Libur telah tiba ..syalalla...
mau liburan kemana ..mangga terserah saja
Halaah..nyayi apa sih itu ..hehe
Kalau kami yang tidak ada waktu libur total ini, hanya bisa memadukan antara kerja dan bersantai saja. bekerja sambil berlibur, anak-anak diboyong ke tempat kerja..hehe. Alhamdulillah dinikmati saja ..bisa nulis dimana aja, kapan saja.
Ehemm ..sudah berapa hari ya gak ngeblog? entahlah ..gak usah dihitunglah ya, yang penting alasannya bukan karena malas, atau lagi galau sehingga gak nulis. Enggak kok..insyaallah karena ada pekerjaan yang lain. Keep productive yaak..Alhamdulillah
Kali ini aku mau nulis tentang bagaimana mengenali bakat anak sejak dini. Hei...kenapa tiba-tiba menulis tentang itu? Karena itu penting banget. Seperti kata Ayah Edi dan pakar parenting lainnya, betapa banyak anak-anak atau kita yang merasa galau berkepanjangan. Gegara gak kenal siapa dirinya, merasa salah jurusan, asal sekolah dan terpaksa belajar bidang yang tidak sesuai minat.
Hiiii..sereeem kan? Aku merupakan salah satu yang mengalami galau yang super panjang, gak kenal jati diri, mencari terus-menerus tanpa mentor ...sehingga butuh waktu terlalu lama menemukan diri. Kalau generasi jadul okelah boleh dimaklumi, karena berbagai faktor yang belum mendukung saat itu. Kasarnya omong..ilmunya belum sampai, namun kalau sekarang dan kedepan anak-anak kita atau generasi ke depan masih mengalami galau kayak emak dulu..wah...wah....jangan sampai deh, bakal sangat mengerikan masa depannya.
Aaah,,ngeri-ngeri terus lho dari tadi, yaa,,,gimana enggak lha sekarang aja kondisi sudah seperti ini gimana nanti pas anak-anak masuk usia kuliah atau kerja?? Aku kutip dari bukunya Ayah Edy ya ..
Saat ini sudah berlangsung ACFTA (Asian-China Free Trade Area), hal tersebut bahkan sudah dimulai sejak 2010. Kemudian pada tahun 2015, sudah berlaku AEC (ASEAN Economy Community), atau yang lebih dikenal dengan istilah masyarakat ekonomi ASEAN.
Aaaiih Makkk..apaan sih itu? lagian apanya yang ngeri dari semua itu bagi masa depan anak kita kelak?. Apa hubungannya dengan istilah-istilah keren yang disebutkan tadi? Aha..inilah makk yang mau aku bahas. Taukah makk..istilah tadi itu menunjukkan bahwa dengan adanya AEC, ASEAN telah menjadi pasar tunggal, global village (kampung global) tanpa sekat sebagai pasar internasional, pasar bebas maak. Pasar bebas yang dimaksud disini bukan hanya meliputi produk barang dan jasa, namun juga tenaga kerja or Sumber Daya Manusia.
Nah.. kata yang dicetak tebal itulah yang sangat ada kaitannya dengan masa depan anak-anak kita. Di era anak kita tumbuh dewasa nanti, tantangan yang harus dihadapi tentunya semakin berat. Persaingan yang mereka hadapi tidak hanya SDM dalam negeri dari Sabang sampai Merauke saja, namun dari negara-negara Asia dan ASEAN. Hemm...bersaing dengan sesama tenaga kerja dalam negeri saja sudah cukup berat, apalagi dengan luar negeri. Iya juga ya..Njuk kudu piye Makk..??
Tenang-tenang ...tidak usah panik dan ngeri berkepanjangan, selalu ada solusi dari setiap masalah dan tantangan. Allah selalu memberi masalah satu paket dengan solusinya (Al-Insyirah: 6).
Disinilah peran kita selaku Ibu, Emak, Simbok atau Umi sebagai agen perubahan, madrasah pertama bagi anak-anak kita, sangat dibutuhkan. Orang tua harus mempersiapkan diri anak-anak menjadi manusia yang berkualiatas, manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi. Agar dapat bersaing secara sehat dan dapat memenangkan persaingan. Iiiiih...sereem gitu sih Mak kata-katanya, kayak orang gulat atau berantem gitu, saingan, menang. Hehe..emang iya sih, tapi bukan macam orang tarung tinju diatas ring kok.
Manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi harus memiliki keunikan, diferensiasi. Kalau kemampuannya hanya rata-rata tidak akan mampu hadapai badai persaingan yang dahsyat. Sepeerti ungkapan Bu Septi Peni Wulandani '' Good isn't enough, We must to be different'', bagus saja tidak cukup kita harus berbeda. Orang yang sekedar bisa sudah banyak, orang yang banyak tau sudah banyak, banyak kebisaan tapi tidak sampai expert. Lebih baik menguasai satu ilmu atau keterampilan namun sampai benar-benar ahli, itu yang dibutuhkan sekarang dan kedepan. Dunia butuh kemampuan orang ahli bukan butuh orang kemampuan rata-rata.
Bagaimana mempersiapkan anak kita menjadi manusia yang berkualitas, unggul dan berdaya saing tinggi? INI PR BESAR KITA
Sejatinya Allah telah mengkaruniakan setiap Hamba-Nya dengan talenta sebagai bekal mengarungi kehidupan di dunia. Demikian juga dengan kepada Anak-anak kita. Mereka telah Allah berikan bakat, potensi, kemampuan atau apapun sebutannya. Tugas kita sebagai orang tua, mengenali bakat bawaan lahir itu, kemudian mengasahnya sampai mereka tumbuh menjadi orang yang ahli dibidangnya. Tidak mudah memang, butuh ketelatenan, komitmen yang tinggi untuk menemukan bakat-bakat alami anak-anak tersebut.
Kini, banyak referensi yang bisa dijadikan pedoman dalam mengenali dan menemukan bakat tersebut. Mulai dari buku, seminar, kulwap (kuliah whatshap), komunitas parenting dan sumber lainnya diinternet yang bertebaran ilmu-ilmu tersebut. Metode untuk menemukan juga dapat dilakukan dengan tes bakat, antara lain Finger test (sidik jari), Talent Mapping, dan lain sebagainya.
Tinggal pilih mana yang cocok dengan anak Anda. Namun yang utama adalah peran orang tua untuk mengamati perilaku anak sehari-hari, atau yang dikenal dengan istilah ''Ilmu titen).
Berdasarkan Buku karya Ayah Edy yang berjudul ''Rahasia AYAH EDI MEMETAKAN POTENSI UNGGUL ANAK'', ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengenali, dan menggali potensi anak sejak dini. Langkah tersebut antara lain:
1. Menyusun program stimulasi untuk anak
2. Membuat daftar minat dan bakat anak
3. Melakukan uji coba minat dan bakat anak
Penjelasan mengenai ketiga langkah tersebut dapat disimak pada tulisan berikutnya ya...
Terimakasih..
Yogyakarta, Sabtu, 23 Desember
Tidak ada komentar:
Posting Komentar