Bismillah ..
Fitrah seksualitas yang tumbuh peripurna kelak akan menjadi peran keayahbundaan yang sejati. Peran keayahan sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Mereka masing-masing akan beradab kepada pasangannya dan anak keturunannya.
Fitrah seksualitas yang tumbuh peripurna kelak akan menjadi peran keayahbundaan yang sejati. Peran keayahan sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Mereka masing-masing akan beradab kepada pasangannya dan anak keturunannya.
(Santosa, Harry, 2017)
Pada hari ke-4 tantangan game level 11 yaitu membangkitkan fitrah seksual anak, kali ini saya akan mencoba mereview buku karya Bapak Harry Santoso yang luar biasa fenomenal. Sekarang buku beliau banyak disitasi para penulis parenting, praktisi pendidikan dan kalangan lainnya.
Pada kesempatan ini saya hanya akan mereview satu sub bab saja yaitu mengenai fitrah seksual. Adapun review tersebut saya bagi kedalam beberapa bagian yaitu Identitas buku, pendahuluan, poin-poin penting, kelebihan, kelemahan dan kesimpulan.
Identitas
buku
Judul : Fitrah Base Education
No. ISBN : 978-602-73746-0-7
Penulis : Harry Santosa
Penerbit : Yayasan Cahaya Mutiara Timur
Tanggal terbit : 31 Maret 2017
Kategori : Education
Text bahasa : Indonesia
Jumlah bab : 5
Jumlah halaman : 434
Pendahuluan No. ISBN : 978-602-73746-0-7
Penulis : Harry Santosa
Penerbit : Yayasan Cahaya Mutiara Timur
Tanggal terbit : 31 Maret 2017
Kategori : Education
Text bahasa : Indonesia
Jumlah bab : 5
Jumlah halaman : 434
Buku karya Bapak Harry Santosa ini sangat fenomenal dan banyak menjadi dunia parenting atau pendidikan. Buku setebal 434 halaman ini terdiri dari 5 bab dan 37 sub bab (mudah2an tidak salah hitung).
Pada review kali ini saya hanya akan mereview sub bab 26 (halaman 186) dengan tema Fitrah Seksualitas.
Fitrah seksualitas sangat penting dipahami oleh orang tua, supaya anak mengenal fitrah dirinya sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati. Saat ini banyak orang yang tidak mengenal fitrah seksualnya, banyak perempuan menyerupai laki-laki begitu juga sebaliknya.
Untuk itu peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membangkitkan fitrah seksual anaknya. Peran orang tua sangat vital karena keberhasilan fitrah seksual anak ditentukan oleh kedekatan orang tua dengan anak.
Anak yang tidak mengenali fitrah seksual akan berpotensi sangat besar untuk melakukan penyimpangan seksual. Maka tidak heran jika banyak perempuan menyerupai laki-laki dalam berpakaian maupun bertingkah laku, selain itu orientasi seksualnya pun akan menyimpang, tidak heran jika sek sesama jenis sekarang marak berkembang sangat pesat. Oleh karena itu penting sekali mengenalkan dan membangkitkan fitrah seksual anak, agar anak yakin akan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau perempuan sejati.
Dalam buku ini dibahas mengenai fitrah seksual anak pada salah satu sub bab yang dibahas secara menarik. Maka sangat perlu membaca buku ini dan dijasikan rujukan bagi orang tua, guru dan masyarakat lainnya sebagai bekal mendidik anak.
Poin-poin Penting Fitrah Seksualitas
Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki sejati maupun sebagai perempuan sejati.
Menumbuhkan fitrah seksualitas banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan anak pada Ayah dan bundanya. Anak yang tidak mendapat kasih sayang kedua orang tuanya berpotensi besar akan melakukan penyimpangan seksual, seperti homoseksual atau lesbian.
Kedekatan antara anak dan orang tua dibagi kedalam beberapa tahap, yaitu :
Usia 0 - 2 tahun, anak lelaki dan perempuan harus dekat dengan ibunya, hal ini dikarenakan ada proses menyusui.
Anak usia 3 - 6 tahun anak lelaki dan perempuan harus dekat dengan ayah dan ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional. Pada usia 3 tahun seorang anak, seharusdnya sudah mengenal identitas seksualitasnya.
Anak yang paham identitas seksualitasnya akan bisa berkata secara tegas bahwa dirinya adalah laki-laki atau perempuan, dan hal tersebut akan tercermin dari cara berjalan, berbicara, berpakaian. Tidak hanya sampai disitu saja, anak juga akan secara jelas dalam berpikir, dan bertindak.
Usia 7 - 10 tahun anak lelaki baiknya dekat dengan ayahnya, agar anak belajar berperan sebagai lelaki dan peran keayahan. Anak perempuan didekatkan kepada ibunya agar bisa belajar menghayati peran sebagi perempuan. Peran ayah dan ibu sangat vital pada usia ini, jika peran tersebut hilang maka anak akan berpotensi mengalami penyimpangan seksual.
Usia 10 - 14 tahun ini adalah fase kritis karena merupakan fase puncak fitrah seksualitasnya mulai serius menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan. Anak perempuan ,mulai mendapat haid dan anak lelaki mulai mendapat mimpi basah. Secara syahwati anak usia ini mulaintertarik kepada lawan jenis. Maka anak lelaki didekatkan kepada ibunya dan anak perempuan didekatkan kepada ayahnya.
Why? Tujuan anak lelaki didekatkan kepada ibunya adalah supaya anak bisa memahami perasaan perempuan, melalui wanita terdekatnya yaitu ibunya, karena pada masa baligh ini anak laki-laki sudah mulai tumbuh rasa tertarik kepda perempuan. Jika anak lelaki pada masa ini tidak dekat dengan ibunya maka dia tidak bisa belajar memahami perasaan, pikiran, cara bersikap terhadap perempuan yang kelak menjadi istrinya. Selain itu dia akan tumbuh mmenjadi lelaki yang kasar, egois dll.
Sedangkan anak perempuan harus dekat dengan ayahnya diusia ini karena masa blighnya anka permepuan sudah memiliki ketertarikan kepad alawan jenisnya. maka pada msa ini dia harus bisa memahami cara berempati secara langsung dari lelaki terdekatnya yaitu ayahnya. Dari ayahnya dia akan belajar cara dipahami, diperhatikan, dan diperlakukan dari cara pandang lelaki bukan perempuan. Ayah harus menajdi lelaki ideal pertama dan menajdi tempat curhat bagi anak perempuan dimasa ini. Jika anak perempuan dimasa ini tidak dekat dengan ayahnya , kelak berpeluang besar menyerahkan kehormatan dan tubuhnya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya di masa lalu.
Berbagai peenelitian menemukan bahwa gay atau lesbian merupakan bawaan lahir, hal itu yang menajdi dasar bagi mereka yang memiliki ketertarikan kepda sesama jenis. Namun secara tegas Al-quran dan hadist menyatkan bahwa kelainan seksual bukan bawaan lahir, melainkan penyakit kejiwaan karena pengaruh lingkungan, salah asuh dan gaya hidup yang salah. Penyakit tersebut tidak boleh dibiarkan karena bisa menular
Masyaallah..betapa bahayanya ya anak yang tidak mendapatkan haknya pada setiap tahapnya.
Maka peran orang tua membersamai anak pada setiap tahap usianya sangat penting. Pendidikan fitrah seksual sangat penting bagi anak.
Kelebihan
- Pada sub bab ini dilengkapi dengan ayat Al-quran sebagai dasarnya. Hal ini sangat baik untuk membantu meyakinkan para pembaca bahwa apa yang ditulis adalah berdasarkan firman Allah sang Pencipta fitrah manusia.
- Dibagian akhir sub bab dirangkum mengenai peran orang tua yaitu peran ayah dan peran bunda
- Dilengkapi dengan kata-kata mutiara atau quoate yang dapat menjadi motivasi orang tua dalam membangkitkan fitrah anak.
Kelemahan
- Tulisan menggunakan huruf kecil-kecil sehingga agak terganggu saat membaca terutama yang matanya sudah minus seperti saya.
- Setiap halaman terdiri dari tiga kolom tulisan, ini kurang nyaman menurut saya, mungkin cukup dibuat dua kolom saja.
- Susunan antar paragraf kurang jelas, jaraknya terlalu berdekatan antar paragraf, mungkin untuk menghemat space (ruang). Namun akan lebih baik jika antar paragraf diberi jarak yang cukup, sehingga tidak terkesan bercampur.
Kesimpulan
Buku ini sangat bagus baik dari segi cover maupun isinya. Isinya sangat bermanfaat sebagai acuan dalam mendidik anak, khususnya sub bab membangkitkan fitra seksual anak.
Melalui sub bab fitrah seksualitas ini kita bisa belajar memahami bagaimana mendidik fitrah seksualitas anak pada setiap tahapan usia. Karena setiap tahap usia perkembangan anak membutuhkan pola asuh yang berbeda.
Risiko sangat besar jika anak tidak mendapatkan pendidikan dan pola asuh yang tidak semestinya. Risioko tersebut adalah berpotensi mengalami penyimpangan seksual.
Maka kedua orang tua, Ayah dan Ibu harus bisa berperan sesuai fitrah peran ayah dan fitrah peran sebagai ibu.
Secara keseluruhan isi sub bab ini sangat cocok menjadi bahan rujukan atau referensi bagi orang tua dalam upaya mendidik fitrah seksual anak. Isinya sangat bermanfaat.
👪👪👪👪👪👪
Demikian review hasil membaca buku ini, mohon maaf bila masih banyak kekuarangan, masih tahap belajar, hehe, Jadi maluu...selama ini kurang belajar banyak hal. Terimakasih
>>>>
#bundasayang
#fitrahseksualitas
#gamelevel11
#sogasquad
Tidak ada komentar:
Posting Komentar