Senin, 10 April 2017
Ketika Raga Berjarak Part 1
Cerita ini sudah berlangsung 9 tahun yang lalu. Sudah cukup lama...namun rasanya masih bisa kurasakan 😊. Kenangan itu kembali mengisi benakku, gegara ada kegiatan NBB (Nulis BUku Bareng) di komunitas IIP Solo Raya. nah..salah satu temanya adalah LDR atau LDM ..
Awalnya gak mau ikutan NBB, tapi berkat dorongan salah satu teman ..jadi minat juga. Bismillah ..ikut, yaa..anggap aja latihan. apalgi gak panjang kok tulisannya, minimal 400 kata per tema. Pendek kaaan???. Minimal dua tema...duuh bingung mau pilih tema yang mana dari 6 tema pilihan. hiks
Eits..ini mau cerita tentang LDR atau NBB sih?😁
Oke deh...kembali ke tema asal...
Suamiku berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Lampung. Tau kan..kalau profesi seorang dosen itu ..wajib sekolah sampai sampai S3? Yaa..karena kewajiban itulah yang membuat kami terpaksa berpisah jarak. Ini sebenarnya yang aku takutkan sekaligus mendorong untuk di segerakan, karena mau gak mau..suka tidak suka kudu..wajib dilaksanakan. Selain tuntutan profesi juga memenuhi keinginan pribadi yang masih semangat belajar. Mumpung masih muda, mumpung anak masih kecil...
Alhamdulillah bersyukur karena suamiku diterima di salah satu perguruan tinggi di Belanda, tepatnya Utrecth University, sekaligus mendapat beasiswa dari Aminef. Namun, di sisi lain aku begitu galau..artinya itu kami akan berpisah ribuan mill..sedangkan anak kami masih kecil?
Lebih aneh lagi suami memintaku untuk program hamil, alasannya biar hemat waktu..nanti kalau abi pulang anak sudah dua ..logis sih,,,,tapi???
Menjelang keberagkatannya suami terus merengek memintaku untuk lepas KB dan program hamil, aku hanya senyum2 aja...laah suami mau pergi jauh kok siduruh hamil. apa kata orang..disangka aku nanti apa kali...hihi.
Aah...rasanya gak tega juga kalau menolak perintah suami, ya udah deeh,...aku gak KB lagi. Pikirku gak akan berhasillah program kehamilan ini...karena apa? Secara waktunya dah mepet, mana aku belum dapat haid selepas KB. Biasanya aku haid setelah 6 bulan lepas KB.
Itu pemikiran manusia..namun, apa kata Allah...beda. Subhanallah...saya baru dua bulan lepas KB, belum haid ..Qodarullah positif hamil. Aku bahagia, takjub akan kekuasaan Allah..sekaligus cemas , bagaimana aku mejalani hidup di masa depan tanpa suami disisiku? sementara ada anak usia 11 Bulan dan Janin 2 bulan di rahimku.
Untuk menghindari fitnah, aku meminta kepada suamiku, untuk menceritakan kehamilanku ini kepada orangtua, saudara dan teman - teman yang kami temui. Sebelum berangkat kami silatruhmi , pamitan ke saudara2, tak lupa bercerita tentang ekahmilanku. Semua saudara terkejut dan mengatakan...lhoo..gimana tho, womg mau ditinggal jauh kok malah hamil lagi?, apa ndak KB, apa ndak di cegah? Opo ora mesakke? apalgi anak pertama masih kecil, belum bisa berjalan...
Suamiku menjelaskan dengan tenang...aku diam saja, hehe
Waktu tunggu terus berjalan...ajaib, aku tidak peduli lagi dengan keadaanku, tak peduli bagaimana kami nanti menjalani hidup ini. Aku hanya fokus , bagaimana suamiku bisa berangkat studi lagi. Melihatnya sibuk mengurus ini -iotu sebagai persyaratannnya , rasanya aku tak tega membuatnya lemah motivasi untuk berangkat. Jadilah aku orang yang selalu support dan berusaha tegar tak sedikitpun aku tampakkan kesedihan dan kecemasan seperti dulu. Yang ada hanya semangat mengdorong suami segera berangkat dan segera lulus, kembali berkumpul bersama kami. aamiin
Hari keberangkatan pun tiba, jadwal keberangkatan ke Belanda ditetapkan tanggal 1 Februari 2008. Suami berangkat lebih awal ke Jakarta, untuk mempersiapkan semuanya. Sementara aku dengan diantar kakak ipar dan keponakanku menyusul ke Jakarta. Bis Damri mengantarkan kami sampai stasiun Gambir, Abi menjemput kami disana. Di Jakarta kami menginap di rumah salah satu saudara suami, tepatnya di Blok M. Saat menginap di rumah saudara itulah, terjadi peristiwa yang selama ini hanya kulihat lewat tayangan TV, bencana banjir. Rumah yang kami inapi saudara terkena banjir, lantai 1 penuh dengan air, untungnya kami tinggal dilantai dua jadi tidak kebanjiran.Demi keamanan dan keselamtan, pagi itu kami diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman dan tidak banjir. Kami mengungsi di Masjid yang letaknya tidak terlalu jauh. Jadilah, kami dari pagi sampai siang tinggal di masjid Blok M, aku lupa nama masjidnya. Ternyata sebagian besar wilayah di Jabodetabek terkena banjir, tak terkecuali Bandara Soekarno - Hatta, juga jalan tol menuju bandara. Bandara Soekarno di tutup, sehingga jadwal keberangkatan suami di tunda juga. Sedianya berangkat tanggal 1 Februari, dimajukan tanggal 2 ..ada legaa, karena ada tambahan waktu 1 hari lagi kumpul bersama suami.
Hari keberangkatan telah tiba, dengan naik taksi kami berangkat menuju Bandara, sambil terus memantau informasi kalau- kalau terjadi pergantian jadwal peenrbangan karena Banjir. Bencana banjir tersebut, memicu kemacetan di mana-mana, sehingga perjalanan kami jadi lambat. Untunglah kami bernagkat lebih awal agar tidak terlamabta sampai bandara. Suami terus terhubung komunikasi dengan teman-teman seangkatan yang mau berangkat ke Belanda.
Alhamadulillah akhirnya sampai juga di Bandara. Inilah detik-detik yang tidak bisa kulukiskan dengan apapun tentang perasaanku...waktu berangkat semakin mepet, karena kelamaan di eprjalanan tadi. Sambil menggendong anak pertama kami, aku salami suamiku, kami berpelukan lamaa sekali..kakak iparku yang perempuan ikutan angis, smenetara adik ipar lelakiku senyum2 aja melihatku meneteskan air mata. Aku tak sanggup membendung air mata ini...sesak nafasku menahan tangis ini. Anak yang ku gendong belum ngerti apa2 ..saat kami melambaikan tangan melepas kepergian Abinya...😢. Entah apa perasaan yang kurasakan saat itu, seperti ada yang hilang dari diriku...didukung cuaca mendung, gerimis...kelabu, ya Allah rasanya ingin pingsan, lemas..tapi anak yang kugendong ini? Janin dalam rahim ini??. Aku harus kuat..aku harus kuat. Ya Allah kuatkan aku. Aku hanya bisa memanjatkan doa ..semoga Allah melindungi keselamatan suamiku, betah di negeri kincir angin, sekolahnya lancar dan lepas lulus...aamiin. Aku tak memikirkan diriku lagi..aku mencemaskan suamiku , bagaimana kalau dia skait disana nanti..karena aku tau beliau tidak tahan cuaca dingin. Ya Allah lindungi suamiku..
Kami keluar dari bandara..bermaksud mencari bis Damri ke Gambir baru pulang ke Lampung. Namun, bis Damri tak kunjung datang...menurut info, bis tidak beroperasi karena banjir. Ya Allah..apa lagi ini? Banyak sekali orang yang menunggu bis seperti kami, jadilah kami terlantar di bandara. Aku berpikir, untuk menginap saja di Bandara, sampai keadaan lebih baik, namun adik iparku yang sudah pengalaman tinggal di Jakarta memiliki pemikiran yang berbeda. Rupanya ada mobil bantuan yang disediakan oleh pihak bandara yaitu mobil milik angkatan darat, berupa truk bak terbuka...aku hanya mengamati orang2 yang berebut naik ke bak truk, tak peduli tua, muda, anak-anak, orang bule juga yang bermata sipit juga nekad naik truk. Adik iparku mengajak untuk ikut mobil bantuan itu, awalnya aku sneyum2 saja, tapi kupikir gak apa2lah..akhirnya aku setuju saja. Setelah menunggu lamaa...kami akhirnya dapat truk yang disedikan pemerintah itu. Anggota TNI membantu kami naik truk tersebut. Kami diantar sampai gambir ...waktu sudah malam, bis Damri yang menuju Bandar Lampung sudah berangkat. Ingin istirahat di masjid istiqlal ternyata sudah tutup, rupanya sudah larut malam..hehe. Adik iparku mengajak untuk terus jalan saja, mencari bis putus - putus, karena gak ada bis langsung. Kami berjalan cukup jauh...namun gak aku rasakan. Berisitirahat, makan dan lanjutkan perjalanan. Sesekali aku coba hubungi suamiku, namun hp sudah gak aktif. Sampailah ke tempat menunggu bis, lamaa sekali kami nunggu , tapi bis tak kunjung datang. Hujan turun, kami lari ke bawah jembatan layang untuk berteduh. hei...ada sms masuk, aku buka ..dari Abi, aku memekik dalam hati..Alhamdulillah, seperti nyawaku kembali lagi. Beliau sudah sampai di Malaysia..transit disana. Aku coba bals smsnya tapi gak nyambung lagi..aah mungkin sedang terbang lenjutkan perjalanan.
Alhamdulillah bis yang ditunggu datang juga akhirnya. Meski tengah malam , ehh dini hari ding...tapi tetap ramai saja jakarta ini. kami sampai di suatu terminal..entah dimana ya..aku benar2 lupaa. Sambi menunggu bis yang menuju Pelabuhan Merak datang kami berbicang untuk emngisi waktu. Nah..saat menunggu bis itulah kami panik, karena ponakanku ..yaitu anak ayuk iparku tiba2 gak ada di sekitar kami..kami bingung..aku ikut teriak mangil2 namanya...cemas bukan kepalang. Akhirnya ditemukan sedang duduk di bis yang sedang ngetem menunggu penumpang..Ya Allah, bersyukur dia gak ikut terbawa bis itu. Dua mengira kami akan anik bis itu...haha.
Setelah menunggu sangat lama..kami dapat juga bis yang akan menuju Merak, ALhamdulillah dapat tempat duduk semua. Arsyad terlelap dalam gendonganku, dia gak rewel selama perjalanan tadi, yang penting dia ngAsi, amanlah dunia..hehe. Tertidur dalam bis ..walau gak nyaman karena bis ngebut sekali, sesekali kepala ini terbentur dengan kepala penumpang sbeelahku, tapi kami maklum..tersenyum dan terlelap lagi. Menjelang subuh kami sampai di pelabuhan Merak.. Alhamdulillah. Kami berjalan ke Dermaga...yang cukup jauh, rasanya pundakku mau patah...seharian gendong anakku, dia gak mau di gendong Om maupun budenya, jadilah seharian aku gendong dia. Gak apa2lah ..yang penting gak rewel ..sudah bersyukur. Begitu dapat kapal kami segera mencari tempat yang nyaman didalam kapal untuk bisa istirahat dan tidur. Dua jam kemudian kami kembali menapaki bumi Sai Wawai. Dengan naik travel kami pulang menuju tempat tinggal kami yang sangat sederhana. Sambil menunggu kabar dari Abi. Pandangku menerawang...menatap masa depan...sperti apa ya tanpa Abi disisi kami?? 😢
Sampai disini dulu yaa.. to be continue
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog
Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...
-
Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...
-
Bismillah .... SHOPEE saya m,au review aplikasi yang disajikan oleh mba Uli. Sejatinya saya tidak punya akun belanja ini tapi gak apa y...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar