Rabu, 17 Mei 2017

Mengapa menulis? Behind the scene NHW#1


Bismillahirahmanirraahim

Alhamdulillah akhirnya berani juga ikutan matrikulasi IIP setalah hampir 1 tahun bergabung di grp emak2 pembelajar ini. Setelah gabung dengan IIP SoloRaya jadi tambah mantab, aliran rasa positif terasa sekali, menjadikan semangat belajar semakin bertambah. Tidak hanya menyalakan semangat, memberi nilai tambah yang dieprlukan dalam menuntut ilmu.

Padahal saya kuatir tidak bis amaksimal ikut matrikulasi, karena kesibukan menulis lainnya. Bismillah ikut. Deg-degan penasaran seperti apa sih matrikulasi itu, bagaiaman cara membuat NHW (nicehomework)? dll. Nah, semakin seru ketika saatnya tiba. Bingung juga ya apa ilmu yang akan kita tekuni sepanjang sisa umur kita ke depan? kenapa bingung? karena saya termasuk orang banyak minatnya. Memasak makanan berat, membuat kue saya suka, apalagi menghias makanan wah..betah banget. Menjahit pernah, tata rias pernah belajar, berbisnis pakaian pernah, menulis setiap hari dari SD hehe, menata rumah, desain baju, bercocok tanam, memotivasi orang, mengajar, berbagi, parenting, merangkai bunga, travelling, sejarah dunia, biografi, membaca, menulis,menyanyi, dll. Halaah..kok yo banyak tenan yo maunya, bukan lebay lho..tapi emang begitu adanya, sampai repot saya dibuatnya. Kok banyak amat minatnya...dan minat itu kadang mengganggu fokus saya menajlani hodup sehari-hari, lha semua bidang saya lihat menarik sih...piye jal?

Hemm..ada sesuatu yang sangat menarik sejak 1 bulan terakhir ini, apa itu? Tetiba saya jadi semangat menulis lagi, lho kan bukannya udah jadi makanan sehari-hari anmanya menulis itu? iya sih ..tapi maksudnya disini menulis non-ilmiah, menulis cerita kehidupan yang biasanya saya tulis di diary. ooo...gitu. Masyaallah terharu rasanya, betapa tidak ditengah kejenuhan menghadapi proses penelitian seperti dikirim Allah tempat yang nyaman dan menyenangkan yang membuat hati ini berbinar saat melakukannya. Tempat itu adalah komunitas rumbel literasi IIP Solo raya, ya..disana saya menemukan sesuatu yang sudah lama tidak saya rasakan, smenagat menulis lagi, semua ini karena teman-teman dan fasilnya luar biasa. Aliran rasa positif, membuat semangat kembali menyala dan menjaga nyalanya.

Alhamdulillah bersyukur, Allah memang Maha Tahu apa yang dibutuhkan oleh Hamba-Nya. Disaat saya sudah mulai jenuh di rantau, kangen kampung halaman terus mendera, kangen hidup normal seperti sdia kala. Emang sekarang hidupnya gak noirmal? hehe...ya kata dosen saya sekolah s3 itu harus siap hodup tidak normal sperti umumnya. mengapa disebut tidak normal? aah ..kalau ditulis bisa jadi 1 buku kali..hehe. Dengan gabung di Rumbel literasi membuatku sedikit bisa ngerem agar bersabar dan betah hidup di kota Bengawan ini sampai tugas belajar tuntas.  aamiin.

Tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada Bunda Wahyu, Bunda Ririm Fasil rumbel literasi yang baik dan luar biasa ilmunya. Teman-teman yang super baik dan menginspirasi, terus tularkan semangat menulis ya...

Oke kembali ke tema semula..tentang ilmu apa yang akan ditekuni kedepan, kira-kira apa yang bisa men-cover semua bidang yang saya sukai? karena tidak mungkin semua bisa saya ayahi, kemampuan saya terbatas. Diskusi   dengan suami, minta pendapatnya, mengenai dunia kepenulisan, tangggapannya sangat suppot dengan ekgiatan menulis buku dengan teman-teman. makin semangat kan? yang penting ndak lupa dengan tugas utama, anak-anak dan nulis ilmiah,...pesan beliau suamiku tercinta. Siyaaaap captain... πŸ’–πŸ˜™

Dari uraian diatas sudah bisa ditebak kan? apa pilihan ilmu yang saya tekuni yang mampu mengcover semua minat tadi. Yak..jawaban anda benar, eeh siapa emang yang njawab...gak usah sok GR gitudeh, maluu kan ..πŸ˜‚ sama usia. hadeeuh apa hubungannya yak dengan usia??
Bismillah saya pilih menekuni ilmu menulis...dan ingin menjadi penulis. Menulis ilmiah dan non-ilmiah. Ilmiah sejalan dengan profesi pengajar, meneliti dan hasil penelitian bisa diaplikasikan dalam hodup seharai-hari dan masyarakat. Ada program pengadian masyarakat sebagai wadah mengamlakan hasil peenlitian ilmiah tadi. kemuadian non ilmiah..pengen menulis novel kisah perjalanan hidup dari keciul sampai setua sekarang, mudah-mudahan jadi inspirasi bagi anak-anak saya kelak, syukur-syukur  bermanfaat bagi orang lain juga.

Pastinya menulis itu menurut saya sangat bermanfaat bagi diri, orang lain dan lingkungan. Saya paham betul soal itu, saya hidup dan tumbuh bersama tulisan, sejak bisa membaca saya selalu membaca apa saja yang saya temui dan bisa saya baca. Buku, majalah, koran bekas, tulisan dikemasan botol minuman, kecap dsb., cerita film, sandiwara radio dll. semua kisah itu yang menemani perjalanan hidup saya, sekaligus menjadi inspirasi. Ceritanya saya dulu introvert, (jangan bandingkan dengan saya yang sekarang ya ,,haha, pasti katawa) pendiam , ndak bisa cerita kepada orangtua, teman atau saudara. Sehingga membaca dan menulis menjadi tempat saya mengungkapkan rasa. Dengan membaca saya menemukan kesenangan yang dapat menghibur hati dan dapat pengetahuan baru, kadang juga membauat sedih kalau ceritanya sedih. Sedangkan menulis menjadi tempat mencurahkan segala isi hati tanpa perlu malu dan takut, walau menulis tidak seperti bicara kepada seseorang yang bisa memberikan respon, namun nyatanya menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan dan melegakan. ,membuang segala uneg-uneg di hati.

Lewat tulisan saya mengenal dunia luar, melalui tulisan saya bisa tau segala ilmu yang saya butuhkan. Ilmu agama, ilmu memasak, mendidik anak, bercocok tanam, berbisnis, dsb. Tulisan membuat saya bisa belajar mengenai banyak hal. tak terhitung manfaat tulisan bagi diri ini. Bagiku tulisan sangat berarti. Memabaca tulisan adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.

Saya selalu mengagumi orang-orang yang mampu menulis buku tebal-tebal seperti ulama pada jaman dahulu. Masyaallah jaman masih terbatas informasi tapi sudah mampu berkarya begitu hebatnya. Begitu juga dengan para ilmuwan karyanya luar biasa banyak dan bagus-bagus. Novellis yang memiliki energi luar biasa untuk menulis sampai berjilid-jilid ..Ya Allah jujur saya mengagumi hamba-Mu yang pandai penulis.

Aaah sok iyes ...emang diri ini sudah layak jadi inspirasi orang? hemm..saya yakin setiap manusia itu diciptakan unik, karena keunikan itulah pasti ada sesuatu yang bisa menjadi inspirasi orang lain menuju kebaikan. saya yakin itu...(ceritanya mulai pede ini,sebelumnya mah ..haduuuh minder luar dalam, sampai paksu geleng-geleng kepala). Teman-taman yang kenal saya dari kecil nggak percaya kalau saya memiliki sifat minder luar biasa, keculai teman SMP. ajadi pede aja lagi, setiap orang itu menginspirasi termasuk diri yang hina ini...aamiin.

 Nah, ini ada kaitannya dengan NHW#1 yang membahas mengenai ilmu apa yang akan ditekuni? untung beberapa hari seblumnya sudah bahas ini ama paksu, ajdi tidak terllau bingung milihnya, tapiii..lagi-lagi siofat minder kumat, bikin ragu dan lemah semangat...berkat saran paksu, akhirnya ya mantab pilih ilmu menulis dan jadi penulis. yeeaaay...legaaa, plong. Gak apalh bercita-cita, bermimpi kan gak bayar. gak dilarang ..hehe.  Lucu ya saat usia menjalang kepala 4 ..baru merasa menemukan passioannya, itupun masih ada kemungkina berubah ke depan..hihi, Life is begin at forty..telaaat ya. Tidak ada kata terlambat ..semangaaaat.

Inilah tulisan NHW#1 saya, full colour ..hihi, seneng aja. Sakjane ya malu nulis serti itu, takut ketiunggian ntar jatuh sakit...lagi-lagi keluarkan mantra sakti.."Yang penting pede aja lagiiii''''. πŸ˜ƒπŸ˜ƒ
Kata ketua korwil kan..terserah kita, hidup kita sendiri, mau dibuat kayak apa ya terserah kita dong...setujuuuuu...πŸ’šπŸ’š. Banyak mantra sakti lain yang membuat saya percaya diri memilih jurusan itu. Yang pasti mneulis itu kegiatan yang baik menurut agama yang saya yakini, bahkan dianjurkan karena sebagai pengikat ilmu. Para ulama jaman dahulu kala juga sangat rajin menulis. Intinya selama sesuatu baik dan bermanfaat, silahkan dilakukan. Jangan lupa diniatkan untuk ibadah agar dapat ridho-Nya dan tidak sia-sia. Aamiin.

'' Penulis adalah pembaca yang teliti''.

Surakarta.18 Mei 2017.
Sri Rahayu-istri dari Budi Kadaryanto-Ibu dari Arsyad, Alya dan Ayla yang saat ini masih senang membaca dan sedang belajar menulis.

&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&

Bismillah ...

πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦

Sri Rahayu-NHW#1-Karang Anyar

πŸ“šNICE HOMEWORK #1πŸ“š

πŸ’‘πŸ’‘ADAB MENUNTUT ILMUπŸ’‘πŸ’‘

🌷🌷Pertanyaan dan Jawaban🌷🌷

🌳. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

✔Jurusan ilmu yang ingin saya tekuni dalam kehidupan ini adalah jadi pengajar dan penulis. Penulis karya ilmiah dan non-ilmiah.

🌳🌳.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

✔Alasan saya memilih jurusan ilmu tersebut karena menulis dan mengajar merupakan ilmu yang sangat bermanfaat bagi diri dan orang lain. ✔Manfaat bagi diri yaitu saya senang berbagi (hal yang baik), dengan menekuni kedua bidang itu saya bisa menyalurkan keinginan untuk selalu berbagi dengan sesama melalui tulisan.
✔Berbagi ilmu dengan mengajar di kelas membuat saya enjoy, senang dan berbinar. Apalagi kalau mahasiswa di kelas tampak senang dan perilakunya menjadi lebih baik.
✔Menulis ilmiah, mewajibkan kita untuk meneliti. Meneliti membuat kita terus belajar dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, karena ilmu terus berkembang dan proses meneliti itu membutuhkan kerja keras, kesabaran dan komitmen yang kuat. ✔Hasil penelitian itu diharapkan dapat bermanfaat bagi diri, orang lain dan lingkungan. Karya ilmiah wajib dipublikasikan dijurnal internasional sebagai sumbangsih kemajuan ilmu pengetahuan. Setelah sebelumnya diseminarkan baik di internal kampus maupun dalam ajang konferensi internasional.
✔Di sisi lain saya juga suka menulis non-ilmiah, ini juga menyenangkan, karena kita harus belajar berbagai ilmu pendukungnya, misalnya tata tulis,ejaan yang benar, bahasa dll. Kegiatan tersebut juga merupakan tempat mencurahkan isi hati, pikiran dan berbagi pengalaman hidup.

🌳🌳🌳. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

✔ Untuk menjadi pengajar dan penulis ilmiah strategi yang saya gunakan adalah atas ridho Allah saat ini saya sedang belajar secara formal di perguruan tinggi. Di sini kita dididik bagaimana belajar meneliti yang benar untuk menemukan ilmu baru yang bermanfaat bagi kehidupan, juga belajar bagaimana menjadi pengajar yang baik. Program ini juga mewajibkan kita untuk publikasi karya ilmiah di jurnal internasional. Sehingga menguasai bahasa asing terutama bahasa inggris itu wajib. Saya belajar otodidak dengan banyak membaca jurnal internasional, juga belajar kepada suami dan teman yang menguasai bahasa inggris. Pernah kursus, tapi karena kesibukan tidak saya teruskan. Mungkin suatu saat, insyaallah.
✔Untuk menuntut ilmu menulis non-ilmiah, sejak kecil saya suka bikin coretan di buku harian atau buku tulis hehe..juga membaca buku, novel dan lainnya hasil karya orang lain. Alhamdulillah saat ini sudah bergabung dengan rumah belajar literasi (Rumbel literasi) IIP Solo Raya. Di tempat ini saya banyak belajar dari fasilitator dan editor bagaimana menulis buku yang baik, juga belajar mengasah mental agar tidak takut atau malu mempublikasikan karya kita di media sosial. Hal itu merupakan tantangan berat bagi saya, karena belum memiliki pengalaman menulis buku.
✔Meminta dukungan dari pasangan dan anak-anak, alhamdulillah mereka suka.
✔Berdoa kepada Allah SWT, memohon ridho-Nya agar saya diberikan kemampuan dan jalan untuk bisa survive, sukses di bidang ini.

🌳🌳🌳🌳. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

✔Niat untuk ibadah. Menuntut ilmu saya niatkan untuk ibadah, untuk mencapai ridho Allah. Niat ibadah menjadi benteng untuk menjaga kita agar tidak keluar dari aturan dan cara-cara yang tidak diridhoi Allah. Misalnya tidak melakukan plagiasi dsb.
✔Ikhlas. Sejak awal menuntut ilmu di manapun dan kapanpun saya ibaratkan saya datang membawa gelas kosong, ikhlas. Sikap itu membuat saya akan lebih siap menerima dan menyerap ilmu baru dari Sang Guru.
✔Hormat dan sopan kepada guru, saling menghargai kepada sesama rekan seperjuangan.
✔Rendah hati, ini sangat penting dalam adab menuntut ilmu karena semakin tinggi ilmu seseorang hendaknya semakin menunduk (tawadhu’) karena dia paham betapa luas ilmunya Allah. Hanya setetes kecil ilmu yang sanggup dikuasai oleh manusia, itupun jika Allah berkenan menitipkannya. Lalu apa yang pantas di sombongkan?
✔Percaya diri. Percaya diri penting dimiliki oleh para pencari ilmu, ini erat kaitannya dengan semangat belajar. Rasa itu membantu kita merasa nyaman selama mengikuti proses belajar. Saya termasuk orang yang kurang percaya diri, namun terus berusaha memperbaikinya, mendobrak mental block yang dapat melemahkan semangat sehingga menghambat proses belajar.
✔Komitmen. Proses menuntut ilmu sangat banyak tantangan dan rintangan. Sehingga semangat yang awalnya menyala, busa redup kemudian padam. Komitmen yang kuat dapat menjaga semangat tetap menyala.
✔Mengamalkan. Ilmu tanpa amal maka kurang manfaatnya. Sampaikanlah meski hanya satu ayat. Jangan pelit atau takut untuk berbagi ilmu, diskusi dengan teman dan lingkungan sekitar. Ilmu yang dibagi tidak akan berkurang justru makin bertambah dan berkembang.

πŸ’–πŸ’–*Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia*πŸ’–πŸ’–

🌻🌻🌱🌱🌱🌺🌺🌱🌱🌱🌼🌼🌱🌱🌱🌹🌹🌱🌱

link

https://docs.google.com/document/d/12n-pqXXWXRLbC4Cihe6mppmb_TABqKGMgElKkneGfPI/edit?usp=sharing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...