Camilan ke 2
Rabu, 07 Maret 2018
Materi Bunda Sayang ke-5
Mendidik Anak Suka Membaca dan Menulis
Flow adalah keadaan mental sebagai berikut :
- Sepenuhnya terlibat dalam sebuah aktifitas yang memang menyenangkan
- Ego seketika runtuh
- Waktu terasa berjalan cepat
- Setiap tindakan, pergerakan, dan pemikiran baru mengalir begitu saja, tanpa dapat dielakkan, seperti orang yang sedang bermain jazz
- Keseluruhan diri Anda dilibatkan, dan Anda dapat menggunakan ketrampilan Anda sepenuhnya
(Dikutip dalam Cherry, 2016b).
Kita ingin anak-anak mengalami flow , bukan superioritas maka salah satu gangguan yang harus dipangkas adalah budaya persaingan.
Kita sebagai orang tua, khususnya Ibu -- yang sebagian besar waktunya dihabiskan dengan anak-anak -- tentu merasakan kebahagiaan luar biasa ketika dapat mengajarkan mereka membaca dan menulis. Bagaimana tidak, keterampilan membaca dirasakan penting bagi anak untuk dapat bertahan di masa depan, karena hampir semua ilmu yang ada di dunia ini hadir dalam wujud tulisan. Bahkan, perintah pertama dari Tuhan kepada manusia pun adalah membaca, Iqra . Maka kita dapat menjadi madrasah dan guru pertama bagi anak-anak kita, alangkah baiknya melirik langkah-langkah mendidik anak membaca dan menulis.
1. Tentukan tujuan mengenalkan keterampilan membaca
Apa tujuan mengajarkan anak membaca? Apakah rasa superior karena lebih pintar dari yang lain? Atau mengasah intellectual curiuosity yang kemudian membangkitkan art of discovery dan creative imagination dan tentunya meningkatkan kecerdasan.
2. Kenali fitrah anak
☘ Kerja otak anak laki-laki dan perempuan
Laki-laki dalam sehari menghasilkan sekitar 7000 jumlah komunikasi sedangkan perempuan dapat menghasilkan 20.000 jumlah komunikasi. Dari pengamatan tersebut tentu kita sebagai orang tua bisa bijak bertindak menghadapi kekuatan masing-masing anak.
☘ Gaya belajar anak yang berbeda
☘ Rentang konsentrasi anak
Rentang konsentrasi anak sangat pendek. Untuk mengetahui seberapa lama mereka dapat berkonsentrasi kalikan satu menit dengan umurnya. Misalnya anak umur lima tahun maka rentang konsentrasinya adalah lima menit.
3. Perkaya khasanah tentang metode dan teknik membaca untuk anak
☘Metode suku kata
Anak dikenalkan pada suku kata menurut bunyi vokalnya seperti 'ba - ca - da - bi - ci - di' dan seterusnya. Lalu diikaitkan dengan kata yang dapat dibentuknya. Misalnya 'ba' untuk baju, 'ca' untuk cabe, 'da' untuk dadu dan seterusnya.
☘Metode phonic
Metode ini mengenalkan anak pada bunyi yang dihasilkan oleh suatu huruf. Misalnya 'aaa' untuk 'a' , beh beh beh untuk 'b' , ce ce ce untuk 'c' dan seterusnya.
☘Metode imersi
Mengenalakan anak pada nama-nama benda di sekelilingnya seperti rumah, kursi, meja, lemari dan sebagainya dengan cara menempelkan tulisan pada benda-benda yang ingin dipelajari. Dengan demikian anak akan terpapar pada tulisan disekitarnya dan terbiasa untuk kemudian dapat membaca.
4. Lakukan!
☘ Susun jadwal belajar secara teratur
Kenali ritme rutinitas Anda dan anak Anda lalu tentukan waktu yang tepat untuk belajar membaca dan lakukan selama anak menikmatinya.
☘ Siapkan alat peraga yang menarik dan ciptakan lingkungan yang kondusif
Selalu siap dengan amunisi untuk mengajarkan anak membaca sesuai dengan gaya belajarnya. Visual, auditori atau kinestetik.
☘ Lakukan bersama-sama orang tua atau teman-teman anak
Bagi anak untuk belajar bersama dengan orang tua, kakak, adik atau teman-temannya. Tak ada yang lebih menyenangkan selain belajar bersama orang tercinta.
☘ Berikan motivasi atau pujian dan kejutan menyenangkan
Tak ada anak yang menolak hadiah, maka berikan hadian kepada anak ketika mereka berhasil membaca.
☘ Be consistent
Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Begitulah kata pepatah yang memang benar adanya. Ketika langkah terhenti di tengah jalan maka tujuan tidak pernah tercapai.
5. Terus pupuk minat baca dan kembangkan kemampuan baca anak di manapun dan kapanpun
Di manapun Anda berada ketika bersama anak tunjukkan tulisan-tulisan di sekitar mereka dan ajak mereka membacanya. Spanduk-spanduk promosi, billboard produk atau bahkan penunjuk jalan dalam bentuk-bentuk yang menarik, warna-warni akan menarik anak untuk terus belajar.
6. Follow Up
Setelah anak mahir membaca tingkatkan kemampuan mereka ke membaca cepat ( speed reading ), membaca dengan suara keras ( reading aloud ), membaca cerita ( story telling ), dongeng, menulis dan jurnalistik.
7. Terus Belajar dan Bagikan
Mengapa perlu membaca nyaring? Membaca nyaring ( Reading Aloud ) punya manfaat lebih dibandingkan mendongeng yang merupakan budaya tutur.
🌸Menstimulasi otak anak
🌸Melatih pendengaran
🌸Merangsang imajinasi anak
🌸Mendekatkan orang tua dengan anak
🌸Melatih rentang perhatian dan mengingat
🌸Mengenalkan anak pada konsep buku dan belajar
🌸Menambah kosa kata baru dan mengerti arti kata
🌸Mengenal ilustrasi dan gambar
🌸Menjadi teladan membaca untuk anak
Cukup sepuluh menit perhari dan kita perlu menyesuaikan bacaan sesuai umur anak. Belajar membaca adalah keahlian yang didapat secara bertahap. 360 jam membacakan nyaring akan membuat anak bisa membaca buku dengan sendirinya tanpa diajarkan.
Mau atau sudah membuktikan sendiri?
Sumber Pustaka
Teach Like Finland, Mengajar Seperti Finlandia. 33 Strategi Sederhana untuk Kelasu yang Menyenangkan, Timothy D. Walker, PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, Juli, 2017
Bunda sayang, 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak, Komunitas Institut Ibu Profesional, Jakarta, Gazza Media, Desember, 2013
Workshop Membaca Nyaring bersama Roosie Setiawan. www.ceritashanty.com
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
Resume review buku oleh mbak maftuha
Teman2, kemarin saya baca ebook Read Aload Handbook karya Jim Trelease. Wah, ternyata read aload (membaca nyaring) itu luar biasa manfaatnya. Adakah yang pernah baca? Atau, mungkin punya pengalaman tentang read aload?
Buku ini ditulis oleh Jim Trelease. Waktu kecil, Jim anak yang hiper aktif. Ibunya sampe kewalahan mengatasinya. Saat bapaknya pulang dari kerja, ibunya selalu menyerahkan Jim pada ibunya seperti seorang tahanan. Saking ibunya judeg bagaimana mengatasi Jim.
Bapaknya pun kemudian memutuskan untuk membacakan buku dengan nyaring pada Jim. Buku2 pinjaman dari perpustakaan. Selain buku, bapaknya membacakan koran. Malah akhirnya lebih sering baca koran karena sambil menyelam minum air. 😄Berkat ketelatenan bapaknya itulah, Jim jadi cinta buku.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Sy belum pernah baca. Tapi kalo praktek read aload pernah. Salah satu read aload ya mbaca sambil ndongeng
Nah, ini salah satu metode read aload.
Read aload itu ternyata tidak sesederhana baca buku dengan nada datar. Read aload itu seperti pertunjukan teater. Bagaimana membacakan buku dengan menyenangkan. Bisa sambil pegang mainan anak, pake kostum aneh2, bergerak kesana kemari dsb.
Wow ternyata read aload ada metodenya juga. Ga sekedar baca?
Iya. Idealnya begitu, mbak. Read aload itu semacam iklan. Semakin menarik caranya, semakin tertarik anak pada buku.
Wuih jadi emak makin kreatif nih. Tidak sekedar baca buku gitu ya
Iya, Mbak. Jadi saat baca itu, kita kenalkan siapa penulisnya dan ilustratornya. Saat membacanya, kita juga mesti ngajak anak dialog. Semisal ada gambar monyet cemberut. Tanya ke anak, "ini kenapa monyet cemberut?" Kalau ada masalah, tanya ke anak. "Kira2 apa ya yang mesti dilakukan si monyet?" Biarkan si anak mencoba menemukan solusi. Dsb. Dsb. 😄
*Ok jadi komunikasi kepada anak ya ✍🏻
Ga sekedar mbaca tok*
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Telling story gitu ya mb?!
Read aload itu bagian dari story telling. Read aload itu membacakan cerita lewat buku. Jadi harus ada teksnya. Prakteknya memang bisa bersamaan. Kalau story telling lebih luas. Bisa pake buku, mainan, sulap, gerak tubuh dsb.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Pengalaman sy ketika energi dh limit, tapi anak masih aktif, sesi membaca menjadi quality time kami. Biasanya ananda memilih buku yg mau dibacakan oleh saya, lalu saya bacakan dengan nyaring dan menggunakan aneka media utk penunjang; kl saya biasanya tangan2 menyerupai binatang (Krn buku2 kami tokohnya banyakan binatang), lalu sambil jalan² juga pernah, menyusuri pekarangan depan rumah
Lah ini. Sambil jalan2 di pekarangan, juga ga kalah oke. Malah membacanya jadi lebih menyenangkan
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Di buku itu diceritakan juga kalau zaman dulu, di pabrik2, karyawan bekerja sambil mendengarkan novel dan koran yang dibacakan oleh seseorang.
Jadi, orang yang baca itu berada di tengah2 ruangan. Tugasnya membacakan novel untuk para karyawan. Melalui cara itu, karyawan merasa senang. Saat pihak pabrik menghentikan, mereka suka rela urunan demi untuk mendengarkan novel lagi.
Ternyata yg butuh dibacakan cerita tidak hanya anak2 ya. Orang dewasa juga
Betul, Mbak. Karena mendengarkan cerita dari buku itu mendidik hati. Oya, buku itu menyarankan agar membacakan buku fiksi dibanding non fiksi. Mengapa? Karena ada kelebihan dari buku fiksi yang tidak dimiliki buku non fiksi. Cerita dalam buku fiksi itu mendidik hati anak.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Tanya mba maf, dalam buku itu apalagi yang dibahas? Bisakah read aload memengaruhi para anak spesial?
Banyak banget, mbak. Sampe daku lupa apa aja. 😄
Ada juga tentang peran ayah dalam membacakan buku untuk anak. Ini dikupas satu bab tersendiri. Intinya, hai poro ayah, bacakanlah anakmu buku! Penting sangat 😄
Nek ayahe males piye. Moco buku berat mbak mung suarane seru. Opo yo kui read aload
Kalau membacakan buku untuk anak ya baiknya bertahap. Nek langsung berat, emaknya ngacir.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Ada tips and trik read aload ga mba?
Tipsnya cuma satu. Bacakan buku dengan mulut. 😄 Ya iyalah. Dan satu lagi, hadirlah dengan hatimu.
Kalau membacakan bukunya dengan riang, anak juga akan menangkap bahwa membaca buku itu menyenangkan.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Bagaimana tepatnya seseorang bisa menjadi seorang pembaca yang piawai? Ada dua bagian formula yang sederhana :
- Semakin banyak yang Anda baca, Anda akan semakin lebih memahaminya. Dan ketika Anda sudah lebih paham, Anda akan lebih menyukainya. Dan semakin Anda menyukainya, Anda akan semakin melakukannya.
- Semakin banyak yang Anda baca, semakin banyak yang Anda ketahui. Semakin banyak yang Anda ketayhui, semakin pintar Anda tumbuh.Kok bisa, hal sesederhana membacakan buku kepada anak menjadi sesuatu yang efektif?
Seperti halnya tonggak kayu yang sangat penting sebagai penyokong utama berdirinya sebuah rumah,kata-kata dalah struktur utama untuk pembelajaran.
Poin kedua dulu pernah dikoreksi sama Pak Fatan, semakin banyak baca, semakin banyak tahu, semakin banyak tahu, semakin tidak tahu why?
Karena aktivitas membaca pun kita butuh guru. penyeleksi, pelurus. Jadi kalau saya pribadi, nambahin, biar piawai membaca ya butuh guru. Guru untuk berdiskusi biar seleoas membaca kita tambah lurus, bukan malah menyimpang.
Kasusnya di anak2 adalah.. Mudahnya akses informasi bacaan saat ini harus bener2 diseleksi orangtua agar apa yang anak baca sesuai umurnya..
Hanya ada dua cara efisien memasukkan kata-kata ke dalam benak seseorang :
melalui mata atau melalui telinga. Karena anak masih butuh beberapa tahun lagi untuk membiasakan matanya membaca, sumber terbaik bagi ide dan pembangunan otak adalah telinga. Apa yang kita kirim ke telinga menjadi fondasi kuat bagi seluruh otak si anak. Suara-suara penuh arti yang ditangkap telinga akan membantu anak memahami kata-kata yang dia dapatkan melalui mata saat dia nanti belajar membaca.
Ini seperti teori learning by doingnya John Dewey ya mbak.
Kita belajar 10 % dari apa yg kita baca, 20% dari yang kita dengar, 30% kita lihat, 50% kita dengar dan lihat, 70% kita katakan, 90% dari yang kita katakan dan lakukan.
Jadi sakjane lek kita bacain buku ke anak, kita yang lebih untung. 😅 Sisan sinau.Intinya dengan mengajar kita sejatinya sedang belajar. Maksudnya kalau read aloud anak bisa memahami dan belajar hampir 50% sedangkan kita yanh membacakan dapat belajar 70%
Jadi sakjane kita orangtua harus berterimakasih ke anak2.. Kalo ndak karna mereka, ngapain coba kita baca koran atau buku oake tereak2.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Menurut mba maf, apa yang menarik dari buku tersebut?
Semuanya menarik.
Tapi ada satu yang aku catat. Bahwa membaca adalah masalah sekaligus solusi bagi pendidikan anak. Rendahnya minat baca adalah masalah bagi semua bangsa di dunia. Padahal membaca adalah kunci anak pada berbagai ilmu.
Bagaimana agar anak jadi gemar membaca? Solusi sederhananya adalah read aload. Membacakan buku dengan nyaring pada anak. Dari masih di dalam kandungan, saat masih balita hingga memasuki usia sekolah.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Kalau anak usia 7 thn, dia gaya belajarnya kinestetik auditory. Msh blm suka baca buku,maunya dibacakan, itu gmn? smp rentang usia berapa anak-anak bs dibacakan atau read aloud??
Kalo ceritanya bu heni itu, beliau membacakan buku bahkan sampe sekarang anaknya usia smp.. tapi lebih pada membangun kelekatan dan sudah tertanam kebiasaan
Justru di buku read aload itu ortu dianjurkan tetap membacakan buku pas masuk usia sekolah.
Tentu saja buku yang dibacakan levelnya dinaikkan secara bertahap. Misal : yang dulunya suka dibacakan dongeng, mulai beralih ke novel. Kalau bisa cari buku2 yang living book.
Gegara buku Jim Trelease, saya pun mulai menaikkan level bacaan anak. Dan ternyata anak seusia Reksa (6 tahun) suka dibacakan buku Toto Chan.
Buku living book itu apa mba. Selama ini sy msh seputar buku pembentuk karakter mba
Buku yang menginspirasi anak. Membuat anak tergugah untuk melakukan hal baik.
Kalau di metode pendidikan charlotte mason, buku living book apa aja udah ditentukan. Buku living book versi charlotte mason, biasanya buku2 klasik yang sudah lintas zaman. Seperti buku Pollyana, Anne and The Green Gables, buku Beatrix Potter dsb.
Berarti di buku itu ada penjelasan ttg level bukunya ya mbak..
Sepertinya nggak sampe mendetail.
Cuman perlu dinaikkan tahapannya. Karena kosa kata yang baru didapatkannya saat read aload itu membantu anak ketika dia memahami buku yang dibacanya kelak.
Ada bahasan tentang pergeseran perilaku baca saat anak duduk di kelas 4. Di kelas itu, anak mengerahkan daya upayanya untuk membaca sekaligus memahami buku senduri. Jika anak sebelumnya udah tau makna berbagai kosa kata melalui read aload, dia akan melewatinya dengan mudah. Ringkesnya, anak itu udah paham apa yang dibacanya karena dulu ibunya pernah membacakannya.
Seumpama, ibu jarang membacakan, anak bisa baca tapi tidak memahami. Jadi susah menemukan kenikmatan membaca. Biasanya anak terus males baca. La wong ga nikmat, males to yo. 😄
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Sejujurnya nih ya... (eh aliran rasa dikiit...hehe) saya agak menyesal ketika masa2 anak seharusnya mulai dibiasakan untuk kita melakukan read aloud, tapi saya ngga maksimal melakukan buat anak.
Apalagi pas anak2 sudah bisa baca, kalo minta dibacain buku, saya malah bilang, "ya dibaca sendiri dong kan sudah bisa baca.."
ini bagian2 yang saya agak gimana gitu karena..respon yang ngga seharusnya seperti itu ...
Nah untuk teman2 yang anaknya masih kecil, masih blm bisa baca atau masih suka minta dibacakan, beneran jangan lewatkan kesempatan itu ... saya saking nyeselnya sekarang2 ini malah yang nawarin ke anak2 ...😅 ayooh minta dibacain buku apaaa ? Asal bukan komiiikk....😅
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Dan read aloud ini membantu banget untuk melatih anak hiperaktif untuk lebih verbal karena dengan read aloud kemampuan listening dan konsentrasinya jadi terasah.. asal harus sabaaaaar dan nggak baper kalo dicuekin mereka. Karena ciri khas anak adhd adalah mendengar tapi seperti tidak memndengar 😆😆😆
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Tidak ada komentar:
Posting Komentar