Membiasakan menulis setiap ahri agar diri tetat waras eh sehat lahir dan batin. Pernah sepintas lihat tayangan A. Fuadi penulis novel negeri 5 menara .." menulis itu seperti memberi vitamin pada tubuh''. Iyakah? iya juga sih karena setelah menulis berasa jiwa lebih sehat begitu juga dengan raga. Boleh percaya atau tidak, lebih afdol kalau mau mencoba..ehhe.
Sepagi ini rasanya pikiran sudah ndak nyaman, aliran negatif masuk kedalam pikiran, mana badan sedang lemah karena flu. Biasa sih..karena sedang menstruasi hormon gak setabil jadi suka nggak karuan pikiran ini. Harus waspada kalau sudah begini, kurangi bertemu dengan orang banyak, terutama dengan orang yang sudah pernah bikin ilfill atau jengkel bin marah. Karena dalam kondisi sensitif begini peluang berbuat kesalahan melalui sikap dan kata sangat besar. Jadi sangat perlu berhati-hati.
Lebih aman ngendon dirumah aja, bagus lagi kalau mau menulis baik di blog atau media lainnya. teteeep perlu hati-hati juga bermedsos ria, ntar baca status orang ..jadi emosi, uring-uringan. Masih mending kalau jari jemari ini masih sanggup menahan untuk tidak pencet keypad menulis komen yang pedas. Kalau sampai itu terjadi makin ndak nyaman deh suasananya, bakal panjang tuh kondisi negatif dalam pikiran. Kudu bijak dan berhati-hati sekali, harus pandai mengelola pikiran.
Ya ..pikiran memang harus dikelola dengan baik dan benar. bahasa kekiniannya adalah cerdas emosional atau Emotional Intelligent karena secerdas apapun seseorang dalam kondisi emosi tidak stabil maka akan berubah seperti orang bodoh , nggak ngerti apa2. Makanya banyak tuh buku-buku yang khusus membahas itu ..sangat populer hingga kini, contohnya Daniel Golman salah satunya.
Saya setuju dengan pendapat bahwa faktor-faktor untuk sukses itu tidak cukup hanya cerdas intelektualnya saja, tapi kudu cerdas emosional dan satu lagi cerdas spiritual. Yang terakhir itu temuan Bapak Ary Ginanjar dengan metode ESQ-nya yang pernah booming pada tahun 2000-an.
Mengelola pikiran dan emosi itu merupakan PR besar bagi saya pribadi. Mungkin sudah bawaan lahir atau karakter sejak lahir saya emosian, bisa juga karena pola didik orang tua pada masa lalu, yang jelas kadang saya masih kecolongan berubah menjadi makhluk mengerikan dengan mengeluarkan taring dan bersuara keras penuh amarah ketika merngahdapi orang atau masalah.
Sebenanya sih gak mau kayak gitu, tapi ya itu pertahanan diri kadang masih jebol. Berusaha sekuat tenaga untuk bisa mengelola pikiran dengan baik, dalam keadaan apapun tetap cool dan calm. Belum berhasil nih..kadang oengen putusin asa, tapi gimana ..hidup terus berjalan. Artinya pasti akan selalu ada masalah atau ketemu orang yang bikin sebal dan mancing emosi. Kita kan gak bisa mengatur emosi orang dan menyuruh mereka untuk tidak bikin kita sebeeel...yang bisa kita lakukan adalah mengelola diri dan pikiran kita sendiri.
Banyak tips tentag menahan emosi, seperti ajaran Islam, seperti berwudhu, duduk atau berbaring ketika emosi membara. Juga banyak lagi cara lkainnya. Pernah saya ceritakan kepada seorang pembicara di suatu seminar yang masih berkaitan dengan semosi. katanya ya hindari tempat atau orang yang sekiranya bikin emosi. Sekarang itu yang saya ikuti, saya mulai memilah dan memilih grup pertemanan yang harus saya ikuti. Termasuk bermedsos ria..mendelete pertemanan di fb terhadap akun yang hobi nulis status yang bikin panas dan tujuan gak baik. Hindari berinteraksi dengan orang-orang yang tidak membawa manfaat kebaikan, misalnya nenangga ujung-ujungnya ngrasanin orang. Kalau bertemu seperlunya, kepada siapapun, dimanapun dan kapanpun. Ngobrol berlama-lama ditelpon maupun di dunia nyata dikurangi juga. Ikuti komunitas yang selalu bis amengalirkan rasa yang baiok dan positif.
Rasa yang positif itu seperti apa sih? Ini dikenal dengan metode vibrasi ..(maaf lupa nama sebenarnya). Intinya kita harus menstimulasi kepada diri pada hal-hal, pikiran yang baik yang dikenal dengan zona power (bersemangat dll.). Hindari zona yang buruk (aah lupa apa ya istilahnya) ..seperti malas, marah, tidak semangat..pokoe yang buruk-buruk gitu deh. Alhamdulillah terbukti efektif.
Memang tidak boleh kita hadapi dengan tegar hal-hal buruk itu? boleh saja asal sudah kuat dan gak bakal terkontaminasi atau terpengaruh oleh hal-hal buruk tersebut. Saya merasa belum sekuat itu. Imun emosionalnya masih lemah, sehingga mudah terpancing emosi ketika hadapi hal yang tidak kita sukai atau tidak menyenangkan. walau setelahnya bisa dipastikan menyesal. Akhirnya saya memilih menghindari dulu kepada hal-hal yang bisa membuat saya jadi orang yang gak baik.
Dalam jiwa manusia terdapat dua unsur sifat yaitu sifat malaikat dan sifat syaiton. Dalam diri saya juga terdapat keduanya, jadi walau kalau marah saya bisa seperti monster yang menakutkan tapi ada juga sifat malaikat. Yang ini ndak usah disebutkan deh..ntar dikira ujub, riya' kan dosa. Maunya jiwa malaikat saja yang terus keluar dan tampak..emang jiwa malaikta itu seperti apa sih..malaikat itu kan tidak diberi nafsu oleh Allah jadi isi jiwanya ya selalu berbuat kebaikan gak ada keburukan sama sekali. kalau begitu mana bisa manusia sepereti malaikat? Ya gak bisalah. tapi paling tidak sifat yang dominan itu sifat malaikatnya dibanding sifat syaitonnya, begitu kira-kira.
Belajar sepanjang hayat itu yang harus saya lakukan terkait apapun tidak hanya soal mengelola emosi saja. Intinya terus belajar perbaiki diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang banyak manfaatnya bagi orang lain. Semoga Allah meridhoi saya menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.aamiin
Minggu, 11 Juni 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog
Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...
-
Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...
-
Bismillah .... SHOPEE saya m,au review aplikasi yang disajikan oleh mba Uli. Sejatinya saya tidak punya akun belanja ini tapi gak apa y...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar