Bismillah...
‘’Dik Ayla..jangan’’ teriak Kakak ‘’Itu punyaku..itu rumahku’’
Suara Kakak yang sedang bermain rumah-rumahan terdengar dari
ruang keluarga. Pasti itu karena adik ingin ikut bermain tetapi tidak
diizinkan, dengan alasan mengganggu.
‘’Kak..adik diajak main dong’’ pinta emak yang segera mendekati mereka.
Bukan kakak kalau tidak punya argumen panjang kali lebar
(niru siapa ini ya?..hehe). Dia beralasan bahwa adik sudah bikin rumah-rumahan
sendiri, namun masih saja, mencoba ‘’ngrusuhi’’ milik kakak.
Emak menjelaskan bahwa adik berbuat begitu karena dia belum
tau, tugas kakak untuk menjelaskan kepada adik, supaya adik paham. Adik belum
paham tentang konsep kepemilikan, meskipun sudah sering di tunjukkan
benda-benda itu ada pemiliknya, dan kalau ingin menggunakan harus izin terlebih
dahulu.
Kakak sering protes, kerana adik masih sering menggunakan
barang miliknya tanpa izin. Itu yang membuat kakak kesal kepada adik. Hemm,
emak paham sekarang..berarti keduanya memang harus saling memahami bahwa kakak
harus sayang kepada adik, sebaliknya adik harus menghormati kakak. Jika menggunakan
benda milik kakak adik harus izin, begitu juga sebaliknya. Ketika ada yang
bersalah ..harus minta maaf dan memaafkan. Seperti lagu Kak Nadia dan Syamil
itu lho..
‘’Anak muslim itu..anak muslim itu..harus minta maaf bila
bersalah’’
“Anak muslim itu..anak muslim itu, harus minta memaafkan
kesalahan orang lain’’
Ya, hari ini kakak belajar mengenai pentingnya seorang kakak
menyayangi adik, izin terlebih dahulu sebelum menggunakan benda miliki orang
lain, meskipun itu saudara kandung, seorang adik harus menghormati kakak, saling
memaafkan ketika bersalah. Semoga Allah memudahkan pemahamanmu ya kak? Aamin.
Setiap hari Selalu ada cerita tentang kakak...
#tantangan_hari_ke15
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar