Jumat, 21 September 2018

Day#2 Selamatkan Anak dari Predator (Review)

Bismillah ...

Hari kedua tidak jadi setor laporan pagi hari, karena keburu peagng pekerjaan lain. Baiklah karena kemarin sudah ada kelompok yang presentasi maka saya akan menulis laporan hasil review kelompok satu. Tema dari presentasi kel. 1 atau kelompok Ibu Bangsa adalah ''Predator Anak''.

Dari paparan mengenai predator anak, saat ini memang sudah sangat mengkuatirkan ya Gaess...oelh karena itu wajib , kudu ..harus...kita sebagai orang tua melakukan pencegahan guna melindungi anak dari bahaya predator tersebut. 

Predator tidak hanya berasal dari orang luar atau orang yang tidak dikenal, namun predator juga dapat berasal dari orang terdekat.  Orang terdekat itu bisa bersala dari orang tua, (ayah mencabuli anaknya sampai hamil), Paman mencabuli keponakan, Guru mengaji mencabuli santrinya, Guru disekolah mencabuli muridnya, lebih parah lagi predator kini telah terorganisasi antar negara dan meluas menjadi organisasi internasional. Mengerikan sekali ya Gaess bahaya predator anak ini.

Paparan kelompok Ibu Bangsa sangat bagus, lengkap, runtut dan runut, namun saya hanya akan fokus pada tips melindungi anak-anak dari bahaya predator yang kini marak di media sosial maupun di dunia nyata.

Apa yang harus ibu bangsa lakukan untuk melindungi anak dari bahaya predator? Berikut adalah tips yang disebut dengan ''KONTAK''.

K = Kontrol penggunaan tekhnologi
O = Obrolkan risiko, jangan menganggap pembicaraan tentang seks hal yang tabu
N  = Nyalakan teknologi pengontrol
= tetap beri anak kebebasan, tetapi bertanggung jawab
A = Amati Perilaku Anak
K = kasih anak -anak kasih sayang, cinta dan yang cukup, karena pelaku kejahatan tidak lagi berupa ''monster'' , melainkan menjelma menjadi teman dekat dan memberi kasih sayang. 

Tips diatas sudah sangat baik...dan spesifik, namun mengingat maraknya predator yang bisa berasal dari orang terdekat, maka disini penguatan peran keluarga menjadi sangat vital untuk mencegahnya.
Keluarga seharusnya menjadi benteng terakhir bagi keamanan anak dari serangan moinster predator, namun karena keluarga tidak berfungsi sbegaimana mestinya maka justru predator muncul dari dalam keluarga. Karena fungsi keluarga sangat banyak yaitu sebagai lembaga untuk memenuhi kebutuhan atas kasih sayang, baik fisik maupun mental, dan juga moral.

Dengan kata lain keluarga harusnya dapat berfungsi dalam hal pemenuhan kebutuhan bilogis, ekonomi, kasih sayang, mempperoleh rasa aman, sosialisasi, agama, status keluarga, rekreasi, dan lain sebagianya. Begitu banyaknya fungsi sebuah keluarga jika bisa berfungsi dengan baik maka dapat menjadi benteng pertahanan untuk melindungi dan mencegah anak dari para predator.
Seorang anak yang kurang mendapat kasih sayang dari orang tuanya, akan rentan untuk mencari kasih sayang diluar yang sering salah sasaran.

 Tips kedua yang saya tambahkan adalah jalin komunikasi dengan pihak terkait misalnya pihak sekolah. Guru dan orang tua harus menjadi partner yang kompak dalam upaya mendidik anak.
Partnership antara guru dengan orang tua akan menjadi sebuah kekuatan untuk mendidik anak dan dapat melindungi anak dari serangan predator anak. Apalagi sekarang sudah banyak media yang bisa digunakan untuk menjalin komunikasi, bisa melalui telpon, whatshap, media sosial dan lainnya.

Demikian laporan hari kedua tentang membangkitkan fitrah seksual anak, untuk mencegah dan melindungi anak dari serangan predator yang rajin gentayangan dimana-mana.
Lindungi anak kita dengan menjalankan KONTAK KOMUNIKASI PERAN KELUARGA. Semoga bermanfaat. Terimakasih


#bundasayang
#fitrahseksualitas
#gamelevel11
#sogasquad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Say Hello Gado=Gado Pasca Libur Panjaang Ngeblog

Bismillah .. Hallo bunda....lama tak jumpa, apabakar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama..aamiin. Lama menghilang ..tetiba ...