Sabtu, 03 Juni 2017
Tantang Mamas dan Puasa Ramadhan
Assalammualaikum...
Tak terasa ramadhan sudah memasuki hari ke-7. Alhamdulillah masih diijinkan bertemu lagi dengan ramadhan tahun ini. Ada yang istimewa ramadhan kali ini, bisa menjalani shaum bareng Abi, setelah beberapa tahun kami LDM (long married distance). Bersyukur, bersyukur dan bersyukur...
Ada yang membuat saya sedih hari ini, Mamas demam sejak kemarin sore, ''Semoga Allah segera memberikan kesembuhan ya Mas''. Aamiin. Sakitnya mamas kali ini tidak mengherankan, secara mamas kalau berbuka puasa minum es buah nggaak kira2 alias kebanyakkan. Dia ini penyuka minuman dingin, apalagi es buah. Bisa lupa makan yang lainnya kalau sudah minum es buah, kalau tidak diingatkan. Bisa lupa makan makanan pokok, nasi beserta lauknya.
Mamas sejak kecil sudah divonis dokter punya radang amandel, sehingga kalau minum terlalu banyak es akan kambuh. Kebetulan selama puasa 7 hari ini mamas memang kebanykan minum dingin. Saya tidak melarangnya, karena sya pikir sudah sembuh, karena sudah lama tidak kambuh. Tadi sebelum sahur sudah ke dokter, dan sudah minum obat. Kami minta hari ini tidak usah puasa dulu, tapi dia menolaknya. Wajahnya tampak sedih karena di larang puasa. '' Ya sudah nak, kamu boleh memilih puasa atau tidak puasa" kata saya memberi saran. Jadi tadi pas sahur tetap kami ajak makan sahur kemudian minum obat. Sampai pagi ini masih ingin berpuasa ketika saya tanya. Semoga Allah menguatkan jiwamu, ragamu nak.
Anak kami yang mbarep ini memang suka berpuasa sejak usia 5 tahun. Saat itu dia sudah sekolah di Taman kanak-kanak (TK) Qurrota A'yyun kela A di Bandar Lampung. Dia ingin belajar puasa senin-kamis waktu itu, walau belum bisa fullday dan belum bisa rutin setiap hari senin atau kamis. Namun sejak itulah menurut catatan saya dia mulai tertarik dengan ibadah puasa di bulan Ramadhan kala itu.
Hari pertama puasa sampai hari ke-4 dia hanya puasa setengah hari, Selanjutnya dia kuat puasa sehari penuh walau tidak sampai akhir bulan ramadhan. Masih selang seling, kadang bisa penuh kadang hanya setengah hari. Kami tidak memaksa, karena dia mau latihan puasa saja sudah sangat bersyukur. Mamas terhitung lebih mudah belajar dan latihan ibadah puasa dibanding ibadah lainnya.
Seperti belajar sholat, baca Al-quran dan lainnya. Bisa jadi karena sejak usia 5 tahun dia mulai berubah jadi kurang suka makan. Padahal waktu usia 1 tahunan, sangat suka makan.
Apapun alasannya kami tetap bersyukur karena mamas tumbuh keinginan berpuasa murni dari keinginan dia sendiri tanpa paksaan. Yang kami lakukan waktu itu sejak setiap sahur dia kami ajak makan sahur. Ditambah sounding dari gurunya di sekolah juga, mungkin itulah sebab dia tumbuh minat berpuasa.
Alhamdulillah, usia 6 tahunan atau tahun kedua dia latihan puasa ramadhan mamas sudah puasa penuh sehari, walau belum genap 1 bulan penuh. Tidak bisa penuh sebulan karena waktu itu sedang dalam perjalanan mudi ke Jawa, terjebak macet. Sehingga kami harus menempuh perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 24 jam atau sehari menjadi 3 hari. Biasanya bisa lewat pantura, kali itu dialihkan ke jalur tengah, yang jalannya muter-muter di Jawa Barat saja, melalui jalan pegunungan yang berkelok-kelok dan sempit. Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan. Oleh karena itu kami sarankan mamas tidak berpuasa dulu.
Proses mamas latihan berpuasa tidaklah berjalan mulus, tetap saja tantangan yang membutuhkan kesabaran. Seperti pernah dia lupa ambil kue kemudian dimakan, setelah kami ingatkan untungnya mau lanjutkan lagi. Pernah juga merengek minta berbuka ketika waktu menunjukkan pukul 3.00 wib. Saat -saat seperti itulah kami sebagai orang tua, harus sabar dan telaten memberikan pengertian kepada anak. Caranya kami bujuk, kalau nanti mamas bisa sampai maghrib puasanya maka akan kami beri hadiah, berupa mainan kesukaannya. Seeperti mobil-mobilan, buku atau sejumlah uang seharga mainan yang mamas idamkan. Bisa juga dengan menjanjikan akan diajak ke tempat bermain yang mamas idamkan, seperti ke waterboom setelah lebaran. Pokoknya apa sajalah yang bisa membuat mamas semangat lagi melanjutkan puasanya. Namun, kalau sekiranya sudah tidak mempam lagi jurus-jurus yang kami tawarkan, ya sudah kami ijinkan berbuka dengan syarat besok tidak boleh diulangi lagi.
Ramadhan ke-3 sampai ke-4 mamas bisa berpuasa sehari penuh selama satu bulan. Ini ramadhan ke-5 bagi mamas bisa berpuasa sehari penuh. Tapi sayang hari ke-7 ramadhan kali ini mamas malah sakit. Saya mengerti betapa mamas merasa sedih kalau terpaksa cuti berpuasa selama sakit ini. Walau sudah disaranklan oleh dokter untuk cuti puasa, nyatanya mamas masih niat puasa. Dia meminta kepada saya untuk diijinkan berpuasa hari ini. Saya anjurkan dicoba setengah hari dulu puasanya, nanti kalau masih kuat ya teruskan sampai sore. Dia setuju dengan saran saya itu. Alhamdulillah.
Syafakallah ya mamas sayang..peluk erat.
Surakarta, 04 Juni 2017.
#mamas_puasa
#rahayu
#latlis
#ramadhan2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog
Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...
-
Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...
-
Bismillah .... SHOPEE saya m,au review aplikasi yang disajikan oleh mba Uli. Sejatinya saya tidak punya akun belanja ini tapi gak apa y...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar