Sabtu, 10 Juni 2017

Amandel Mamas ..


"Ummi badanku demam" lapor mamas, sesaat ketika saya baru tiba dari bepergian.
Saya raba badannya, iya panas " sabar ya Mas, tinggal sebentar lagi berbuka".

Ealah Mas, baru kemarin sore aku mbatin, tiap berbuka kamu begitu semangat minum es buah nanti nek amandelmu radang lagi piye..kataku membatin. Sore ini kejadian beneran, mamas demam. Usai berbuka mamas saya minumkan parasetamol.  Berharap segera sembuh dan bisa lanjut puasa lagi. Untung pas libur hari sabtu, mudah-mudahan senin sudah sehat dan bisa ikut UKK disekolah.

Ini sudah kesekian kalinya mamas kambuh radang amandelnya. Sejak usia 6 tahun mamas kena radang amandel sekarang usia mamas 10 tahun, sudah tidak terlalu sering namun belum sembuh juga ternyata. Kasihan mamas padahal dia anak yang aktif, semangat belajarnya tinggi. namun semenjak kena radang amandel semnagat belajarnya jadi melemah. Ternyata radang amandel sangat mengganggu belajar, karena menghambat aliran udara ke otak. Sebenarnya kalau mamas bisa menghindari pantangannya yaitu minum es bisa lama ndak kambuh. Ya seminggu ini karena puasa saya tidak tega melarangnya, apalagi sudah lama tidak kambuh.

radang amandelnya kali ini lumayan parah, mamas sampai gak bisa makan, untuk minum air putih saja dia merasa sakit tenggorokannya. Kalau makan merasa mula dan muntah. Badannya jadi tambah kurus. Kami sedih sekali melihatnya. Biasanya ke dokter umum lekas membaik, tapi kali ini tidak ngefek sama sekali. Akhirnya kami bawa ke dokter spesialis anak. Hubungi berbagai rumah sakit di Solo, dokter anak sedang tidak ada yang praktek. Kalau menunggu besok rasanya gak tega. ALahmdulillah di RS. PKU Muhamadiyah ada dokter praktek malam pkl. 18.30. Usai sholat maghrib kami bergegas kesana. Mamas sudah tidak kuat berjalan...sedih saya lihatnya. Tak henti berdoa untuk kesembuhan mamas.

Sambil menunggu dokter datang saya berusaha menghibur mamas dan menyuapi puding yang saya bawa dari rumah. Tapi cuma sedikit yang dia makan, hanya minum air putih saja yang lumayan banyak. Masyaallah mamas tampak lebih baik, walau belum bertemu dokter. Waktu mau ke toilet pun dia bisa berjalan sendiri. Beda sekali dengan waktu berangkat tadi. Alhamdulillah..

Perawat yang ramah melayani pendaftaran kami, dan memenita maaf karena dokter agak terlambat datang. Saya bilang tidak apa-apa kami akan menunggu. ''Ibu, dokter sudah datang tapi njenengan dapat antrian nomer 5, gimana Bu?'' tanya perawat cantik itu sangat sopan dan hati-hati.
''Iya mba, ndak apa-apa''

Kami duduk diruang tunggu yang disediakan. Tak lama kemudian perawat memanggil kami, masuk keruang praktek dokter. Eh saya kok lupa namanya ya..dokternya ramah dan telaten menerangkan kepada kami. Saya jadi tau kalau amandel itu sebelum anak usia 12 tahun tidak boleh dioperasi.
Dalam kesempatan ini saya juga menanyakan hal-hal terkait amandel ini. AKhirnya kami pulang dengan lega, mamas juga nampak semakin baik dan mengatakan lapar ingin makan. padahal biasanya dia mengaku mual kalau membayangkan makanan. Terimakasih dokter, segaka puji bagi Allah.

Kami bergegas pulang, karena mamas tidak mau diajak makan diluar. Mamas minta dibuatkan kwitiaw. Walau capek dan ngantuk saya tetap semangat untuk memasak untuk mamas, mumpung dia mau makan. Usai makan, mamas minum obat dan saya minta segera tidur. Semoga lekas sembuh ya Mas..aamiin.

Begitulah cerita mamas radang amandel kali ini. Berikut ada beberapa tips menangani anak amandel sesuai pengalaman saya merawat anak.

Gejala radang amandel dan Tips menanganinya:

1. Kompres dengan air hangat
  Gejala yang paling umum ketika anak terkena radang amandel adalah demam. Segera kompres dan  Itu pertolongan pertama ketika radang amandel anak saya kambuh. Kenakan pakaian yang tipis supaya tidak pengap.

2. Berikan Obat penurun Panas
langkah kedua adalah berikan anak obat demam, Saya biasa gunakan Sanmol.

3. Oles parutan bawang merah
parutan bawang merah yang diberi beberapa tetes minyak kayu putih sangat membantu menurunkan demam anak. caranya ambil 2 butir bawang merah, cuci bersih kemudian parut. Letakan pada sendok makan lalu panggang diatas api kompor. Alasi gagang sendok dengan kain supaya tangan tidak terkana panas saat memenggang. Jika sudah mengeluarkan bau harum..angkat, taruh dimangkok kecil. Teteskan minyak kayu putih secukupnya, seteklah agak dingin oleskan ke seluruh badan anak kecuali muka.

4. Ke Dokter
Jika panas tidak turun dan kondisi anak tidak membaik dalam 2 hari, segera bawa anak ke dokter.
Pengalaman saya biasanya saya bawa ke dokter umum, namun karena tidak ada perubahan yang baik, akhrinya saya bawa ke dokter spesialis anak. Dari dokter nanti akan mengetahui kondisi amandel anak dan apa tindakkan yang pas dengan kondisi anak tersebut. Waktu saya sudah pasrah kalau memang ahrius dioperasi yang penting sembuh. Oleh dokter disarankan tidak operasi sebelum usia 12 tahun, apalagi menurutnya kondisi anak kami masih bagus. Setelah 12 tahun kalau tidak kambuh lagi tiudak perlu operasi, alhamdulillah lega rasa hati kami.

5. Hindari Minuman dingin
Hindari minuman atau makanan yang dingin, mengandung pemanis buatan, MSG. Jaga anak dari makanan dan minuman tersebut. Anak saya tidak kambuh radang amandelnya kalau dia disiplin mematuhi aturan yang saya tetapkan terkait makanan dan minuman. Misalnya boleh makan mie instan hanya 1 bulan sekali, minum es buah atau es krim seminggu sekali dengan porsi 1 gelas saja. Hindari makanan yang mengandung MSG. Kalau dia patuhi insyaallah tidak kambuh dalam waktu cukup lama (3 bulan).
6. Jaga Kebersihan
Radang amandel disebabkan oleh virus, oelh akrena itu wajib menjaga kebersihan badan dan lingkungan. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Cuci kaki, sikat gigi sebelum tidur. Lingkungan rumah ahrus bersih dan sebagainya. Intinya harus selalu menjaga kebersihan. Sebenarnya saya cukup ketat terhadap asupan makanan dan minuman juga kebersihan diri anak dan lingkungan. makanya saya heran kok anak saya kena amandel. Mungkin saja anak saya yang suka main kotor, lumpur, tanah dan kadnag main disawah jadi penyebabnya. Ya sudah, kalau iskhtiar sudah ditunaikan masih saja terkena sakit, terima takdir saja sambil berusaha untuk kesembuhannya.
7. Obat alternatif
hasil browsing internet dan saran dari orang tua, teman dan saudara, ada beberapa obat alami yang dipercaya dapat mengobati amandel. Namun saya hanya berani menggunakan madu. Jadi selain obat dan vitamin dari dokter, saya berikan juga madu kepada anak saya. Madu dapat memebantu memperkuat daya tahan tubuh. Sekarang saya berikan rutin setiap hari minimal dua kali.

Demikian tips mengatasi anak yang terkena radang amandel, semoga bermanfaat. Terimakasih 💚






 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...