berhasi membujuk Abi untuk membelikan baju. Oalah ...duk jurus apa yang kamu gunakan untu meluluhkan hati Abi?
Yo weslah Emak pasrah....demi melihat binar dimatamu memamerkan baju warna ungu.

Hemm...jadi kali ini apa hasil amatan gaya belajar adik?
Menurut kami sih masih konsisten ..di kinestatis dan visual hehe. Semoga kesimpulan ini gak keliru ya

Demikian cerita aktifitas adik hari ini....terimakasih

#harike16
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

 



Jumat, 16 Februari 2018

Day#15 Menyanyi

Bismillah ..


Kembali kami berkunjung ke Jogja kekampung Mbah Buyut. Silturahmi ketmapt pakde. bude dan Bulek. Kampung tempat Emak dilahirkan.

Dalam perjalanan berangkat ke Jogja, adik minta diputarkan film kesukaannya ''Frozen". Dia tidak bosan menikmati film itu meskipun sudah berkali-kali ditontonnya. Adik akan anteng sepanjang perjalanan Solo - Jogja kalau sambil nonton film Frozen. Saya jadi ikut menikmati film itu, sampai hafal alur ceritanya. Tak lupa memberikan arahan keda adik, apa makna dari film tersebut.

Adik memang penikmat cerita hidup melalui media video, baik film maupun lagu. Dia akan cepat dan mudah belajar melalui media itu. Kemudian menirukan lagu atau cerita film itu.  Mungkin bebrapa anak juga kan melakukan hal yang sama ya bund...?

Perjalanan pulang ke solo diisi adik dengan menyanyikan beberapa lagu. Ia menyanyi atas inisiatifnya sendiri. Emak diajak menirukan geraknya ketika bait tertentu selesai dia nyanyikan.

Adik menyanyikan lagu pelangi, Banjir, Kupu-kupu, dan kura-kura.  Lagu-lagu tersebut dia nyanyikan berulang-ulang, kami sangat menikmati suara adik yang merdu. Tangan dan tubuhnya menari-nari menirukan irama lagu yang ia nyanyikan. Adik percaya diri sekali menyanyikan lagu-lagunitu sambil menari. Tepuk tangan meriah buat adik yang telah menghibur kami, sehingga perjalanan kali ini tidak boring. Sayang gak sempat direkam...

Hemm...so gaya belajar apa yang emak tangkap dari aktifitas ini Mak??
Hehe..emak juga sedang mikir begitu. 


#harike15
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Day#14 Media belajar Favorit Kids Zaman Now


Bismillah...


Anak usia 5 tahun sebenarnya belum boeh ya main gadget begitu pula dengan adik. Namun anak zaman now, tidak mudah dialihkan perhatiannya dan rasa ingin taunya terhadap gadget.

Emak kudu bisa mencari cara untuk mengalihkan perhatian adik terhdap benda yang sedang diminati oleh segala usia itu. Dia boleh main gadget hanya saat tertentu dan sangat dibatasi dan diawasi.

Adik pinjam hp ABi atau emak, entah dapat ilmu dari mana ya..adik kok tau-tau bisa donlot game sampai install dari playstore. Meskipun sudah dihapus ..adik akan donlot lagi game yang sama atau game lain ketika dia berhasil membujuk ortunya meminjami hp.

Game favorite-nya adalah doctor kids, dia betah berlama-lama main game itu. Emak kadang kewalahan utnuk membujuk adik agar berhenti main game itu. Oleh karena itu adik diizinkan main game tersebut pada saat Emak lagi selo agar bisa mengawasi.

Adik memang sangat suka dan mudah belajar dari media video atau gambar. Tak heran dia akan lebih mudah menirukan lagu, tarian atau permainan yang dilihat dari media gambar gerak maupun foto.



#harike14
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Day#13, Kipas Angin



Day 13

Bismillah...


Adik merengek minta dibelikan kipas elektrik kepada Abi. Mengapa minta kepada Abi?? karena Abilah yang lebih suka belanja online dibanding emaknya yang masih suka konvensional..πŸ˜‚.


Adik  dapat stimulus dari kakak  tentang kipas elektrik itu, kemudian mereka kompak sounding kepada Emak dan Abinya. Jadilah Abi dan kedua anak gadisnya searching di toko online mencari kipas elektrik yang dimaksud. 

Asyik sekali ya mereka keliling toko online...dari  memilih model, karakter, warna dan harga. Aaiih adik sedang belajar banyak hal dari belanja kipas ini. Antara lain, memilih toko online, bagaimana mengunjingi tko satu dengan lainnya, kemudian memilih warna dll., mempertimbangkan harga, cara membayar dan memilih ekspedisi pengiriman. Selain itu Adik juga belajar bersabar menunggu barang pesanan datang. 

Namanya belanja di toko online, tentu butuh waktu untuk mendapatkan barang yang dibeli. Setiap hari adik menanyakan kapan kipas itu datang. Dua hari kemudian kipas yang ditunggu datang. Tepat adzan maghrib pintu diketuk ....rupanya orang nganter kipas. 

Yeey..alhamdulillah seruu adik dan kakak, nyaris lupa kalau saat itu waktunya sholat maghrib. Emak mengizinkan buka kotak kipas itu setelah usai sholat maghrib. 

Wajag adik dan kakak berbinar melihat benda idamannya sudah ada ditangan. Kira-kira apa ya yang akan adik lakukan ketika mendapat benda baru? heemmm....yuuk kita amati. Adik mencoba menghidupkan, otak-atik benda baru tersebut mengikuti cara yang dicontohkan kakak. Emak cukup mengamati saja...kakak jadi guru adik. 

Kakak memberikan arahan kepda adik dengan memberi contoh...begini lho dik...bla...bla...
Adik lebih mudah menirukannya dengan melihat contoh dan lagsung praktik, dibanding diberi arahan dengan mendengarkan saja. 

Kini adik sedang seneng-senengnya mengeksplor benda baru tersebut, kemana-mana dibawanya. Ke sekolah, ke tempat saudara maupun dirumah....
Begitulah proses beljar adik kali ini...




#harike13
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Day #12, Mengukur Anggota Badan


Bismillah ...

Hallo emak bahagia kembali mengudara..haiaa...emng siarn radio, hehe. Kembali ngeblog maksudnya, laporan terhenti gegara laptop trouble dan perlu diinstall ulang. Meskipun ada laptop alternatif, tapi emak gak nyaman ngetiknya. Namun untuk menyimpan cerita tentang adik, emak nulis di hp or buku, supaya gak mudah ilang. Baiklah ..pengamatan terhadap gaya belajar Adik segera dilaporkan kembali. Ceki..ceki..ya ...


Hari ke-12 adik ingin diukur tinggi badannya. Sekalian deh oleh emaknya diajak mengeksplor ukuran badan adik layaknya mengukur badan pada saat mau buat baju. 


Adik tertawa ceria ..ketika emak mulai mengukur lengan, lingkar perut, lingkar tangan, lingkar lengan bagian atas, lingkar dada, panjang celana, panjang lengan dan mistak. Maafkan ya dik kalau emak ngukurnya gak pas ..soale belajar ngukurnya udah kadaluarsa ...kira-kira 15 tahun yang lalu emak belajarnya. Alhamdulillah masih berguna...


Adik memang belum paham tentang apa itu satuan panjang centimeter, meter dan lain sebagainya, namun adik sudah ngerti fungsi meteran untuk mengukur tinggi badan, dan panjang suatu benda. 



  


#harike12
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Senin, 12 Februari 2018

Day#11


Bismillah ...

Perjalanan ke Jogjakarta menjadi aktitifitas amatan gaya belajar adik. Kami mengunjungi keluarga Bapak dan Ibu saya sekalian ziarah ke makam Mbah Buyut anak-anak kami.

Aktifitas yang sempat saya amati adalah ketika kami berhenti di SPBU di daerah Klaten. Usai dari kamar mandi adik bukannya kembali kekendaraan justru masuk ke musholla. Saya menunggu dikursi depan musholla. Namun tak lama kemudian adik memanggil saya untuk melihat ke luar jendela musholla.

Dia menunjukan pemandangan indah disamping musholla, masyaallah ada sawah  membentang luas bak karpet hijau berpadu dengan warna kekuningan, tanda padi mulai menua.
''Bagus sekali ya?'' seruu adik...
Ucapkan kalimat toyibah dik...ayo ucapkan kata apa?
Masyaallah....kami bertiga dengan kakak mengucapkannya.

Hemm...fokus adik ketika melihat tempat baru adalah pemandangannya yang indah.

Aktifitas amatan yang kedua adalah ketika mengunjungi makam Mbah Buyut di Seyegan. Adik bertanya ''ini makam siapa?'' selesai dijawab tanya lagi nama makam yang lain...begitu seterusnya sampai acara ziarah berakhir.

Aktifitas ketiga adalah saat kami berkunjung ketempat bulek. Setelah salim dengan saudara-saudara yang ada disana.,adik langsung masuk kedapur mencari kucing. Adik memang sudah biasa berkunjung kerumah Bulek jadi sudah tidak canggung lagi. Adik dan kakak sibuk nguyel-nguyel kucing..sambil tertawa riang. Rumah yang semula sepi menjadi ramai oleh suara mereka berdua.

Saya berusaha mengingatkan agar tidak terlalu lama memegang kucing, selain kasihan dengan kucing itu juga menjaga anak-anak, dari kuman yang mungkin saja menempel dibulu dan badan kucing.
Namun mereka tidak merespon, malah semakin asyiik bermain dengan kucing.

Sore hari kami pamit kembali ke solo. Diperjalanan adik sering bertanya ..nama-nama kendaraan yang melintas, terutama ketika berhenti di lampu merah. Misalnya ''Mobil merah itu namanya mobil apa?'' maksud adik adalah mereknya apa...

Hemm...udah banyak ya cerita tentang kegiatan adik kali ini. Hasil amatan kegiatan itu apa ya? gaya belajar adik yang dominan apa ya? Kinestiskah? Visual atau auditori?
Yuuk kita cocokan dengan kriteria pada tabel gaya belajar berikut.


Gaya Belajar


#harike11
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak

#kuliahBunSayIIP

Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...