Day 12
Bismillah ...
Sepulang sekolah Kakak menanyakan sepatu barunya yang dibeli
kemarin malam. Sepatu itu belum sempat dia buka karena kemarin langsung pergi
ke tempat Mbah dan pulang pagi langsung berangkat ke sekolah.
Tadi pagi sepatu itu ditaruh adik dikamar Mamas, namun sore
ini sudah tidak ada. Saya cari kemana-mana tidak ketemu. Pak suami, Mamas juga
ikut bantu mencari namun tidak ada.
Pak Suami berbisik ‘’pasti ini ulah adik’’...
Karena tadi pagi adik langsung mmenangis begitu tau kakak
dibelikan sepatu sedangkan dia tidak. Alasan kamimtidak membelikan karena dia
sudah beli terlebih dahulu, waktu itu kakak belum dapat sepatu yang sesuai
ukurannya, jadi ditunda. Untung kakak mau bersabar..nah, baru kemarin malam
itulah kakak dibelikan.
Kembali ke cerita sepatu yang raib tadi, orang serumah ikut
sibuk mencari. Benar-benar hilang tanpa jejak, hanya kotak septu dan plastik
bungkusnya saja yang ditemukan.
Saya panggil adik untuk dibujuk supaya mengaku, dia tetap
keukeh bilang ‘’tidak tau’’
Sudah banyak kata dan cara kami lakukan untuk membujuk adik
supaya mengaku dimana sepatu kakak ditaruh. Dia tetap bertahan dengan
jawabannya.
Ya sudah ..akhirnya
hanya saya yang meneruskan pencarian, penasaran betul saya ini. Kaka saya suruh
mandi, mengalihkan perhatian supaya dia tidak kesal. Dalam pencarian itu saya
menemukan plastik-plastik yang tidak terpakai, namun nylempit dibeberapa
tempat. Plastik itu kemudian saya ambil dan bermaksud saya buang ke temapt
sampah.
Kotak sampah berwarna hijau itu saya buka tutupnya
sedikit...hemm saya senyum-senyum melihat isi kotak sampah itu. Kemudian
menemui suami, saya ajak melihat isi kotak sampah..kami berdua tertawa.
Alhamdulillah sepatunya sudah ketemu..
Adik tetap belum mau mengaku. Baiklah itu akan kami
selesaikan diwaktu berikutnya. Kami bersyukur, kali ini kakak lebih bisa
menahan diri, lebih sabar menghadapi perilaku adik. Biasanya dia akan lekas
marah kalau tau adik mengganggu barang miliknya. Selain itu, roti yang kakak
beli kemarin tadi buka adik lebih dulu sama adik, saya sudah sempat was-was,
gimana kalau kakak nanti marah, karena adik belum izin. Saya bujuk adik, supaya
nanti minta maaf sama kakak karena makan roti kakak tanpa izin. Alhamdulillah
kakak kali ini biasa-biasa saja mengetahui rotinya dimakan adiknya.
Alhamdulillah, Terimakasih kakak...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar