Makan malam menjadi ajang kumpul dan bercerita, namun tetap
berusaha mengikuti adab makan ala Rasulullah.
Anak-anak makan dengan lahap, adik ayla yang biasanya gak
nambah nasi kali ini minta tambah nasi lagi. Tumben juga nih ..adik yang
biasanya mandiri, kali ini minta tolong diambilkan. Sebenarnya minta tolongnya
sama Emak, selanjutnya emak mendelegasikan kepada Kak Alya. Bukan karena
emaknya males ngambilin, tapi disengaja.
Adik : ‘’mau nasi lagi..tolong ambilin Mak’’
Emak : ‘’Iya ..bentar ya’’ jawab Emak...’’Kak ..tolong dong
ambilin nasi untuk adik ya?’’
Kakak : ‘’ Kok aku sih yang disuruh ambil, kan Emak yang
dimintai tolong’’ kata kakak dengan nada protes.
Emak : ‘’Kak..membantu orang tua itu kan perbuatan mulia, ayo
gih..tolong ambilin ya anak sholihah’’.
Alhamdulillah Kakak bersedia ambilin nasi untuk adik.
Emak dan Adik : ‘’Terimakasih ya Kak..’’.
Kami kembali meneruskan makan dengan perasaan bahagia.
Kakak berhasil mengalahkan ego dan rasa malasnya. Kan, lagi
asyik makan..eeh tetiba dia dimintai tolong ambilin nasi sama emak. Kebayang
kan, gak asyik, gak nyaman...lha wong lagi Pewe (posisi uenaak).
Emak ingin Kakak bersedia menolong saudaranya, meskipun itu
dapat mengganggu kesenangannya, kenyamanannya. Dia harus berani mengalahkan
egonya, kepentingannya demi membantu saudaranya dan patuh kepada orang tua.
Dalam kehidupan sehari-hari, hal seperti itu sering sekali terjadi.
Tantangan seperti itu tentu tidak mudah, karena pada dasarnya manusia itu tidak
mau diganggu kesenangannya, kenyamanannya, kepentingannya demi orang lain.
Bisa-bisa Ia akan marah karena merasa sudah diganggu kesenangannya.
Bersyukur dan bersyukur..walau kakak sempat protes, namun Ia
berhasil mengalahkan dirinya, melakukan kebaikan untuk adiknya. Alhamdulillah
#tantangan_hari_ke7
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar