Bismillah ...
Awalnya tidak tertarik dengan diet macam apapun, karena saya bukan tipe orang yang bisa menahan makan (kecuali puasa) dan tidak telaten mengukur, menakar jumlah setiap asupan makanan kedalam tubuh. Kebayang betapa ribetnya kalau harus ikut diet.
Lagian, saya merasa tidak ada masalah yang berarti dalam tubuh ini. Makan sebanyak apapun saya tidak gemuk, paling cuma bagian perut saja. Sampai sering dibilang hamil, tapi saya tanggapi dengan santai, wajarlah udah turun mesin tiga kali dengan bayi-bayi yang terbilang besar.. hehe. Padahla sih males diet tadi...untuk urusan itu sy bisa bilang cuek is the best.
Pola makan yang saya jalani selama ini saya anggap sudah cukup bagus. Saya penyuka sayuran, ngemil pun saya makan sayuran..bukan gegorengan atau kletikan. Saya juga tidak makan daging hewan berkaki empat, lebih sering makan daging unggas, ikan dan sea food. Saya anggap pola makan itu sudah bagus untuk kesehatan saya.
Namun, ketika saya menjadi mahasiswa program doktor, keluhan kesehatan mulai terasa. Mudah drop, masuk angin, maagh sering kambuh, pundak dan pinggang sering linu-linu, bahkan serasa mau patah pinggang ini. Jadilah saya pelanggan pijat tradisional, klinik kecantikan sampai pijat yang memadukan empat negara (Indonesia, Thailand, Barat dan Jepang) di suatu klinik di Surakarta. Saya menjaid petualang tempat-tempat pijat kesehatan di Solo Raya. Sebelumnya saya rutin pijet setiap bulan dengan tukang pijet tradisional, namun lama-lama pijetannya kurang bermanfaat. Pegel dan linu ditubuh tidak hilang bahkan bertambah. Akhirnya saya pindah ke salon, memilih pijit yang sepaket dengan perawatan tubuh(spa), sekalian perawatan kecantikan dan kesehatan niat saya waktu itu.
Ada yang cocok pada awalnya, namun selnjutnya tidak ngefek sama sekali. Aaah...buang waktu dan suit nih. Ganti lagi ke salon lain...dapat yang mantabs, eeh ndilalah terapisnya yang cocok malah keluar. Duuh rasane kehilangan bangets..uhuks. Begitulah saya berganti dari tukang pijit ke tukang pijit lain, dari salon satu ke salon lain, dari klinik satu ke klinik lain. Dari salon yang biasa sampai yang ternama. Sebagai emak-emak sebenarnya eman-eman uangnya pijit ke salon ternama itu, namun demi kesehatan dan support dari suami saya lakukan juga. Sedihnya manfaatnya tidak terasa..hihi. Ya sudahlah legowoooo....hehe. Betapa mahalnya harga sebuah kesehatan...
Memang sejak bayu saya terbiasa dipijit. Kata mamak saya kalau sakit apapun saya hanya bisa sembuh kalau dipijit waktu kecil, berobat ke dokter tidak mempan waktu itu. Maklum bocah ndeso kali ya...haha. Ternyata kebawa sampai dewasa eh tua ..ihiks..ihiks..betapa repotnya nyari tukang pijit yang cocok...cocok manfaatnya, cocok harganya maksudnya ..hehe.
Saya tidak berpikir merubah pola makan sebelumnya karena merasa sudah baik. Fokusnya hanya berobat ke tukang pijit, ke dokter juga sih, general check up, dll. Karena keluhan sakit yang saya rasakan ini luar biasa menggangu aktifitas saya. Memang saya tidak kelihatan sakit pada umumnya, tetap bisa nyetir, berkebun, masak, jalan-jalan bersama anak, ke kampus, ikut seminar, ngajar dll.
Namun sebenarnya saya menahan linu,pegal-pegal di beberapa bagian tubuh yang sudah saya sebutkan tadi.
Sempat disangka sakit ginjal, namun dari hasil genral check up ginjal saya sehat, seluruh organ dalam saya masih sehat. Hanya sedikit kolesterol saja, namun rasanya sudah luar biasa. Saya mudah drop, tidak bisa menulis dan berpikir jernihh, sedangkan saya harus membaca,belajar, mereviu jurnal setiap hari sebagai bahan menulis disertasi..Ya Allah berat sekali hadapi sakit ini.
Saya tipe orang yang tidak bisa duduk diam, malah sakitnya makin terasa dalam posisi diam. JIka sedang tidak fit dan tidak bisa menulis penelitian, saya alihkan ke kegiatan yang banyak gerakan fisik. Seperti masak, berkebun, olahraga atau apalah yang bisa mengalihkan rasa sakit ini dan saya rasa nyaman.
Saya kira kurang olahraga, karena saya emang termasuk kurang telaten berolahrga. Saran dari teman saya ikut olahraga, senanm, Yoga...alhamdulillah lumayan membantu. Saat itu leher saya kaku tidakbisa digerakan, pundak saya linuuu ...sekali seperti mau patah (sengkleh), pinggang saya nyeri kalau digerakan. Itulah menurut saya komndisi paling parah yang pernah saya rasakan.
Dengan Yoga bisa berkurang sakitnya, namun tidak menyembuhkan. Mungkin saya kurang teratur. Jika konsisi itu sedang ebrlangsung, benar-benar mager, tidak produktif...aah entah apa lagi kata yang sanggup menggamabrkannya. Pokoe tidak enak..seperti mayat hidup kalau menurut saya. Ketap ketip , bernyawa namun tidakbisa berbuat apa-apa.
Itulah kondisi kesehatan saya, orang tidak akan pernah percaya kalau melihat keseharian saya yang tetap lincah bergerak dan tetap aktifitas. Itu karena saya tipe orang yang gak betah tiduran, duduk-duduk manis saja, sekalian untuk mengalihkan rasa sakit tak terkira itu. Sesengguhnya seringnya saya menderita sakit linu dan pegal luar biasa, maagh kambuh, hampir sertiap ahri masuk angin, kembung, tidak lancar bab (heran kan banyak makan sayuran dan buah kok bab maceet?). Semua itu sangat-sangat mengenggu aktifitas menulis saya, kadang saya beberapa minggu terpkasa tidak bimbingan karena sakit tersebut, saya jadi tidak bisa berpikir baik dan menulis.
Secara psikologis saya terus berbenah, saya selalu mensugesti bahwa saya harus bahagia, tidak beolh stress, sela;u berusaha legowo atas apapun pencapaian ini. Ikhlas dan sabar ,menjalani semua walau tidak sesuai harapan. Misalnya bulan ini9 saya harius mencapai ttarget ini ..namun karena bebragai hal tidak bisa tercapai saya ikhlaskan...gak seperti awla-awla kuliah dulu, saya marah ekpada diri sendiri..heheh. Jadi, secara psikologis saya tidak ada masalah, begitupun sevcara spiritual. Tapii..emngapa sakit ini masih terasa?? Apakah faktor U? umur atau usia? laah kalau soal itu ya gak bisa diubah dong. Btw, dilihat dari usia saya termasuk mahasiswa yang masih muda kok..hehe. So, tidak bisa dong menyalahkan usia...
Kalau begitu apa dong masalahnya????
Doa dan usaha sudah, hanya bisa pasrah ..ikhlas menerima rasa sakit itu dan terus bergerak menjalani tugas yang sudah diamanahkan, walau berjalan lambat. Pernah suatu hari maagh saya kambuh, perut saya kembung keras, tensi darah saya turun, badan lemes, rasa badan sudah tidak karuan. saya tidak bisa menahan udara dingin. Duduk diruang tamu yang diseting jadi ruang kerja pun tidak tahan. Kahirnya saya menulis di kamar tidur, selonjoran dikasur, nyender dididinding yangsaya alasi bantal supaya tidak dingin dan pake kaos kaki. Pegal dan linu menyerang...benar-benar dalam kondisi tidak baiklah saat itu. Namun apadaya saya sedang kejar deadline dengan salah satu pembimbing. saya tidak enak kalau tidak selesai tepat waktu. Saya berusaha melawan rasa sakit itu, badan sudah pucat, lesu...saya katakan kepada diri sendiri ''wahai sakit, sekarang kuat-kuatan ...mana yang lebih kuat, sakit ini atau semangatku untuk menulis?''. Alhamdulillah berkat Allah ..semangat menulis yang menang, targer selesai bisa ngadep dosen pembimbing dan dapat apresiasi dari pembimbing. bahagia dan bersyukur sekali atas karunia ini.
Setelah itu saya benar-benar drop...ambruk ...pijit lagi, kerokan lagi, minum madu ...perlahan alhamdulillah pulih, kecuali pegal dan linu.
Maha Besar Allah yang telah memberi tanda-tanda. Tidak sengaja terlibat diskusi tentang makan dan pola makan dengan seorang teman di WA. Tapi dia tidak menyebutkan nama pola makan yang sedang dijalaninya. Saat itu saya pun tidak kepo, hanya menanggapi sekedarnya. Kemudia di grup IIP solo raya ada teman, Mba Kipty presentasi mengenai suatu pola makan. Saya malah tidak teratrik akren amenu-menu yang ditampilkan kebanyakan daging berkaki empat dan keju lumer..hiii, langusng mual perut ndeso saya. Kira-kira sebulan kemudian, saya kekampus ketemu mba Diah beliau cerita sedang menjalani diet atau puasa ..hasilnya sudah terlihat lebih kurus. Nah dari mba diah inilah saya dapat cerita yang lebih membumi, saya mulai tertarik tapi untuk Pak Suami yang juga memiliki keluhan kesehatan dan kelebihan berat badan dan doyan daging dan keju. Sama sekali tidak terpikir untuk saya sendiri.
Mulailah saya browsing tapi sekdarnya saja. Lagi males mbaca...kemudian saya ingat mba Kipty, kenapa gak tanya -tinyi beliau saja. Saya wapri beliau, namun maish snagat sibuk, hanya menajwab sekedarnya. Akhirnya saya dikasih nomer untuk belajr di grup pausa dan diet tersebut. Langsung saya share ke suami nomer tersebut., kebetulan untuk grup laki dan permpuan berbeda. Nah, mau gak mau saya harus ikut karena yang bakal mengatuir pola makan suami nanti adalah saya. Ada kendala waktu itu ternyata sampai hari H nomer saya belum dimasukan ke grup, saya hubungi adminnya. Suami saya pun belum dimasukan ke grup ikhwan, tapi pak suami keburu dinas luar. Ya sudah akhirnya saya yang ikut grup itu, Suami belum dimasukan grup tapi beliau males konfirmasi.
Setelah masuk grup ...saya malah pusing dengan materi yang banyaaak dan penih istilah asing. Kebanyakan baca jurnal perilaku konsumen bikin saya males meemhami bidang ilmu lain.
Bingung, tapi tetap berusaha praktek karena sudah paham manfaatnya walau tidak paham prosedur dan ilmunya. Saya tanya ke teman yaitu Bunda Ririm yang gabung di grup tersebut berbarengan dengan saya. Dari beliau saya menjadi lebih paham, dan makin semangat. Selain itu saya disarankan untuk belajar dari Youtube tentang diet tersbebut, saya ikuti sarannya makin merasa paham dan semangat lagi.
Saya kekampus berdiskusi dengan mba Diah lagi, beliau kaget kok saya malah ikutan diet itu, karena menurutnya saya sudah kurus. Saya jelaskan tujuannyan utk sehat. Makins emangat lagisetelah diskusi dnegna mba Diah.
ALhamdulillah segala keluhan yang sudah saya paparkan tadi hilang. Bersyukur dan bersyukur ...
Bonusnya saya perut saya menyusut ..senengnya, hehe.
Sudah aaah..sharingnya sudah panjang kali lebar nih...
mau kepasar belanja bahan masakan.
Oiya inin adalah menu-menu utnuk puasa itu. Saya simpan disini ya.
saya tidak perlu kuatir saya akan kehilangan menu-menu kesukaan. Semapat kuatir saya tidak bis amasak lagi...ternyata itu salah, Tetap bisa memasak hanya beda komposisi saja. Yeeeey ...malah ada peluang usaha kuliner khusus puasa dan diet itu. Yes....










Tidak ada komentar:
Posting Komentar