Kamis, 11 Mei 2017

Tanggal Merah



Hari kamis ini ternyata tanggal merah, baru kemarin aku tau dari FB seseorang yang sedang membahas rencana mengisi libur tanggal merah. Dari akun FB tersebut aku juga jadi tau, tanggal merah itu karena Hari Raya Waisak. Tanggal merah semestinya libur sekolah bagi  dan instasi lainnya. Tapi, itu tidak berlaku bagi sekolah anak-anak kami, meskipun tanggal merah mereka tetap masuk sekolah, hanya dikurangi jam belajarnya saja.

Seperti tadi pagi, saat anak-anak dari sekolah lain di sekitar kami berangkat berlibur atau masih bermalas-malasan di rumah, anak-anak kami sudah siap ke sekolah seperti biasanya. Berangkat jam 7.00 Wib, Ayla yang masih duduk di bangku Kelompok Bermain (KB), hari ini pul
ang jam 11.00 wib, lebih awal dari jam pulang biasanya yakni jam 14.30 wib. Sementara kedua kakaknya yang sudah SD pulang jam 13.00 wib, seharusnya pulang pukul 15.30 wib kalau tidak tanggal merah.

Pihak manajemen sekolah menerapkan aturan tetap masuk saat tanggal merah, sudah tentu punya alasan kuat. Kami sebagai orangtua sudah diberitahukan pada saat awal mendaftarkan sekolah anak-anak kami ya setuju saja, karena yakin pasti  baik tujuannya. Kalau misalnya tidak bisa masuk aps tanggal merah, kan bisa ijin hehe... Namun dengan ritme kerja kami yang tak kenal waktu, anak-anak tetap sekolah di tanggal merah, itu bukan masalah..justru kadang malah peneran ...hihi, bisa tetap sibuk nggarap penelitian tanpa merasa bersalah seperti ketika anak-anak di rumah. Bukankah kita harus selalu  berpikir positif dalam setiap hal?😃

Itu menurut kami, bagaimana dengan anak-anak?, guru?, apa tidak kasihan tuh anak-anak?. Hemm..sejauh ini mereka tidak terlalu ngreken apakah hari ini tanggal merah atau tidak, aah..mungkin sudah terbiasa. Sehari sebelum tanggal merah, mereka menyampaikan dengan riang gembira "Mi, besok pulang jam 1, jemput jam 1 ya?" lapornya ketika saya jemput sekolah.
''emang kenapa Mas kok pulang cepat?''
''Kan tanggal merah...''. Jawab mamas.
Hampir selalu seperti itu menjelang tanggal merah, tidak ada nada keberatan atau protes kenapa tidak libur. Mereka sudah merasa senang bisa pulang lebih awal dari biasanya.

Nah, bagaimana dengan para guru? apa mereka tidak ingin libur? ''Wah kalau saya nggak sanggup ngajar di situ'' ujar seorang teman di seberang pulau saat mengetahui kalau anak kami tidak libur saat tanggal merah, Saya hanya tersenyum saja menanggapinya. Sejauh ini saya belum pernah mendengar ada guru yang mengeluhkan perkara tetap kerja pada saat tanggal merah. Mereka tampak baik-baik saja, tetap semangat, dan loyal mengajar di sekolah ini, masyaallah luar biasa ya dedikasi mereka. Tuh kan, berarti tidak ada yang mempermasalahkan tentang kebijakan itu, baik bagi murid, guru maupun orang tua.

Kalau anak-anak pulang lebih awal, ini berarti emaknya ini kudu menyiapkan kegiatan untuk tiga anak yang tidak bisa anteng kecuali lagi tidur 😂. Seperti hari ini, suatu hal tadi bertiga saya jemput jam 11.30, harusnya pukul 13.00, alasan yang pasti sih emaknya ini emoh bolak-balik hehe..biar sekalianlah, masih banyak kerjaan di rumah, persiapan besok mau ketemu dosen 😊.

Sambil mikir kegiatan apa ya yang cocok? atau diajak kemana gitu yang bisa disambi kerja?emm...kalau renang ke Birona Resto yang dekat rumah, tanggal merah gini pasti rame, lagian siang bolong panas begini mau renang? ada sih kolam pemancingannya juga, tapi nggak yakin deh anak-anak bisa menahan diri untuk tidak nyemplung kolam? secara mereka bertiga ''hantu air'', suka sekali main air dan betah berlama-lama. Setelah mikir lamaaa...akhirnya punya ide, suruh main air aja di kamar mandi sepuasnya, dan boleh main busa sabun, pasti mereka suka, yesss...good idea!.


Sampai di rumah, mereka tidak langsung saya beritahukan perihal ide main air tadi, tapi saya ajak bikin jus jambu dulu, mereka senang sekali ikut membantu membuat jus, sampai lupa belum ganti pakaian. Setelah ganti baju, cuci tangan, kami minum jus bersama. Anak mbarep saya, mas Arsyad mencandai saya  dengan mendekatkan cangkir berisi jus yang diberi susu full cream warna putih, wueek..tercium bau nyengat susu itu, aku menghindar. Melihat saya menghindar, justru mamas semakin gencar melaksanakan aksinya, aku teriak..''jangan mas''. Mamas ini paling suka iseng candai saya dengan hal-hal yang saya tidak suka, dia tau kalau saya alergi bau susu, malah didekatkan dengan susu yang akan dia minum, selian itu sering nakuti saya dengan luwing, binatang yang konon katanya punya seribu kaki itu memang saya takuti, bisa teriak dan lari sekencang-kencangnya kalau mamas menakuti saya dengan membawa luwing di tangannya terus pura-pura mau dilemparkan ke arah saya. hiiiii....ngeriiiii bin sereeeem 

Usai sholat dhuhur, mereka kompak teriak kegirangan "yeeeaaay..boleh main air'', segera saja mereka melepas baju hanya bercelana pendek sambil bilang ''terimakasih Ummi'' ciuman mesra mendarat di pipi saya. Tak lupa saya sampaikan aturan mainnya, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh, juga berapa lama waktunya. Saya siapkan semangkok kecil sabun cair, untuk bermain busa sabun, mereka tambah semangat. Tak lama kemudian terdengar canda tawa dari kamar mandi, kebayang keseruan mereka.

Seperti kesepakatan awal, jam 2 mereka sudahi permainan seru di kamar mandi itu, mengeringkan badan dengan handuk, berganti baju dan istirahat. Berharap mereka mau tidur siang, tapi rupanya mereka lebih memilih bermain lagi dengan dua temannya, anak tetangga kami yang  kebetulan datang. Mamas dengan teman laki-laki bermain game yang aman bagi anak-anak, sedangkan mba Aya lanjut bermain dengan teman perempuan di ruang depan yang sudah di tata menjadi tempat membaca ala kadarnya, koleksi bukunya juga masih sedikit. Kami berharap suatu saat memiliki perpustakaan di rumah.Aamiin
Ruang Baca Impian

Alhamdulillah, berhasil mengisi tanggal merah dengan kegiatan yang sederhana tapi disukai anak-anak. Setidaknya bisa mengalihkan niat mamas untuk main ke rumah temannya yang lumayan jauh jaraknya dari rumah kami. Sebelumnya sudah saya beri pengertian lebih baik main dirumah saja, bersyukur dia nurut. Ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba terdengar suara tung..tung..tung..
''Ummi beli es tung-tung ya'' si Mbarep sudah berlari mendekatiku. ''Kan udah minum jus tadi'' saya berusaha mencegahnya. Saya memang tak mengijinkan anak-anak minum dingin terlalu sering, takut sakit. Mamas dan adik-adiknya keukeuh minta dibelikan es tung tung. Kali ini saya ijinkan, saya minta tolong bude untuk menemani anak-anak beli es tersebut, sekalian beli untuk teman-temannya. Mamas mendekat lagi, bilang terimakasih dan mencium pipi saya lagi. Begitulah anak bujang  ini, kalau sedang manis 😊. Kemudian mamas berlalu ke teras menikmati es tadi bersama adik dan teman-temannya.

Tak lama, mamas mendekat lagi sambil berbisik ''Mi..aku main ke sawah ya?''
''sama siapa?'' tanyaku tenang. Dia bilang sama teman-temannya, ya sudah saya ijinkan lagi, dengan pertimbangan daripada dia main game. Selain itu mamas sudah lama sekali tidak main ke sawah dekat rumah. Akhir-akhir ini dia lebih suka di rumah atau ke rumah teman sekelasnya, yang rumahnya agak jauh. Akhirnya mereka berempat main ke sawah, adik bungsu di rumah sama saya. Begitulah cerita sederhana di hari tanggal merah...selamat berlibur bagi yang libur 😊.



Surakarta, 11 Mei 2017

Sri Rahayu, istri dari Budi Kadaryanto, Saat ini sedang asyik menimba ilmu di kota Bengawan bersama ketiga buah hatinya, Triple A (Arsyad, Alya, Ayla).

#LatihanNulis
#NBB2017
#IIPSoloraya
#NulisBukuBareng



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...