Bismillah
Assalammulaikum wr.wb.
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah yang telah memberi
petunjuk dan menurunkan ilmu tentang komunikasi produktif, sehingga saya bisa
belajar untuk menjadi komunikator dan komunikan yang baik.
Sebelum bercerita tentang keseruan praktik komunikasi
produktif hari ke-4, ada baiknya untuk kembali mengingat dan mengulas apa itu komunikasi
produktif. Materi mengenai komunikasi poduktif dapat dilihat disini
Baiklah inilah cerita hari ke-empat tantangan game level 1
praktik komunikasi produktif. Seperti yang sudah saya ungkapkan sebelumnya,
saya fokus komunikasi kepada anak.
Masalah yang ingin kami carikan solusi adalah meningkatkan
semangat Mamas untuk sholat subuh tepat waktu dan tidak tidur setelahnya. Hari
ini menggunakan kaidah komunikasi produktif no. 1- 7, terbukti Mamas mudah
dibangunkan dan sholat subuh tepat waktu. Namun, setelahnya, Mamas kurang
semangat untuk mengisi waktu dengan kegiatan selain tidur. Saya sudah
membujuknya untuk berolahraga, baca buku kesayangan, membuka hp dan boleh main
game untuk mengusir kantuk, karena hari ahad Mamas boleh main game.
“Mamas sholeh..yuuk main sepeda’’
Jangankan bangun, bergerak pun tidak. Kemudian saya dekati dia, sambil memeluknya, mengelus
pundaknya ..
’’Mas, ayolah anak hebat, anak hebat tidak tidur lho, setelah
sholat subuh’’
Hanya dijawab dengan suara tidak jelas..
Apa daya kurang berhasil, Mamas tidak tertarik
dengan tawaran saya, dia masih malas-malasan ditempat tidur. Dia terlihat masih
sangat ngantuk dan capek, kemarin bepergian ke tempat mbah pulang sudah cukup
malam. Saya, selain tidak sempat juga merasa kasihan melihatnya.
Nah ini dia...penyebab ketidakberhasilan menaklukan tantangan kali ini..hehe.
Nah ini dia...penyebab ketidakberhasilan menaklukan tantangan kali ini..hehe.
Saya tak kuasa membujuknya lagi, karena saya sedang membantu
menyiapkan perlengkapan suami. Usai sholat subuh, suami akan ke Bandara Adi
Soemarmo, Solo dengan tujuan Bandar Lampung.
Mamas bangun, ketika Abinya pamitan ...setelah itu tidur lagi.
Oiya, singkat cerita..sesuai kesepakatan Mamas sholat
maghrib di masjid. Menjelang waktu sholat maghrib saya ingatkan Mamas:
‘’Mamas, saatnya pergi ke masjid ‘’
‘’Iya Mi, sebentar ya..aku siap-siap dulu’’
Maknyess..seperti diguyur air hujan, alhamdulillah.
Mamas, ambil wudhu dan ganti baju koko ..
"Mi, hujan ki..'' kata Mamas, sembari mengancingkan bajunya.
''Gak apa, cuma gerimis kan?'' Jawab saya lembut
''Nanti nek tiba-tiba hujan lagi gimana?''
'' Yo gak apa-apa, Anak sholih kan gak takut hujan''
" Asyiik ..nanti aku ujan-ujanan aja''
''Ya udah gak apa-apa, yang penting udah sholat tho..?''
Itulah dialog anak dan ibu menjelang sholat maghrib,,hehe
Setelah salim dan salam, Mamas berangkat ke Masjid yang tak jauh dari rumah.
Saya sholat di rumah bersama kedua adik perempuan Mamas.
Tak lama kemudian, listrik padam..Mamas belum pulang dari
Masjid. Kami menunggu sambil murojaah hafalan Al-quran. Mamas datang, dan segera
gabung ikut murojaah. Kami murajaah hafalan bersama-sama. Sambil murojaah, saya
pijiti badan Mamas ..membuat mamas ingin tiduran sambil mengahafal. Tangan
kanan saya mijiti mamas dan tangan kiri mijiti adiknya yang paling kecil.
Usai murojaah hafalan surah Al-quran, adik bungsunya sudah tertidur, saya pindahkan ke kamar, diikuti oleh Mamas juga adiknya yang satu lagi. Kami bercanda ditempat tidur, sampai akhirnya tak sadar kami semua tertidur...
’’Mi..mi...kita belum sholat Isya lhoo’’.
Suara dan tangan mamas yang menepuk pundak, mengagetkan saya, oiya kami tadi belum sholat isya. Saya terbangun, mata masih
kriyip-kriyip, ngantuuuk..
Listrik belum hidup, kamar hanya diterangi lampu emergency
kecil.
‘’ Iya nak...ummi wudhu dulu ya’’
Kami berdua sholat isya berjamaah, Mamas menjadi Imam, kala
Abinya tidak di rumah. Kali ini Mamas bacaanya lebih bagus dan gerakannya lebih
kalem, tidak cepat-cepat.
Alhamdulillah ..aku bersyukur sekali kepada Allah atas
karunia ini. Semoga terus istiqomah memperbaiki diri.
Usai sholat dan berdoa, saya memeluknya
‘’Mamas, terimakasih ya, sudah menjadi imam sholat’’
‘’Mamas hebat sudah menjadi Imam sholat, bacaanya juga sudah
bagus ..’’
Dia diam saja, tapi saya tau dia senang..dipuji, kemudian
dia bercerita pengalaman sholat maghrib di masjid dan sholat jumat di sekolah. Setelah itu kami kembali ke kamar, Mamas izin main game, saya izinkan setelah mempersiapkan perlengkapan sekolah untuk besok.
Demikian cerita hari ini, mohon maaf bila tidak bisa bercerita
dengan baik dan runut. Satu hal, saya tidak pandai menyusun cerita dialog /percakapan..hehe. harap maklum...
Mungkin cerita ini tidak sesuai dengan maksud panitian kulwap, mohon maaf atas keterbatasan ini yah...
Semoga ke depan bisa lebih baik..aamiin.
Terimakasih
Jazakillah khair
Wassalammualaikum wr.wb.
#HariKe-4
#GameLevel1
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#KomunikasiProduktif

Tidak ada komentar:
Posting Komentar