Selasa, 04 September 2018

MENDONGENG#12, ULANG TAHUN

Bismillah...

Adik dan kakak akan ulang tahun pada bulan ini, mereka mulai mengajukan acara ini, itu juga hadiah. Kebetulan anak tetangga baru saja merayakan ulang tahunnya, rupanya kakak dan adik ingin merayakan seperti temannya itu. Padahal kami tidak pernah merayakan ulang tahun, hanya makan bersama keluarga dan beri hadiah ke yang ulang tahun dan berbagi makanan kepada teman sekolah atau anak tetangga atau berbagi sesuatu kepada orang yang membutuhkan bantuan.


Naah..ini momen yang pas untuk memberikan pengertian kepada Anak-anak tentang ulang tahun melalui dongeng.

Saya ceritakan tentang kisah seorang putri dan Ratu di suatu negeri. Putri sebentar lagi akan ulang tahun, putri ingin merayakan ulang tahunnya dengan sangat meriah dan mewah. Dia tidak mau kalah dengan Putri negeri seberang yang baru saja merayakan ulang tahunnya. Untuk itu Putri tak henti-hentinya mengajukan acara pesta kepada kedua orang tuanya. Dia tahu kedua orang tuanya meskipun Raja dan Ratu, tidak dibiasakan merayakan ulang tahun dengan mewah.

''Aku bosan Bunda Ratu...setiap tahun perayaan ulang tahun selalu sederhana''
keluh putri
''Aku ingin...pesta ulang tahun kali ini, dirayakan dengan meriah'' sambungnya.

Bunda Ratu ..tersenyum , wanita cantik dan bijak itu dengan tenang setia mendengarkan segala permintaan putrinya.

"Bunda, tolong sampaikan kepada Ayahanda Raja ya, keinginanku ini..tolong ya Bunda..'' Putri sampai memohon kepada Ibunya.

Bunda Ratu hatinya merasa iba dan ingin rasanya mengabulkan permintaan putrinya itu, namun Beliau ingat itu berarti akan melanggar prinsip keluarga kerajaan yang sudah ditanamkan turun temurun. Ratu dan Raja ingin memberi contoh kepada anak dan keluarganya untuk tidak bermewahan dalam merayakan ulang tahun. Apalagi Ratu paham , Rasulullah tidak pernah meraykan ulang tahunnya. Maka dengan teguh prinsip itu digenggamnya. Haruskah prinsip itu dilanggarnya?

Bunda Ratu berjanji akan membicarakan keinginan putri dengan sang Raja, meskipun Ratu yakin Raja tidak akan menyetujuinya.

Hari itu Putri dipanggil oleh Ayahanda Raja, jantungnya berdebar, ada apa gerangan Ayahanda memanggilnya. Apakah Ayandah mengabulkan permintaanya?

Setelah berbicara cukup lama, Raja tidak menyinggung sedikitpun tentang ulang tahun. Putri sedikit kecewa, ingin rasanya menanyakan keputusan Ayahnya, namun dia enggan.

''Putri ..sudah berapa lama kita tidak berkuda mengelilingi kerajaan ini?''
Putri yang sedang melamun ..terkejut ,mendengar pertanyaan ayahnya.
''Sudah lama Ayahanda...'' jawab putri

Tak lama kemudian datang dua orang prajurit membawa sepasang kuda kesayangan raja. Raja mengajak sang putri kelaur dari istana kerajaan , keliling ke daerah. Dutemani beberapa prajurit, mereka menyusuri wilayah yang cukup jauh. Setelah berkuda cukup jauh, mereka tiba disebuah desa yang tandus tanahnya. Rumah-rumah sangat sederhana, penduduknya pun banyak yang miskin dan tak punya. terlihat dari pemampilan orang -orang desa yang ditemuianya sepanjang perjalanan mengelilingi desa itu.

Raja dan rombongan berhenti ketika melihat anak kecil menangis didepan rumahnya yang sederhana. Anak itu memgangi terus perutnya, Ibunya sibuk menenangkannya. Raja mendekati Ibui dan anak itu, Putri mengkutinya. Raja pun bertanya mengapa anak itu mennagis, ibu anak itu sedkit ketakutan didekati oprang asing yang tak lain adalah rajanya.

''Anak saya lapar tuan...'' jawab wanita itu lirih
''Kami tidak punya makanan.., suami saya sedang mencari ikan disungai, tapi dari pagi belum pulang''. wanita itu mulai terisak.

Hati Raja terenyuh melihat rakyatnya seperti ini. Rajapun menggali banyak informasi dari wanita itu, mengenai kondisi penduduk di desa tersebut. Raja memerintahkan prajurit mengambil bekal yang dibawa dari istana. Prajurit itu awalnya protes, karena bekal itu untuk persediaan selama mereka berjalan-jalan. Namun derngan bijak raja menenangkan prajuritnya agar tidak kuatir.
Raja memebrikan sebagian bekal makanan dan sedikit uang kepada wanita dan anak itu. mereka terharu dan menangis ..tak henti mengucapkan terimakasih.

Putri hanya diam saja menyaksikan pemandangan itu, pipinya basah oleh air mata yang tak kuat dia bendung. Diam-diam raja memperhatikan reaksi putrinya itu. Misinya semoga berhasil.

Sepanjang perjalanan kembali ke istana, sang putri hanya diam. Pengalaman diluar istana benar-benar membekas dihatinya, menggioreskan luka. Putri merasa malu, selama ini terlalu egois meminta kepada kedua orang tuanya untuk merayakan ulang tahunnya dengan pesta mewah. Sekaranmg dia paham apa maksud Ayanda Raja membawanya keluar istana untuk melihat penderitaan orang lain.

Malam itu putri merenung dikamarnya pikirannya dupenuhi kenangan sepanjang perjalanan tadi siang. Badannya sangat capek namun dia tidak bisa tidur. Putri memutudskan untuk emnghadap kedua orang tuanya, menyampaikan niatnya.

''Alahmdulillah putriku yang sholihah..'' Ibunda Ratu bersykur dan memeluk putrimya, hatinya bahagia dan terharu mendengar keputusan putri untuk tidak meraykan ulang tahun dengan mewah di istana. Namun Putri meminta seluruh biaya pesta diberikan kepada penduduk desa yang sedang memebuthkan. Raja sangat setuju dan bersykur kepada Allah akrena telah membukakan pintu hatinya.
***
Pesan moral : ulang tahun tidak perlu dirayakan apalgi dengan pesta mewah
Ulang tahun bukan ajaran Rasulullah
Ganti perayaan ulang tahun dengan kegiatan yang bermanfaat, banyak merenung dan bersyukur kepada Allah SWT.

***
sekian dongeng hari ini ya..
jangan dikira waktu emak menodngeng adik akan anteng mendengarkan ya...dia mah heboh baik kata maupoun sikap ..tapi emak tidak pandai emnceritakan kehebaohan adik..hehe. harap maklum ya..
Terimakasih
***
#tantangan10hari
#gamelevel10
#kuliahbunsayIIP
#Grabyourimagination
  

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...