Senin, 08 Januari 2018

Apa kabar hari ke-5?


Bismillah ...



Kakak masih belum bisa mengendalikan emosinya ketika menghadapi adiknya. Masih belum bisa berkata lembut, meskipun tidak seketus sebelumnya. Emaknya nyaris putus asa mencari cara bagaimana mendidik kakak kembali lembut dan sayang kepada adiknya.

Ada beberapa perilaku Kakak yang kurang baik kepada adik hari ini. Namun, saya mau menuliskan yang baik-baik, walau sedikit. Tadi Adik Ayla mainan kipas tangan dekat rambutnya, sehingga ada ujung rambut yang tergulung dikipas dan tidak bisa dilepas. Ia tunjukan kepada Emak, dan emak segera paham kalau rambut yang tergulung itu tidak bisa dilepas lagi. Satu-satunya cara adalah dengan memotongnya. Saya minta Adik untuk mengambil gunting ditempat biasa, namun rupanya si gunting sudah tak di sana lagi. Oleh karena itu Emak berinisiatif meminta tolong kak Alya untuk bantu adik mengambil gunting. Alhamdulillah Kakak mau bantu ambilkan, tanpa drama protes seperti biasanya.

Itu kebaikan pertama, ada lagi kebaikan kedua. Emak tadi beli baju untuk Adik, Kakak dan Mamas. Namun ketika emak sampai rumah sepulang beli baju dan jemput kakak sekolah, adik sedang tidur. Kakak dan Mamas segera saja mencoba baju barunya dengan gembira. Kakak tidak sabar memberitahu adik. Dilihatnya adik yang sedang tidur di kamarnya. Kata kakak adik sudah bangun, maka kakak berikan baju milik adik dengan kata-kata yang lembut. '' Ayla...kita dibelikan baju baru lho..''. Mata adik mengerjap indah..tanda masih ngantuk. Kakak berusaha membujuknya agar adik mau sama-sama mencoba baju.

Setelah melihat baju kakak berbeda dengan miliknya, adik yang semula merasa senang, berubah jadi tantrum. Menangis keras...wealah piye tho, kok malah nangis. Emak sengaja pilihkan warna dan model yang berbeda karena kakak tidak mau sarimbitan dengan adik. Jebule malah adik yang gak mau berbeda dengan kakak..Ealaah. Sabar ya Maak...yang belajar sabar gak cuma anak-anak, tapi emaknya harus lebih kenceng belajarnya.

Satu hal lagi, kakak tadi emak minta menunggu go-jek diujung jalan, karena dari tadi go-jeknya  nyasar. Go-jek tersebut mau anter susu almond dari teman. Ketika driver-nya telpon sudah saya beri petunjuk untuk belok diujung jalan itu. Perkiraan sebentar lagi sampai. Supaya gak nyasar lagi, saya minta Kakak berdiri diujung jalan. Namun kakak menolak dengan alasan tidak berani. Tidak berani karena didekat ujung jalan itu, banyak orang sedang bongkar muat barang bekas. Ujung jalan itu kelihatan dari teras rumah, pikir saya mengapa mesti takut dan malu, toh saya mengawsi dari teras?. Aah..namanya juga  anak-anak. Sudah dibujuk-bujuk namun tidak mau, malah ngajak Mamas untuk menemani. Akhirnya malah Mamas yang berangkat...

Itu sekelumit cerita tentang perhatian dan kepedulian kakak kepada Adik. Kakak mulai bersikap baik kepada adik meskipun dimulai dari hal kecil, seperti membantu mengambil gunting dan mengajak adik mencoba baju baru. Juga, cerita bagaimana kakak merasa takut dan malu hadapi banyak orang yang tidak dikenal. Itu dulu ya cerita tentang kakak dan adik hari ini. Terimakasih

Solo Raya, 08 Januari 2018
.
.

#tantangan_hari_ke5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3

#kami_bisa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...